Beranda

Dari FMLovers : Football Manager Journey : Queen’s Park, Sebuah Ironi Salah Satu Klub Pendiri Sepakbola Profesional Part I by @Zaeywayn

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Zaeywayn

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Beberapa waktu yang lalu, saya menuliskan artikel mengenai Liga Skotlandia yang berisi klub-klub tua (rata-rata berdiri pada abad ke-19) dari klub-klub tua tersebut ada yang menjadi pelopor klub sepakbola profesional, salah satunya adalah Queen’s Park klub yang bermain di Ladbrokes League Two. Queen’s Park merupakan salah satu klub tertua dan juga salah satu “bapak” sepakbola profesional di Britania Raya, Eropa bahkan Dunia. Namun, menyandang status tersebut tidak selamanya bisa memberikan sebuah keistimewahan bagi Queen’s Park, mereka terdampar di divisi keempat kompetensi sepakbola Skotlandia bahkan menyandang status “Semi-Profesional” klub di Football Manager 2020, sebuah ironi bagi pendiri sepakbola profesional yang mendapat status semi-profesional. Dari kasus tersebut melatarbelakangi saya untuk mengembalikan kejayaan klub yang berdiri pada 9 Juli 1867 ini. Lalu, bagaimana perjuangan saya membawa klub ini kembali ke masa jayanya

Sebelumnya setelah beberapa bulan bermain Football Manager 2021, rasa kangen saya dengan Football Manager 2020 kembali muncul, hingga akhirnya saya memutuskan untuk bermain Football Manager 2020 lagi. Namun, karena sudah berlalu lalang bermain dengan berbagai tantangan atau bermain di beragam divisi empat benua di berbagai save seperti di Asia (Indonesia, Australia, Korea, dan Jepang), Amerika Selatan (Argentina dan Brasil), Amerika Utara (Kanada dan Amerika Serikat), dan Eropa (Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, Prancis, Belanda, Norwegia, Ireland, dan Russia) rasa bosan mulai terasa, hingga akhirnya saya ingin mencoba lagi lower league challenge.

Lower league challenge berhasil mengingatkan saya bagaimana perjuangan saya membawa klub Nuneaton Town dari Blue Square Premier sampai menjadi klub yang mapan di Premier League dengan pemain muda berbakatnya di Football Manager Handheld 2013 (game Football Manager pertama saya). Saya ingin membangkitkan kembali kenangan tersebut dengan klub yang dikenal dengan penghasil pemain muda terbaik. Namun, saya tidak mau mencoba di kompetensi sepakbola Inggris karena persaingan masih ada ketimpangan, sehingga pilihan saya jatuh ke klub divisi keempat Liga Skotlandia yaitu Queen’s Park. Ada beberapa faktor yang membuat saya memiliki klub ini yaitu : Liga Skotlandia masih didominasi oleh Celtic atau Rangers, Kompetensi sepakbola Skotlandia tertua dan terunik di Eropa, Queen’s Park merupakan klub tertua di Skotlandia bahkan di Eropa, dan terakhir yaitu fasilitas Queen’s Park mampu membantu saya merealisasikan visi tersebut.

  1. First Impression Melatih Klub Semi-Profesional
Melatih tim semi-profesional merupakan tantangan baru bagi saya

Kesan pertama saya dalam menangani Queen’s Park adalah shock berbeda dengan Football Manager Handheld 2013 yang saya mainkan, Football Manager 2020 terlalu kompleks bagi lower club. Bagaimana tidak, ketika saya bermain dengan Nuneaton Town setidaknya saya masih bisa merekrut pemain free agent tapi memiliki kontrak yang wajar, begitu pula jenis kontraknya yang hanya full contract. Namun, ketika saya bermain dengan Queen’s Park yang menyandang status semi-profesional kontrak yang bisa saya berikan hanya part-time, tidak hanya pemain tetapi juga staff tim. Tentu hal ini membuat saya bingung karena tidak bisa mengontrak pemain berbakat saya dengan jangka panjang dan hanya bisa dikontrak selama satu tahun atau 11 bulan.

Begitu pula dengan jadwal training tim ini yang hanya dilaksanakan pada hari selasa, rabu, dan sabtu. Dengan jadwal latihan yang dilaksanakan 3 kali dalam seminggu membuat pemain muda saya tidak berkembang. Well, semua itu baru permulaan saya harus kuat untuk mewujudkan visi saya tersebut.

  • Step Pertama Mewujudkan Visi di League Two
Pemain yang menjadi rekrutan pertama di Queen’s Park

Visi saya untuk menjadikan Queen’s Park menjadi klub penghasil pemain sepakbola muda terbaik, namun untuk mewujudkan visi tersebut harus ada langkah pertama dan langkah pertama saya adalah melampaui batas target yang diberikan oleh board yaitu saya harus bisa promosi baik sebagai juara maupun melalui playoff. Dengan promosinya Queen’s Park maka akan lebih mudah mendapatkan status klub profesional. Maka langkah pertama saya adalah merekrut pemain free agent. Faktor utama saya merekrut pemain free agent karena permasalahan finansial klub yang masih lemah, saya harus bisa merekrut pemain untuk mengisi posisi yang kosong, dengan ini saya bisa merealisasikan visi saya. Langkah pertama saya bisa dibilang sukses dengan berhasil merekrut 9 pemain sepanjang transfer musim panas dan 1 pemain saat transfer musim dingin. Dan melepaskan 2 pemain dengan status loan, 1 pemain dengan status free transfer, dan satu pemain dengan status pembelian seharga 3,8k Pounds.

  • Step Kedua Mewujudkan Visi di League Two

Langkah selanjutnya adalah mencoba membujuk board untuk mengembangkan fasilitas pemain muda seperti Youth Facilities, Junior Coaching, atau Youth Recruitment. Namun, ketiga permintaan saya ditolak dengan alasan finansial, sehingga saya menahan diri sampai klub ini mampu promosisehingga klub mampu mendapatkan suntikan dana.

  • Step Ketiga Mewujudkan Visi di League Two
Gelombang pertama staff yang saya rekrut di Queen’s Park

Langkah berikutnya adalah merekrut staff, merekrut staff adalah sebuah kewajiban meskipun tim masih berstatus semi-profesional. Sebagai klub semi-profesional maka saya tidak bisa muluk-muluk memilih staff mahal dan berkualitas, saya hanya bisa merekrut staff yang mumpuni dan mampu digaji sesuai dengan kemampuan tim. Akhirnya saya mampu merekrut 10 staff selama musim 2019/2020 dan melepaskan 4 staff secara free transfer.

Saya diganjar kontrak baru dan stadium baru, setelah berhasil membawa Queen’s Park promosi

Dari ketiga langkah tersebut, saya mampu membawa tim ini promosi. Namun, di kompetensi lainnya seperti Betfred Cup, Scottish Cup, dan Tunnock’s Caramel Wafer Challenge Cup tim saya tidak berhasil. Board juga tidak memasang target yang besar bagi saya sehingga saya tidak tertekan dan bermain dengan santai. Dengan membawa tim ini promosi maka target saya adalah menjadikan klub ini sebagai klub dengan status profesional. Tentu saja dengan status profesional ini mampu membantu saya untuk memaksimalkan latihan dan kontrak jangka panjang pemain muda. Musim berikutnya saya targetkan untuk merekrut pemain muda free transfer karena dengan mulainya musim baru maka banyak regen-regen bermunculan dan ini kesempatan bagi saya untuk merekrut pemain muda tersebut untuk mewujudkan visi saya. Keberhasilan saya membawa tim ini promosi dibalas dengan kontrak baru selama dua tahun sampai tahun 2023. Selain itu, Queen’s Park pindah dari Hampden Park ke Lesser Hampden yang bersebelahan, perpindahan tersebut dinilai logis bagi tim yang masih berstatus semi-profesional, sebab bermain dengan stadium yang besar tetapi hanya memiliki suppoter yang kurang dari 1,000 orang maka tidak akan maksimal. Dengan perpindahan ke Lesser Hampden yang saat itu berjumlah 2,000 kursi maka setidaknya 50% kursi sudah terisi dibandingkan ketika bermain di Hampden Park. Dengan begitu maka akan memaksimalkan pemasukan tim dari tiket.

Dengan keberhasilan saya membawa tim ini promosi dan perjuangan saya diganjar dengan kontrak baru dan stadium baru maka bisa dibilang visi saja masih berjalan lancar, meskipun belum terealisasikan dengan baik. Di part selanjutnya, salah satu visi saya bisa terealisasikan dan mampu menjadi langkah pertama saya dalam mengembangkan tim ini bahkan bisa dibilang salah satu langkah penting bagi saya untuk merealisasikan visi saya. So see you soon di part selanjutnya. Penulis : @zaeywayn 


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Team Talk : FM22 Giveaway dari Artupoke

Tinggalkan komentar

FMLovers,

Pertama, kalian mesti dengerin dulu podcast terbaru dari Football Manager Punya Cerita (FMPC) Podcast.

Episode Zero dari FM22 sebagai respons pengumuman FM22 yang akan dirilis Full di tanggal 10 November dari sekarang. Btw, ini sebenarnya adalah rangkuman dari twitter spaces kita bareng admin admin @id_fm. Gibah FM22

FM22 baru aja diumumin 9 September yang lalu, kalau akan dirilis tanggal 9 november. Pas 2 bulan. Kalau di Indonesia sekitar tanggal 10 Nov kalau liat di steamnya. Gibahin yuuk. (Twitter Spacesnya gagal rekam, jadi Rekam di podcast ulang yaak)

Dan, lanjut ke pokok masalah. Artupoke (ya, saya) memberikan 1 buah steam gift FM22 melalui giveaway Twitter. caranya gampang, cukup RT tweet terlampir, dan pengumuman pemenang akan diinformasikan di tanggal 30 September !

Good Luck ya !


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Director of Football by @mohrunabay

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : @Mohrunabay

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Halo sobat FM, apa kabar? Semoga diberi Kesehatan selama masa pandemi ini

Perkenalan

Pada kesempatan ini saya ingin menceritakan sebuah jabatan di gim kesayangan kita semua yang sering kali tidak dimanfaatkan dengan sepenuhnya yaitu Director of Football atau yang kerap kita sering dengar sebagai DOF. Peran DOF ini seringkali disalahartikan sebagai peran yang “menggangu” untuk para penggemar FM sehingga seringkali kita tidak gunakan. Lalu sebenarnya bagaimana cara kita bisa menggunakan DOF untuk keuntungan tim kita? Sebelom kita bisa menjawab pertanyaan tersebut mari simak penjelasan mengenai apa itu DOF, pekerjaan yang mereka lakukan, dan atribut penting yang dibutuhkan seorang DOF.

Apa itu Director of Football?

Director of Football merupakan bagian dari tim perekrut yang mengurusi semua hal yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan pemain. DOF pun juga mempunyai kapasitas untuk ikut serta dalam memperkerjakan atau memecat staff namun peran tersebut seringkali di delegasikan kepada Technical Director. DOF juga mempunyai kemampuan untuk melakukan negosiasi kontrak dengan para pemain dan staff jika tanggung jawab tersebut diberikan oleh sang manajer.

Sejarah Director of Football

Awal mula peran ini bisa dilacak kepada sebuah klub di Belanda yaitu PSV Eindhoven. Pada awal tahun 1990, Asisten manajer pada saat itu Frank Arnesen melakukan perpindahan jabatan ke sebuah peran baru yang bertugas dalam segala hal yang berkaitan dengan perekrutan dan penjualan pemain, pencarian pemain dengan potensial tinggi, dan infrastruktur klub. Selama ia menjabat sebagai DOF dari tahun 1994 sampai 2004, ia telah mendatangkan beberapa pemain yang terkenal seperti Ronaldo Nazario, Eidur Gudjohnsen, Jaap Stam, Ruud Van Nistelroy, Mark Van Bommel, dan Arjen Robben. Kemampuan dia untuk menarik banyak talenta muda secara gampang disebabkan oleh sebuah pemahaman yang dia punya dengan para pemilik klub untuk menjanjikan para pemain yang direkrut oleh dirinya akan dilepas jika ada klub besar Eropa yang tertarik dan melakukan penawaran. Hal ini memungkinkan PSV untuk membeli talenta muda dengan harga yang sangat murah untuk diperjualkan dengan harga yang tinggi sehingga pihak klub akan meraup keuntungan yang sangat signifikan.

Fabio Paratici ( DoF Tottenham Hotspurs F.C)

Fungsi Director of Football

Di dalam Football Manager, kita bisa menggunakan DOF untuk pembentukan tim utama kita dengan melakukan delegasi tanggung jawab mengenai pembelian dan penjualan pemain di tim utama kita. DOF pun bisa memberi nasehat dalam beberapa bentuk seperti memberikan target pemain dengan potensial tinggi yang bisa dibeli, menasehati untuk menarik pemain yang sedang kita pinjamkan ke klub lain, dan memberi informasi bahwa ada pemain yang ingin melakukan perpanjangan kontrak.

Atribut Director of Football

Untuk mencari sebuah DOF yang sempurna untuk tim yang kita pakai ada beberapa atribut penting yang harus diperhatikan yaitu:

  • Judging Player Ability
  • Judging Player Potential
  • Negotiating

DOF yang mempunyai atribut tinggi dalam menilai kemampuan dan potensial sebuah pemain merupakan sebuah aset yang penting dalam sebuah klub. Hal ini memungkinkan untuk DOF tersebut mencari dan menemukan pemain berkualitas yang bisa meningkatkan performa tim di dalam lapangan. DOF yang mempunyai atribut tinggi dalam negosiasi juga menambahkan kemampuan sebuah tim untuk melakukan pembelian, penjualan, dan perpanjangan kontrak sebuah pemain secara efektif dan tanpa merugikan keuangan klub tersebut secara signifikan. Seringkali jika kita para manajer melakukan negosiasi dengan sebuah pemain akan melakukan 1 dari 2 kesalahan yaitu antara membayar pemain itu secara berlebihan atau bahkan terlalu kurang sehingga pemain tersebut menolak tawaran kontrak yang disodorkan. Jika kita menggunakan DOF, ia akan melakukan penawaran yang akan tetap menjaga kestabilitasan keuangan klub dan tetap melakukan penawaran yang menarik untuk para pemain.

Contoh Director of Football

Ada beberapa contoh DOF yang mempunyai peran penting dalam klubnya seperti:

  • Fabio Paratici ( Tottenham Hotspurs F.C)
  • Luis Campos ( Lille OSC)
  • Victor Orta ( Leeds United F.C)
  • Marcel Brands ( Everton F.C)
  • Michael Zorc ( Borussia Dortmund)
  • Michael Edwards ( Liverpool F.C)

Konklusi

Terinspirasi dari klub kesayangan saya yaitu Tottenham yang mulai memperkerjakan seorang DOF di awal musim 21/22, saya percaya bahwa peran tersebut jika dilakukan oleh seseorang yang mempunyai visi yang sama dengan para pemilik klub mengenai projek yang dilaksanakan oleh klub tersebut akan mempunyai hasil yang sangat baik.

Dari FMLovers : Meningkatkan Budget Transfer / Transfer Budget Booster (part 3-end) by Audikul

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Audikul

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Tulisan ini adalah bagian terakhir dari artikel ini.

Halo Gaes apa kabar semua? Semoga baik keadaanna. Oke kita lanjutkan ya untuk artikel ini meningkatkan budget transfer, terakhir di part II, kita akhiri sekarang di part III ini ya…

2. Approach to sign (free transfer)

Yaaaak, tretek dung cesss, Solusi jika kalian lagi kepepet ga punya duit buat belanja pemain bisa banget menggunakan approach to sign, agak tricky sih, tetapi masih bermartabat lah, dibandingkan dengan save load game kalian. Hehehe

Approach to sign adalah dimana kalian bisa mengontrak pemain yang durasi kontraknya tersisa enam bulan lagi. Di liga top eropa kontrak professional pemain dimulai per tanggal 30 juni atau sehari sebelum jendela transfer musim panas dibuka. lain hal dengan liga brazil yang kontrak professional pemainnya dimulai per 31 december, jadi enam bulan sebelum 31 december, yaitu per 1 juli kalian bisa lakukan approach to sign ke pemain yang kalian incar untuk dikontrak secara gratis tanpa biaya transfer ke klub yang mempunyai kontrak sang pemain.

Sebenarnya ini bukan hal yang baru bagi kalian, ini merupakan hal yang lumrah terjadi dan bahkan kenyataannya terjadi saat ini dimana situasi covid melanda klub sepak bola, tidak jarang banyaknya transaksi transfer pemain secara gratis alias tanpa biaya transfer, dan bahkan juga pemutusan kontrak pemain atau istilahnya di dunia Football Manager yaitu mutual agreement dimana pemain bisa diputus kontraknya dengan melakukan negosiasi terhadap kompensasi sisa kontrak pemain yang bersangkutan, saya ambil contoh: Alexander Lacazettte menyisakan kontrak

satu tahun dengan arsenal, dengan total gaji 6 juta poundsterling, arsenal bisa saja melalukan mutual agreement dengan hanya membayar 3 juta poundsterling saja, jika Lacazette ingin hengkang namun klub yang ingin mengontraknya tidak mempunyai budget transfer.

Saya ambil contoh klub eropa yang saat ini giatnya mendatangkan pemain gratis tanpa embel-embel biaya transfer, yaitu Juventus. Pokoknya paling getol dah kalau masalah pemain gratisan, hahaha. Sekarang diikuti PSG karena sudah berhasil mendapatkan Lionel Messi, menjadi Trio terbaik sepanjang sejarah, biasanya kalian bisa lihat itu di Football Manager, sekarang bisa menjadi kenyataan.

Oke sebelum kalian melakukan approach to sign alias membeli pemain gratisan, pastikan kalian memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Wage budget

Pastikan kalian mempunyai wage budget yang cukup, karena meskipun kalian tidak mengeluarkan biaya transfer pemain yang diapproach to sign, biasanya pemain-pemain yang kontraknya about to expired ini meminta gaji yang tergolong fantastis, bahkan bisa dua kali lipat dari gaji yang diterima klubnya saat ini. Pastikan kalian bisa melakukan negosiasi yang maksimal, seefektif mungkin dan seefisien mungkin. Tips dari saya kalau pemain tersebut sangat tertarik dengan klub kalian atau mengidolakan kalian, kalian bisa negosiasi gaji setengah dari asking pertama.

  • Transfer budget

Kok bisa memperhatikan ini padahal kan beli pemainnya gratisan, mana ada! Masih ada Fee untuk pemain dan Agent Fee (khusus untuk Football Manager versi desktop). Ya meskipun tidak sebesar transfer fee, tetapi tetap saja biaya ini diambil dari transfer budget kalian. Pastikan kalian mempunyai alokasi yang cukup untuk ini. Biaya ini juga masih bisa dinego setengah dari asking pertama dengan kondisi seperti di nomor pertama.  

  • Regulasi federasi negara club kalian

Ya ini juga sangat perlu diperhatikan, ada beberapa hal yang menyebabkan kalian tidak bisa melakukan approach to sign.

  • Peraturan 25 pemain

Ya mungkin kalian sudah tahu liga-liga top sudah menerapkan peraturan ini,

  • Homegrown players
  • Working permit
  • Jatah pemain asinh

Oke tips dari saya, kalian pastikan ambil pemain dengan potential ability minimal tiga bintang sebanyak-banyaknya. kalau sudah berhasil mendatangkan pemain-pemain tersebur secara gratis, biasanya valuenya langsung meningkat sehingga kalian bisa langsung jual dengan cara offer player. Biasanya pemain dengan potential ability minimal tiga bintang, klub-klub sangat tertarik tetapi pastikan gaji yang diberikan pemain tersebut tidak terlalu besar sehingga masih bisa dijangkau oleh klub-klub papan tengah hingga klub-klub papan atas. Dan kemudian juga pastikan harga yang kalian jual sudah memperhitungkan agent fee, transfer fee, gaji pemain sehingga tidak menyebabkan zonk alias rugi. Kenapa gaji pemain diperhitungkan? Karena gaji pemain dibayar per minggu kemudian kalian pasti membutuhkan waktu untuk dapat

Menjual pemain tersebut. Jadi pastikan kalian sudah memperhitungkan biaya-biaya di atas.

Biasanya pemain dengan potential abilitynya tiga bintang, mempunyai taksiran value minimal di angka 10 juta poundsterling, jadi kalau kalian bisa mendatangkan lima pemain dengan potential abilitynya tiga bintang, kalian sudah bisa mendapatkan keuntungan sekitar 50 juta poundsterling masuk ke budget transfer kalian. Lumayan kan dana tersebut bisa kalian manfaatkan untuk membeli pemain bintang, merenovasi stadium, atau untuk upgrade facilities. Atau bisa juga kalian alokasikan ke wage budget sehingga kalian bisa memiliki ambang batas gaji pemain yang lebih tinggi, menjadi modal untuk membeli atau menahan pemain bintang yang kalian miliki. Karena biasanya pemain bintang sangat sensitif terhadap gaji.

Oke yang terakhir adalah

3. Switch transfer budget ke wage budget

Switch transfer budget adalah menyimpan sementara sisa budget transfer kalian sebelum masuk ke season baru (1 juli) dengan tujuan:

Memastikan agar budget transfer kalian tidak hangus / terreset saat pergantian season

Tidak menjadi alasan board kalian tidak menyuntikkan budget transfer

Memastikan board menyuntikkan budget transfer season baru tanpa memperhitungkan budget transfer sisa milik kalian

Jadi pastikan kalian sudah melakukan switch transfer budget ke wage budget sebelum masuk ke season baru.

Oke sampai di sini, ini akhir dari artikel booster budget transfer semoga bermanfaat untuk kalian yang membutuhkan dana lebih untuk mempercepat progress tim yang kalian tangani. Jika ada kesalahan atau perbedaan mohon maaf sebelumnya.

Terima kasih untuk kalian yang membaca artikel ini dan artupoke yang sudah memberikan wadah untuk sharing ke sesama FM lovers.

See you soon, have a nice weekend, stay safe and healthy.


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : My Moneyball, It’s All About Data and Statistics by Naufal Arganesta

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Naufal Arganesta

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Selama bertahun – tahun memainkan gim Football Manager pasti ada titik dimana para pemain bosan dan banyak dari para pemain FM mencoba berbagai hal pada save mereka agar permainan gim Football Manager semakin menarik dari mulai LLM, Atlethic Bilbao, sampai Pentagon challenge. Ada challenge yang pada beberapa tahun terakhir banyak pemain gim Football Manager melakukan challenge ini yaitu Moneyball Challenge.

Apa itu Moneyball challenge? Kata Moneyball merujuk pada sebuah film yang rilis di tahun 2011, Film ini mengisahkan tentang seorang manajer tim baseball kecil Bernama Oakland Athletics. Beane yang menjadi manajer Oakland Athletics  berusaha mendobrak cara lama dalam menemukan pemain –  pemain handal. Mereka mencoba metode baru menggunakan data dan statistik. Beane mencari pemain yang undervalue yang menurut data dan statistik bisa menyaingi atau bahkan lebih bagus dari pemain lainnya di liga.

Prinsip dasar dari Moneyball Challenge ini adalah mengandalkan data dan statistik untuk membeli pemain yang dibutuhkan tim dan tidak mengincar para wonderkid – wonderkid ternama untuk menjadi tulang punggung tim. Pada FM 21 banyak fitur untuk mengakses data – data yang ada pada gim untuk menganalisis dan melakukan transfer, seperti fitur xG yang baru saja ada di FM 21. Adapun aturan yang akan saya terapkan pada save ini yaitu :

  • Tidak peduli apakah tua, muda, wonderkid, transfer listed, ataupun hal lainnya asalkan syarat – syarat transfer seperti xG, chance created, tackle ratio, dan lain – lain
  • Sebisa mungkin mencari pemain undervalue, transfer listed, atau pemain yang punya harga sangat murah (meskipun dibeli diatas harga pasar) akan tetapi tidak mempunyai gaji yang tinggi
  • Yang lain dan tidak bukan adalah membeli pemain sesuai data yang diperlukan untuk setiap posisi dan role. Memang membeli wonderkid adalah salah satu kesenangan tersendiri saat bermain FM tapi tidak untuk challenge ini

Untuk challenge ini saya menggunakan Udinese. Alasan menggunakan Udinese adalah karena tim ini bukan unggulan di serie A dan tidak memiliki budget yang besar. Pada musim pertama saya akan membeli pemain mulai dari Januari karena pada musim pertama khususnya jendela musim panas, tidak ada data yang terekam untuk acuan membuat transfer pemain. Saat Januari tiba saya sudah mempersiapkan hal – hal apa saja yang dibutuhkan oleh tim. Hal yang perlu diperhatikan adalah role para pemain yang akan dibeli karena pada challenge ini mencari pemain yang cocok dengan role lebih penting dibandingkan atribut – atribut mewah para pemain tetapi tidak sesuai role yang dibutuhkan oleh taktik. Pada Januari musim pertama saya menilai tim ini membutuhkan bek tengah. Saat mencari bek tengah statistik seperti tackles per game, tackle completion ratio, dan interception per 90 minutes. Kalian juga bisa menambahkan statistik seperti mistake leading to goal, atau passes completion ratio jika menginginkan Ball Playing Defender.

Setelah mencari beberapa pemain yang pas akhirnya pilihan saya jatuh kepada pemain ini Andrea Cistana.

Statistik yang ditorehkan Cistana membuat saya langsung menekan tombol transfer segera mungkin karena meskpun tampil apik, Cistana dilabeli transfer listed oleh Brescia, klub Cistana bermain. Dan ini statistik Cistana di akhir musim

Dan untuk mengisi kekosongan di posisi bek kanan yang ditinggalkan Jean Stryger Larsen yang pindah ke Al-Ahli, saya membeli erik durm dari Eintracht Frankfurt.

Alasan saya membeli Durm adalah karena dia transfer listed dan memiliki tackle per 90 minutes yang baik meskipun memiliki 0,59 rating. Dan ini statistik Durm di akhir musim.

Diakhir musim Rodrigo De Paul harus pindah ke Arsenal dengan biaya transfer sebesar 44 juta pounds. Transfer ini membuat saya menghabiskan banyak waktu untuk mencari pengganti de Paul karena notabene De Paul adalah best player yang saya miliki.

Untuk mencari pengganti De Paul saya harus mencari pemain yang memiliki data dan statistik bagus dan juga pemain ini tidak memakan banyak biaya transfer. Setelah sekian lama mencari pengganti De Paul akhirnya saya menemukan juga pemain yang saya kira cocok untuk pengganti De Paul yaitu Nicolas Janvier

Meskipun memiliki atribut yang biasa saja, akan tetapi Janvier bermain cukup bagus pada musim 2020/2021. Dia memilki catatan impresif dengan rating 7,34 dan 3,46 chance created per 90 minutes (dan maaf lupa saya screenshot saat musim 20/21 berakhir). Meskipun dia gelandang kreatiif, tetapi catatan tackels per 90 minutes sebesar 0,84. Dia dibeli dengan harga cukup murah sebesar 2,5 juta pounds. Adapun kekurangan pada Janvier adalah pass completion dia yang bisa dibilang cukup rendah untuk cakupan playmaker yaitu 79%

Dan pembelian terakhir pada jendela transfer musim panas adalah Francesco Forte dari Venezia. Forte mengakhiri musim 20/21 sebagai topskor Serie B dengan jumlah 17 gol yang mana membuat saya kepincut dengan pemain yang satu ini.

Acuan untuk mencari striker sudah pasti jumlah gol, total shots, shots ratio, dan tidak lain dan tidak bukan adalah xG. Mungkin sejauh ini Forte satu – satunya pemain yang tidak undervalue yang saya beli mengingat kebutuhan juru gedor pada tim. Saya tidak bisa terus – terusan mengandalkan Fernando Llorente bermain full satu musim karena mengingat usianya yang sudah 36 tahun, akan tetapi dia tetap menjadi pilihan utama untuk lini depan Udinese setidaknya untuk musim 21/22

Save ini baru masuk musim kedua dan saya baru memainkan 1 pertandingan saja saat tulisan ini dibuat. Jika saya ada waktu mungkin saya akan melanjutkan ke part 2. Dan terakhir tetap jaga kesehatan yaaa FM Lovers.

Ditulis oleh : Naufal Arganesta


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Mengenal Liga Skotlandia, Liga yang Berisi Tim-Tim Tertua di Dunia by @Zaeywayn

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Zaeywayn

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Sudah tiga artikel saya menulis mengenai liga-liga yang memiliki regulasi unik dan menarik, kini saya ingin menulis satu kompetensi sepakbola yang terdiri dari empat divisi yang memiliki sesuatu yang unik, bukan regulasinya tetapi tim-timnya yang unik. Tim-tim yang bertanding di kompetensi sepakbola Skotlandia ini memiliki keunikan, yaitu hampir 60% tim dibentuk pada abad ke-19. Salah satu klub tertuanya yaitu Queen’s Park yang berdiri di tahun 1867 atau 157 tahun yang lalu. Sementara itu, di divisi teratas kompetensi sepakbola Skotlandia, Kilmarnock menjadi tim tertua yang berdiri di tahun 1869. Dengan penyataan tersebut, tentu membuat kita penasaran kenapa sepakbola Skotlandia memiliki tim-tim yang berdirinya sudah sangat lama, yuk kita berkenalan dengan kompetensi sepakbola Skotlandia ini.

Jika bermain gim Football Manager, Liga Skotlandia bisa menjadi pilihan anda dikala ingin mencari tantangan baru, tetapi tidak mau pusing bermain dengan liga yang regulasinya rumit. Liga Skotlandia menawarkan hal yang baru bagi permainan Football Manager anda, yaitu klub-klub yang akan anda latih rata-rata berdiri pada abad ke-19, ada nilai historis yang dijual masing-masing klub. Tidak hanya divisi teratas Liga Skotlandia, bahkan Liga divisi keempat Skotlandia masing-masing memiliki nilai historis dari tahun dibentuk tim.

  1. Sejarah

Sejarah sepakbola di Skotlandia bisa dilihat dari salah satu referensi awal pada tahun 1424 ketika Raja James I melarang permainan itu dalam Football Act 1424. Untuk bukti awal sepakbola di Skotlandia terjadi ketika “Foot Ball Club” berdiri di Edinburgh pada tahun 1824. Beberapa tahun berlalu, Skotlandia menjadi salah satu negara yang mulai mengadopsi sepakbola modern. Ketika peraturan pertama Assosiasi Sepakbola didirikan oleh The Football Association di London. Klub-klub Skotlandia mulai dibentuk pada akhir tahun 1860-an sampai 1870, dan Queen’s Park menjadi klub profesional pertama Skotlandia yang berdiri sampai sekarang.

Piala Skotlandia, Kompetensi Sepakbola Tertua Kedua di Dunia

Kompetensi pertama yang diselengarakan di Skotlandia adalah Piala Skotlandia yang berdiri pada tahun 1873 dan dimenangkan oleh Queen’s Park. Ini adalah kompetensi tertua kedua di dunia setelah Piala FA. Sementara itu, Liga Skotlandia didirikan pada tahun 1890 dengan salah satu pendirinya William McGregor seorang yang juga mendirikan The Football League di Inggris pada tahun 1880. Pemenang edisi pertama Liga Skotlandia dimenangkan oleh Rangers dan Dumbarton sebagai juara bersama.

Ada hal yang menarik yang mungkin menjadi alasan kenapa kompetensi sepakbola Skotlandia masih tertinggal jauh dengan kompetensi sepakbola Inggris, salah satunya dalam permasalahan profesionalisme. Pada akhir tahun 1880-an lumayan banyak klub-klub Skotlandia berdiri, begitu pula dengan klub-klub Inggris. Namun, banyak pemain sepakbola Skotlandia berpatisipasi dalam kompetensi sepakbola Inggris, salah satu alasannya adalah pembayaran pemain yang telah dibuat legal di Inggris di tahun 1885. Inilah yang menyebabkan pemain-pemain dari Skotlandia pindah ke Inggris. Sementara di Skotlandia, permainan tetap amatir sampai tahun 1893 ketika FA Skotlandia mencabut larangan profesional. Well, mungkin inilah alasan kenapa kompetensi sepakbola Inggris sampai sekarang terorganisi dengan baik, dibandingkan dengan kompetensi sepakbola Skotlandia.

  • Kenapa Liga Skotlandia?

Kenapa Liga Skotlandia menjadi salah satu pilihan untuk memulai karir di Football Manager berikut alasannya :

  1. Banyak Klub-klub Tertua

Ini adalah alasan mendasar kenapa kita memilih Liga Skotlandia, yaitu terdiri dari banyak klub-klub tertua di dunia. Mulai dari divisi keempat ada Queen’s Park (1867), divisi ketiga ada Dumbarton (1872), divisi kedua ada Hearts of Midlothian dan Greenock Morton (1874), dan divisi utama ada Kilmarnock (1869)

Di divisi pertama ada 8 dari 12 tim yang berdiri sejak abad ke-19. Di divisi kedua ada 7 dari 10 tim yang berdiri sejak abad ke-19. Begitu pula dengan divisi ketiga ada 8 tim dan divisi keempat ada 6 tim. Dengan klub termuda dari setiap divisi ada Livingston (1974), Inverness Caledonian Thistle (1994), Cove Rangers (1922), dan Stirling Albion (1945).

Queen’s Park, Klub Tertua di Skotlandia

So, jika anda yang suka mencari latar belakang klub berdasarkan tahun berdirinya, Liga Skotlandia bisa menjadi pilihan.

  • Derby
Dundee United, Klub Skotlandia yang memilki derby terbanyak

Dari divisi pertama hingga divisi keempat bisa terhitung ada 13 derby yang terjadi, dengan derby old firm sebagai derby terbaik di daratan Skotlandia. Dari 13 derby di Skotlandia, 11 diantaranya dinamai berdasarkan wilayah (Fife, Angus, Ayrshire, Dundee, Tayside, Edinburgh, Lanarkshire, dan Renfrewshire). Dua derby dinamai berdasarkan rivalitas kedua tim yaitu Old Firm Derby (Celtic vs Rangers) dan New Firm Derby (Aberdeen vs Dundee United).

Selain itu, ada 3 derby yang memiliki nama sama tetapi berbeda tim, yaitu Fife Derby (Cowdenbeath vs East Fife dan Dunfermline Athletic vs Raith Rovers), Angus Derby (Forfar Athletic vs Arbroath dan Arbroath vs Montrose), dan Tayside Derby (Dundee vs St. Johnstone dan Dundee United vs St. Johnstone)

Dundee United memiliki derby terbanyak yaitu 3 kali, (New Firm Derby, Dundee Derby, dan Tayside Derby)

  • Prestasi

Rangers merupakan salah satu tim di Eropa bahkan di dunia yang memiliki gelar terbanyak dengan jumlah 116 gelar (55 Liga Skotlandia, 33 Piala Skotlandia, 27 Piala Liga, 1 UEFA Cup Winner’s Cup). Celtic menyusul rivalnya dengan mencatatkan gelar sebanyak 111 (51 Liga Skotlandia, 40 Piala Skotlandia, 19 Piala Liga, 1 UEFA Champions League). Dan Aberdeen yang sudah mengumpulkan gelar sebanyak 19 kali (4 Liga Skotlandia, 7 Piala Skotlandia, 6 Piala Liga, 1 EUFA Cup Winner’s Cup, dan 1 UEFA Super Cup).

Rangers, Klub Skotlandia dengan gelar Terbanyak

Jika anda adalah tipe yang ambius untuk membawa trofi, cobalah Liga Skotlandia, kalahkan jumlah gelar Celtic atau Rangers, maka akan menjadi tantangan baru bagi anda.

  • Rekomendasi Klub Liga Skotlandia

Jika anda tertarik dengan Liga Skotlandia, ada beberapa tim rekomendasi saya untuk memulai karir, berikut rekomendasi klub Liga Skotlandia.

Aberdeen (Divisi Utama)

Aberdeen, Klub Skotlandia yang memiliki masa kejayaan di era Sir Alex Ferguson

Aberdeen pernah merasakan masa kejayaan bersama Sir Alex Ferguson di dekade 80-an. Bersama Sir Alex Ferguson, Aberdeen menjadi kampiun Liga Skotlandia 3 kali, Piala Skotlandia 4 kali, Piala Liga 1 kali, Piala Winner’s 1 kali, dan Super Cup 1 kali. Aberdeen juga tercatat sebagai klub tersukses di Skotlandia peringkat ketiga dengan 19 gelar. Jika anda tertarik untuk mengacaukan dominasi Celtic atau Rangers, Aberdeen bisa anda coba.

Dundee United (Divisi Utama)

Rival dari Aberdeen ini juga memiliki masa kejayaan di dekade 80-an, bersama-sama Aberdeen kedua tim ini mengacaukan dominasi dua tim Old Firm. Akibatnya rivalitas antara Dundee United dengan Aberdeen dinamai New Firm. Selain itu, Dundee United adalah salah satu tim di Skotlandia yang memiliki derby sebanyak 3 kali. Dan untuk anda yang suka mencari latar belakang tim berdasarkan derby, Dundee United bisa dicoba

Kilmarnock (Divisi Utama)

Sulit rasanya kalau tidak memasukkan nama Kilmarnock kedalam list. Kilmarnock merupakan salah satu tim di Skotlandia dan juga dunia yang tertua. Dibentuk pada 1869 tiga tahun setelah Queen’s Park, Kilmarnock bisa menjadi tim untuk anda latih di karir baru anda dengan Liga Skotlandia. Prestasi Kilmarnock juga bisa dibilang biasa-biasa saja, hanya memiliki 7 gelar saja. Nah, misi anda adalah membawa klub tertua ini bersaing dengan klub-klub lainnya di Liga Skotlandia, tertarik untuk mencoba.

Queen’s Park (Divisi Keempat)

Ini dia sesepuh dari Liga Skotlandia, Queen’s Park. Dibentuk pada tahun 1867, Queen’s Park malah terdampar di divisi keempat. Klub yang sudah meraih gelar sebanyak 14 kali, membutuhkan anda yang memiliki karakter penyelamat. Jika anda tertarik untuk menyelamatkan sesepuh Liga Skotlandia ini dan bersaing dengan klub-klub lainnya di divisi teratas, maka anda akan merasakan kehormataan untuk diri anda sendiri

Heart Of Midlothian (Divisi Kedua)

Heart Of Midlothian, salah satu klub Skotlandia yang memiliki fasilitas lumayan bagus

Klub yang berada di divisi kedua ini memiliki fasilitas latihan dan fasilitas pemain muda yang lumayan bagus untuk tim Divisi kedua. Selain anda memiliki misi untuk mengembalikan Heart Of Midlothian ke divisi keatas, fasilitas klub yang memadai bisa membantu anda untuk merealisasikan hal tersebut.

Itulah pembahasan saya mengenai Liga Skotlandia, tertarik untuk mencoba?


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//