Beranda

Dari FMLovers : Football Manager Journey : Queen’s Park, Sebuah Ironi Salah Satu Klub Pendiri Sepakbola Profesional Part I by @Zaeywayn

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Zaeywayn

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Beberapa waktu yang lalu, saya menuliskan artikel mengenai Liga Skotlandia yang berisi klub-klub tua (rata-rata berdiri pada abad ke-19) dari klub-klub tua tersebut ada yang menjadi pelopor klub sepakbola profesional, salah satunya adalah Queen’s Park klub yang bermain di Ladbrokes League Two. Queen’s Park merupakan salah satu klub tertua dan juga salah satu “bapak” sepakbola profesional di Britania Raya, Eropa bahkan Dunia. Namun, menyandang status tersebut tidak selamanya bisa memberikan sebuah keistimewahan bagi Queen’s Park, mereka terdampar di divisi keempat kompetensi sepakbola Skotlandia bahkan menyandang status “Semi-Profesional” klub di Football Manager 2020, sebuah ironi bagi pendiri sepakbola profesional yang mendapat status semi-profesional. Dari kasus tersebut melatarbelakangi saya untuk mengembalikan kejayaan klub yang berdiri pada 9 Juli 1867 ini. Lalu, bagaimana perjuangan saya membawa klub ini kembali ke masa jayanya

Sebelumnya setelah beberapa bulan bermain Football Manager 2021, rasa kangen saya dengan Football Manager 2020 kembali muncul, hingga akhirnya saya memutuskan untuk bermain Football Manager 2020 lagi. Namun, karena sudah berlalu lalang bermain dengan berbagai tantangan atau bermain di beragam divisi empat benua di berbagai save seperti di Asia (Indonesia, Australia, Korea, dan Jepang), Amerika Selatan (Argentina dan Brasil), Amerika Utara (Kanada dan Amerika Serikat), dan Eropa (Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, Prancis, Belanda, Norwegia, Ireland, dan Russia) rasa bosan mulai terasa, hingga akhirnya saya ingin mencoba lagi lower league challenge.

Lower league challenge berhasil mengingatkan saya bagaimana perjuangan saya membawa klub Nuneaton Town dari Blue Square Premier sampai menjadi klub yang mapan di Premier League dengan pemain muda berbakatnya di Football Manager Handheld 2013 (game Football Manager pertama saya). Saya ingin membangkitkan kembali kenangan tersebut dengan klub yang dikenal dengan penghasil pemain muda terbaik. Namun, saya tidak mau mencoba di kompetensi sepakbola Inggris karena persaingan masih ada ketimpangan, sehingga pilihan saya jatuh ke klub divisi keempat Liga Skotlandia yaitu Queen’s Park. Ada beberapa faktor yang membuat saya memiliki klub ini yaitu : Liga Skotlandia masih didominasi oleh Celtic atau Rangers, Kompetensi sepakbola Skotlandia tertua dan terunik di Eropa, Queen’s Park merupakan klub tertua di Skotlandia bahkan di Eropa, dan terakhir yaitu fasilitas Queen’s Park mampu membantu saya merealisasikan visi tersebut.

  1. First Impression Melatih Klub Semi-Profesional
Melatih tim semi-profesional merupakan tantangan baru bagi saya

Kesan pertama saya dalam menangani Queen’s Park adalah shock berbeda dengan Football Manager Handheld 2013 yang saya mainkan, Football Manager 2020 terlalu kompleks bagi lower club. Bagaimana tidak, ketika saya bermain dengan Nuneaton Town setidaknya saya masih bisa merekrut pemain free agent tapi memiliki kontrak yang wajar, begitu pula jenis kontraknya yang hanya full contract. Namun, ketika saya bermain dengan Queen’s Park yang menyandang status semi-profesional kontrak yang bisa saya berikan hanya part-time, tidak hanya pemain tetapi juga staff tim. Tentu hal ini membuat saya bingung karena tidak bisa mengontrak pemain berbakat saya dengan jangka panjang dan hanya bisa dikontrak selama satu tahun atau 11 bulan.

Begitu pula dengan jadwal training tim ini yang hanya dilaksanakan pada hari selasa, rabu, dan sabtu. Dengan jadwal latihan yang dilaksanakan 3 kali dalam seminggu membuat pemain muda saya tidak berkembang. Well, semua itu baru permulaan saya harus kuat untuk mewujudkan visi saya tersebut.

  • Step Pertama Mewujudkan Visi di League Two
Pemain yang menjadi rekrutan pertama di Queen’s Park

Visi saya untuk menjadikan Queen’s Park menjadi klub penghasil pemain sepakbola muda terbaik, namun untuk mewujudkan visi tersebut harus ada langkah pertama dan langkah pertama saya adalah melampaui batas target yang diberikan oleh board yaitu saya harus bisa promosi baik sebagai juara maupun melalui playoff. Dengan promosinya Queen’s Park maka akan lebih mudah mendapatkan status klub profesional. Maka langkah pertama saya adalah merekrut pemain free agent. Faktor utama saya merekrut pemain free agent karena permasalahan finansial klub yang masih lemah, saya harus bisa merekrut pemain untuk mengisi posisi yang kosong, dengan ini saya bisa merealisasikan visi saya. Langkah pertama saya bisa dibilang sukses dengan berhasil merekrut 9 pemain sepanjang transfer musim panas dan 1 pemain saat transfer musim dingin. Dan melepaskan 2 pemain dengan status loan, 1 pemain dengan status free transfer, dan satu pemain dengan status pembelian seharga 3,8k Pounds.

  • Step Kedua Mewujudkan Visi di League Two

Langkah selanjutnya adalah mencoba membujuk board untuk mengembangkan fasilitas pemain muda seperti Youth Facilities, Junior Coaching, atau Youth Recruitment. Namun, ketiga permintaan saya ditolak dengan alasan finansial, sehingga saya menahan diri sampai klub ini mampu promosisehingga klub mampu mendapatkan suntikan dana.

  • Step Ketiga Mewujudkan Visi di League Two
Gelombang pertama staff yang saya rekrut di Queen’s Park

Langkah berikutnya adalah merekrut staff, merekrut staff adalah sebuah kewajiban meskipun tim masih berstatus semi-profesional. Sebagai klub semi-profesional maka saya tidak bisa muluk-muluk memilih staff mahal dan berkualitas, saya hanya bisa merekrut staff yang mumpuni dan mampu digaji sesuai dengan kemampuan tim. Akhirnya saya mampu merekrut 10 staff selama musim 2019/2020 dan melepaskan 4 staff secara free transfer.

Saya diganjar kontrak baru dan stadium baru, setelah berhasil membawa Queen’s Park promosi

Dari ketiga langkah tersebut, saya mampu membawa tim ini promosi. Namun, di kompetensi lainnya seperti Betfred Cup, Scottish Cup, dan Tunnock’s Caramel Wafer Challenge Cup tim saya tidak berhasil. Board juga tidak memasang target yang besar bagi saya sehingga saya tidak tertekan dan bermain dengan santai. Dengan membawa tim ini promosi maka target saya adalah menjadikan klub ini sebagai klub dengan status profesional. Tentu saja dengan status profesional ini mampu membantu saya untuk memaksimalkan latihan dan kontrak jangka panjang pemain muda. Musim berikutnya saya targetkan untuk merekrut pemain muda free transfer karena dengan mulainya musim baru maka banyak regen-regen bermunculan dan ini kesempatan bagi saya untuk merekrut pemain muda tersebut untuk mewujudkan visi saya. Keberhasilan saya membawa tim ini promosi dibalas dengan kontrak baru selama dua tahun sampai tahun 2023. Selain itu, Queen’s Park pindah dari Hampden Park ke Lesser Hampden yang bersebelahan, perpindahan tersebut dinilai logis bagi tim yang masih berstatus semi-profesional, sebab bermain dengan stadium yang besar tetapi hanya memiliki suppoter yang kurang dari 1,000 orang maka tidak akan maksimal. Dengan perpindahan ke Lesser Hampden yang saat itu berjumlah 2,000 kursi maka setidaknya 50% kursi sudah terisi dibandingkan ketika bermain di Hampden Park. Dengan begitu maka akan memaksimalkan pemasukan tim dari tiket.

Dengan keberhasilan saya membawa tim ini promosi dan perjuangan saya diganjar dengan kontrak baru dan stadium baru maka bisa dibilang visi saja masih berjalan lancar, meskipun belum terealisasikan dengan baik. Di part selanjutnya, salah satu visi saya bisa terealisasikan dan mampu menjadi langkah pertama saya dalam mengembangkan tim ini bahkan bisa dibilang salah satu langkah penting bagi saya untuk merealisasikan visi saya. So see you soon di part selanjutnya. Penulis : @zaeywayn 


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Director of Football by @mohrunabay

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : @Mohrunabay

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Halo sobat FM, apa kabar? Semoga diberi Kesehatan selama masa pandemi ini

Perkenalan

Pada kesempatan ini saya ingin menceritakan sebuah jabatan di gim kesayangan kita semua yang sering kali tidak dimanfaatkan dengan sepenuhnya yaitu Director of Football atau yang kerap kita sering dengar sebagai DOF. Peran DOF ini seringkali disalahartikan sebagai peran yang “menggangu” untuk para penggemar FM sehingga seringkali kita tidak gunakan. Lalu sebenarnya bagaimana cara kita bisa menggunakan DOF untuk keuntungan tim kita? Sebelom kita bisa menjawab pertanyaan tersebut mari simak penjelasan mengenai apa itu DOF, pekerjaan yang mereka lakukan, dan atribut penting yang dibutuhkan seorang DOF.

Apa itu Director of Football?

Director of Football merupakan bagian dari tim perekrut yang mengurusi semua hal yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan pemain. DOF pun juga mempunyai kapasitas untuk ikut serta dalam memperkerjakan atau memecat staff namun peran tersebut seringkali di delegasikan kepada Technical Director. DOF juga mempunyai kemampuan untuk melakukan negosiasi kontrak dengan para pemain dan staff jika tanggung jawab tersebut diberikan oleh sang manajer.

Sejarah Director of Football

Awal mula peran ini bisa dilacak kepada sebuah klub di Belanda yaitu PSV Eindhoven. Pada awal tahun 1990, Asisten manajer pada saat itu Frank Arnesen melakukan perpindahan jabatan ke sebuah peran baru yang bertugas dalam segala hal yang berkaitan dengan perekrutan dan penjualan pemain, pencarian pemain dengan potensial tinggi, dan infrastruktur klub. Selama ia menjabat sebagai DOF dari tahun 1994 sampai 2004, ia telah mendatangkan beberapa pemain yang terkenal seperti Ronaldo Nazario, Eidur Gudjohnsen, Jaap Stam, Ruud Van Nistelroy, Mark Van Bommel, dan Arjen Robben. Kemampuan dia untuk menarik banyak talenta muda secara gampang disebabkan oleh sebuah pemahaman yang dia punya dengan para pemilik klub untuk menjanjikan para pemain yang direkrut oleh dirinya akan dilepas jika ada klub besar Eropa yang tertarik dan melakukan penawaran. Hal ini memungkinkan PSV untuk membeli talenta muda dengan harga yang sangat murah untuk diperjualkan dengan harga yang tinggi sehingga pihak klub akan meraup keuntungan yang sangat signifikan.

Fabio Paratici ( DoF Tottenham Hotspurs F.C)

Fungsi Director of Football

Di dalam Football Manager, kita bisa menggunakan DOF untuk pembentukan tim utama kita dengan melakukan delegasi tanggung jawab mengenai pembelian dan penjualan pemain di tim utama kita. DOF pun bisa memberi nasehat dalam beberapa bentuk seperti memberikan target pemain dengan potensial tinggi yang bisa dibeli, menasehati untuk menarik pemain yang sedang kita pinjamkan ke klub lain, dan memberi informasi bahwa ada pemain yang ingin melakukan perpanjangan kontrak.

Atribut Director of Football

Untuk mencari sebuah DOF yang sempurna untuk tim yang kita pakai ada beberapa atribut penting yang harus diperhatikan yaitu:

  • Judging Player Ability
  • Judging Player Potential
  • Negotiating

DOF yang mempunyai atribut tinggi dalam menilai kemampuan dan potensial sebuah pemain merupakan sebuah aset yang penting dalam sebuah klub. Hal ini memungkinkan untuk DOF tersebut mencari dan menemukan pemain berkualitas yang bisa meningkatkan performa tim di dalam lapangan. DOF yang mempunyai atribut tinggi dalam negosiasi juga menambahkan kemampuan sebuah tim untuk melakukan pembelian, penjualan, dan perpanjangan kontrak sebuah pemain secara efektif dan tanpa merugikan keuangan klub tersebut secara signifikan. Seringkali jika kita para manajer melakukan negosiasi dengan sebuah pemain akan melakukan 1 dari 2 kesalahan yaitu antara membayar pemain itu secara berlebihan atau bahkan terlalu kurang sehingga pemain tersebut menolak tawaran kontrak yang disodorkan. Jika kita menggunakan DOF, ia akan melakukan penawaran yang akan tetap menjaga kestabilitasan keuangan klub dan tetap melakukan penawaran yang menarik untuk para pemain.

Contoh Director of Football

Ada beberapa contoh DOF yang mempunyai peran penting dalam klubnya seperti:

  • Fabio Paratici ( Tottenham Hotspurs F.C)
  • Luis Campos ( Lille OSC)
  • Victor Orta ( Leeds United F.C)
  • Marcel Brands ( Everton F.C)
  • Michael Zorc ( Borussia Dortmund)
  • Michael Edwards ( Liverpool F.C)

Konklusi

Terinspirasi dari klub kesayangan saya yaitu Tottenham yang mulai memperkerjakan seorang DOF di awal musim 21/22, saya percaya bahwa peran tersebut jika dilakukan oleh seseorang yang mempunyai visi yang sama dengan para pemilik klub mengenai projek yang dilaksanakan oleh klub tersebut akan mempunyai hasil yang sangat baik.

Dari FMLovers : Meningkatkan Budget Transfer / Transfer Budget Booster (part 3-end) by Audikul

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Audikul

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Tulisan ini adalah bagian terakhir dari artikel ini.

Halo Gaes apa kabar semua? Semoga baik keadaanna. Oke kita lanjutkan ya untuk artikel ini meningkatkan budget transfer, terakhir di part II, kita akhiri sekarang di part III ini ya…

2. Approach to sign (free transfer)

Yaaaak, tretek dung cesss, Solusi jika kalian lagi kepepet ga punya duit buat belanja pemain bisa banget menggunakan approach to sign, agak tricky sih, tetapi masih bermartabat lah, dibandingkan dengan save load game kalian. Hehehe

Approach to sign adalah dimana kalian bisa mengontrak pemain yang durasi kontraknya tersisa enam bulan lagi. Di liga top eropa kontrak professional pemain dimulai per tanggal 30 juni atau sehari sebelum jendela transfer musim panas dibuka. lain hal dengan liga brazil yang kontrak professional pemainnya dimulai per 31 december, jadi enam bulan sebelum 31 december, yaitu per 1 juli kalian bisa lakukan approach to sign ke pemain yang kalian incar untuk dikontrak secara gratis tanpa biaya transfer ke klub yang mempunyai kontrak sang pemain.

Sebenarnya ini bukan hal yang baru bagi kalian, ini merupakan hal yang lumrah terjadi dan bahkan kenyataannya terjadi saat ini dimana situasi covid melanda klub sepak bola, tidak jarang banyaknya transaksi transfer pemain secara gratis alias tanpa biaya transfer, dan bahkan juga pemutusan kontrak pemain atau istilahnya di dunia Football Manager yaitu mutual agreement dimana pemain bisa diputus kontraknya dengan melakukan negosiasi terhadap kompensasi sisa kontrak pemain yang bersangkutan, saya ambil contoh: Alexander Lacazettte menyisakan kontrak

satu tahun dengan arsenal, dengan total gaji 6 juta poundsterling, arsenal bisa saja melalukan mutual agreement dengan hanya membayar 3 juta poundsterling saja, jika Lacazette ingin hengkang namun klub yang ingin mengontraknya tidak mempunyai budget transfer.

Saya ambil contoh klub eropa yang saat ini giatnya mendatangkan pemain gratis tanpa embel-embel biaya transfer, yaitu Juventus. Pokoknya paling getol dah kalau masalah pemain gratisan, hahaha. Sekarang diikuti PSG karena sudah berhasil mendapatkan Lionel Messi, menjadi Trio terbaik sepanjang sejarah, biasanya kalian bisa lihat itu di Football Manager, sekarang bisa menjadi kenyataan.

Oke sebelum kalian melakukan approach to sign alias membeli pemain gratisan, pastikan kalian memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Wage budget

Pastikan kalian mempunyai wage budget yang cukup, karena meskipun kalian tidak mengeluarkan biaya transfer pemain yang diapproach to sign, biasanya pemain-pemain yang kontraknya about to expired ini meminta gaji yang tergolong fantastis, bahkan bisa dua kali lipat dari gaji yang diterima klubnya saat ini. Pastikan kalian bisa melakukan negosiasi yang maksimal, seefektif mungkin dan seefisien mungkin. Tips dari saya kalau pemain tersebut sangat tertarik dengan klub kalian atau mengidolakan kalian, kalian bisa negosiasi gaji setengah dari asking pertama.

  • Transfer budget

Kok bisa memperhatikan ini padahal kan beli pemainnya gratisan, mana ada! Masih ada Fee untuk pemain dan Agent Fee (khusus untuk Football Manager versi desktop). Ya meskipun tidak sebesar transfer fee, tetapi tetap saja biaya ini diambil dari transfer budget kalian. Pastikan kalian mempunyai alokasi yang cukup untuk ini. Biaya ini juga masih bisa dinego setengah dari asking pertama dengan kondisi seperti di nomor pertama.  

  • Regulasi federasi negara club kalian

Ya ini juga sangat perlu diperhatikan, ada beberapa hal yang menyebabkan kalian tidak bisa melakukan approach to sign.

  • Peraturan 25 pemain

Ya mungkin kalian sudah tahu liga-liga top sudah menerapkan peraturan ini,

  • Homegrown players
  • Working permit
  • Jatah pemain asinh

Oke tips dari saya, kalian pastikan ambil pemain dengan potential ability minimal tiga bintang sebanyak-banyaknya. kalau sudah berhasil mendatangkan pemain-pemain tersebur secara gratis, biasanya valuenya langsung meningkat sehingga kalian bisa langsung jual dengan cara offer player. Biasanya pemain dengan potential ability minimal tiga bintang, klub-klub sangat tertarik tetapi pastikan gaji yang diberikan pemain tersebut tidak terlalu besar sehingga masih bisa dijangkau oleh klub-klub papan tengah hingga klub-klub papan atas. Dan kemudian juga pastikan harga yang kalian jual sudah memperhitungkan agent fee, transfer fee, gaji pemain sehingga tidak menyebabkan zonk alias rugi. Kenapa gaji pemain diperhitungkan? Karena gaji pemain dibayar per minggu kemudian kalian pasti membutuhkan waktu untuk dapat

Menjual pemain tersebut. Jadi pastikan kalian sudah memperhitungkan biaya-biaya di atas.

Biasanya pemain dengan potential abilitynya tiga bintang, mempunyai taksiran value minimal di angka 10 juta poundsterling, jadi kalau kalian bisa mendatangkan lima pemain dengan potential abilitynya tiga bintang, kalian sudah bisa mendapatkan keuntungan sekitar 50 juta poundsterling masuk ke budget transfer kalian. Lumayan kan dana tersebut bisa kalian manfaatkan untuk membeli pemain bintang, merenovasi stadium, atau untuk upgrade facilities. Atau bisa juga kalian alokasikan ke wage budget sehingga kalian bisa memiliki ambang batas gaji pemain yang lebih tinggi, menjadi modal untuk membeli atau menahan pemain bintang yang kalian miliki. Karena biasanya pemain bintang sangat sensitif terhadap gaji.

Oke yang terakhir adalah

3. Switch transfer budget ke wage budget

Switch transfer budget adalah menyimpan sementara sisa budget transfer kalian sebelum masuk ke season baru (1 juli) dengan tujuan:

Memastikan agar budget transfer kalian tidak hangus / terreset saat pergantian season

Tidak menjadi alasan board kalian tidak menyuntikkan budget transfer

Memastikan board menyuntikkan budget transfer season baru tanpa memperhitungkan budget transfer sisa milik kalian

Jadi pastikan kalian sudah melakukan switch transfer budget ke wage budget sebelum masuk ke season baru.

Oke sampai di sini, ini akhir dari artikel booster budget transfer semoga bermanfaat untuk kalian yang membutuhkan dana lebih untuk mempercepat progress tim yang kalian tangani. Jika ada kesalahan atau perbedaan mohon maaf sebelumnya.

Terima kasih untuk kalian yang membaca artikel ini dan artupoke yang sudah memberikan wadah untuk sharing ke sesama FM lovers.

See you soon, have a nice weekend, stay safe and healthy.


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : My Moneyball, It’s All About Data and Statistics by Naufal Arganesta

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Naufal Arganesta

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Selama bertahun – tahun memainkan gim Football Manager pasti ada titik dimana para pemain bosan dan banyak dari para pemain FM mencoba berbagai hal pada save mereka agar permainan gim Football Manager semakin menarik dari mulai LLM, Atlethic Bilbao, sampai Pentagon challenge. Ada challenge yang pada beberapa tahun terakhir banyak pemain gim Football Manager melakukan challenge ini yaitu Moneyball Challenge.

Apa itu Moneyball challenge? Kata Moneyball merujuk pada sebuah film yang rilis di tahun 2011, Film ini mengisahkan tentang seorang manajer tim baseball kecil Bernama Oakland Athletics. Beane yang menjadi manajer Oakland Athletics  berusaha mendobrak cara lama dalam menemukan pemain –  pemain handal. Mereka mencoba metode baru menggunakan data dan statistik. Beane mencari pemain yang undervalue yang menurut data dan statistik bisa menyaingi atau bahkan lebih bagus dari pemain lainnya di liga.

Prinsip dasar dari Moneyball Challenge ini adalah mengandalkan data dan statistik untuk membeli pemain yang dibutuhkan tim dan tidak mengincar para wonderkid – wonderkid ternama untuk menjadi tulang punggung tim. Pada FM 21 banyak fitur untuk mengakses data – data yang ada pada gim untuk menganalisis dan melakukan transfer, seperti fitur xG yang baru saja ada di FM 21. Adapun aturan yang akan saya terapkan pada save ini yaitu :

  • Tidak peduli apakah tua, muda, wonderkid, transfer listed, ataupun hal lainnya asalkan syarat – syarat transfer seperti xG, chance created, tackle ratio, dan lain – lain
  • Sebisa mungkin mencari pemain undervalue, transfer listed, atau pemain yang punya harga sangat murah (meskipun dibeli diatas harga pasar) akan tetapi tidak mempunyai gaji yang tinggi
  • Yang lain dan tidak bukan adalah membeli pemain sesuai data yang diperlukan untuk setiap posisi dan role. Memang membeli wonderkid adalah salah satu kesenangan tersendiri saat bermain FM tapi tidak untuk challenge ini

Untuk challenge ini saya menggunakan Udinese. Alasan menggunakan Udinese adalah karena tim ini bukan unggulan di serie A dan tidak memiliki budget yang besar. Pada musim pertama saya akan membeli pemain mulai dari Januari karena pada musim pertama khususnya jendela musim panas, tidak ada data yang terekam untuk acuan membuat transfer pemain. Saat Januari tiba saya sudah mempersiapkan hal – hal apa saja yang dibutuhkan oleh tim. Hal yang perlu diperhatikan adalah role para pemain yang akan dibeli karena pada challenge ini mencari pemain yang cocok dengan role lebih penting dibandingkan atribut – atribut mewah para pemain tetapi tidak sesuai role yang dibutuhkan oleh taktik. Pada Januari musim pertama saya menilai tim ini membutuhkan bek tengah. Saat mencari bek tengah statistik seperti tackles per game, tackle completion ratio, dan interception per 90 minutes. Kalian juga bisa menambahkan statistik seperti mistake leading to goal, atau passes completion ratio jika menginginkan Ball Playing Defender.

Setelah mencari beberapa pemain yang pas akhirnya pilihan saya jatuh kepada pemain ini Andrea Cistana.

Statistik yang ditorehkan Cistana membuat saya langsung menekan tombol transfer segera mungkin karena meskpun tampil apik, Cistana dilabeli transfer listed oleh Brescia, klub Cistana bermain. Dan ini statistik Cistana di akhir musim

Dan untuk mengisi kekosongan di posisi bek kanan yang ditinggalkan Jean Stryger Larsen yang pindah ke Al-Ahli, saya membeli erik durm dari Eintracht Frankfurt.

Alasan saya membeli Durm adalah karena dia transfer listed dan memiliki tackle per 90 minutes yang baik meskipun memiliki 0,59 rating. Dan ini statistik Durm di akhir musim.

Diakhir musim Rodrigo De Paul harus pindah ke Arsenal dengan biaya transfer sebesar 44 juta pounds. Transfer ini membuat saya menghabiskan banyak waktu untuk mencari pengganti de Paul karena notabene De Paul adalah best player yang saya miliki.

Untuk mencari pengganti De Paul saya harus mencari pemain yang memiliki data dan statistik bagus dan juga pemain ini tidak memakan banyak biaya transfer. Setelah sekian lama mencari pengganti De Paul akhirnya saya menemukan juga pemain yang saya kira cocok untuk pengganti De Paul yaitu Nicolas Janvier

Meskipun memiliki atribut yang biasa saja, akan tetapi Janvier bermain cukup bagus pada musim 2020/2021. Dia memilki catatan impresif dengan rating 7,34 dan 3,46 chance created per 90 minutes (dan maaf lupa saya screenshot saat musim 20/21 berakhir). Meskipun dia gelandang kreatiif, tetapi catatan tackels per 90 minutes sebesar 0,84. Dia dibeli dengan harga cukup murah sebesar 2,5 juta pounds. Adapun kekurangan pada Janvier adalah pass completion dia yang bisa dibilang cukup rendah untuk cakupan playmaker yaitu 79%

Dan pembelian terakhir pada jendela transfer musim panas adalah Francesco Forte dari Venezia. Forte mengakhiri musim 20/21 sebagai topskor Serie B dengan jumlah 17 gol yang mana membuat saya kepincut dengan pemain yang satu ini.

Acuan untuk mencari striker sudah pasti jumlah gol, total shots, shots ratio, dan tidak lain dan tidak bukan adalah xG. Mungkin sejauh ini Forte satu – satunya pemain yang tidak undervalue yang saya beli mengingat kebutuhan juru gedor pada tim. Saya tidak bisa terus – terusan mengandalkan Fernando Llorente bermain full satu musim karena mengingat usianya yang sudah 36 tahun, akan tetapi dia tetap menjadi pilihan utama untuk lini depan Udinese setidaknya untuk musim 21/22

Save ini baru masuk musim kedua dan saya baru memainkan 1 pertandingan saja saat tulisan ini dibuat. Jika saya ada waktu mungkin saya akan melanjutkan ke part 2. Dan terakhir tetap jaga kesehatan yaaa FM Lovers.

Ditulis oleh : Naufal Arganesta


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Mengenal Liga Skotlandia, Liga yang Berisi Tim-Tim Tertua di Dunia by @Zaeywayn

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Zaeywayn

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Sudah tiga artikel saya menulis mengenai liga-liga yang memiliki regulasi unik dan menarik, kini saya ingin menulis satu kompetensi sepakbola yang terdiri dari empat divisi yang memiliki sesuatu yang unik, bukan regulasinya tetapi tim-timnya yang unik. Tim-tim yang bertanding di kompetensi sepakbola Skotlandia ini memiliki keunikan, yaitu hampir 60% tim dibentuk pada abad ke-19. Salah satu klub tertuanya yaitu Queen’s Park yang berdiri di tahun 1867 atau 157 tahun yang lalu. Sementara itu, di divisi teratas kompetensi sepakbola Skotlandia, Kilmarnock menjadi tim tertua yang berdiri di tahun 1869. Dengan penyataan tersebut, tentu membuat kita penasaran kenapa sepakbola Skotlandia memiliki tim-tim yang berdirinya sudah sangat lama, yuk kita berkenalan dengan kompetensi sepakbola Skotlandia ini.

Jika bermain gim Football Manager, Liga Skotlandia bisa menjadi pilihan anda dikala ingin mencari tantangan baru, tetapi tidak mau pusing bermain dengan liga yang regulasinya rumit. Liga Skotlandia menawarkan hal yang baru bagi permainan Football Manager anda, yaitu klub-klub yang akan anda latih rata-rata berdiri pada abad ke-19, ada nilai historis yang dijual masing-masing klub. Tidak hanya divisi teratas Liga Skotlandia, bahkan Liga divisi keempat Skotlandia masing-masing memiliki nilai historis dari tahun dibentuk tim.

  1. Sejarah

Sejarah sepakbola di Skotlandia bisa dilihat dari salah satu referensi awal pada tahun 1424 ketika Raja James I melarang permainan itu dalam Football Act 1424. Untuk bukti awal sepakbola di Skotlandia terjadi ketika “Foot Ball Club” berdiri di Edinburgh pada tahun 1824. Beberapa tahun berlalu, Skotlandia menjadi salah satu negara yang mulai mengadopsi sepakbola modern. Ketika peraturan pertama Assosiasi Sepakbola didirikan oleh The Football Association di London. Klub-klub Skotlandia mulai dibentuk pada akhir tahun 1860-an sampai 1870, dan Queen’s Park menjadi klub profesional pertama Skotlandia yang berdiri sampai sekarang.

Piala Skotlandia, Kompetensi Sepakbola Tertua Kedua di Dunia

Kompetensi pertama yang diselengarakan di Skotlandia adalah Piala Skotlandia yang berdiri pada tahun 1873 dan dimenangkan oleh Queen’s Park. Ini adalah kompetensi tertua kedua di dunia setelah Piala FA. Sementara itu, Liga Skotlandia didirikan pada tahun 1890 dengan salah satu pendirinya William McGregor seorang yang juga mendirikan The Football League di Inggris pada tahun 1880. Pemenang edisi pertama Liga Skotlandia dimenangkan oleh Rangers dan Dumbarton sebagai juara bersama.

Ada hal yang menarik yang mungkin menjadi alasan kenapa kompetensi sepakbola Skotlandia masih tertinggal jauh dengan kompetensi sepakbola Inggris, salah satunya dalam permasalahan profesionalisme. Pada akhir tahun 1880-an lumayan banyak klub-klub Skotlandia berdiri, begitu pula dengan klub-klub Inggris. Namun, banyak pemain sepakbola Skotlandia berpatisipasi dalam kompetensi sepakbola Inggris, salah satu alasannya adalah pembayaran pemain yang telah dibuat legal di Inggris di tahun 1885. Inilah yang menyebabkan pemain-pemain dari Skotlandia pindah ke Inggris. Sementara di Skotlandia, permainan tetap amatir sampai tahun 1893 ketika FA Skotlandia mencabut larangan profesional. Well, mungkin inilah alasan kenapa kompetensi sepakbola Inggris sampai sekarang terorganisi dengan baik, dibandingkan dengan kompetensi sepakbola Skotlandia.

  • Kenapa Liga Skotlandia?

Kenapa Liga Skotlandia menjadi salah satu pilihan untuk memulai karir di Football Manager berikut alasannya :

  1. Banyak Klub-klub Tertua

Ini adalah alasan mendasar kenapa kita memilih Liga Skotlandia, yaitu terdiri dari banyak klub-klub tertua di dunia. Mulai dari divisi keempat ada Queen’s Park (1867), divisi ketiga ada Dumbarton (1872), divisi kedua ada Hearts of Midlothian dan Greenock Morton (1874), dan divisi utama ada Kilmarnock (1869)

Di divisi pertama ada 8 dari 12 tim yang berdiri sejak abad ke-19. Di divisi kedua ada 7 dari 10 tim yang berdiri sejak abad ke-19. Begitu pula dengan divisi ketiga ada 8 tim dan divisi keempat ada 6 tim. Dengan klub termuda dari setiap divisi ada Livingston (1974), Inverness Caledonian Thistle (1994), Cove Rangers (1922), dan Stirling Albion (1945).

Queen’s Park, Klub Tertua di Skotlandia

So, jika anda yang suka mencari latar belakang klub berdasarkan tahun berdirinya, Liga Skotlandia bisa menjadi pilihan.

  • Derby
Dundee United, Klub Skotlandia yang memilki derby terbanyak

Dari divisi pertama hingga divisi keempat bisa terhitung ada 13 derby yang terjadi, dengan derby old firm sebagai derby terbaik di daratan Skotlandia. Dari 13 derby di Skotlandia, 11 diantaranya dinamai berdasarkan wilayah (Fife, Angus, Ayrshire, Dundee, Tayside, Edinburgh, Lanarkshire, dan Renfrewshire). Dua derby dinamai berdasarkan rivalitas kedua tim yaitu Old Firm Derby (Celtic vs Rangers) dan New Firm Derby (Aberdeen vs Dundee United).

Selain itu, ada 3 derby yang memiliki nama sama tetapi berbeda tim, yaitu Fife Derby (Cowdenbeath vs East Fife dan Dunfermline Athletic vs Raith Rovers), Angus Derby (Forfar Athletic vs Arbroath dan Arbroath vs Montrose), dan Tayside Derby (Dundee vs St. Johnstone dan Dundee United vs St. Johnstone)

Dundee United memiliki derby terbanyak yaitu 3 kali, (New Firm Derby, Dundee Derby, dan Tayside Derby)

  • Prestasi

Rangers merupakan salah satu tim di Eropa bahkan di dunia yang memiliki gelar terbanyak dengan jumlah 116 gelar (55 Liga Skotlandia, 33 Piala Skotlandia, 27 Piala Liga, 1 UEFA Cup Winner’s Cup). Celtic menyusul rivalnya dengan mencatatkan gelar sebanyak 111 (51 Liga Skotlandia, 40 Piala Skotlandia, 19 Piala Liga, 1 UEFA Champions League). Dan Aberdeen yang sudah mengumpulkan gelar sebanyak 19 kali (4 Liga Skotlandia, 7 Piala Skotlandia, 6 Piala Liga, 1 EUFA Cup Winner’s Cup, dan 1 UEFA Super Cup).

Rangers, Klub Skotlandia dengan gelar Terbanyak

Jika anda adalah tipe yang ambius untuk membawa trofi, cobalah Liga Skotlandia, kalahkan jumlah gelar Celtic atau Rangers, maka akan menjadi tantangan baru bagi anda.

  • Rekomendasi Klub Liga Skotlandia

Jika anda tertarik dengan Liga Skotlandia, ada beberapa tim rekomendasi saya untuk memulai karir, berikut rekomendasi klub Liga Skotlandia.

Aberdeen (Divisi Utama)

Aberdeen, Klub Skotlandia yang memiliki masa kejayaan di era Sir Alex Ferguson

Aberdeen pernah merasakan masa kejayaan bersama Sir Alex Ferguson di dekade 80-an. Bersama Sir Alex Ferguson, Aberdeen menjadi kampiun Liga Skotlandia 3 kali, Piala Skotlandia 4 kali, Piala Liga 1 kali, Piala Winner’s 1 kali, dan Super Cup 1 kali. Aberdeen juga tercatat sebagai klub tersukses di Skotlandia peringkat ketiga dengan 19 gelar. Jika anda tertarik untuk mengacaukan dominasi Celtic atau Rangers, Aberdeen bisa anda coba.

Dundee United (Divisi Utama)

Rival dari Aberdeen ini juga memiliki masa kejayaan di dekade 80-an, bersama-sama Aberdeen kedua tim ini mengacaukan dominasi dua tim Old Firm. Akibatnya rivalitas antara Dundee United dengan Aberdeen dinamai New Firm. Selain itu, Dundee United adalah salah satu tim di Skotlandia yang memiliki derby sebanyak 3 kali. Dan untuk anda yang suka mencari latar belakang tim berdasarkan derby, Dundee United bisa dicoba

Kilmarnock (Divisi Utama)

Sulit rasanya kalau tidak memasukkan nama Kilmarnock kedalam list. Kilmarnock merupakan salah satu tim di Skotlandia dan juga dunia yang tertua. Dibentuk pada 1869 tiga tahun setelah Queen’s Park, Kilmarnock bisa menjadi tim untuk anda latih di karir baru anda dengan Liga Skotlandia. Prestasi Kilmarnock juga bisa dibilang biasa-biasa saja, hanya memiliki 7 gelar saja. Nah, misi anda adalah membawa klub tertua ini bersaing dengan klub-klub lainnya di Liga Skotlandia, tertarik untuk mencoba.

Queen’s Park (Divisi Keempat)

Ini dia sesepuh dari Liga Skotlandia, Queen’s Park. Dibentuk pada tahun 1867, Queen’s Park malah terdampar di divisi keempat. Klub yang sudah meraih gelar sebanyak 14 kali, membutuhkan anda yang memiliki karakter penyelamat. Jika anda tertarik untuk menyelamatkan sesepuh Liga Skotlandia ini dan bersaing dengan klub-klub lainnya di divisi teratas, maka anda akan merasakan kehormataan untuk diri anda sendiri

Heart Of Midlothian (Divisi Kedua)

Heart Of Midlothian, salah satu klub Skotlandia yang memiliki fasilitas lumayan bagus

Klub yang berada di divisi kedua ini memiliki fasilitas latihan dan fasilitas pemain muda yang lumayan bagus untuk tim Divisi kedua. Selain anda memiliki misi untuk mengembalikan Heart Of Midlothian ke divisi keatas, fasilitas klub yang memadai bisa membantu anda untuk merealisasikan hal tersebut.

Itulah pembahasan saya mengenai Liga Skotlandia, tertarik untuk mencoba?


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Barrow-celona: Inspirasi, Target, dan Kisah (bagian ke dua) by Naufal Husain

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Audikul

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Artikel ini adalah bagian kedua. silahkan klik INI untuk membaca bagian pertama .

Seperti yang sudah saya janjikan di part sebelumnya (bisa dibaca di sini), di part 2 ini saya akan menjelaskan kenapa saya harus mengakhiri petualangan saya bersama Barrow AFC.

Saya memulai save ini dengan HANYA mengaktifkan satu negara saja, yaitu Inggris, dengan mengaktifkan seluruh liga yang ada, dari Premier League hingga Vanarama Natioanl North/South. Hal ini bertujuan agar proses bergantinya hari bisa berjalan dengan cepat tanpa harus menunggu lama. Sebagai ganti dari liga lain yang tidak saya aktifkan, saya menggunakan opsi custom database untuk tetap mendapatkan real players dari negara lain, khususnya di tim divisi teratas liga-liga eropa.

gambaran custom database yang saya gunakan

Cara ini cukup sukses dalam mempercepat proses ganti hari. Dalam kurun waktu singkat, saya bisa memainkan 3-4 pertandingan dalam mode extended highlight, kecuali saat bursa transfer tentu saja :D. namun, car aini menimbulkan ketidakseimbangan dalam universe saya. Tim-tim asal inggris tampak sangat dominan dalam berbagai hal, khususnya yang saya amati adalah bursa transfer. Apakah anda akan berpikir Leonardo Balerdi-nya Borussia Dortmund akan bermain untuk tim League One di usia produktifnya? Hal itu terjadi di save ini. Ini membuat saya merasa aneh dan tidak nyaman. Hal ini membuat saya harus mengambil keputusan untuk mengakhiri save ini, meskipun belum mencapai semua target yang saya bahas di awal.

Rekapitulasi target

Terdapat 3 target pribadi saya di awal save ini. Bagaimana pencapaiannya sejauh 6 musim ini? Mari kita bahas satu persatu:

  1. Bermain seperti Barcelona

Di part sebelumnya telah saya sampaikan bahwa manajemen tidak mematok style bermain tertentu. Style bermain seperti Barcelona adalah target saya pribadi. Namun, memasuki musim ketiga, manajemen mulai memaatok untuk memainkan style tertentu. Apa itu? Yak benar: play possession soccer.

Bagi saya, ini merupakan tolak ukur keberhasilan target pertama saya, di samping memang secara statistic Barrow cukup mendominasi possession hampir di setiap musimnya.

Screenshoot diambil di musim terakhir saya, musim ke 6

Di musim keempat, manajemen kembali menambah target:

Bermain dengan pressing tinggi yang cukup identik dengan Barcelona era Pep Guardiola hingga Luis Enrique. Semakin menyatakan bahwa saya berhasil menanamkan gaya main tertentu ke dalam identitas klub ini. Adapaun keinginan untuk bermain solid dalam bertahan didasari bahwa pada musim keempat ini kami promosi ke League One, meskipun terkesan sulit karena kondisi skuad yang ala kadarnya. Barrow-celona: achieved

  • Membangun “La Masia” ala Barrow

Ciri khas Barcelona yang lain adalah menggunakan produk dari akademi untuk memenuhi kebutuhan tim utama. Tidak perlu saya sebutkan, sepertinya semua sudah cukup tahu. Identitas ini juga ingin saya bawa ke Barrow. Bagaimana hasilnya?

Hingga musim keenam ini, baru 2 pemain hasil akademi dan youth intake yang berhasil menembus tim utama dan cukup mendapat menit bermain. Kedua pemain itu adalah William Domingos dan Sam Goss.

Stats William Domingos pada musim keenam. Tidak buruk bukan?
stats Sam Goss di musim keenam. Slowly but steady. Cukup reliabel sebagai backup

      Mereka berdua merupakan angkatan pertama youth intake saya sebagai manajer Barrow. Stats mereka awalnya tidak seperti itu, bahkan Domingos hanya memiliki pace dan acceleration di angka 6 dan 7. Namun dengan (cukup banyak) kesabaran dan latihan,statsnya bisa membaik.saya bukan tipe manajer yang suka mengintip potensi pemain menggunakan Genie Scout atau semacamnya, saya lebih sering mempercayai rekomendasi asisten yang dipadukan dengan insting saya. Dalam kasus Domingos, saya cukup sukses.

peningkatan stats Domingos sejak pertama kali muncul

Selain kedua nama di atas, belum muncul lagi nama yang bisa diandalkan dalam waktu dekat. Domingos butuh sekitar 4 musim untuk menjadi backup utama di posisi bek kanan, sementara Goss baru musim keenam. Memang waktu yang dibutuhkan cukup lama, apalagi dengan keuangan dan fasilitas klub yang terbatas. La Masia ala Barrow: ???

  • Mencapai kesuksesan nasional maupun internasional

Poin ini tampaknya cukup jelas. Prestasi tertinggi kami hanyalah promosi dari League Two dengan status runner-up dan bertengger di posisi 15 klasemen akhir League One yang dicapai di musim pertama. Di ajang FA Cup, mentok hanya sampai Second Round, itupun musim ketiga. Di EFL Cup juga sama, mentok Second Round. Di Papa John’s Trophy juga mentok Second Round. Belum ada piala yang bisa kami bawa pulang sejauh ini. Kecuali trofi topskor milik Etxe, itupun ketika Etxe sudah berseragam Wolves. Prestasi: ???

Secara keseluruhan, kami masih sangat amat jauh dari target pribadi saya. Mungkin hanya target ‘Bermain seperti Barcelona’ yang bisa saya katakana sudah tercapai. Keputusan mengakhiri save ini menyatakan bahwa saya gagal dalam menjalankan challenge ini.

Tips bagi pejuang LLM

Sejauh 6 musim petualangan saya bersama Barrow, yang bisa dibilang bermain di lower league, saya belajar cukup banyak hal. Berikut ini 3 hal yang saya pelajari sekaligus menjadi pengingat bagi saya atau siapapun yang ingin bermain dari liga level rendah:

  1. Jangan terlalu sayang dengan pemain

Ini sepertinya masalah klasik. Karena seorang pemain mencetak 28 gol di musim pertama melatih dan membawa tim promosi, bukan berarti pemain tersebut punya kualitas bagus untuk bersaing di level atasnya. Bisa jadi memang dia hanya bagus untuk level itu. Jika ada tawaran cukup masuk akal dari tim lain untuk pemain tersebut, alangkah baiknya untuk dilepas saja, dan usahakan agar tidak merekrut dia lagi di musim-musim berikutnya. Ini terjadi pada saya, namun lebih dikarenakan tidak ada pemain lain yang berminat untuk bergabung ke Barrow. jika ada pemain dengan kualitas lebih bagus yang mau bergabung ke tim saya, tentu saya akan merekrutnya.

  • Upgrade kualitas, bukan kuantitas

Poin ini masih berkaitan dengan poin no 1. Kualitas di sini bukan hanya kualitas pemain, namun juga kualitas fasilitas latihan, junior coaching, youth recruitment, dsb. Tentu ini memerlukan kesabaran ekstra, apalagi bila tim kita terbatas dari segi finansial. Merekrut pemain saja susah kok mau upgrade fasilitas?

Kualitas pemain pun demikian, makin tinggi kasta suatu tim, makin tinggi pula tingkat persaingan, makin tinggi pula tuntutan kualitas pemain. Namun, penghambat peningkatan kualitas pemain ini biasanya reputasi klub. Sekalipun klub kita bermain di level yang lebih tinggi, jika reputasi tidak naik signifikan, pemain juga akan malas bergabung. Masalahnya, prestasi menentukan reputasi, kualitas memntukan prestasi. Nahloh gimana hayo? 😀

  • Cari senior affiliate

Ini merupakan salah satu cara mengaplikasikan pepatah ‘sekali cari senior affiliate, duit dan pemain bisa didapatkan’. Senior affiliate biasanya akan memberi uang rutin tiap tahunnya, tidak besar memang, tapi tentu akan berguna. Selain itu, bisanya bila kita henda meminjam pemain, kita tidak perlu membayar gaji pemain tersebut. Kita juga tidak harus memainkan pemain tersebut apabila klub mengirim pemainnya ke kita. Tentu ini sangat menguntungkan kita, bukan?

Tentu tips di atas berdasarkan apa yang saya alami. Barangkali manajer lain mempunyai tips yang berbeda berdasarkan pengalaman mereka sendiri. Yang jelas, bagi saya pribadi, ini merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan.

Pada akhirnya, “Barrow-celona Challenge” ini tidak berakhir baik. Namun, banyak pelajaran yang bisa diambil, khususnya tentang pengaktifan liga. Apakah saya akan memainkan ulang challenge ini? Well, bisa ya, bisa juga tidak. Apakah kalian tertarik mencobanya?


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Meningkatkan Budget Transfer / Transfer Budget Booster (part 2) by Audikul

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Audikul

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Tulisan ini adalah bagian kedua dari artikel ini, silahkan klik linknya apabila belum membaca bagian pertamanya.

Halo guys, apa kabar? Semoga sehat selalu, terutama Fans Barcelona, haha. Btw, congrats buat PSG bisa mendapatkan mega bintang Lionel Messi, pastinya auto juara nih, hehehe.

welcome back to this. Oke kita langsung lanjut aja ya dari part pertama mengenai Booster budget transfer, lumayan kalau dihitung-hitung buat sampingan sebagai manajer. Hahhaa. Daripada ngemis melulu ke board, lebih baik kita buka usaha kecil-kecilan, untung ga seberapa yang penting berkah, halah ngomong apaan sih ini, jadi makin ngawur gini hehehe.

Sebelumnya kita bahas tuntas mengenai bagaimana kita bisa mendapatkan bibit pemain muda yang berkualitas di dalam budidaya wonderkid ini secara efektif dan efisien, sebelumnya sudah dikupas tuntas mengenai mengembangkan potensi pemain muda kalian to the max, bukan to the moon ya, kalau itu mah kripto, tapi sekarang lagi ancur-ancuran to the earth mulu, halah kenapa jadi bahas yang lain dah.

Oke, kalian bisa cari di artikel saya sebelumnya mengenai mengembangkan potensi wonderkid kalian hingga maksimal. Di Blognya FM Lovers pastinya.

Oke kita lanjut ke point yang nomor dua yaitu:

2. Player search

Player search dimana kalian bisa mencari pemain sesuai dengan kebutuhan kalian, ada beberapa kriteria yang bisa kalian pilih dalam melakukan player search :

Lagi

Dari FMLovers : Mengenal Hyundai A-League, Liga yang Sulitnya Hampir Setara MLS by @Zaeywayn

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Zaeywayn

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Setelah saya menulis artikel mengenai MLS dan CPL, kurang rasanya jika tidak melengkapi liga-liga dengan peraturan yang unik, sampai akhirnya saya mencoba Hyundai A-League, liga dengan peraturan gabungan antara MLS dan CPL. Kita setuju bahwa MLS merupakan liga dengan peraturan paling sulit di Football Manger mungkin karena salary cap, jenis-jenis kontrak, atau trade dan draft. Kalau CPL mungkin sulit di jumlah maksimum pemain registrasi, dan salary cap. Tetapi dari kedua klub asal Amerika Utara tersebut, CPL lebih mudah saya kuasai. Bosan dengan CPL, saya akhirnya mencoba save-an baru yaitu bermain di Hyundai A-League, liga teratas Australia. Saya mencoba dengan klub Sydney FC, dan setelah membaca peraturannya, bisa dibilang ini adalah campuran antara peraturan MLS dan CPL. Saya tidak bohong, peraturan Hyundai A-League menurut saya setara dengan MLS rumitnya. Oleh karena itu, saya akan menceritakan pengalaman saya bermain di Hyundai A-League juga mengajak anda untuk berkenalan dengan Hyundai A-League sebagai liga dengan peraturan yang setara MLS.

  1. Struktur Liga
Struktur liga Hyundai A-League

Hyundai A-League terdiri dari 11 tim untuk Football Manager 2020, sementara untuk Football Manager 2021 jumlah tim yang bertanding di Hyundai A-League ada 12 tim (ditambah Macarthur FC). Jumlah pertandingan yang dimainkan adalah 26, masing-masing tim akan bermain paling sedikit 2 kali, dan 3 kali bagi beberapa tim (peraturan ini sama seperti peraturan CPL). Hyundai A-League juga tidak ada degradasi dan promosi. Setelah regular season selesai, 6 tim teratas akan lolos ke fase Hyundai A-League final series, untuk peringkat 1 dan 2 lolos ke babak semifinal, dan peringkat 3,4,5, dan 6 akan dipertandingan di babak eliminasi. Peringkat 3 akan melawan peringkat 6, dan peringkat 4 akan melawan peringkat 5, masing-masing pemenang akan masuk ke babak semifinal. Di babak semifinal, pemenang babak eliminasi yang memiliki peringkat lebih rendah di regular season akan melawan peringkat 1, dan peringkat yang lebih tinggi di regular season akan melawan peringkat 2 (Contoh: ketika peringkat 3 vs 6 dan 4 vs 5, peringkat 6 dan 5 menang, maka peringkat 5 akan melawan peringkat 2 di semifinal dan peringkat 6 melawan peringkat pertama ). Pemenang di babak semifinal akan bertanding di babak Grand Final, dan pemenang dari Grand Final ini mendapatkan tempat fase grub di ACL.

Dari struktur liga diatas memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan, bahkan jika anda mengatur jadwal pertandingan hanya Rabu dan Sabtu, Hyundai A-League akan bermain setiap hari Sabtu (kecuali pertandingan tunda). Jadi anda ada waktu minimal seminggu untuk pertandingan selanjutnya (dan itu jika tim anda tidak bermain di ACL atau FFA Cup). Peraturan yang memainkan tim lebih dari dua kali mengingatkan saya dengan peraturan CPL, begitu pula penentuan juara yang dilakukan melalui babak playoff yang mirip seperti CPL dan MLS. Hyundai A-League tidak ada degradasi dan promosi, sama seperti CPL dan MLS.

Sejauh ini saya bermain bersama tim Sydney FC, struktur liga tidak membingungkan saya. Mungkin saja karena saya pernah bermain di MLS dan CPL, membuat saya terbiasa untuk bermain di liga yang berbeda, dibanding liga di Eropa yang menggunakan sistem regular season serta promosi dan degradasi yang menuntut tim untuk kompetitif. Sementara liga-liga yang menggunakan sistem playoff serta tidak ada promosi dan degradasi tetapi memiliki peraturan yang ruwet, lebih menuntut tim lebih cermat. Taktik boleh utama, tetapi bagi liga-liga tersebut cermat lebih utama. Buat apa anda mengerti taktik tetapi terganjal salary cap, atau pemain terbuang sia-sia karena lupa diregistrasi. Liga-liga semacam MLS, CPL dan Hyundai A-League merupakan sarana yang tepat jika anda ingin menjadi seorang manajer yang hebat. Cobalah sekali-kali liga tersebut, jika anda ingin mengukur kemampuan manajemen anda sendiri.

FFA Cup

FFA Cup, kompetensi cup di Australia

Piala Australia ini digelar sebanyak 5 ronde, yang diikuti dari semua tim asal Australia. Tim yang berasal dari Hyundai A-League terkadang bermain dari ronde pertama, sehingga tidak ada peraturan istimewa seperti Amway Canadian Championship. Tim yang berada di divisi bawah, akan bermain sebagai tuan rumah. Tidak ada peraturan khusus selain tuan rumah. Untuk pemenang FFA Cup akan mendapatkan tiket fase grub ACL.

  • Peraturan Hyundai A-League

Setelah mengenal struktur Hyundai A-League, mari kita menyelam lebih dalam ke peraturan Hyundai A-League. Peraturan Hyundai A-League bisa dibilang gabungan antara CPL dan MLS. Selama saya bermain dengan tim Sydney FC, peraturan ini bikin kaget. Kalau CPL bisa saya akali,  Hyundai A-League tidak bisa saya akali. Berikut peraturan-peraturan Hyundai A-League yang bisa bikin anda kaget.

Salary Cap

Salary Cap di Hyundai A-League adalah $267,000 AUD p/w

Jangan berharap anda bisa belanja sepuasnya demi merombak tim seperti yang anda lakukan di tim-tim Eropa, salary cap menjadi tantangan anda. Liga dengan salary cap itu semacam anda makan di all you can eat tetapi ada batas waktu, jadi tidak puas. Tetapi tenang, jika anda jago negosiasi kontrak, dipastikan anda bisa terhindar dari salary cap ini. Salary cap diHyundai A-League memiliki batas $267,000 AUD p/w. Ada 4 tipe pemain yang gajinya tidak dimasukkan kedalam salay cap, yaitu Marquee Player*, Guest Players*, Mature Aged Rookie* dan Scholarship Player*

Selama bermain di Sydney FC, saya belum pernah terjebak salary cap. Karena saya masih memainkan beberapa pemain bawaan, sehingga tidak merusak tim serta hanya terlibat dalam satu transfer yang gajinya tidak menyentuh salary cap.

Pemain khusus

*Marquee Players akan dijelaskan khusus di registrasi pemain

*Guest Playes adalah pemain yang terbebas dari registrasi pemain serta salary cap. Pemain ini hanya boleh memainkan maksimal 10 pertandingan saja. Biasanya digunakan untuk mengisi posisi yang kosong ketika salah satu pemain cedera panjang.

*Mature Aged Rookie adalah pemain khusus yang terbebas dari registrasi pemain serta salary cap. Syarat utamanya adalah, dia berasal dari tim non-profesional Australia yang belum sama sekali bermain di Hyundai A-League. Pemain hanya boleh direkrut hanya satu kali.

*Scholarship Player adalah pemain lokal berusia dibawah 20 tahun yang tidak perlu diregistrasi dan terbebas dari salary cap.

Registrasi Pemain

Registrasi pemain di Hyundai A-League

Ah, ini peraturan yang paling rumit, yang bikin saya pusing, sebab registrasi pemain maksimal 23 pemain (sama seperti CPL). Ada pemain khusus yang terbebas dari registrasi pemain yaitu Guest Players, Mature Aged Rookie dan Scholarship Player.

Jika saya bisa mengakali peraturan CPL dengan merekrut pemain cadangan, Hyundai A-League saya tidak bisa. Pada bursa transfer pertama, saya ingin merekrut seorang bek kiri yang bisa saya gunakan untuk memback-up pemain seperti yang saya lakukan ketika di CPL. Namun, karena squad saya sudah penuh 23 pemain, salah satu pemain harus rela di mutual termination, ternyata pemain diluar registrasi otomatis akan di mutual termination, tentu membuat saya frustasi, sebab tidak ada pemain back-up ketika salah satu pemain saya misalnya akumulasi kartu, cedera, atau butuh rotasi. Jadi, hati-hati ya bagi anda yang lupa meregistrasi pemain, otomatis pemain anda akan mutual termination. Jumlah maksimum 23 pemain dan wajib diregistrasi memang membuat anda stress. Anda hanya bisa memback-up pemain, hanya dari tim B anda, salah satu tipsnya adalah, merekrut pemain tetapi terdaftar sebagai pemain B jangan sebagai pemain tim utama.

Registrasi pemain selanjutnya adalah maksimal pemain asing 5, lebih sedikit dari MLS, tetapi cukup untuk kompetensi di Asia. Hyundai A-League mungkin memiliki reputasi yang tidak sebaik MLS, jadi sulit untuk merekrut pemain asing, salah satunya adalah merekrut pemain asing yang pernah bermain di kompetensi Asia, sehingga selain sudah mengenal kompetensi Asia, juga memudahkan dalam transfer.

Registrasi selanjutnya adalah maksimal 20 pemain diatas 20 tahun. Hyundai A-League bisa dianggap sebagai liga yang mau memaksimalkan pemain mudanya. Salah satu buktinya ini. Anda tidak bisa merekrut pemain tua sebanyak-banyaknya, Hyundai A-League memiliki limitnya. Maksimal 20 pemain menurut saya cukup untuk mengembangkan pemain muda, jadi peraturan ini tidak membuat saya bingung.

Ada diperbolehkan memiliki Marquee Player, maksimal 2 pemain. Marquee Player ini gajinya tidak akan masuk ke salary cap, sehingga anda bisa memaksimalkan kouta ini untuk membeli pemain yang mampu berperan besar untuk tim anda.  

Peraturan yang berkaitan dengan registrasi selanjutnya adalah Players allowed to play with B club registration. Sebuah registrasi yang mewajibkan 3 pemain utama untuk diperbolehkan membela tim B. Anda sudah pusing dengan maksimal pemain, ditambah dengan pemain yang diperbolehkan untuk membela tim B. Sebenarnya yang ditakutkan dari kewajiban registrasi ini adalah pemain yang rawan cedera, sehingga tidak bisa membantu tim utama.

Transfer Antar Tim Hyundai A-League

Transfer antar tim Hyundai A-League bisa dibilang unik, peraturannya sama seperti MLS yaitu hanya bisa trade, tetapi trade yang bisa ditukar hanya pemain. Jadi bisa dibilang transfer antar tim Hyundai A-League hanya bisa melalui exchange pemain.

Tips

Seperti biasa, artikel ini akan ditutup dengan tips yang berdasarkan pengalaman pribadi serta dari situs internet, berikut tips buat anda untuk bermain di Hyundai A-League.

  • Tips yang sama seperti MLS, jangan terburu-buru merombak tim. Kenali dulu peraturan Hyundai A-League, dan mainkan paling tidak setengah musim atau sampai transfer windows kedua dibuka. Ini paling penting sebab jika anda masih baru dengan Hyundai A-League, anda bisa terjebak dalam registrasi pemain.
  • Walaupun anda ditargetkan oleh board, untuk pemain yang pertama kali bermain di Hyundai A-League, tawarkan target yang masuk akal. Sebab, jika anda sembarangan menerima target board dan anda kebingungan dengan peraturan Hyundai A-League, maka anda akan setengah hati dalam memainkan tantangan ini.
  • Jangan asal transfer, jika kouta tim utama sudah penuh. Jika anda melakukan ini dipastikan salah satu pemain anda akan kena mutual termination. Salah satu tips saya adalah khusus pemain yang memiliki peran sebagai pemain back-up, saat transfer jadikan dia pemain tim B (anda harus mengontrol transfer dan kontrak tim B terlebih dahulu). Sebab, pemain tim B tidak masuk kedalam registrasi pemain.
  • Negosiasi kontrak penting untuk menghindari salary cap. Salah satunya hindari dalam memberi bonus seperti penambahan gaji ketika melewati beberapa penampilan atau persentase gaji naik setiap tahunnya. Jika ingin memberikan bonus, lebih baik dimasukkan kedalam cash, seperti jika membawa tim juara akan mendapatkan bonus cash.
  • Guest Players dan Mature Aged Rookie sepertinya penting, sebab keduanya terbebas dari salary cap dan registrasi pemain. Namun, yang paling penting sepertinya Mature Aged Rookie karena tidak ada peraturan khusus. Bisanya Mature Aged Rookie didapatkan di musim baru, ketika youth intake dimulai dan pemain regen lahir.
  • Dari kedua jenis pemain tersebut Scholarship Players lebih penting, sebab selain terbebas dari salary cap dan registrasi pemain, pemain muda lokal bisa menjadi calon-calon pemain bintang. Jadi, maksimalkan pemain muda anda.
  • Hindari transfers antar tim Hyundai A-League, karena pengalaman berdasarkan pengalaman saya, transfer antar tim Hyundai A-League hanya buang-buang waktu saja, susah memang dengan transfer yang menggunakan sistem zaman purba.

Penulis : zaeywayn

Sumber :


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Football Manager, Game dan Sebuah Media Informasi by @Zaeywayn

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Zaeywayn

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

George R. Terry berpendapat bahwa informasi adalah data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna. Sebuah informasi tidak hanya didapatkan dari bacaan literasi. Sebuah informasi bisa didapat dari hal-hal yang tidak terduga seperti pamflet di tiang listrik atau sebuah video games. Sebuah video games terkadang memasukkan fakta dan informasi didalamnya, Football Manager merupakan salah satunya. Di dalam permainan Football Manager secara sengaja atau tidak sengaja kita mendapatkan informasi baru. Informasi yang bisa kita dapatkan dari game kesayangan ini bisa berupa pengetahuan umum bahkan sampai pengetahuan yang kompleks. Geografi, Geopolitik, Ekonomi, bahkan sampai ke Sejarah atau Kultur di suatu wilayah. Oleh karena itu, saya ingin menulis beberapa informasi yang bisa kita dapatkan dari game Football Manager.

  1. Geografi

Geografi merupakan pengetahuan umum yang mendasar bagi kehidupan kita. Banyak cara agar bisa mendapatkan pengetahuan geografi, bisa melalui literatur, media platform seperti Google Maps, bahkan bisa didapatkan dari olahraga. Olahraga merupakan salah satu perantara saya dengan ilmu pengetahuan geografi. Saat masih SD dulu, bapak saya sering berlangganan majalah atau koran olahraga seperti, Topskor, atau Bola. Dari majalah atau koran olahraga ini, saya menjadi tertarik dengan hal-hal berkaitan dengan negara, sehingga membuat saya tertarik untuk mempelajari ilmu pengetahuan geografi. Saat SMP, pertama kali saya mengenal Football Manager, salah satu yang membuat saya tertarik dengan game ini adalah selain sepakbola dan juga pemain-pemainnya yaitu negara-negara. Dari game ini saya bisa mendapatkan informasi tambahan mengenai geografi, mungkin anda juga mendapatkan informasi baru ketika bermain game Football Manager.

Melalui game Football Manager ini membuat rasa ingin tau kita tinggi mengenai geografi. Ketika anda menjadi sebuah manajer di salah satu tim, anda penasaran dari kota apa klub kita ini, dimana letaknya, atau bahkan iseng mengukur jarak dari kota tim anda dengan kota tim lain ketika away. Football Manager selain sebagai pelepas penat juga menjadi sarana informasi baru salah satunya geografi. Saya yakin para manajer Football Manager tidak buta geografi, atau malah menguasai geografi hehe.

  • Geopolitik

Pernahkah anda bertanya kenapa Israel dan Kazakstan tidak bergabung dengan Asia di game Football Manager? Padahal secara geografi letak kedua negara ini di daratan Asia. Begitu pula dengan Turki atau Russia yang memiliki wilayah di Asia, tetapi memilih Eropa. Atau Australia yang wilayahnya condong ke Osenia tetapi memilih bermain di Asia. French Guiana, Suriname, serta Guyana (Three Guianas) yang berada di utara daratan Amerika Selatan tetapi memilih bermain di Amerika Utara dan Tengah.

Pertanyaan ini pernah membuat saya penasaran. Secara geografi mereka tergolong ke wilayah tertentu seperti Kazakstan yang termasuk wilayah Asia Tengah, Australia termasuk wilayah Osenia, sementara French Guiana, Suriname, serta Guyana ketiganya merupakan negara yang terletak di Amerika Selatan. Tetapi dalam hal-hal khusus seperti dalam olahraga, ekonomi, bahkan politik ada campur tangan tertentu yang memisahkan batas-batas tersebut.

Israel tidak pernah dianggap sebagai negara di timur tengah karena masalah politik, Australia yang memilih bergabung ke dalam Asia dalam sepakbola karena lebih mudah berkembang dibanding bergabung dengan wilayah Osenia, atau French Guiana, Suriname, serta Guyana (Three Guianas) yang memilih bergabung dengan CONCACAF karena aksesbilitas yang sulit dengan negara-negara lain di Amerika Selatan sehingga lebih condong ke wilayah Amerika Tengah.

  • Kultur atau Budaya

Ketika bermain Football Manager, di Inggris ada sebuah pertandingan yang dijalankan sehabis Natal pada 26 Desember yang dikenal dengan nama Boxing Day. Atau kenapa Brazil dan Argentina bisa disebut negara penghasil pesepakbola terbaik, yang memiliki fans fanatik serta pertandingan penuh dengan derby. Semuanya bisa disebut kultur atau budaya yang bisa kita ketahui melalui game seperti Football Manager.

Boxing Day merupakan salah satu budaya yang berkembang di negara United Kingdom dan negara-negara yang berkaitan dengan UK seperti Kanada, Afrika Selatan atau Selandia Baru. Dinamakan Boxing Day karena biasanya digunakan oleh para orang kaya untuk memberi kado kepada orang miskin, budaya ini sudah ada sejak Ratu Victoria bertahta di sekitar tahun 1800-an. Salah satu bentuk tradisi saat Boxing Day adalah menonton pertandingan sepakbola.

“Ultras” merupakan salah satu bentuk budaya yang paling dinamis dalam sepakbola di abad ke-21. Koreografi, bendera-bendera yang menggambarkan identitas supporter, tabuhan drum, flare, atau chants menciptakan visual dan aura yang menakjubkan. Walaupun dalam game Football Manager tidak ditampilkan secara visual, tetapi kita bisa merasakan sendiri euforia ketika bermain melawan rival misalnya.

Dari game Football Manager ini kita terkadang mendapatkan pengetahuan baru mengenai kultur atau budaya, sebagai contoh ketika saya melatih salah satu klub Argentina Boca Juniors, ternyata memiliki basis supporter yang fanatik. Dari game Football Manager ini saya pun tertarik dengan basis supporter kedua klub baik Boca Juniors maupun River Plate, sehingga membawa saya ke sebuah buku terbitan dari Pandit Football dengan judul “Brazilian Football and Their Enemy” yang di salah satu bab-nya membahas Superclassico ini. Di dalam buku ini dijelaskan momen ketika pertama kalinya River Plate degradasi, momen yang paling menyesakkan bagi supporter River Plate, tetapi sebuah momen yang meriah bagi supporter Boca Juniors. Atau peristiwa yang terjadi pada 23 Juni 1968 pada derby Superclassico yang memakan korban lebih dari 150 orang, peristiwa yang dikenal dengan  “Puerta 12”.

  • Ekonomi

Saat bermain game Football Manager, kita pasti mengenal nama-nama ekonomi yang baru seperti Balance, Turnover, atau, Profit/loss. Nama-nama tersebut memang terdengar asing bagi kita yang belum pernah berkaitan dengan hal-hal ekonomi. Tetapi, Football Manager paling tidak membantu kita mengenal ekonomi, seperti permintaan dan penawaran. Football Manager membantu kita mengenal ekonomi ketika transfers pemain, negosiasi gaji, menjual pemain, atau menyeimbangkan transfer budget dengan wage budget. Dari Football Manager kita diajarkan untuk mencari untung yang banyak serta pengeluaran sedikit, sehingga finansial klub tidak bangkrut. Ya, walaupun terkadang kita masa bodo dengan finansial klub, akan tetapi kita suka mencari untung ketika belanja pemain bukan.

  • Sejarah

Sejarah bisa juga bisa kita ketahui dari Football Manager, terutama sejarah yang berkaitan dengan sepakbola. Ketika kita melatih suatu klub beberapa aspek perlu kita lihat, mulai dari skuat, finansial, dan sejarah klub. Terkadang melalui game Football Manager ini memicu kita untuk mencari tau bagaimana sejarah tim tersebut. Selain sejarah tim kita akan mencari tau tentang sejarah sepakbola suatu negara atau wilayah kontinental.

Salah satu contoh ketika saya melatih klub Argentina, Lanus, saya tertarik siapa juara terbanyak liga Argentina selain dua raksasa River Plate dan Boca Juniors. Ternyata terdapat satu nama klub yang membuat saya tertarik dengan sejarahnya, yaitu Velez yang mampu juara liga Argentina 9 kali serta Copa Libertadores 1 kali, di tahun 1994 berhasil membawa pulang Copa Libertadores, Liga Argentina, serta International Cup. Football Manager mungkin tidak menjelaskan sejarah sepakbola secara detail, tetapi melalui Football Manager memicu anda untuk mencari tau informasi mengenai sejarah sepakbola.

Cerita lain ketika saya melatih klub Lyon, saya melihat bagaimana superiornya Lyon bisa menjuarai Liga Perancis 7 kali berturut-turut pada awal 2000-an dan tertarik untuk membaca tentang ini di beberapa situs olahraga. Begitu pula ketika saya melatih Bayer Leverkusen yang tragis menjadi juara dua di Bundesliga, Piala Jerman, dan Liga Champions di musim 2001/2002 sehingga tersemat julukan ‘Bayer Neverkusen’. Banyak hal-hal dari Football Manager yang berkaitan dengan sejarah sepakbola sering memicu saya untuk membaca.

  • Anatomi

Groin strain, pulled ankle ligaments, pulled hamstring, pulled abdominal muscle, concussion, bruised knee, hip injury, damaged achilles tendon, atau pulled calf muscle merupakan nama-nama cedera yang sering kita dengar di game Football Manager. Sebelum bermain game Football Manager atau saat pertama kali bermain Football Manager, nama-nama cedera tersebut asing bagi kita yang tidak mempelajari biologi. Tetapi, dengan adanya game Football Manager ini kita jadi tau paling tidak letak dimana cedera pemain terjadi. Tapi terkadang ada cedera-cedera yang unik atau kita baru mengetahui nama cedera tersebut sehingga kita penasaran dengan cedera tersebut. Dan lagi-lagi Football Manager memicu kita untuk mencari tau informasi yang berkaitan dengan anatomi.

Banyak informasi yang bisa kita dapatkan dari game kesayangan kita ini. Selain kesenangan untuk melepas penat setelah seharian kerja, kuliah atau hal-hal yang lain, menemukan informasi yang baru dari game Football Manager seperti contoh-contoh yang saya sebutkan diatas yang membuat anda berkesan dengan game Football Manager.

Mungkin melalui game Football Manager anda tertarik dengan suatu negara atau kota, mungkin saja anda tertarik untuk membaca sejarah sepakbola melalui sebuah literatur, bisa jadi anda tertarik dengan ilmu Anatomi, atau anda tertarik dengan kultur atau budaya sepakbola. Bagi saya Football Manager akan selalu mendapatkan informasi yang berkesan, unik dan menarik untuk dipelajari lebih lanjut. 

Lalu, bagaimana pengalaman menarik anda dengan game Football Manager, informasi unik apa yang anda dapatkan?

Penulis : zaeywayn

Sumber :


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Canadian Premier League, Liga Bungsu di Amerika Utara Sebuah Tantangan Baru di Football Manager 2020 dan 2021 by @Zaeywayn

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Zaeywayn

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Tulisan saya sebelumnya membahas mengenai MLS, liga paling rumit di Football Manager. Ternyata semua setuju dengan tulisan saya, bahwa liga MLS memang sulit untuk dicoba. MLS memang sangat rumit peraturannya dan asing bagi para manajer FM. Draft, Trade, Designated Player, atau Salary Cap merupakan nama-nama yang asing bagi para manajer FM yang sering melatih klub Eropa. Beranjak dari MLS, ada sebuah liga yang masih ‘bungsu’ dalam kompetensi di Amerika Utara, yaitu Canadian Premier League, liga tetangga MLS. Dibandingkan Liga MX (Mexico) yang berdiri pada 17 Oktober 1943, Liga FPD (Costa Rica) yang berdiri pada 13 Juni 1921, atau Major Premier League (USA) yang berdiri pada 17 Desember 1993, sementara Canadian Premier League berdiri pada 6 May 2017. Liga ‘bungsu’ di Amerika Utara ini bisa anda coba di Football Manager 2020 dan 2021. Untuk Football Manager 2020 anda bisa men-download secara official via DLC di Steam Workshop melalui link berikut https://steamcommunity.com/sharedfiles/filedetails/?id=1934950893/. Sementara untuk Football Manager 2021 sudah secara official menjadi League Default. Dengan pengalaman saya bermain di Canadian Premier League di Football Manager 2020 bersama klub Forge FC dan Calvary FC, saya akan berbagi informasi, cerita dan juga tips dalam bermain liga ‘bungsu’ di Amerika Utara.

  1. Struktur Kompetensi
Canadian Premier League

Struktur liga terdiri dari 7 tim yaitu Calvary FC (Alberta), Edmonton (Alberta), Forge FC (Ontario), HFX Wanderers FC (Nova Scotia), Pasific FC (British Columbia), Valour FC (Manitoba), dan York9 United (Ontario). Sama seperti liga Meksiko dan beberapa liga di Amerika Tengah dan Selatan, kompetensi terbagi dua bagian yaitu Spring Campaign dan Fall Campaign. Spring Campaign dimulai dari April sampai Juli dengan 10 Pertandingan, 5 away dan 5 home. Sementara Fall Campaign dimulai dari Juli sampai November dengan 18 pertandingan 9 away dan 9 home. Diakhir kompetensi jumlah pertandingan yang dimainkan 28, dengan 5 kali bermain melawan 4 klub, dan 4 kali bermain melawan 4 klub. Pemenang dari Spring Campaign akan melawan pemenang Fall Campaign dalam Final dalam 2 leg. Pemenang dari Final akan menjadi pemenang utama dari Liga Canada, dan mendapat tiket ke North America League (liga kasta kedua di Amerika Utara setelah NACL). Tambahan, tidak ada degradasi sama seperti MLS.

  • Peraturan Liga
Peraturan Liga dalam Registrasi Pemain

Peraturan di Liga Kanada tidak serumit dari MLS, yang sama hanyalah adanya peraturan pemain asing dan salary cap. Pemain yang harus diregistrasi dalam skuat maksimum 23 pemain, ingat maksimum bukan minimum, sementara minimal pemain yang diregistrasi 15 pemain. Maksimal 7 pemain asing dan salary cap maksimal $83,500 CAD. Tidak boleh lebih dari 5 pemain asing dalam satu pertandingan. Pemain lokal U-21 harus bermain minimal total 1.000 menit dalam 28 pertandingan, jika kurang akan didenda sebesar $10,000 CAD. Transfer window dibuka dua kali, transfer window pertama dimulai dari 7 Juli sampai 5 Agustus, transfer window kedua dimulai dari 1 Januari sampai 1 April.

Dari peraturan liga tersebut, hampir keseluruhan bisa diterima. Tetapi ada satu peraturan yang sangat sulit, yaitu registrasi pemain maksimal 23. Saya saat melatih Calvary FC satu musim hal ini biasa saja, karena kompetensi regional hanya bermain di Amway Canadian Championship dan itu gugur di babak ketiga melawan Montreal Impact.

Yang paling sulit adalah ketika saya menjadi manajer klub Forge FC yang menjalani 4 kompetensi di musim ketiga yaitu, Canadian Premier League, Amway Canadian Championship, North America Champions League, dan North America League (saya memainkan liga NAL kembali padahal sudah lolos liga NACL. Saya kurang paham juga kenapa bisa begini, apakah peraturan karena saya menang liga atau bug). Dengan empat kompetensi dan jarak waktu yang berdekatan, tidak jarang pemain saya cedera dan meninggalkan posisi terpenting. Jumlah pemain maksimum ini juga berpengaruh terhadap penomoran pemain (entah bug atau peraturan dari sana).

Penomoran hanya maksimal sampai 23 pas seperti jumlah maksimum pemain. Musim berikutnya saya belajar dari kesalahan ini, walaupun jumlah pemain maksimum 23 tetapi itu untuk liga. Untuk kompentensi regional seperti Amway Canadian Championship, North America Champions League, atau North America League tidak ada registrasi pemain. Sehingga saya membeli 3 pemain cadangan untuk dimainkan di liga regional seperti diatas, mereka tidak dimainkan di liga tetapi sebagai pelengkap untuk merotasi pemain atau menutupi posisi yang ditinggal karena cedera. Pemain cadangan ini tidak mempunyai nomor punggung karena peraturan liga yang hanya menomorkan pemain maksimal 23. Mereka ‘meminjam’ nomor pemain yang tidak dimasukkan kedalam starting line-up atau bangku cadangan.

Anda juga harus mengawasi pemain asing, peraturan liga untuk pemain asing dalam satu pertandingan maksimum 5 pemain asing yang ikut, baik sebagai starting line-up atau bench. Ini harus diperhatikan, jangan sampai ketika pemain anda butuh back-up misalnya karena cedera, akumulasi kartu, atau butuh rotasi, jumlah pemain asing melebihi kouta. Selama ini saya tidak ada kendala dalam kouta pemain asing, karena saya tidak merata di bagian posisi pemain asing (3 Central Defender, 2 Midfielder Center, 1 Attacking Midfielder Right, dan 1 Attacking Midfielder). Kesalahan yang sering terjadi adalah membagi posisi ke pemain asing merata, misal 1 Kiper, 1 Central Defender, 1 Defender Left, dll. Pembagian yang merata menimbulkan potensi yang tinggi untuk bermain bersamaan, sangat sulit jika anda membutuhkan back-up untuk pemain yang absen karena cedera, akumulasi kartu, atau butuh rotasi, dan terpaksa memainkan pemain lain diposisi yang bukan natural, atau memainkan pemain ‘hantu’.

  • Amway Canadian Championship
Amway Canadian Championship

Amway Canadian Championship merupakan kompetensi regional yang diikuti oleh klub Canada, sebelumnya pernah disinggung di pembahasan saya mengenai MLS. Klub pasti ada 10 yaitu Calvary FC (Alberta), Edmonton (Alberta), Forge FC (Ontario), HFX Wanderers FC (Nova Scotia), Pasific FC (British Columbia), Valour FC (Manitoba), dan York9 FC (Ontario), Toronto FC (Ontario), Montreal Impact (Quebec), Vancouver Whitecaps (Vancouver), ditambah dengan 2 tim dari divisi bawah CPL. Pertandingan terdiri dari 4 ronde termasuk final (mulai 2021), dan dimulai dari bulan Juni. Peraturan khusus dalam kompetensi ini adalah maksimum pemain asing non-Canada dalam satu pertandingan yaitu 8. Pemenang Amway Canadian Championship mendapatkan tiket NACL.

  • Rekomendasi Tim CPL dan Tips Bermain CPL

Ada beberapa tim CPL yang bisa anda coba dalam memulai kompetensi ini. Berikut 3 tim rekomendasi saya.

Calvary FC

Calvary FC merupakan klub yang berbasis di Alberta, Canada. Diluar aspek sepakbola, Alberta merupakan provinsi di Kanada yang paling indah, anda bisa cari sendiri keindahan provinsi ini. Calvary FC mempunyai rival yaitu Edmonton dan memiliki derby yang dikenal dengan nama Al Classico Derby. Calvary FC di Football Manager 2020 memiliki finansial yang kurang, ketika saya melatih klub ini yang saya andalkan adalah ‘memungut’ pemain buangan berdarah Kanada dari liga MLS. Saking kurangnya finansial klub ini, setiap tahun laporan keuangan selalu minus, itulah yang menyebabkan saya pindah haluan ke klub Forge FC. Bagi anda yang suka tantangan yang berkaitan dengan finansial, Calvary bisa anda coba. Pemain bintang Calvary : Marco Carducci (Goalkeeper)

Forge FC

Di Football Manager 2020, Forge adalah juara bertahan dari CPL. Forge FC juga mendapatkan kesempatan bertanding di NAL. Selain itu, Forge FC mempunyai finansial yang bagus. Di musim kedua bersama Forge, saya dijojorkan transfer budget sebesar $2.60 M CAD dan wage budget sebesar $58.69 K CAD p/m. Jumlah yang lumayan untuk sebuah tim di liga yang baru ini. Training facilities juga diatas klub CPL lainnya. Klub ini cocok untuk anda yang ingin cepat sukses baik di Canada Premier League atau kompetensi regional di Amerika Utara. Pemain bintang Forge FC : Kyle Bekker (Defensif Midfielder)

HFX Wanderers FC

HFX Wanderers FC di kompetensi 2019 memiliki kehadiran penonton tertinggi. Ini merupakan tantangan bagi anda yang melihat suatu tim berdasarkan kultur sepakbolanya, salah satunya supporter. HFX Wanderers FC mungkin tidak sekuat finansial Forge FC, atau memiliki klub rival seperti Calvary FC. Tetapi, anda memiliki basis supporter yang kuat, ini yang menjadi poin penting. Dengan basis supporter yang kuat, anda punya motivasi yang lebih untuk membawa trofi, sebagai bentuk apresiasi terhadap supporter. Pemain bintang HFX Wanderers FC : Alex Marshall (Attacking Midfielder Left)

Tips Bermain di Canadian Premier League

  1. Bermain bersamaan dengan Liga MLS, MX atau Liga di Amerika Selatan di save-an baru. Bermain dengan Liga MLS memberikan kesempatan bagi anda untuk mendapatkan pemain asli atau keturunan Kanada untuk terhindar dari kouta pemain asing. Bermain dengan liga MX atau liga di Amerika Selatan memberikan anda peluang untuk mendapatkan pemain asing berkualitas tetapi juga bisa ditawar gaji dan transfernya sehingga cocok untuk memperkuat tim tanpa terkena tolakan atau salary cap. Tambahan, terkadang beberapa pemain muda potensial yang ‘unprotect’ di MLS terlindungi karena akan dimasukkan sebagai pemain draft di MLS. Atau pemain yang masih berstatus akademi suatu tim di MLS, walaupun ‘unprotect’ tetapi kontraknya dijaga karena berstatus pemain akademi.
  2. Mencari pemain yang versatility, bisa ditempatkan di berbagai posisi. Mencari pemain yang mempunyai kemampuan di berbagai posisi merupakan keuntungan bagi tim dengan peraturan liga yang hanya menerima maksimal pemain 23. Contoh, belilah pemain yang bisa berada di posisi seperti D(RLC); DM/MC/AM; AM(RLC)/ST. Pemain yang versatility bisa back-up tim ketika pemain yang absen karena cedera, akumulasi kartu, atau butuh rotasi
  3. Jangan mencoba meratakan posisi pemain asing, misalnya 1 Kiper, 1 Central Defender, 1 Central Midfielder, dll. Pembagian yang merata bisa saja menimbulkan potensi yang tinggi untuk bermain bersamaan. Ingat peraturan liga, jangan sampai anda kesulitan karena membutuhkan pemain back-up untuk pemain yang absen karena cedera, akumulasi kartu, atau butuh rotasi, dan terpaksa memainkan pemain lain diposisi yang bukan natural, atau memainkan pemain ‘hantu’.
  4. Lihat pemain lokal U-21 anda, awasi menit bermainnya, jangan sampai anda terlena dan lupa akan peraturan khusus liga. Anda akan kena denda, walaupun mungkin dendanya tidak seberapa, tetapi denda tersebut bisa mengaji pemain muda potensial setiap pekannya.
  5. Jika anda masuk ke kompetensi regional seperti NAL atau NACL, jadwal anda dipastikan sangat padat. Ditambah skuat yang minim, pemain menjadi rawan cedera dan akumulasi kartu. Untuk itu jika anda masuk kompetensi regional beli pemain ‘back-up’ yang tidak didaftarkan ke liga. Pemain ini dikhususkan untuk bermain di liga regional semacam Amway Canadian Championship, NAL atau NACL. Jika pemain merasakan kurang fair karena kurangnya waktu bermain, loan pemain. NACL dilaksanakan sebelum liga dimulai jadi anda bisa pakai pemain sepuasnya sebelum liga dimulai. Yang paling sulit tentunya NAL yang bermain ditengah kompetensi liga dan Amway Canadian Championship.
  6. Penomoran pemain mengikuti jumlah pemain yang diregistrasi yaitu 23. Ketika pemain ‘back-up’ dimainkan di liga regional dan tidak mendapatkan nomor, pinjam nomor pemain yang tidak masuk skuat. Hal yang sama jika pemain yang diregistrasi nomornya dipinjam pemain ‘back-up’ pinjam kembali. Peraturan ini yang saya kenal sebagai ‘Nomor Pinjaman’
  7. Maksimalkan di Amway Canadian Championship, sebagai celah anda untuk masuk kompetensi bergengsi NACL. Buat dominasi MLS dan Liga MX goyah dengan kehadiran klub anda. Memenangkan NACL berpeluang bagi anda untuk berkompetensi di FIFA World Club Cup, dan bertemu dengan tim besar Eropa. 

Penulis : @zaeywayn

Sumber:  – https://www.footballmanager.com/the-byline/guide-canadian-premier-league-fm20


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Older Entries