Ditulis oleh : Naufal Arganesta

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Selama bertahun – tahun memainkan gim Football Manager pasti ada titik dimana para pemain bosan dan banyak dari para pemain FM mencoba berbagai hal pada save mereka agar permainan gim Football Manager semakin menarik dari mulai LLM, Atlethic Bilbao, sampai Pentagon challenge. Ada challenge yang pada beberapa tahun terakhir banyak pemain gim Football Manager melakukan challenge ini yaitu Moneyball Challenge.

Apa itu Moneyball challenge? Kata Moneyball merujuk pada sebuah film yang rilis di tahun 2011, Film ini mengisahkan tentang seorang manajer tim baseball kecil Bernama Oakland Athletics. Beane yang menjadi manajer Oakland Athletics  berusaha mendobrak cara lama dalam menemukan pemain –  pemain handal. Mereka mencoba metode baru menggunakan data dan statistik. Beane mencari pemain yang undervalue yang menurut data dan statistik bisa menyaingi atau bahkan lebih bagus dari pemain lainnya di liga.

Prinsip dasar dari Moneyball Challenge ini adalah mengandalkan data dan statistik untuk membeli pemain yang dibutuhkan tim dan tidak mengincar para wonderkid – wonderkid ternama untuk menjadi tulang punggung tim. Pada FM 21 banyak fitur untuk mengakses data – data yang ada pada gim untuk menganalisis dan melakukan transfer, seperti fitur xG yang baru saja ada di FM 21. Adapun aturan yang akan saya terapkan pada save ini yaitu :

  • Tidak peduli apakah tua, muda, wonderkid, transfer listed, ataupun hal lainnya asalkan syarat – syarat transfer seperti xG, chance created, tackle ratio, dan lain – lain
  • Sebisa mungkin mencari pemain undervalue, transfer listed, atau pemain yang punya harga sangat murah (meskipun dibeli diatas harga pasar) akan tetapi tidak mempunyai gaji yang tinggi
  • Yang lain dan tidak bukan adalah membeli pemain sesuai data yang diperlukan untuk setiap posisi dan role. Memang membeli wonderkid adalah salah satu kesenangan tersendiri saat bermain FM tapi tidak untuk challenge ini

Untuk challenge ini saya menggunakan Udinese. Alasan menggunakan Udinese adalah karena tim ini bukan unggulan di serie A dan tidak memiliki budget yang besar. Pada musim pertama saya akan membeli pemain mulai dari Januari karena pada musim pertama khususnya jendela musim panas, tidak ada data yang terekam untuk acuan membuat transfer pemain. Saat Januari tiba saya sudah mempersiapkan hal – hal apa saja yang dibutuhkan oleh tim. Hal yang perlu diperhatikan adalah role para pemain yang akan dibeli karena pada challenge ini mencari pemain yang cocok dengan role lebih penting dibandingkan atribut – atribut mewah para pemain tetapi tidak sesuai role yang dibutuhkan oleh taktik. Pada Januari musim pertama saya menilai tim ini membutuhkan bek tengah. Saat mencari bek tengah statistik seperti tackles per game, tackle completion ratio, dan interception per 90 minutes. Kalian juga bisa menambahkan statistik seperti mistake leading to goal, atau passes completion ratio jika menginginkan Ball Playing Defender.

Setelah mencari beberapa pemain yang pas akhirnya pilihan saya jatuh kepada pemain ini Andrea Cistana.

Statistik yang ditorehkan Cistana membuat saya langsung menekan tombol transfer segera mungkin karena meskpun tampil apik, Cistana dilabeli transfer listed oleh Brescia, klub Cistana bermain. Dan ini statistik Cistana di akhir musim

Dan untuk mengisi kekosongan di posisi bek kanan yang ditinggalkan Jean Stryger Larsen yang pindah ke Al-Ahli, saya membeli erik durm dari Eintracht Frankfurt.

Alasan saya membeli Durm adalah karena dia transfer listed dan memiliki tackle per 90 minutes yang baik meskipun memiliki 0,59 rating. Dan ini statistik Durm di akhir musim.

Diakhir musim Rodrigo De Paul harus pindah ke Arsenal dengan biaya transfer sebesar 44 juta pounds. Transfer ini membuat saya menghabiskan banyak waktu untuk mencari pengganti de Paul karena notabene De Paul adalah best player yang saya miliki.

Untuk mencari pengganti De Paul saya harus mencari pemain yang memiliki data dan statistik bagus dan juga pemain ini tidak memakan banyak biaya transfer. Setelah sekian lama mencari pengganti De Paul akhirnya saya menemukan juga pemain yang saya kira cocok untuk pengganti De Paul yaitu Nicolas Janvier

Meskipun memiliki atribut yang biasa saja, akan tetapi Janvier bermain cukup bagus pada musim 2020/2021. Dia memilki catatan impresif dengan rating 7,34 dan 3,46 chance created per 90 minutes (dan maaf lupa saya screenshot saat musim 20/21 berakhir). Meskipun dia gelandang kreatiif, tetapi catatan tackels per 90 minutes sebesar 0,84. Dia dibeli dengan harga cukup murah sebesar 2,5 juta pounds. Adapun kekurangan pada Janvier adalah pass completion dia yang bisa dibilang cukup rendah untuk cakupan playmaker yaitu 79%

Dan pembelian terakhir pada jendela transfer musim panas adalah Francesco Forte dari Venezia. Forte mengakhiri musim 20/21 sebagai topskor Serie B dengan jumlah 17 gol yang mana membuat saya kepincut dengan pemain yang satu ini.

Acuan untuk mencari striker sudah pasti jumlah gol, total shots, shots ratio, dan tidak lain dan tidak bukan adalah xG. Mungkin sejauh ini Forte satu – satunya pemain yang tidak undervalue yang saya beli mengingat kebutuhan juru gedor pada tim. Saya tidak bisa terus – terusan mengandalkan Fernando Llorente bermain full satu musim karena mengingat usianya yang sudah 36 tahun, akan tetapi dia tetap menjadi pilihan utama untuk lini depan Udinese setidaknya untuk musim 21/22

Save ini baru masuk musim kedua dan saya baru memainkan 1 pertandingan saja saat tulisan ini dibuat. Jika saya ada waktu mungkin saya akan melanjutkan ke part 2. Dan terakhir tetap jaga kesehatan yaaa FM Lovers.

Ditulis oleh : Naufal Arganesta


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//