Beranda

Dari FMLovers : Memaksimalkan Potensi Wonderkid/high potential young player di Football Manager (Part 2)

1 Komentar

Ditulis oleh : Audikul

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Tulisan ini adalah bagian ke dua dari artikel sebelumnya DI SINI

Halo guys, glad be back to this, kondisi sekarang sangat berat karena pandemi yang membuat seluruh aktifitas kita terhambat, but i hope everything is okay and kalian be safe and healthy. Semoga pandemi ini segera berakhir ya guys.

Yak, saya mau melanjutkan apa yang menjadi hutang kemarin ya, hahaha. Baru ada lagi waktu luang untuk sharing ke kalian, motivasi kuat untuk keep sharing knowledge game yang kita sayangi ini (kurang sayang gimana lagi, kalau udah main sampe lupa waktu, hahaha)

Okay let’s get started. Di part pertama kita sudah membahas bagaimana pelatih dan training facilities amat sangat penting dalam proses youth development. Masih ada beberapa hal lagi yang perlu diperhatikan, kita lanjutkan di part kedua ini.

Lagi

Dari FMLovers : Memaksimalkan Potensi Wonderkid/high potential young player di Football Manager

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Audikul

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Ini Artikel perdana saya dengan tujuan hanya untuk sharing ke sesama Football Manager Lovers di forum ini. Sebelumnya sudah dishare oleh diri sendiri melalui thread di Twitter. Mungkin melalui artikel bisa lebih baik lagi penjelasannya dibandingkan melalui thread karena memang keterbatasan kata dan juga ada penambahan yang sebelumnya belum dijelaskan.

Ini semua menurut sepengalaman saya bermain Football Manager dari 2007 (Kelas 2 SMA kalau tidak salah), jika ada
perbedaan, sanggahan, kekurangan mohon maaf dan dimaklumi. ditambahkan juga saya bersyukur sekali. Mungkin
masih banyak dari Football Manager Lovers yang punya pengalaman dan knowledge lebih dari yang saya punya saat ini.

Strategi atau Trik atau Tips ini bisa dipakai semua jenis Football Manager ya.

Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada Blognya Football Manager Lovers (Artupoke) yang mempunyai wadah atau forum sharing seputar Football Manager dan juga bisa memberikan kesempatan kepada saya atau Football Manager Lovers lainnya untuk berkontribusi didalamnya.

oke kita mulai aja ya. karena saya menggunakan Football Manager versi iPad 2020 jadi saya pakai contoh (display dll)
versi Football Manager ini. nanti akan dishare juga untuk Football Manager versi Desktop/Personal Computer. Mudah-mudahan saya punya waktu untuk membuatnya. Pertama-tama saya ingin memberikan penjelasan mengapa Youth Development ini sangat penting. Apakah kalian tipe pemain Football Manager yang gemar menggunakan “Youth Players” juga? Atau tipe “instant” menggunakan pemain “Jadi”. Jika kalian tipe yang fokus kepada “Youth Players” mungkin bisa cermati hal-hal ini agar youth developmentnya berjalan dengan baik.

Lagi

Dari FMLovers : Overload and Switch! #RHFM21

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : rchkm
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Hai IDFM!

Jadi out of nowhere YouTube suggestion gue lagi banyak taktik sepakbola terus ada analisa taktik Ajax di tahun 2019. Momen dimana ajax bisa sampai di semifinal liga champions, kemudian jadi terinspirasi buat nerapin taktik ini di FM 21. Untuk timnya sendiri gue akan pakai AC Milan, kenapa Milan?

  1. Gue fans Milan,
  2. Theo Hernandez kayaknya cocok banget nih kalo dikasih ruang dengan metode switch play ini

Ajax 2019 dibawah asuhan Erik Ten Hag memainkan skema possession football, play from the back. Hal yang paling menarik dari skema ajax pada 2019 adalah ketika sedang mengontrol bola mereka akan melakukan overload pada salah satu area sayap. Overload pada sisi kanan bertujuan untuk menarik pemain lawan sehingga menciptakan ruang di sisi kiri atau jika musuh tidak terpancing bermain ke kanan mereka mengoptimalkan keunggulan jumlah pemain di area kanan. Build up play tersebut yang akan gue coba terapkan di FM 21 ini. Untuk sampai level replikasi mungkin sulit diterapkan karena ada beberapa movement pemain yang kayaknya belum bisa di akomodasi sama match engine dari FM. Contohnya ketika Frenkie De Jong drop ke sisi CB, awalnya ia akan drop ke posisi tengah dan bergeser ke kiri atau kanan membentuk formasi 3 CB, kemudian ia beroperasi sebagai left / right center back. Jadi gue cuman ambil core how ajax play kemudian gue terjemahin jadi sebuah taktik di FM 21 ini. Lebih tepatnya ini taktik yang terinspirasi dari bagaimana Ajax bermain dan kemudian disesuaikan dengan tim

Formation

Foto 1 : Formasi

Setelah riset sana sini, nonton replay ajax mereka banyak bermain dengan skema 4-2-3-1 tapi kayaknya cukup sulit menemukan role yang possible di CM yang kemudian turun ke bawah hingga membentuk skema 3 CB. Karena keterbatasan Match engine jadi gue memutuskan untuk menggunakan skema 4-3-3 Cautious mentality gue gunakan disini, karena gue mau main dengan skema possession football. Mungkin ada yang bertanya kenapa cautious mentality dipakai. Jadi di FM gue lupa mulai dari seri berapa team mentality act as a whole mentality guideline buat tim kalian, tapi mentality juga dipengaruhi oleh masing2 role yang kalian pilih. Contoh, untuk role DLF ada support dan attack ketika kita set DLF Support maka mentality DLF tersebut akan ada di cautious sementara ketika kita set DLF Attack maka mentality DLF tersebut akan ada di Positive. Kalau gue pakai positive mentality pada overall tactic maka DLF support akan ada di Attack dan DLF Attack akan ada di Very Attack. Pengaruhnya gimana sih ke taktik secara keseluruhan? Dengan goals gue pengen bermain possesion football, sabar dalam build up maka gue butuh pemain defense berada di mentality very defensive, support di cautious dan pemain dengan role attack ada di mentality positive. Sekilas terlihat kaya taktik yang bertahan banget tapi in a fact no, it is an attacking. Mari bahas bagaimana menerjemahkan skema build upnya

Build up play

Attacking width very narrow jadi pilihan gue (Lihat foto no.2) kenapa narrow? Gue pengen meminimalisir salah passing, so i can control the game more. Approach play, kaya yang diatas udah gue mention play from the back, focus play on the right untuk melakukan overload di satu sisi dan overlap on the left jadi CWB gue memanfaatkan ruang kosong di sisi kiri pertahanan lawan menunggu switch play karena lawan sedang fokus bertahan di area kanan.

Foto 2

Passing gue set di standard, I let my creative player to decide long or short passes. Berikut gambaran hasil setup dari build pertama, overload di sisi kanan kalian bisa lihat foto no.3 dan 4. Overload di area kanan berbuah gol. Gambaran build up play kedua dari switch play dari kanan ke kiri bisa kalian lihat di foto ke 5 sampai 8

Transition & Defense

Counter press? Definitely. Gue pengen control permainan, walaupun tidak sampai level gegenpressing dimana pemain ketika kehilangan bola langsung melakukan pressing dengan intensitas yang tinggi. Distribute to center back juga gue aktifkan, sejalan dengan konsep play from the back yang sudah dibahas di atas (lihat foto 9).

Foto 9

Much higher defensive line dan higher line of engagement jadi opsi gue dalam defensive shape dengan standard width. Offside trap juga gue gunakan karena gue bermain dengan garis pertahanan yang tinggi (lihat foto 10).

Foto 10

Untuk line of engagement sendiri gue cukup fleksibel jika gue ngerasa tim lawan terlalu sering mendapatkan through pass atau offside trap gue sering gagal bekerja maka offside trap dan defensive line akan gue turunkan.

Roles

Sekarang mari kita bahas role per role dari formasi 4-3-3 ini. Mari kita mulai dari Attacker.

Attack IF DLF W

Trio Inside Forward, Deep Lying Forward dan Winger akan jadi juru gedor gue. Pada posisi striker gue membutuhkan seorang striker yang bisa turun ke bawah ke area AM sekaligus membuka ruang untuk IF atau Winger. PPI Roam from position gue nyalain dengan tujuan untuk membantu overload di sisi kanan. Untuk di sisi sayap gue butuh seorang classic no. 7 seseorang yang bisa melepaskan crossing untuk ke tengah atau area far post dimana IF gue berada. Role attack gue kasih dengan tujuan agar winger gue lebih agresif. Sisi berlawanan dari winger, gue kasih role Inside Forward Attack. Sesuai dengan role naturalnya IF akan bermain cut inside ke dalam. PPI Sit Narrower juga gue nyalain, gue pengen IF gue ini bermain lebih ke tengah, dan mengisi ruang di antara LB dan LCB.

Midfield B2B/RPM Half Back Mezzala

Mezzala akan menjadi motor serangan dalam taktik ini, pemain kreatif yang akan mengisi half space pada sisi kanan. Role ini sejalan dengan skema build up play yang sudah dibahas sebelumnya, overload pada sisi kanan atau melakukan switch play ke sisi kiri. Box to Box salah satu Role favorit gue di FM, mr. do it all dalam taktik gue dia akan berfungsi sebagai supporting mezzala dan juga dalam bertahan untuk supporting Half Back dalam bertahan. Sometimes role ini akan gue rubah ke role Roaming Playmaker untuk memecah kebuntuan atau ketika mezzala gue di marking keras oleh tim lawan. Kemudian masuk ke role paling core dari taktik gue, Half back dalam taktik ini akan gue isi dengan pemain yang kreatif dengan PPI Take more risk pass. Half back ini akan berperan layaknya seorang DLP, PPM seorang playmaker dibutuhkan pada posisi ini seperti dictate tempo, killer balls, long pass etc. Kenapa gue pilih half back dibandingkan DLP defense karena setelah gue coba DLP bermain terlalu agresif ke depan sehingga ketika lawan berhasil merebut seringkali DLP berada pada out of position.

Defense CWB BPD CD FB

Masuk ke area pertahanan pilihan gue untuk di posisi kanan adalah full back support, gue gak mau pemain yang terlalu agresif buat membantu serangan. Tugas dari FB ini as a supporting unit di belakang winger dan mezzala kemudian sesekali melepaskan crossing dari deep area ke arah far post dimana IF gue beroperasi. Duet BPD di kiri dan CD di kanan bertugas jadi pilihan gue untuk garis pertahanan, PPI stay wider untuk kedua defender gue aktifin untuk ngepush duo CWB dan FB gue supaya bermain lebih ke atas. Dengan role half back di posisi DM secara formasi ketika tim gue memegang bola akan membentuk skema 3 bek di area pertahanan. BPD Stopper gue pilih untuk beroperasi di sisi kiri, dengan tujuan untuk melakukan cover CWB gue yang akan bermain sangat agresif. Ketika CWB naik maka BPD stopper dengan PPI stay wider akan berada di area sebelah kiri, area yang ditinggalkan oleh BPD ini kemudian diisi oleh half back. Role terakhir sweeper keeper, dengan defensive line yang tinggi gue butuh seorang kiper yang siap untuk maju man to man dengan striker lawan ketika striker lawan bisa lepas dari offside trap.

Result (Half Season)

Untuk hasilnya baru setengah musim dulu ya, berhubung masih cukup sibuk dengan kerjaan . Hasil pre-season yang cukup baik, 6W 1D 1L, dua hasil anomali melawan tim kecil 1 draw dan 1 lost efek dari pemain di ganggu oleh international match selama 2 minggu ketika pre-season. Serie A? Easy AF 18W 1D 0L, cukup mengejutkan sih buat gue bisa mendapatkan hasil kaya gini. Dari sisi agresivitas Total 43 gol dalam 19 pertandingan average 2.26 goal per game definitely a really good sign from this tactic. Yang lebih seru lagi dari sisi defensive tim gue baru kebobolan hanya 8 gol dari 19 pertandingan! Rock solid baby! (lihat foto 11-14).

Europa league, tim gue kebagian lawan yang cukup menantang di fase grup ada Villarreal dan PSV. We are still unbeaten also in europe dengan 4 win dan 2 draw pada fase grup. 16 gol dari 6 pertandingan yes kita agresif, di sisi pertahanan cukup leaky kalau dibandingkan dengan statistik di serie A yang hanya kebobolan 8 gol. 6 pertandingan kebobolan 7 gol dimana 90% gol tersebut berasal dari PSV, 2 kali bertemu PSV selalu end up dengan goal galore pertandingan pertama di san siro berakhir dengan skor 5-3 sementara di pertandingan kedua di philips stadion berakhir dengan skor 3-3. Hasil yang cukup impresif di Serie A dan Europa League tidak menjamin tim gue bakalan sukses di ajang piala lokal Coppa Italia, sukses menang dengan skor yang 3-1 pada first round menghadapi Torino. Lolos dari first round kemudian masuk ke quarter final, di quarter final gue harus menghadapi pil pahit setelah 120 menit bermain kemudian kalah penalty shootout oleh Sassuoulo. Masuk ke statistik pemain, Zlatan berada di posisi terdepan dalam hal produktivitas gol dengan 12 Gol, diikuti oleh Leao dan Saelemaekers dengan 8 dan 7 Gol. Untuk Assist Calhanoglu memimpin dengan 9 assist, diikuti oleh Zlatan dan Theo/Tonali dengan 6 dan 5 Assist. Total key passes dipimpin oleh Calhanoglu dengan 106 diikuti oleh Tonali dan Zlatan dengan 42 dan 39. Melihat dari statistik hal ini sudah sesuai dengan skema yang gue terapkan dimana Mezzala gue menjadi motor serangan.

Room for improvement

Setelah setengah musim salah satu area yang gue lihat perlu di improve ada di area AML berdasarkan data statistik baik hauge dan rebic terlihat sangat buruk dengan average rating yang hanya ada di kisaran angka 6.7 dan statistik lainnya juga cukup buruk. Mungkin warga sini bisa kasih suggestion harus di apain ini area AML gue. Sekian kira2 bacotan gue mengenai taktik FM21, semoga warga IDFM pada suka ya


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Wonderkid di Football Manager Tetapi Memble di Dunia Nyata

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Baihaki
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Beberapa waktu lalu, muncul kabar gembira di temlen Facebook. Ada penawaran download gratis game Football Manager 2020 secara legal dan gratis dari Epic Games dalam kurun waktu tertentu. Berhubung saya suka yang gratis-gratis, lumayan dong! Apalagi, biasanya (sumpah bukan saya!), banyak orang yang mengulik-ulik Google buat mencari crack FM.

Bermain game ini bagi saya cukup seru. Apalagi, cara mainnya bisa dilakukan ketika menyelesaikan kerjaan atau bahkan nulis artikel ini. Salah satu keseruan yang kerap saya lakukan saat bermain game FM adalah berburu wonderkid. Kehadiran wonderkid mampu menopang performa tim dan kemudian bisa dijual dengan harga tinggi ke klub kaya.

Ngomong-ngomong tentang wonderkid di FM, tidak semua pemain berbakat itu ternyata mampu mengembangkan talentanya sehingga jadi pemain besar di dunia nyata. Contoh paling nyata adalah Maxim Tsigalko yang terkenal sebagai goal getter andal di Championship Manager (CM). Eh, ndilalah pemain ini cuma mampu bermain di level rendah.

Tsigalko bulankah satu-satunya fenomena kegagalan wonderkid dalam mematangkan talentanya di dunia nyata. Ada banyak wonderkid lain yang punya nasib tidak kalah mengenaskan. Siapa saja mereka?

1. Fernando Cavenaghi

Fernando Ezequiel Cavenaghi 9.jpg
Lagi

Dari FMLovers : Wonderkid Asia Football Manager 2020

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Halo FMLovers

Kali ini kita akan membahas tentang wonderkid Asia nih. Pemain yang masih tergolong wonderkid versi Artupoke adalah yang berada di tingkat umur U-23. Bakal jadi seru, kan, kalau mendatangkan pemain Asia dan menjadikan mereka bintang di pesepakbolaan Eropa.  Siapa aja sih rekomendasi dari Artupoke? Oke langsung kita bahas aja, ya. Artupoke bakal membahas pemain-pemain rekomendasi per posisinya

Goal-Keeper

Di barisan kiper masih didominasi pemain muda dari negeri ginseng, Korea Selatan

Pilihan utama kami adalah Song Beom-Keun. Pemain Jeonbuk Hyundai Motors ini menjadi andalan di bawah mistar gawang dalam dua musim terakhir. Walaupun belum mengecap caps timnas di level umur mana pun, dengan pesatnya perkembangannya, Song menjadi kiper berprospek paling cerah di Asia.

Opsi lainnya ada Kim Dong Heon dari Incheon United. Walaupun pemain satu ini belum mendapatkan menit bermain di tim utama, tetapi diperkirakan dalam beberapa musim ke depan dia memiliki chance untuk menjadi andalan di tim utama. Dari negeri Kangguru ada Thomas Glover yang menjadi opsi lainnya. Lulusan akademi Tottenham Hotspurs ini kini bermain di Melbourne City dan akan menjadi andalan di bawah mistar gawang mereka.

Centre-Back

Di barisan bek tengah terdapat beberapa nama yang menarik. Untuk pilihan utama, kami menjatuhkannya kepada Takehiro Tomiyasu.

Pemain asal negeri sakura ini telah bermain sebanyak 15 kali untuk negaranya di usianya yang masih sangat muda. Dia bisa bermain di sentral bek ataupun di posisi bek kanan. Takehiro mulai menunjukkan kemampuannya saat bermain reguler untuk Avispa Fukuoka di kompetisi J2 League. Klub Belgia, Sint Truidense, tertarik menggunakan jasanya. Di musim terakhir sebelum pindah dari Belgia, Takehiro menjadi pilihan utama di klub itu. Musim ini Takehiro akan bermain di Bologna. Liga Italy akan menjadi tanah dia berkembang.

Pilihan lainnya ada Kim Min-Jae yang sudah bermain reguler di level timnas. Setelah menghabiskan waktu di Jeonbuk, pemain yang dijuluki Monster ini pindah ke Liga China dan bermain untuk Beijing Guoan.

Selain dua pemain di atas, nama Islomjon Qobilov pun bisa menjadi pilihan. Baru mendapat caps di timnas senior, dia pun mulai mendapat menit bermain banyak di klub asalnya, Bunyodkor yang berkompetisi di Liga Uzbekistan.

Defender Right

Posisi bek kanan memiliki beberapa nama. Kandidat paling atas yang kami rekomendasikan adalah Yukinari Sugawara.

Ex-Nagoya Grampus ini merupakan bek modern yang mampu bertahan dan menyerang dengan baik. Di usianya yang masih muda, dia sudah merumput di Liga Belanda bersama AZ Alkmaar. Saat ini Yukinari masih bermain di tim Jong AZ di Eerste Divisie. Namun, jika berhasil menggali potensi pemain ini, dia akan menjadi aset yang berharga di kompetisi level atas.

Seol Yeong-Wu adalah opsi cadangan dari Yukinari. Pemain muda ini bermain untuk Ulsan Hyundai di Liga Korea Selatan.

Defender Left

Kami merekomendasikan Alex Gersbach di posisi ini.

Pengalamannya di beberapa negara Eropa di usia yang masih muda adalah modal besar baginya untuk beradaptasi cepat di kompetisi dengan level tinggi. Pernah bermain di liga Prancis, Belgia, Belanda, serta Norwegia, kini Alex bermain di Denmark. Dengan pengalamannya itu, bukan sesuatu mengejutkan jika dia dipanggil ke timnas Australia. Opsi lainnya adalah Azizbek Amonov yang bermain di liga Uzbekistan. Walaupun belum mendapat kesempatan di timns, tetapi pemain ini memiliki potensi menjadi bintang negeri itu.

Midfielder Centre

Selain Jepang dan Korea Selatan, Uzbekistan tampaknya ikut ambil bagian dalam dominasi daftar wonderkid. Di posisi ini kami merekomendasikan bintang muda Uzbekistan. Jasur Jaloliddinov.

Di usianya yang masih 17 tahun, Jasur sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa dia masih bisa berkembang jauh. Bukan tidak mungkin jika dipoles dengan baik, dia akan menjadi pemain tengah top di Asia.

Pilihan lainnya ada Tyrese Francois yang bermain di tim muda Fulham. Pemain asal Australia ini pun masih bisa berkembang banyak di usianya yang masih 18 tahun.

Dua pemain lain yang menjadi pilihan adalah Li Tenglong, pemain berdarah China yang kini bermain di tim muda Granada. Lalu Paik Seung-Ho, lulusan La Masia yang kini bermain untuk Darmstadt.

Attacking Midfielder Centre

Rekomendasi utama kami tentu saja Takefusa Kubo yang merupakan pemain paling disorot dalam beberapa tahun belakang.

Nama Kubo mulai dikenal orang-orang saat dia mengenyam pendidikan di La Masia. Setelah kembali ke Jepang, dia menjadi pemain andalan FC Tokyo di usianya yang masih 17 tahun. Memasuki usia 18 tahun, Real Madrid merekrutnya. Kini Kubo dipinjamkan ke RCD Mallorca.

Ada banyak wonderkid di posisi ini yang bisa menjadi pilihan. Salah satunya adalah Leo Mazis yang merupakan wonderkid Australia. Saat ini Leo bermain di tim reserve-nya Celtic.

Zach Duncan juga masuk dalam list ini. Pemain Australia ini kini bermain di liga Denmark bersama AGF.

Daichi Kamada di Eintracht Frankfurt pun ikut serta dalam barisan wonderkid. Pemain asal Jepang ini memilih jalur karier yang bagus dengan melanjutkan perjalanannya ke Bundesliga.

Attacking Midfielder Right

Di posisi penyerang sayap kanan, rekomendasi terbaik adalah Lee Kang-In.

Pemain ini cukup versatile. Dia bisa bermain di sisi kiri, kanan, ataupun tengah. Lee merupakan lulusan akademi Valencia dan kini bermain untuk tim utamanya. Di Valencia, Lee menunjukkan perkembangan cukup signifikan. Banyak yang memprediksikan dalam beberapa tahun ke depan, dia bisa merebut posisi pemain utama di skuad Valencia.

Opsi lain ada Daniel Arzani, bintang muda Manchester City yang kini dipinjamkan ke Celtic. Di level timnas pun Daniel sudah debut di timnas Australia.

Pilihan lainnya yaitu Ritsu Dôan yang sukses bersama Groningen dan kini direkrut PSV.

Attacking Midfielder Left

Di posisi penyerang kiri, prospek paling cerah jatuh kepada Hiroki Abe.

Saat Kubo direkrut Real Madrid, Barcelona tak mau kalah dan mendapatkan tanda tangan Hiroki Abe untuk bergabung dengan mereka. Di Kashima Antlers, Abe menjadi sosok penting bagi raksasa Jepang tersebut. Kini di Barcelona karena ketatnya persaingan di skuad utama, dia belum masuk dalam rencana jangka pendek pelatih. Namun, jika dia bisa terus berkembang, besar kemungkinan dia ada peluang di skuad Barcelona. Atau, jika memang harus meninggalkan klub asal Catalan itu, dia punya peluang bergabung dengan klub top Eropa lainnya.

Pilihan lain ada Ryôtarô Meshino yang direkrut Manchester City dari Gamba Osaka. Kini Ryotaro menjalani masa peminjaman di Liga Skotlandia, Hearts.

Mengerucut ke Asia Tenggara, ada nama-nama dari wilayah tersebut yang menembus daftar wonderkid. Mereka adalah Ekanit Panya dari Thailand yang bermain untuk Chiangrai United, dan Egy Maulana Vikri dari Indonesia yang bermain untuk Lechia Gdansk. Kedua pemain tersebut telah menembus skuad timnas senior di usia yang muda.

Striker

Masuk ke posisi striker, pilihan utama kami jatuh kepada Han Kwang-Song.

Striker Korea Utara ini menghabiskan masa mudanya di klub Italy. Sempat bergabung dengan Juventus sebelum dilepas ke Al-Duhail di Liga Qatar. Penampilannya bersama Al-Duhail cukup ciamik. Tidak menutup kemungkinan beberapa tahun ke depan dia akan kembali ke Eropa.

Pilihan lainnya yaitu Suphanat Mueanta, wonderkid yang kini menjadi incaran klub-klub Jepang. Di usianya yang masih 16 tahun, Suphanat sudah menjadi andalan Buriram United dan mendapat caps di timnas senior Thailand.

Opsi lainnya ada John Iredale, pemain Australia yang kini berada di tim muda Wolfsburg. Pemain ini pernah bermain di SC Heerenveen walaupun tidak sempat mendapat debut di tim utama. Di usianya yang masih muda, dia punya kesempatan untuk terus berkembang.


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Daftar Free Agents Player untuk FM2020

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Halo FM Lovers,

Kali ini @Rtupoke ingin kasih rekomendasi pemain free agent di FM 20 nih. Kalau kamu megang tim yang baru promosi, atau kamu ingin nyari pemain back up tanpa mengeluarkan dana besar, artikel ini pastinya sesuai dengan kebutuhan kamu saat ini.

Mimin kasih 3 opsi pemain di masing-masing posisi dengan menggunakan formasi 4-3-2-1. Yuk cek langsung.

Goal Keeper

  • Emiliano Viviano

Pemain berkebangsaan Italy ini pernah menjadi kiper andalan Sampdoria. Di kancah internasional pun Emiliano pernah membela timnas Italy sebanyak enam kali. Musim terakhir sebelum dilepas, dia membela tim serie A, SPAL. Dengan kemampuan goalkeepingnya yang masih belum turun, Emiliano Viviano masih bisa kamu kontrak sebagai kiper utama dan bersaing di liga papan atas Eropa.

  • Stefano Sorrentino

Kiper gaek satu ini mungkin memang sudah terlalu tua untuk bersaing dengan anak-anak muda yang bermain di posisinya. Namun, dengan atribut goalkeeping yang masih di atas rata-rata, Stefano masih bisa dimanfaatkan sebagai penjaga gawang andalan. Reflex dan one on one yang baik adalah atribut unggulannya.

  • Magrão

Kiper asal Brazil yang sudah membela Sport Recife (Serie A Brazil) selama 12 tahun ini tersedia di bursa transfer dan dapat didatangkan secara gratis. Usianya memang di ujung karier. Namun, Magrao masih bisa dimasukkan ke dalam slot pemain cadangan mengingat atributnya yang masih cukup bagus.

KITA LANJUT KEHALAMAN SELANJUTNYA

Dari FMLovers : Challenge Menggunakan Klub dengan Kebijakan Transfer Unik

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Hai FM Lovers,
Kali ini kita akan membahas tentang klub-klub di dunia dengan kebijakan transfer unik. Sebenarnya ada cukup banyak klub-klub dengan kriteria tersebut yang bermain di kompetisi profesional. Namun, yang akan Artupoke bahas di sini hanya klub-klub yang tersedia di database default yang dirilis oleh game Football Manager.

  1. Albirex Niigata Singapore

Klub ini merupakan klub satelit dari Albirex Niigata yang berlaga di J2 League. Mulai ikut serta dalam kompetisi kasta teratas Singapore, Singapore Premier League, sejak tahun 2004. Pada tahun itu, FA Singapore mengundang beberapa tim luar negeri dan klub asal Jepang tersebut termasuk salah satunya.

Klub berjuluk White Swans ini sempat mendominasi Singapore Premier League dengan raihan juara liga dalam tiga tahun berturut-turut (2016-2018).

Klub ini merupakan destinasi yang tepat bagi pemain-pemain muda Jepang yang gagal bersaing mendapat tempat di kompetisi atas J-League. Beberapa pemain muda dari klub-klub elit Jepang serta klub induk Albirex Niigata, memilih bermain di klub ini untuk mencampai performa puncak mereka. Ada beberapa nama yang telah mendapatkan 100 pertandingan liga di klub ini. Mereka adalah Issey Nakajima-Farran (pemain berdarah Jepang yang membela timnas Kanada), Atsushi Shimono, dan Kento Nagasaki (dua nama terakhir bermain di Asia Tenggara sejak pindah dari Albirex Niigata). Jadi, bisa dibilang Albirex Niigata Singapore merupakan gerbang masuknya pemain-pemain Jepang menuju kompetisi Asia Tenggara.

Kebijakan transfer klub ini (merujuk Football Manager 2020) adalah hanya boleh merekrut pemain berdarah Jepang.

Dengan kebijakan ini, para manajer dituntut membuktikan pemain-pemain Jepang Reject ini masih bisa berbicara di kancah Asia Tenggara. Akan lebih membantu untuk para manajer jika menambahkan database J-League sebelum memulai game baru. Karena di database default memang tidak tersedia kompetisi J-League. Hal ini untuk meningkatkan area scouting para manajer agar lebih mudah memperkuat skuad nantinya.

Bersambung ke halaman selanjutnya :

Dari FMLovers : Rekomendasi klub untuk berternak wonderkid #FM20 (5/5)

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Artupoke : ini adalah sambungan dari series Klub Rekomendasi Dari FMLovers, artikel sebelumnya ada disini : FK Vojvodina, SC Heerenveen, Lech Poznan, dan Grasshopper Club Zurich

5. Melbourne City FC

Melbourne City FC

Menuju daratan Australia, kita punya rekomendasi klub yang masih muda. Didirikan pada tahun 2009 dan diakuisisi City Football Group (milik Abu Dhabi united Group yang juga menaungi Manchester City FC). Prestasi tertinggi Melbourne City adalah menempati peringkat ketiga pada tahun 2018. Dengan masih sedikitnya prestasi dan histori klub ini, kamu mempunyai kesempatan sebagai pencetak sejarah baru di klub ini.

Dalam perkembangan pemain usia dini, Melbourne City memiliki City Football Academy yang difasilitasi dengan sangat baik (sama halnya dengan City Football Academy yang dimiliki Manchester City, New York City FC, Yokohama F. Marinos).

Yuk intip para pemain muda dari klub ini.

  • Connor Metcalfe

Pemain internasional U-21 Australia ini merupakan jebolan akademi Melbourne City. Sempat melakoni 5 pertandingan di musim lalu. Musim ini dia dipinjamkan ke Oakleigh Cannons dengan harapan mendapat pengalaman bermain dan siap menembus skuad utama kembali di musim depan.

Kemampuan marking, work rate, dan decision merupakan atribut unggulan yang dimiliki Connor.

  • Denis Genreau

Diproyeksikan sebagai duet maut di sektor tengah, Denis juga menjalani masa peminjaman di Oakleigh Cannons bersama Connor Metcalfe. Bermain di klub yang sama serta negara yang sama, membuat mereka memiliki chemistry yang pas. Bukan tidak mungkin setelah mereka kembali ke Melbourne Victory, mereka bisa menjadi pemain andalan klub di sektor tengah. Denis memiliki keunggulan dalam passing, technique serta decision.

  • Bernardo Oliveira

Pemain ini memang masih berusia muda dan kemampuannya masih cukup jauh untuk mengisi skuad utama. Namun, dia memiliki potensi menjadi pemain hebat di A-League. Pemain berdarah Brazil ini memiliki kemampuan berlari yang menjadi modal penting baginya sebagai gelandang serang.

Nah sekian dulu bahasan kita untuk kali ini. Sudah ada 5 rekomendasi klub yang menarik dicoba untuk mencatat sejarah baru nih. Kalau ada yang tertarik mencoba bermain menggunakan klub-klub tersebut, jangan lupa share pengalaman kalian dengan nge-mention Twitter @rtupoke ya!


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Rekomendasi klub untuk berternak wonderkid #FM20 (4/5)

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Artupoke : ini adalah sambungan dari series Klub Rekomendasi Dari FMLovers, artikel sebelumnya ada disini : FK Vojvodina, SC Heerenveen, dan Lech Poznan

4. Grasshopper Club Zürich

Grasshopper Club Zürich

Klub terluas di Switzerland ini pernah menjadi raksasa negara itu sampai awal tahun 2000-an. Musim 2018-2019 merupakan musim terburuk mereka dalam beberapa dekade terakhir. Mereka harus turun kasta. Karena itu, membawa Grasshopper kembali berkompetisi di divisi teratas merupakan salah satu tantangan menarik bagi para manajer. Selain memiliki sejarah panjang, fasilitas akademi mereka juga menjadi alasan lain bagi para manajer untuk memilih klub ini sebagai langkah awal kesuksesan di FM 20.

Para pemain bereputasi yang mengawali kariernya sebagai pemain muda di Grasshopper di antara lain, Haris Seferović, Eldin Jakupović, Alain Sutter, Johann Vogel, dan Stephan Lichtsteiner.

Bermain di divisi dua, Grasshopper memiliki peluang besar kembali ke divisi teratas bermodalkan para pemain muda potensial. Yuk simak siapa saja mereka.

Nedim Bajrami

Pemain U-21 Swiss ini memang tidak bisa memperkuat tim di musim pertama karena dalam masa pinjaman di Empoli. Namun, jika Empoli tidak mengaktifkan pembelian di akhir musim, Nedim akan kembali ke skuad dan bisa menjadi pemain andalan kamu.

Dia punya kualitas mumpuni sebagai gelandang berkelas. Long shot, vision, passing, technique, serta composure bisa membuatnya menjadi gelandang yang aktif berperan banyak di lini tengah

Allen Njie

Sambil menunggu kepulangan Nedim Bajrami, kamu masih punya Allen Njie kok. Pemain muda satu ini juga bermain di sektor tengah. Di usia yang masih muda ini, dia sudah mengemas 9 caps bersama timnas Liberia. Allen memiliki atribut mental yang terbilang matang untuk pemain seusianya.

Marko Bozinovic

Kemampuannya saat ini memang masih sangat jauh untuk bermain di skuad senior, mengingat usianya yang masih sangat muda. Tetapi jika ditempa dengan baik, dalam 3-4 tahun bukan tidak mungkin Marko mampu menembus skuad utama. Marko punya modal awal untuk menjadi bek tangguh mengingat kemampuan tackling dan marking-nya yang cukup baik.

Petar Pusic

Butuh inside forward yang bisa memorakporandakan pertahanan lawan? Youngster blasteran Swiss-Kroasia ini adalah jawabannya. Kemampuan crossing, dribbling, acceleration, serta agility-nya membuat pemain bertahan lawan keteteran. Pemain yang tepat jika kamu butuh penghancur pertahanan lawan.

BERSAMBUNG KE ARTIKEL SELANJUTNYA YA…..


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Rekomendasi klub untuk berternak wonderkid #FM20 (3/5)

2 Komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Artupoke : ini adalah sambungan dari series Klub Rekomendasi Dari FMLovers, artikel sebelumnya ada disini : FK Vojvodina dan SC Heerenveen

3. Lech Poznan

Lech Poznan

Klub yang bermarkas di INEA Stadion ini merupakan klub papan atas Polandia. Terhitung sudah 7 kali mereka menjuarai Ekstraklasa. Di kancah Eropa, mereka sudah berpartisipasi dalam 2 edisi Europe League. Sementara di keikutsertaan mereka di Champions League masih nihil. Tentunya selain kembali menjadi raja Ekstraklasa, bermain di Champions League bisa menjadi objektif yang bagus bagi para manajer.

Di Polandia, Lech Poznan termasuk klub yang memiliki youth sistem terbaik. Sebut saja nama-nama seperti Jan Bednarek, Karol Linetty, Jacek Dembiński, dan Edmund Białas lahir dari akademi klub ini.

Yuk intip para pemain muda Lech Poznan yang siap menjadi andalanmu dalam mengarungi Ekstraklasa di FM 20.

  1. Robert Gumny

Pemain satu ini bisa dikatakan produk akademi terbaik yang berada di skuad Lech Poznan saat ini. Bermain di sektor bek kanan, Robert menjadi andalan skuad dan tampil reguler. Bukan tidak mungkin melalui performanya di bawah asuhanmu, impiannya bermain untuk timnas Polandia akan segera terwujud. Robert memiliki kapasitas sebagai bek sayap yang mampu bertahan dan menyerang dengan baik. Tackling, marking, acceleration, serta crossing-nya di atas rata-rata pemain Ekstraklasa.

  • Kamil Jozwiak

Pemain kelahiran Miedzyrzecz ini bisa bermain di sektor serang sayap kanan ataupun kiri. Menjadi pemain reguler Lech Poznan sejak usia 18 tahun, Kamil merupakan sosok penting di lini serang klub ini. Dia memiliki atribut kecepatan dan dribel yang membuatnya bisa mengacaukan lini pertahanan lawan.

  • Tymoteusz Klups

Pemain muda ini bisa menjadi tandem Kamil Jozwiak di sisi kanan. Dia memiliki agility serta kemampuan passing yang baik. Pemain kelahiran 2000 ini tampil sebagai pemain reguler sejak musim lalu.

  • Filip Marchwinski

Di usianya yang masih 16 tahun, Filip sudah melakoni debut di tim senior Lech Poznan. Bisa dikatakan pemain ini merupakan talenta terbaik U-19 Lech Poznan. Melalui tangan dingin para manajer FM, bisa dipastikan pemain ini akan menjadi andalan tim dan berpotensi menjadi bintang Polandia di masa depan.

Filip unggul dalam kecepatan dan teknik. Atribut mentalnya pun terbilang lebih matang untuk pemain seusianya.

BERSAMBUNG KE ARTIKEL SELANJUTNYA YA…..


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Older Entries