Beranda

Review IDFM League edisi Agustus 2020

Tinggalkan komentar

Update IDFM League

August 2020

REVIEW IDFM SUPER LEAGUE

Semakin mendekati akhir musim, keseruan IDFM Super League terus bertambah. Tak hanya perebutan tahta juara saja, namun harga diri di papan tengah dan perjuangan menghindari papan bawah patut menjadi sorotan para pecinta IDFM League. de Facolda masih menduduki posisi pemuncak klasemen selama bulan Agustus. Namun performa tim asal Jogja ini tidak semengkilap di bulan Juli pada saat Bakti Ilham Akbar menyabet penghargaan sebagai Manager of The Month bulan Juli, meskipun meraih 13 poin dari 18 poin maksimal yang dapat diperoleh di bulan Agustus. Meskipun menjadi pemuncak klasemen selama 2 bulan, de Facolda tidak boleh terlena karena FC Wow tiba-tiba muncul ke peringkat 2. Penampilan impresif tim asuhan Tataq Harjuna ini selama bulan Agustus menyodok posisi FC Wow dari peringkat 6 ke peringkat 2 klasmen. FC Wow memperoleh 14 poin selama bulan Agustus dan kini hanya berjarak 1 poin dari pemuncak klasmen. Menyodoknya FC Wow ke peringkat 2 menggeser posisi Mbelitar FC dan Jetta Rex Xenon ke peringkat 3 dan 4. Kedua tim ini masih konsisten menempel ketat de Facolda di papan atas IDFM Super League yang hanya menyisakan 9 gameweek lagi.

Di papan tengah, secara mengejutkan tim asal Sidoarjo Bakul Lumpia FC harus melorot ke peringkat 7 di akhir bulan Agustus. Padahal tim asuhan Wied Wijanarko ini cukup konsisten di papan atas hingga bulan Juli. Usut punya usut, merosotnya Bakul Lumpia FC dikarenakan hanya memenangkan 2 dari 5 pertandingan di bulan Agustus. Posisi Bakul Lumpia ini justru disalip oleh kandidat degradasi di awal musim, Asgar Pride. Semenjak jeda lebaran, tim asal Garut ini seperti menemukan sentuhan magisnya. Ega Pamungkas dan pasukannya menyabet 18 poin dari 18 poin yang tersedia di bulan Agustus. Konsistensi Asgar Pride di bulan Agustus ini menyebabkan Asgar Pride naik  4 peringkat dari peringkat 10 ke peringkat 6, memiliki poin yang sama dengan tim tersukses di IDFM League, Benchwarmers dengan 46 poin dan memiliki selisih 9 poin dengan pemuncak klasmen, de Facolda. Seperti bertukar, posisi peringkat 10 di akhir Agustus diisi oleh Scouser Tommy. Tim berlogo liver bird ini masih belum menemukan konsistensi hingga pekan ke 29. Sedangkan tim berlogo wayang, Kurowo FC masih konsisten menjaga jarak dengan zona degradasi. 9 poin yang diperoleh Faisal Deyara dan anak buahnya cukup menjaga jarak dengan zona degradasi sejauh 10 poin. Posisi yang terancam justru malah Boxer FC. Sang juara bertahan IDFM Super League dan semifinalis IDFM Cup tahun lalu benar-benar mengalami penurunan performa. Boxer FC hanya berselisih 5 poin dari zona degradasi. Dengan liga yang menyisakan 9 pertandingan saja, bukan tidak mungkin Boxer FC justru terjerembab ke divisi ke 2 musim depan. Sedangkan dari zona merah, komposisi masih tidak berubah. Omegu FC masih “nyaman” berada di juru kunci dengan raihan 19 poin. 4 poin yang diperoleh tim asuhan Presya Ramadhan ini belum mampu mendongkrak posisi Omegu FC dari peringkat 19 IDFM Super League. Uncle John akhirnya berhasil naik 1 strip ke peringkat 17. Meskipun sepanjang Agustus hanya memperoleh 3 poin sudah cukup karena Firumy FC hanya meraih 1 poin selama Agustus. Sedangkan di posisi play-off degradasi diisi oleh Ratvan Navy, dengan poin yang sama dengan Uncle John.

Cek detailnya di halaman selanjutnya :

Dari FMLovers : Wonderkid Asia Football Manager 2020

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Halo FMLovers

Kali ini kita akan membahas tentang wonderkid Asia nih. Pemain yang masih tergolong wonderkid versi Artupoke adalah yang berada di tingkat umur U-23. Bakal jadi seru, kan, kalau mendatangkan pemain Asia dan menjadikan mereka bintang di pesepakbolaan Eropa.  Siapa aja sih rekomendasi dari Artupoke? Oke langsung kita bahas aja, ya. Artupoke bakal membahas pemain-pemain rekomendasi per posisinya

Goal-Keeper

Di barisan kiper masih didominasi pemain muda dari negeri ginseng, Korea Selatan

Pilihan utama kami adalah Song Beom-Keun. Pemain Jeonbuk Hyundai Motors ini menjadi andalan di bawah mistar gawang dalam dua musim terakhir. Walaupun belum mengecap caps timnas di level umur mana pun, dengan pesatnya perkembangannya, Song menjadi kiper berprospek paling cerah di Asia.

Opsi lainnya ada Kim Dong Heon dari Incheon United. Walaupun pemain satu ini belum mendapatkan menit bermain di tim utama, tetapi diperkirakan dalam beberapa musim ke depan dia memiliki chance untuk menjadi andalan di tim utama. Dari negeri Kangguru ada Thomas Glover yang menjadi opsi lainnya. Lulusan akademi Tottenham Hotspurs ini kini bermain di Melbourne City dan akan menjadi andalan di bawah mistar gawang mereka.

Centre-Back

Di barisan bek tengah terdapat beberapa nama yang menarik. Untuk pilihan utama, kami menjatuhkannya kepada Takehiro Tomiyasu.

Pemain asal negeri sakura ini telah bermain sebanyak 15 kali untuk negaranya di usianya yang masih sangat muda. Dia bisa bermain di sentral bek ataupun di posisi bek kanan. Takehiro mulai menunjukkan kemampuannya saat bermain reguler untuk Avispa Fukuoka di kompetisi J2 League. Klub Belgia, Sint Truidense, tertarik menggunakan jasanya. Di musim terakhir sebelum pindah dari Belgia, Takehiro menjadi pilihan utama di klub itu. Musim ini Takehiro akan bermain di Bologna. Liga Italy akan menjadi tanah dia berkembang.

Pilihan lainnya ada Kim Min-Jae yang sudah bermain reguler di level timnas. Setelah menghabiskan waktu di Jeonbuk, pemain yang dijuluki Monster ini pindah ke Liga China dan bermain untuk Beijing Guoan.

Selain dua pemain di atas, nama Islomjon Qobilov pun bisa menjadi pilihan. Baru mendapat caps di timnas senior, dia pun mulai mendapat menit bermain banyak di klub asalnya, Bunyodkor yang berkompetisi di Liga Uzbekistan.

Defender Right

Posisi bek kanan memiliki beberapa nama. Kandidat paling atas yang kami rekomendasikan adalah Yukinari Sugawara.

Ex-Nagoya Grampus ini merupakan bek modern yang mampu bertahan dan menyerang dengan baik. Di usianya yang masih muda, dia sudah merumput di Liga Belanda bersama AZ Alkmaar. Saat ini Yukinari masih bermain di tim Jong AZ di Eerste Divisie. Namun, jika berhasil menggali potensi pemain ini, dia akan menjadi aset yang berharga di kompetisi level atas.

Seol Yeong-Wu adalah opsi cadangan dari Yukinari. Pemain muda ini bermain untuk Ulsan Hyundai di Liga Korea Selatan.

Defender Left

Kami merekomendasikan Alex Gersbach di posisi ini.

Pengalamannya di beberapa negara Eropa di usia yang masih muda adalah modal besar baginya untuk beradaptasi cepat di kompetisi dengan level tinggi. Pernah bermain di liga Prancis, Belgia, Belanda, serta Norwegia, kini Alex bermain di Denmark. Dengan pengalamannya itu, bukan sesuatu mengejutkan jika dia dipanggil ke timnas Australia. Opsi lainnya adalah Azizbek Amonov yang bermain di liga Uzbekistan. Walaupun belum mendapat kesempatan di timns, tetapi pemain ini memiliki potensi menjadi bintang negeri itu.

Midfielder Centre

Selain Jepang dan Korea Selatan, Uzbekistan tampaknya ikut ambil bagian dalam dominasi daftar wonderkid. Di posisi ini kami merekomendasikan bintang muda Uzbekistan. Jasur Jaloliddinov.

Di usianya yang masih 17 tahun, Jasur sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa dia masih bisa berkembang jauh. Bukan tidak mungkin jika dipoles dengan baik, dia akan menjadi pemain tengah top di Asia.

Pilihan lainnya ada Tyrese Francois yang bermain di tim muda Fulham. Pemain asal Australia ini pun masih bisa berkembang banyak di usianya yang masih 18 tahun.

Dua pemain lain yang menjadi pilihan adalah Li Tenglong, pemain berdarah China yang kini bermain di tim muda Granada. Lalu Paik Seung-Ho, lulusan La Masia yang kini bermain untuk Darmstadt.

Attacking Midfielder Centre

Rekomendasi utama kami tentu saja Takefusa Kubo yang merupakan pemain paling disorot dalam beberapa tahun belakang.

Nama Kubo mulai dikenal orang-orang saat dia mengenyam pendidikan di La Masia. Setelah kembali ke Jepang, dia menjadi pemain andalan FC Tokyo di usianya yang masih 17 tahun. Memasuki usia 18 tahun, Real Madrid merekrutnya. Kini Kubo dipinjamkan ke RCD Mallorca.

Ada banyak wonderkid di posisi ini yang bisa menjadi pilihan. Salah satunya adalah Leo Mazis yang merupakan wonderkid Australia. Saat ini Leo bermain di tim reserve-nya Celtic.

Zach Duncan juga masuk dalam list ini. Pemain Australia ini kini bermain di liga Denmark bersama AGF.

Daichi Kamada di Eintracht Frankfurt pun ikut serta dalam barisan wonderkid. Pemain asal Jepang ini memilih jalur karier yang bagus dengan melanjutkan perjalanannya ke Bundesliga.

Attacking Midfielder Right

Di posisi penyerang sayap kanan, rekomendasi terbaik adalah Lee Kang-In.

Pemain ini cukup versatile. Dia bisa bermain di sisi kiri, kanan, ataupun tengah. Lee merupakan lulusan akademi Valencia dan kini bermain untuk tim utamanya. Di Valencia, Lee menunjukkan perkembangan cukup signifikan. Banyak yang memprediksikan dalam beberapa tahun ke depan, dia bisa merebut posisi pemain utama di skuad Valencia.

Opsi lain ada Daniel Arzani, bintang muda Manchester City yang kini dipinjamkan ke Celtic. Di level timnas pun Daniel sudah debut di timnas Australia.

Pilihan lainnya yaitu Ritsu Dôan yang sukses bersama Groningen dan kini direkrut PSV.

Attacking Midfielder Left

Di posisi penyerang kiri, prospek paling cerah jatuh kepada Hiroki Abe.

Saat Kubo direkrut Real Madrid, Barcelona tak mau kalah dan mendapatkan tanda tangan Hiroki Abe untuk bergabung dengan mereka. Di Kashima Antlers, Abe menjadi sosok penting bagi raksasa Jepang tersebut. Kini di Barcelona karena ketatnya persaingan di skuad utama, dia belum masuk dalam rencana jangka pendek pelatih. Namun, jika dia bisa terus berkembang, besar kemungkinan dia ada peluang di skuad Barcelona. Atau, jika memang harus meninggalkan klub asal Catalan itu, dia punya peluang bergabung dengan klub top Eropa lainnya.

Pilihan lain ada Ryôtarô Meshino yang direkrut Manchester City dari Gamba Osaka. Kini Ryotaro menjalani masa peminjaman di Liga Skotlandia, Hearts.

Mengerucut ke Asia Tenggara, ada nama-nama dari wilayah tersebut yang menembus daftar wonderkid. Mereka adalah Ekanit Panya dari Thailand yang bermain untuk Chiangrai United, dan Egy Maulana Vikri dari Indonesia yang bermain untuk Lechia Gdansk. Kedua pemain tersebut telah menembus skuad timnas senior di usia yang muda.

Striker

Masuk ke posisi striker, pilihan utama kami jatuh kepada Han Kwang-Song.

Striker Korea Utara ini menghabiskan masa mudanya di klub Italy. Sempat bergabung dengan Juventus sebelum dilepas ke Al-Duhail di Liga Qatar. Penampilannya bersama Al-Duhail cukup ciamik. Tidak menutup kemungkinan beberapa tahun ke depan dia akan kembali ke Eropa.

Pilihan lainnya yaitu Suphanat Mueanta, wonderkid yang kini menjadi incaran klub-klub Jepang. Di usianya yang masih 16 tahun, Suphanat sudah menjadi andalan Buriram United dan mendapat caps di timnas senior Thailand.

Opsi lainnya ada John Iredale, pemain Australia yang kini berada di tim muda Wolfsburg. Pemain ini pernah bermain di SC Heerenveen walaupun tidak sempat mendapat debut di tim utama. Di usianya yang masih muda, dia punya kesempatan untuk terus berkembang.


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Review IDFM League edisi JULY 2020

Tinggalkan komentar

Update IDFM League July 2020

REVIEW IDFM SUPER LEAGUE

Liga tertinggi dari struktur piramida turnamen Football Manager terbesar di Indonesia kembali memberikan pertunjukan yang seru. Setelah Jetta Rex Xenon mendominasi puncak klasmen selama 3 bulan, di akhir bulan Juli posisi tim asal Bogor tersebut digeser oleh Mbelitar FC. Jetta Rex Xenon justru melorot 2 peringkat ke peringkat 3 disalip oleh tim promosi, de Facolda. Tim asal Jogja ini berhasil menyabet 12 poin dari 12 poin maksimal di bulan Juli. Hasil ini mendongkrak posisi de Facolda dari peringkat 4 di akhir bulan Juni ke peringkat 2 di akhir bulan Juli, menyalip tim lawas seperti Bakul Lumpia dan Jetta Rex Xenon. Bakul Lumpia FC sendiri harus puas mendapatkan 7 dari 15 poin maksimal di bulan Juli. Selain disalip de Facolda, tim asal Surabaya ini harus rela disalip oleh juara dua kali IDFM Super League, Benchwarmers. Setelah penampilan inkonsistensi selama 4 bulan awal, Benchwarmers menunjukan mentalnya sebagai tim juara. 13 poin dari 15 poin maksimal berhasil mendongkrak posisi tim asal Jakarta ini dari peringkat 9 di akhir bulan Juni ke peringkat 4. Tentu sang pemuncak klasmen, Mbelitar FC harus waspada. Pesaing-pesaing di bawahnya sudah menunggu untuk mengkudeta tim asal Blitar ini. Keseruan tak hanya terjadi di papan atas. Papan tengah dan papan bawah juga menyajikan drama yang tak kalah menarik. Ega Pamungkas, Manager Asgar Pride yang menyabet gelar manager of the month Mei dan Juni kembali membawa tim asal Garut dalam tren positif. 8 poin dari 5 pertandingan di bulan Juli sudah cukup mendongkrak posisi Asgar Pride dari peringkat 13 di akhir bulan Juni ke peringkat 10 di bulan Juli. Yang turut menjadi perhatian adalah sang juara IDFM Premier League 2019, Kurowo FC. Tim berlogo wayang yang begitu perkasa di musim kemarin semakin terseok-seok di papan tengah. Ditambah kegagalan Kurowo FC melaksanakan pertandingan melawan Beltza yang menyebabkan tim asuhan Faisal ini mendapat pengurangan poin. Sedangkan di papan bawah, Songhek yang mendapatkan 8 poin selama bulan Juli berhasil keluar dari zona merah sehingga tim yang mengisi zona merah terdiri dari Ratvan Navy, Uncle John dan Omegu FC

Cek detailnya di halaman selanjutnya :

Review IDFM League edisi Juni 2020

Tinggalkan komentar

Update IDFM League Juni 2020

REVIEW IDFM SUPER LEAGUE

Lagi, lagi dan lagi. Bulan Juni masih milik Jetta Rex Xenon di puncak klasmen. Setelah menguasai klasmen di bulan April dan Mei, tim asal Bogor ini masih menunjukan keperkasaannya dengan memuncaki klasmen di bulan Juni. Walaupun hanya meraih 9 poin dari 15 poin maksimal, termasuk kekalahan dari kandidat juara lain yakni Bakul Lumpia FC, posisi Jetta Rex Xenon di puncak klasmen tidak bergoyang. Namun Jetta Rex Xenon harus waspada, karena posisi tim asuhan Daniel Dinata ini hanya berselisih 2 poin dari Mbelitar  FC dan diikuti Bakul Lumpia FC yang menikung dari peringkat 5 di bulan Mei ke peringkat 3 di bulan Juni. Bakul Lumpia FC juga tak boleh lengah karena tim asal Surabaya ini ditempel ketat oleh de Facolda dengan selisih 1 poin saja. Disisi lain, Sehai United yang di bulan Mei ada diperingkat 4 harus turun 4 peringkat ke peringkat 7, karena performa yang tidak konsisten di bulan Juni.

Selain perebutan papan atas yang semakin sengit, kondisi papan bawah juga patut menjadi perhatian para pecinta IDFM League. Performa mengesankan Asgar Pride di bulan Mei kembali dilanjutkan di bulan Juni ini. Hanya mengalami satu kekalahan dari 4 pertandingan, Asgar Pride terus menjaga jarak dengan zona degradasi, dan berada di posisi 13. Namun usaha tim asal Garut tentu tidaklah mudah, karena 3 tim memiliki poin yang sama dengan Asgar Pride! Ya, anda tak salah baca. Boxer FC di posisi 12, Belzta yang berada di peringkat 15sama-sama mengemas 21 poin. Di zona degradasi sendiri Songhek, Uncle John dan Omegu masih betah berada di zona merah dan masih belum beranjak dari posisinya sejak bulan Mei.

Cek detailnya di halaman selanjutnya :

Dari FMLovers : ASWIJAN Negara Kepulauan PANTHER UNGU

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Halo FMLovers

Pada kesempatan kali ini, Artupoke bakal membahas tentang negara fiktif di ranah Football Manager yang dirancang oleh FM Content Creator, Laura AKA Chilled Moose. Sumber : https://www.fmscout.com/a-aswijan-fm20-database.html

Negara fiktif ini bernama Aswijan (pronounce: Az-wee-jan). Kerennya nih, Si Laura ini nggak cuma asal-asalan bikin negara dan liga-liganya. Dia juga memasukkan unsur budaya serta latar belakang negara ini. Penasaran?

Yuk kita telusuri negara yang satu ini. Aswijan merupakan negara kepulauan yang berada di Benua Eropa, tepatnya di lepas pantai barat Eropa Barat Daya. Negara ini memiliki luas sekitar 50.000 km3 dengan populasi 32 juta penduduk

Sebelum masuk ke ranah sepak bola Aswijan, kita ulas sedikit sejarah negara ini, ya.

Jadi Aswijan ini awalnya ditaklukkan Spanyol pada abad 13, dan baru meraih kemerdekaan di abad 15.

Aswijan ikut serta dalam perang dunia kedua. Hal ini membuat negara ini kesulitan dalam masa pemulihan. Korupsi di dalam negeri ini membuat ekonomi rakyat terjepit. Raya yang berkuasa saat itu, King Angwin, terus mengekang kebebasan sipil, membuat negara menjadi miskin dan kerusuhan mulai menyebar ke seluruh negeri. Keadaan negeri itu chaos.

Sempat terjadi gerakan pemberontakan. Pada tahun 1949, keluarga Abalde dan Barayena bersatu dengan gerakan Kaduqni untuk membentuk Uniore Militia dan mendeklarasikan perang melawan King Angwin. Perang sipil berlangsung hingga 1953, dengan kekalahan Uniore Militia.

King Angwin meneruskan dinastinya. Korupsi dan pertikaian masih berlangsung. Kerusuhan sipil masih berlangsung antara Uniore Militia dan pasukan kerajaan. Pada tahun 1959, King Angwin mengalami kondisi kesehatan yang memburuk dan tanpa aliansi.

Hal ini dimanfaatkan oleh gerakan Kaduqni. Mereka merencanakan kudeta dengan memilih pemimpin yang populer, terkenal, dan berpikir maju ke depan dari dinasti Morcant, yaitu Nimah Morcant. Setelah Queen Nimah Morcant maju, dia mulai mengubah struktur politik negara.

Lagi

IDFM League : The Specialist in Failures of Artupoke IDFM League

Tinggalkan komentar

Ditemui saat sedang santai di parkiran, Manager 404 Not Found sedang menunggu kedatangan orang yang dicintainya. Dinan Segara – seorang penggemar berat Arsene Wenger apakah ini artinya dia akan menjadi Specialist in Failures di Artupoke IDFM League?

***

Berasal dari Lembang Kab Bandung, manajer yang juga berprofesi paruh waktu sebagai pekerja lepas sebagai programmer ini mengakui bahwa ia adalah penggemar Arsenal dan juga manajer legendarisnya, Wenger. “Saya manager yang mempunyai filosofi, seperti Wenger. Tapi saya tetap menyesuaikannya dengan match engine,” tukas pria berkumis tipis ini.

Tim IDFM League yang mewawancarainya dari jendela mobilnya – karena kebijakan physical distancing – sempat ditinggal beberapa menit yang penuh tanda tanya kapan ia akan kembali. Untungnya kami membawa beberapa catatan sebagai pengingat, mengapa kami harus meliput Dinan secara khusus.

Ceritanya dimulai dari fase kualifikasi Artupoke IDFM League di awal musim. Bergabung di Grup E bersama empat tim lainnya, 404 Not Found asuhannya meraih hasil sempurna dengan mengoleksi 12 poin atau artinya menghabisi lawannya yang lain tanpa ampun dan ternyata kemampuannya bukan kaleng-kaleng di kancah Artupoke Championship ia masih tampil digdaya.

Rekan sejawat PS Segut Soson Soson ini hingga Mei mampu meraih 7 kemenangan dan satu kali seri dari delapan laga sebelum memasuki rehat lebaran lalu. 24 poin yang menguasai Grup A Championship, laju Laman yang Dapat Ditemukan nyaris tak terhenti. “Saya pemain lama, saya sudah main FM sejak 2008 sebelumnya akhirnya vakum dan kembali di FM19, ” ujar Dinan.

Ditanya sekembalinya ia dari mengantarkan yang tercinta, ia menjelaskan mengenai filosofinya secara lebih dalam. “Saya mengagumi Wenger tapi saya tahu ada yang bisa diperbaiki dan diaplikasikan di gim ini. Apabila Anda memperhatikan saya senantiasa memilih pemain sayap yang cepat, itu adalah cara saya untuk menerapkan filosofi Wenger-ball dengan lebih baik,” sambungnya. “Saya juga melihat ada yang bisa dilakukan melalui bola mati. Maka dari itu saya sering memilih pemain dengan eksekusi bola mati yang baik, sekaligus pemain dengan kekuatan bola udara. Itulah alasan saya banyak menggunakan DM di 4231 dan 442, demi menambah peluang kesuksesan bola mati.”

Posisi gelandang bertahan semakin berevolusi di sepak bola modern. Mulai dari sebagai pemula serangan, pembagi bola hingga sebagai benteng pertama pemutus serangan lawan. Tapi untuk 404 Not Found, menjadi DM di timnya berarti harus menjadi sosok yang mampu bertahan atau menyerang. Bahkan yang lebih ekstrim lagi, Dinan biasa baru menentukan peran posisi tersebut di 20 menit awal! “Saya sangat adaptif dalam pertandingan,” Ujarnya.

Perdebatan yang cukup unik terjadi mengingat fans klub Meriam London yang sering delusi, bahwa Arsenal-nya Wenger bermain lebih atraktif dibanding Barcelona-nya Pep Guardiola. “Betul, saya mengaplikasikannya di FM dan ternyata cukup memuaskan. Menyerang dari sisi manapun terlihat indah attacking flow-nya, dengan match engine sekarang itu memungkinkan dibanding sebelumnya yang punya kecenderungan bek melakukan long pass,” Sambung Dinan ketika ditanya perbandingan antara Arsenal di era Wenger dan aplikasinya di Football Manager.

“Sebenarnya, hasil yang saya dapatkan berasal dari trial and error. Tidak hanya uji coba, tapi juga melakukan evaluasi menyeluruh,” kata Dinan menambahkan. Ia pun menyatakan tidak perlu malu-malu untuk bersilaturahmi di forum-forum seperti FMBase, FMScout dan SI Games yang menunjukkan berapa banyak jam yang ia investasikan untuk menjadi salah satu kandidat kuat promosi musim ini. “Kalau perlu berkunjung ke streamer Twitch, untuk mencari inspirasi,” sambungnya panjang lebar sekaligus mengajak tim-tim lain yang terpuruk untuk lebih banyak mencari inspirasi di banyak tempat.

Kompetisi Artupoke IDFM League yang sangat intens menurutnya menjadi daya tarik tersendiri, “Ini kompetisi yang saya cari selama ini. Walaupun awalnya hanya ikut-ikut teman, sampai beli FM ori pertama kali.” Tetapi walaupun berkompetisi dengan ketat, setiap peserta IDFM League tidak boleh melupakan tujuan awal adanya kompetisi ini yaitu silaturahmi dan kebersamaan: “ini demi FM dan Miles untuk merilis Football Manager berbahasa Indonesia bukan?” Tutupnya. Meskipun sempat disorot karena ucapan Jose Mourinho sebagai Spesialis Kegagalan, Arsene Wenger dan warisannya jelas terlihat di sosok Dinan Segara dan 404 Not Found. Tepatnya sebagai pemuncak sementara Group A Championship Artupoke IDFM League.

Review IDFM League edisi Mei 2020

Tinggalkan komentar

Update IDFM League May 2020

REVIEW IDFM SUPER LEAGUE

IDFM League kembali berlanjut di bulan Mei. Pada Mei ini, IDFM League menyajikan 3 matchday untuk masing-masing divisi dan kemudian dilanjut dengan libur Lebaran selama dua minggu. Walaupun hanya menyajikan 3 matchday saja. IDFM League tetap menyuguhkan pertandingan yang seru dan menarik.

Dari puncak klasmen sendiri, Jetta Rex Xenon masih mengangkangi lawan-lawannya. Meskipun sempat terbantai oleh juara IDFM Premier League musim lalu, Kurowo FC dengan skor mencolok 5-1, Jetta Rex Xenon tidak goyah dan masih memperoleh 4 poin di dua pertandingan selanjutnya. Bahkan tim asal Bogor ini berjarak 9 poin dengan peringkat 2, Mbelitar FC (ada kesalahan penulisan klasmen pada desain-red). Di bawah Mbelitar FC terdapat de Facolda dan Sehai United yang menempel ketat dengan selisih 1 poin. Bakul Lumpia FC juga masih menempel Sehai United dan de Facolda dengan selisih 2 poin. Sementara sang juara bertahan, Boxer FC masih susah payah menjauhi papan bawah dan berada di posisi 14 dengan raihan 14 poin, hanya berselisih 2 poin dengan zona degradasi. Ratvan Navy dan Uncle John menemani Omegu FC di zona degradasi.

Kabar mengejutkan datang dari Lich King FC. Sang manager, Bijak Riyandi Ahadito memutuskan untuk keluar dari IDFM Super League karena kesibukan di dunia nyata cukup mengganggu waktu partisipasi di IDFM Super League. Sesuai dengan statuta IDFM League pasal 14 ayat 5, semua pertandingan yang melibatkan tim yang mengundurkan diri akan dihapus. Sehingga nantinya tiap tim mengakhiri liga dengan 36 kali bermain. Selain itu, mulai musim ini IDFM League memberi penghargaan kepada manager yang menunjukan performa apik setiap bulan, dan menyelenggarakan voting untuk penghargaan gol terbaik yang submit oleh peserta untuk penghargaan gol terbaik.

Cek detailnya di halaman selanjutnya :

IDFM League : BEDAH TAKTIK 4-4-2 Klasik

Tinggalkan komentar

Si Klasik yang Kembali Jadi Idola

Di IDFM League 2017 dan 2018 tiga striker jadi idola karena mampu meng-exploit bagian half space di antara bek tengah dan full-back.

2015-09-24_Half-Space
half space yang warna orange

Di IDFM League 2019 ada exploit di bagian set piece yang sangat menyebalkan. Tapi di IDFM League 2020, ada yang jauh lebih menarik dibanding dua exploit sebelumnya lewat sebuah formasi klasik yang kembali menjadi idola.

Pada tahun akhir tahun 90an dan awal 2000an, tim-tim Eropa yang menjadi kiblat taktik sepak bola didominasi dengan formasi 4-4-2 klasik. Dengan empat pemain belakang sejajar, empat pemain tengah dan dua penyerang tengah. Ambil contoh Manchester United saat meraih treble di tahun 1999 yang menggunakan formasi dasar ini.

Manchester United 1999/2000 (4-4-2) - Football tactics and ...
Manchester United 1999/2000

Di Artupoke IDFM League 2020, secara mengejutkan taktik yang menjadi pake empat bek ini menjadi idola kebanyakan tim. Menurut tim analis liga, 70% tim mengandalkan formasi dasar ini yang kemudian dikembangkan secara sendiri-sendiri.

4-4-2 sendiri adalah taktik klasik yang juga mampu membuat Blackburn memenangi Premier League 94/95, hingga membuat Juventus berjaya di masa duet Alessandro Del Piero dan David Trezeguet. Tentu saja, 4-4-2 adalah taktik yang sangat terafiliasi dengan timnas Inggris. Formasi yang gagal mengakomodir dua gelandang terbaik Inggris Steven Gerrard dan Frank Lampard.

Kekuatan

Menurut fourfourtwo.com, 4-4-2 memungkinkan tim bermain simpel dengan bola-bola direct. Dengan 4-4-2 juga memungkinkan para penyerang untuk melakukan penetrasi ke depan tanpa dukungan dari para gelandangnya.

Kekuatan lain dari formasi ini adalah permainan di sayap, dengan dua full-back dan dua sayap di lini tengah memungkinkan counter-attack yang cepat dengan merentangkan pertahanan lawan yang tidak siap. Dua kemungkinan pun terjadi, bisa melalui crossing di sepertiga akhir pertahanan lawan, atau melalui penetrasi.

Di Football Manager, situasi dengan memainkan MR/ML membuat lebih banyak space untuk berkreasi dan menekan pertahanan lawan dengan menciptakan chaos di depan empat bek lawan – apabila lawan tidak memainkan DM. Inilah yang dilakukan oleh beberapa tim di Super League seperti De Falcoda dan Sehai United yang sukses dengan formasi klasik ini.

Saat bertahan 4-4-2 memungkinkan tim bermain disiplin dengan menjaga space antar line yang hanya bisa dimaksimalkan apabila tim lawan mampu bermain antar lini dengan baik lewat umpan-umpan pendek, atau penggunaan DM seperti DLP-S atau Regista ataupun penggunaan AMC demi mengadakan posisi pemain yang berada antar lini.

Kekurangan

Jose Mourinho di masa pertama menjadi manager Chelsea pernah berkata bahwa dengan menaruh satu tambahan pemain di tengah bisa membuat sebuah tim dominan melawan 4-4-2. Dan itulah mengapa Mourinho bisa begitu digdaya di tanah Britania yang dominan dengan 4-4-2 dengan menaruh Claude Makelele di belakang Frank Lampard dan Michael Essien dan bermain 4-3-3.

Chelsea 2004–2006 “Coronation of The Special One” – Football Musings
Chelsea 2004/2005

kerja berat untuk para gelandang tengah dalam bertahan dan menyerang juga semestinya menjadi perhatian. Karena itu banyak tim yang mulai menyesuaikan saat melawan 4-4-2 dengan 4-4-1-1 yang menambah satu pemain di area belakang pemain tengah sebagai jembatan pembagi bola, atau pun pemain yang bisa mengancam lewat pergerakan, tendangan jarak jauh, ataupun umpan-umpan daerah. Seperti yang dilakukan oleh dua tim papan atas Jetta Rex Xenon di Super League dan Dark Knight di Championship Group C.

Konklusi

4-4-2 adalah formasi yang relatif seimbang, mengandalkan speed dan kekompakan saat melancarkan serangan balik. Maka dari itu, sangatlah efektif saat tim lawan bermain dengan permainan yang mengandalkan serangan dan meninggalkan keseimbangan.

Dengan mengandalkan pemain sayap cepat dan penyerang tengah yang cepat membuat 4-4-2 sangatlah populer. Tetapi, seperti halnya teori di dunia nyata bahwa ada ruang antar lini yang bisa dieksploitasi formasi klasik tersebut semestinya bisa dikalahkan lewat kemampuan manager dengan menjadi lebih adaptif dalam pertandingan.

Review IDFM League edisi April 2020

Tinggalkan komentar

REVIEW APRIL: IDFM CHAMPIONSHIP YANG MENEGANGKAN!

IDFM League kembali menyajikan pertandingan-pertandingan yang menarik di Bulan April. Setelah Bulan Maret gong turnamen dipukul dengan menyajikan IDFM Super Cup yang dilanjutkan oleh IDFM Super League dan IDFM Cup, di Bulan April genderang perang antar tim dari divisi kedua, yakni IDFM Championship juga mulai ditabuh. Total ada 60 pertandingan IDFM Super League 103 pertandingan IDFM Championship dan 15 pertandingan IDFM Cup yang mewarnai Bulan April.

Update IDFM League April 2020

DAFTAR ISI
REVIEW IDFM SUPER LEAGUE
Klasemen Artupoke IDFM Super League per GW10
APRIL Manager of the Month
APRIL Flop Manager of the Month
Most Picked Players of the Month

REVIEW IDFM CHAMPIONSIP
Klasemen Artupoke IDFM Championship per GW10
APRIL Manager of the Month
APRIL Flop Manager of the Month
Most Picked Players of the Month

REVIEW IDFM RETROPUS CUP

Dari FMLovers : Daftar Free Agents Player untuk FM2020

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Halo FM Lovers,

Kali ini @Rtupoke ingin kasih rekomendasi pemain free agent di FM 20 nih. Kalau kamu megang tim yang baru promosi, atau kamu ingin nyari pemain back up tanpa mengeluarkan dana besar, artikel ini pastinya sesuai dengan kebutuhan kamu saat ini.

Mimin kasih 3 opsi pemain di masing-masing posisi dengan menggunakan formasi 4-3-2-1. Yuk cek langsung.

Goal Keeper

  • Emiliano Viviano

Pemain berkebangsaan Italy ini pernah menjadi kiper andalan Sampdoria. Di kancah internasional pun Emiliano pernah membela timnas Italy sebanyak enam kali. Musim terakhir sebelum dilepas, dia membela tim serie A, SPAL. Dengan kemampuan goalkeepingnya yang masih belum turun, Emiliano Viviano masih bisa kamu kontrak sebagai kiper utama dan bersaing di liga papan atas Eropa.

  • Stefano Sorrentino

Kiper gaek satu ini mungkin memang sudah terlalu tua untuk bersaing dengan anak-anak muda yang bermain di posisinya. Namun, dengan atribut goalkeeping yang masih di atas rata-rata, Stefano masih bisa dimanfaatkan sebagai penjaga gawang andalan. Reflex dan one on one yang baik adalah atribut unggulannya.

  • Magrão

Kiper asal Brazil yang sudah membela Sport Recife (Serie A Brazil) selama 12 tahun ini tersedia di bursa transfer dan dapat didatangkan secara gratis. Usianya memang di ujung karier. Namun, Magrao masih bisa dimasukkan ke dalam slot pemain cadangan mengingat atributnya yang masih cukup bagus.

KITA LANJUT KEHALAMAN SELANJUTNYA

Older Entries