Beranda

Dari FMLovers : Wonderkid Asia Football Manager 2020

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Halo FMLovers

Kali ini kita akan membahas tentang wonderkid Asia nih. Pemain yang masih tergolong wonderkid versi Artupoke adalah yang berada di tingkat umur U-23. Bakal jadi seru, kan, kalau mendatangkan pemain Asia dan menjadikan mereka bintang di pesepakbolaan Eropa.  Siapa aja sih rekomendasi dari Artupoke? Oke langsung kita bahas aja, ya. Artupoke bakal membahas pemain-pemain rekomendasi per posisinya

Goal-Keeper

Di barisan kiper masih didominasi pemain muda dari negeri ginseng, Korea Selatan

Pilihan utama kami adalah Song Beom-Keun. Pemain Jeonbuk Hyundai Motors ini menjadi andalan di bawah mistar gawang dalam dua musim terakhir. Walaupun belum mengecap caps timnas di level umur mana pun, dengan pesatnya perkembangannya, Song menjadi kiper berprospek paling cerah di Asia.

Opsi lainnya ada Kim Dong Heon dari Incheon United. Walaupun pemain satu ini belum mendapatkan menit bermain di tim utama, tetapi diperkirakan dalam beberapa musim ke depan dia memiliki chance untuk menjadi andalan di tim utama. Dari negeri Kangguru ada Thomas Glover yang menjadi opsi lainnya. Lulusan akademi Tottenham Hotspurs ini kini bermain di Melbourne City dan akan menjadi andalan di bawah mistar gawang mereka.

Centre-Back

Di barisan bek tengah terdapat beberapa nama yang menarik. Untuk pilihan utama, kami menjatuhkannya kepada Takehiro Tomiyasu.

Pemain asal negeri sakura ini telah bermain sebanyak 15 kali untuk negaranya di usianya yang masih sangat muda. Dia bisa bermain di sentral bek ataupun di posisi bek kanan. Takehiro mulai menunjukkan kemampuannya saat bermain reguler untuk Avispa Fukuoka di kompetisi J2 League. Klub Belgia, Sint Truidense, tertarik menggunakan jasanya. Di musim terakhir sebelum pindah dari Belgia, Takehiro menjadi pilihan utama di klub itu. Musim ini Takehiro akan bermain di Bologna. Liga Italy akan menjadi tanah dia berkembang.

Pilihan lainnya ada Kim Min-Jae yang sudah bermain reguler di level timnas. Setelah menghabiskan waktu di Jeonbuk, pemain yang dijuluki Monster ini pindah ke Liga China dan bermain untuk Beijing Guoan.

Selain dua pemain di atas, nama Islomjon Qobilov pun bisa menjadi pilihan. Baru mendapat caps di timnas senior, dia pun mulai mendapat menit bermain banyak di klub asalnya, Bunyodkor yang berkompetisi di Liga Uzbekistan.

Defender Right

Posisi bek kanan memiliki beberapa nama. Kandidat paling atas yang kami rekomendasikan adalah Yukinari Sugawara.

Ex-Nagoya Grampus ini merupakan bek modern yang mampu bertahan dan menyerang dengan baik. Di usianya yang masih muda, dia sudah merumput di Liga Belanda bersama AZ Alkmaar. Saat ini Yukinari masih bermain di tim Jong AZ di Eerste Divisie. Namun, jika berhasil menggali potensi pemain ini, dia akan menjadi aset yang berharga di kompetisi level atas.

Seol Yeong-Wu adalah opsi cadangan dari Yukinari. Pemain muda ini bermain untuk Ulsan Hyundai di Liga Korea Selatan.

Defender Left

Kami merekomendasikan Alex Gersbach di posisi ini.

Pengalamannya di beberapa negara Eropa di usia yang masih muda adalah modal besar baginya untuk beradaptasi cepat di kompetisi dengan level tinggi. Pernah bermain di liga Prancis, Belgia, Belanda, serta Norwegia, kini Alex bermain di Denmark. Dengan pengalamannya itu, bukan sesuatu mengejutkan jika dia dipanggil ke timnas Australia. Opsi lainnya adalah Azizbek Amonov yang bermain di liga Uzbekistan. Walaupun belum mendapat kesempatan di timns, tetapi pemain ini memiliki potensi menjadi bintang negeri itu.

Midfielder Centre

Selain Jepang dan Korea Selatan, Uzbekistan tampaknya ikut ambil bagian dalam dominasi daftar wonderkid. Di posisi ini kami merekomendasikan bintang muda Uzbekistan. Jasur Jaloliddinov.

Di usianya yang masih 17 tahun, Jasur sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa dia masih bisa berkembang jauh. Bukan tidak mungkin jika dipoles dengan baik, dia akan menjadi pemain tengah top di Asia.

Pilihan lainnya ada Tyrese Francois yang bermain di tim muda Fulham. Pemain asal Australia ini pun masih bisa berkembang banyak di usianya yang masih 18 tahun.

Dua pemain lain yang menjadi pilihan adalah Li Tenglong, pemain berdarah China yang kini bermain di tim muda Granada. Lalu Paik Seung-Ho, lulusan La Masia yang kini bermain untuk Darmstadt.

Attacking Midfielder Centre

Rekomendasi utama kami tentu saja Takefusa Kubo yang merupakan pemain paling disorot dalam beberapa tahun belakang.

Nama Kubo mulai dikenal orang-orang saat dia mengenyam pendidikan di La Masia. Setelah kembali ke Jepang, dia menjadi pemain andalan FC Tokyo di usianya yang masih 17 tahun. Memasuki usia 18 tahun, Real Madrid merekrutnya. Kini Kubo dipinjamkan ke RCD Mallorca.

Ada banyak wonderkid di posisi ini yang bisa menjadi pilihan. Salah satunya adalah Leo Mazis yang merupakan wonderkid Australia. Saat ini Leo bermain di tim reserve-nya Celtic.

Zach Duncan juga masuk dalam list ini. Pemain Australia ini kini bermain di liga Denmark bersama AGF.

Daichi Kamada di Eintracht Frankfurt pun ikut serta dalam barisan wonderkid. Pemain asal Jepang ini memilih jalur karier yang bagus dengan melanjutkan perjalanannya ke Bundesliga.

Attacking Midfielder Right

Di posisi penyerang sayap kanan, rekomendasi terbaik adalah Lee Kang-In.

Pemain ini cukup versatile. Dia bisa bermain di sisi kiri, kanan, ataupun tengah. Lee merupakan lulusan akademi Valencia dan kini bermain untuk tim utamanya. Di Valencia, Lee menunjukkan perkembangan cukup signifikan. Banyak yang memprediksikan dalam beberapa tahun ke depan, dia bisa merebut posisi pemain utama di skuad Valencia.

Opsi lain ada Daniel Arzani, bintang muda Manchester City yang kini dipinjamkan ke Celtic. Di level timnas pun Daniel sudah debut di timnas Australia.

Pilihan lainnya yaitu Ritsu Dôan yang sukses bersama Groningen dan kini direkrut PSV.

Attacking Midfielder Left

Di posisi penyerang kiri, prospek paling cerah jatuh kepada Hiroki Abe.

Saat Kubo direkrut Real Madrid, Barcelona tak mau kalah dan mendapatkan tanda tangan Hiroki Abe untuk bergabung dengan mereka. Di Kashima Antlers, Abe menjadi sosok penting bagi raksasa Jepang tersebut. Kini di Barcelona karena ketatnya persaingan di skuad utama, dia belum masuk dalam rencana jangka pendek pelatih. Namun, jika dia bisa terus berkembang, besar kemungkinan dia ada peluang di skuad Barcelona. Atau, jika memang harus meninggalkan klub asal Catalan itu, dia punya peluang bergabung dengan klub top Eropa lainnya.

Pilihan lain ada Ryôtarô Meshino yang direkrut Manchester City dari Gamba Osaka. Kini Ryotaro menjalani masa peminjaman di Liga Skotlandia, Hearts.

Mengerucut ke Asia Tenggara, ada nama-nama dari wilayah tersebut yang menembus daftar wonderkid. Mereka adalah Ekanit Panya dari Thailand yang bermain untuk Chiangrai United, dan Egy Maulana Vikri dari Indonesia yang bermain untuk Lechia Gdansk. Kedua pemain tersebut telah menembus skuad timnas senior di usia yang muda.

Striker

Masuk ke posisi striker, pilihan utama kami jatuh kepada Han Kwang-Song.

Striker Korea Utara ini menghabiskan masa mudanya di klub Italy. Sempat bergabung dengan Juventus sebelum dilepas ke Al-Duhail di Liga Qatar. Penampilannya bersama Al-Duhail cukup ciamik. Tidak menutup kemungkinan beberapa tahun ke depan dia akan kembali ke Eropa.

Pilihan lainnya yaitu Suphanat Mueanta, wonderkid yang kini menjadi incaran klub-klub Jepang. Di usianya yang masih 16 tahun, Suphanat sudah menjadi andalan Buriram United dan mendapat caps di timnas senior Thailand.

Opsi lainnya ada John Iredale, pemain Australia yang kini berada di tim muda Wolfsburg. Pemain ini pernah bermain di SC Heerenveen walaupun tidak sempat mendapat debut di tim utama. Di usianya yang masih muda, dia punya kesempatan untuk terus berkembang.


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Review IDFM League edisi JULY 2020

Tinggalkan komentar

Update IDFM League July 2020

REVIEW IDFM SUPER LEAGUE

Liga tertinggi dari struktur piramida turnamen Football Manager terbesar di Indonesia kembali memberikan pertunjukan yang seru. Setelah Jetta Rex Xenon mendominasi puncak klasmen selama 3 bulan, di akhir bulan Juli posisi tim asal Bogor tersebut digeser oleh Mbelitar FC. Jetta Rex Xenon justru melorot 2 peringkat ke peringkat 3 disalip oleh tim promosi, de Facolda. Tim asal Jogja ini berhasil menyabet 12 poin dari 12 poin maksimal di bulan Juli. Hasil ini mendongkrak posisi de Facolda dari peringkat 4 di akhir bulan Juni ke peringkat 2 di akhir bulan Juli, menyalip tim lawas seperti Bakul Lumpia dan Jetta Rex Xenon. Bakul Lumpia FC sendiri harus puas mendapatkan 7 dari 15 poin maksimal di bulan Juli. Selain disalip de Facolda, tim asal Surabaya ini harus rela disalip oleh juara dua kali IDFM Super League, Benchwarmers. Setelah penampilan inkonsistensi selama 4 bulan awal, Benchwarmers menunjukan mentalnya sebagai tim juara. 13 poin dari 15 poin maksimal berhasil mendongkrak posisi tim asal Jakarta ini dari peringkat 9 di akhir bulan Juni ke peringkat 4. Tentu sang pemuncak klasmen, Mbelitar FC harus waspada. Pesaing-pesaing di bawahnya sudah menunggu untuk mengkudeta tim asal Blitar ini. Keseruan tak hanya terjadi di papan atas. Papan tengah dan papan bawah juga menyajikan drama yang tak kalah menarik. Ega Pamungkas, Manager Asgar Pride yang menyabet gelar manager of the month Mei dan Juni kembali membawa tim asal Garut dalam tren positif. 8 poin dari 5 pertandingan di bulan Juli sudah cukup mendongkrak posisi Asgar Pride dari peringkat 13 di akhir bulan Juni ke peringkat 10 di bulan Juli. Yang turut menjadi perhatian adalah sang juara IDFM Premier League 2019, Kurowo FC. Tim berlogo wayang yang begitu perkasa di musim kemarin semakin terseok-seok di papan tengah. Ditambah kegagalan Kurowo FC melaksanakan pertandingan melawan Beltza yang menyebabkan tim asuhan Faisal ini mendapat pengurangan poin. Sedangkan di papan bawah, Songhek yang mendapatkan 8 poin selama bulan Juli berhasil keluar dari zona merah sehingga tim yang mengisi zona merah terdiri dari Ratvan Navy, Uncle John dan Omegu FC

Cek detailnya di halaman selanjutnya :