Beranda

Welcome to Blognya FMLovers !

2 Komentar

Hallo FMLovers,

Selamat datang di Blognya FMLovers, blog pertama dalam bahasa Indonesia yang dikhususkan untuk memberikan tips dan trik game simulasi sepakbola Football Manager :

Silahkan melakukan navigasi kepada blog ini, tetapi jika kamu bingung. Kamu bisa melihat list dibawah

  • Team Instructions : Kalau kamu kebingungan instruksi tim seperti clear ball to flanks, exploit the middle, atau kapan saat yang tepat untuk menaikkan atau menurunkan tempo permainan tim, bisa lihat disini :
  • Player Instruction : Instruksi pemain dilakukan saat kamu ingin memberikan instruksi khusus kepada pemain tertentu saja, seperti pass it shorter, roam from position. Disini kamu bisa lebih dalam mengetahuinya.
  • Player Preferred Moves : Apa sih maksud PPM ? dan kenapa itu penting diperhatikan bila kamu ingin menerapkan team instruction atau player instruction. Kamu bisa lihat disini.
  • FM Role & Duties : Apa maksudnya Enganche, false nine, No-Nonsense Centre-Back, half back, dll ? kamu bisa baca disini.

Tips di atas khusus dibuat untuk kamu untuk mengetahui beberapa basic Football Manager !, jika kamu ingin mengetahui tips spesifik seperti apa minimum spec requirement football manager, wonderkids, atau solusi untuk crash dump football manager. (tapi jangan minta Crack dan patch Football Manager disini ya 😀 ) Kamu bisa lihat di Football Manager Tips

Blognya FMLovers juga menyediakan jasa buat kamu ingin membeli FMRTE atau game original steam lho, cek dimari

Dan jika kamu ingin menikmati sharing cerita para FMLovers selama terjebak di game ini, kamu bisa baca kisah kisah mereka di #FMLoversStory, atau kamu ingin tulisanmu dimuat disini juga ? jangan ragu-ragu untuk kirim ke admin@artupoke.com

So, Silahkan berselancar, dan Happy FM ya FMLovers !


\\follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

[20200308]

Review IDFM League edisi Oktober 2020

Tinggalkan komentar

Update IDFM League

Oktober 2020

REVIEW IDFM SUPER LEAGUE

Bulan Oktober merupakan bulan penghujung penyelenggaraan IDFM League, mulai dari IDFM Super League, IDFM Championship dan IDFM Cup. Semua turnamen menyajikan pertarungan yang menarik hingga akhir musim. FC Wow yang berjarak 5 poin di 3 pekan terakhir harus mengunci semua kemenangan dan berharap de Facolda terpeleset agar mendapatkan title juara IDFM Super League. Kemenangan atas Ratvan Navy, Firumy FC dan Songhek tidak cukup untuk menggeser de Facolda dari puncak klasmen karena tim asuhan Bakti Ilham Akbar itu berhasil mengunci kemenangan atas Mbelitar FC dan Belzta. Sedangkan pesaing lain, Benchwarmers sebenarnya berpeluang menyalip de Facolda di menit-menit akhir IDFM Super League namun kekalahan atas Sehai United di pekan terakhir membuat tim asal Jakarta ini harus puas berada di peringkat 3 dan gagal meraih gelar IDFM Super League ke tiga sepanjang sejarah. Gelar juara akhirnya mendarat kepada tim promosi musim ini, de Facolda.

Sementara itu dari zona degradasi harus menurunkan Uncle John, Omegu FC, Firumy FC dan Songhek dari IDFM Super League musim depan. Inkonsistensi 4 tim ini sepanjang 8 bulan ini gagal diperbaiki dan harus puas berada di zona terbawah IDFM Super League. Sedangkan Songhek yang berada di zona playoff harus menelan pil pahit kalah oleh peringkat 5 IDFM Championship, 404 Nout Found dengan agregat 4-2. Dengan begitu, ada 5 tim IDFM Super League dan 5 tim IDFM Championship yang bertukar posisi  musim depan. The greatest escape show berhasil ditampilkan oleh Ratvan Navy. Setelah sepanjang musim berkutat di zona merah dan zona playoff, kemenangan penting atas Omegu FC berhasil menjauhkan tim asal Jogja ini dari zona merah dan berhasil bertahan di IDFM Super League musim depan.

Sedangkan di papan tengah, tim promosi lain seperti Mbelitar FC dan Asgar Pride bisa memberikan kejutan dengan berada di peringkat 8 dan 6. Kedua tim promosi tersebut berhassil mengungguli juara bertahan IDFM Super League yang hanya sanggup bercokol diperingkat 12.

Cek detailnya di halaman selanjutnya :

Team Talk : FM21 Beta sudah rilis hari ini ! Download segera !

Tinggalkan komentar

FM Lovers,

FM21 versi Beta sudah dirilis pagi ini tanggal 11 November 2020. memang ada delay dari biasanya 2 minggu pas dari tanggal rilis fullnya, yaitu 24 November 2020. Jadi yang sudah preorder FM21 dan sudah ajukan cuti di hari kemaren, hari ini silahkan ajukan cuti lagi 😀

Download Sizenya sekitar 4.4 GB ya.

Dan untuk FM21 Touch, mengutip dari staffnya SIgames di forum . FM21 Touch tidak akan dirilis versi betanya dan versi fullnya akan mundur menjadi 1 Desember 2020.

Well, mudah2an gameplaynya FM21 memuaskan ya. Enjoy the game !


\\follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

IDFM LEAGUE : Tentang Adaptasi, Tekanan dan Bicara Masa Depan

Tinggalkan komentar

Delapan bulan telah dilalui oleh seluruh tim yang berkompetisi di Artupoke IDFM League. Tetapi setidaknya ada dua tim yang patut disorot, dan tim tersebut adalah: Boxer FC dan Gotir FC.

Boxer adalah salah satu tim legendaris di liga online Football Manager terbesar di Asia Tenggara dengan segudang prestasi selama tiga musim bernaung. Sementara itu Gotir, menjalani musim keduanya di kasta kedua IDFM League yaitu Artupoke Championship. Menarik untuk melihat kiprah kedua tim ini mengingat kedua manager kerap melontarkan psy-war satu sama lain.

Dan musim depan, baik Boxer yang dimanajeri oleh Adam Khassaugi dan Gotir yang dimanageri oleh Mahatir, akan bermain di kasta utama yaitu Super League.

“Ini yang sudah saya nantikan,” tegas Mahatir, manager Gotir yang kami interview dengan secepat kilat. “Kami mungkin tidak diunggulkan, tapi kami di sini – di Super League musim depan. Itu artinya saya punya kesempatan untuk mengalahkannya,” sambungnya.

Tentu apa yang disebutkan oleh Gotir tampak sangat jemawa, terlebih Boxer bukanlah tim sembarangan. Adam – sang manager, adalah salah satu generasi pertama yang berhasil promosi ke kasta tertinggi meskipun tim berlambang orang menggunakan sarung tinju dan boxer ini lebih lekat dengan predikat runner up.

Akan tetapi, musim ini Boxer menjalani musim terburuknya selama berkencah di Artupoke IDFM League selama empat tahun ke belakang. Ia berkata: “Musim ini aneh, benar-benar aneh. Persiapan yang tidak matang di awal musim mengakibatkan kami sempat berada di zona merah, meskipun akhirnya cukup nyaman di papan tengah,” tukas Adam sang manager.

“Sekarang saya paham betul seperti apa stress-nya seorang manager saat timnya tidak perform. Pressure-nya tinggi, tapi ini justru melecut anak-anak untuk tampil lebih baik, terutama di paruh kedua kompetisi,” sambungnya. “Kami berusaha sebaik mungkin musim depan, Benchwarmers – rival kami – tampil konsisten lagi dan saya pasti bisa kembali ke papan atas.”

Sementara itu Gotir, telah memastikan diri dengan predikat runner up Artupoke Championship setelah mencuri perhatian dengan muncul sebagai juara group C di fase group sepanjang 26 laga. “Kuncinya, saya bersungguh-sungguh. Dan siapa yang bersungguh-sungguh dia pasti berhasil,” sebut manager tim ini, Mahatir.

Group C bisa disebut sebagai group paling oportunis dan merata kekuatan timnya. Terutama di paruh kedua kompetisi – setelah dominasi AC Dark Knight runtuh, peluang semua tim menjadi sangat merata. Total perolehan poin di group ini pun lebih kecil di banding milik Hexorcist dengan 50 poin di group A, Kasamu dengan 53 poin di group, Gotir sendiri “hanya” mengoleksi 47 poin!

“Saya melihat ada pergantian trend pada tengah musim, saat Batsy (julukan AC Dark Knight) menggunakan 4-4-1-1 yang begitu digdaya lalu melemah di tengah musim, saya mulai mengukuti trend hingga akhirnya kembali ke 4-4-2 saat justru banyak yang meninggalkan taktik tersebut,” sebut Mahatir yang diamini oleh Adam. “Itu benar beberapa tim turun drastis saat pertengahan musim.”

Mengenai Retropus IDFM Cup, manager Boxer pun mengakui bahwa ia berusaha untuk tampil baik di ajang tersebut hanya saja kurang beruntung: “Setelah hancur di liga, target saya berikutnya adalah Retropus IDFM Cup. Tapi kami harus bertemu dengan Bakul Lumpia, tim yang memiliki taktik sangat baik musim ini.”

Boxer yang mengakhiri musim di papan tengah klasemen memberikan satu kalimat yang cukup membuat Gotir harus waspada musim depan dalam mengarungi kasta tertinggi Artupoke IDFM League. Ia menegaskan, “Meskipun kami sering mengadakan latihan sparring, Gotir harus tahu bahwa Super League tidak bisa disamakan dengan divisi Championship. Di sini penuh tim yang berpengalaman dan ambisius. Dan saat kita berada di satu divisi yang sama, maka tidak akan ada lagi sparring.”


Pernyataan tersebut dibalas dengan cara yang tak kalah elegan oleh Gotir, “Saat melawan Boxer tim akan menurunkan performa yang terbaik. Karena setiap momen melawan Boxer, kemenangan jadi hal yang wajib.”


Derby dari dua tim ini patut ditunggu kehadirannya musim depan. Siapakah yang akan berada lebih tinggi? Sang tim promosi Gotir? Atau Boxer yang akan kembali bangkit musim depan?

Sebuah pepatah pernah disampaikan oleh mantan manager Liverpool FC yang lengendaris, Sir Kenny Dalglish: “Waktu adalah obat paling mujarab menghadapi penyakit (Cedera).” tapi di Artupoke IDFM Super League waktu adalah jawaban yang paling benar menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Sampai ketemu musim depan!

FM Role & Duties : No Nonsense Full Back / Wide Players

Tinggalkan komentar

No Nonsense Full Back (NNFB) adalah versi melebar dari No-Nonsense Centre Back. Jadi jangan harap pemain dengan Role ini akan membantu serangan tim kalian, Alih-alih mencoba membantu membangun serangan, NNFB tidak akan mengambil risiko dan hanya mengoper ke rekan setim lainnya, atau, ketika ditekan, sapu bersih. Intinya NNFB adalah Bek Murni.

Lagi

IDFM LEAGUE : KETAT DI ATAS, KERAS DI TENGAH, PANAS DI BAWAH

Tinggalkan komentar

Judul diatas tepat untuk menggambarkan persaingan IDFM Super League 2020. Sampai dengan GW 34, masih belum memunculkan tim yang juara maupun tim yang terdegradasi. Semua manajer tim saling berlomba mengerahkan taktik dan pemain terbaiknya, untuk meraih hasil yang maksimal. Tidak ada yang ingin terdegradasi, begitupun semua juga ingin meraih gelar juara. Berikut klasemen sampai dengan GW36 :

PEREBUTAN GELAR JUARA

Hingga GW36 masih ada 3 tim yang berpeluang meraih juara. Adapun 3 tim tersebut adalah de Falcoda, FC Wow dan Benchwarmers. Mari kita utak atik peluang 3 tim tersebut.

Lagi

Review IDFM League edisi September 2020

Tinggalkan komentar

Update IDFM League

September 2020

REVIEW IDFM SUPER LEAGUE

Semakin berakhirnya IDFM Super League 2020, turnamen e-sport­ Football Manager terbesar se Indonesia semakin menunjukan keseruannya. De Facolda masih memimpin klasmen sepanjang bulan September. Namun posisi de Facolda tidak aman karena FC Wow berhasil memangkas selisih 4 poin di akhir bulan Agustus menjadi 1 poin saja. Kegagalan de Facolda mengalahkan FC Wow di pekan 34 menjadikan posisi tim asal Jogja ini tidak aman. Selain itu, FC Wow masih menyimpan 1 pertandingan yang bisa menjadi pertandingan kunci FC Wow untuk merebut tahta dari de Facolda. Persaingan gelar juara tak hanya diperebutkan oleh kedua tim, namun Benchwarmers, tim tersukses sepanjang sejarah IDFM League pelan-pelan merangsek naik. Dalam 4 pertandingan di bulan September, tim asal Jakarta ini berhasil meraih 3 kemenangan dan naik dari peringkat 6 di bulan Agustus ke peringkat 3 di bulan September. FC Wow dan de Facolda tentu saja tidak bisa memandang sebelah mata Benchwarmers.

Performa bagus Benchwarmes di bulan September menyebabkan tim promosi Mbelitar FC harus tergusur. Setelah nyaman di 3 besar sepanjang musim, akhirnya tim asal Blitar ini harus terpental ke peringkat 4. Mbelitar FC hanya berhasil membawa pulang 4 dari 15 poin maksimal di bulan September. Usaha Mbelitar FC untuk merebut gelar juara dan mengejutkan para pecinta IDFM League semakin berat. Posisi Mbelitar FC diikuti oleh Bakul Lumpia dengan 54 poin, Jetta Rex Xenon dengan 53 poin serta Asgar Pride dengan poin yang sama.Yang tidak boleh lupa dari sorotan IDFM League setiap musimnya, Kurowo FC mulai kembali merangsek naik ke papan tengah. Setelah hamper terjerembab ke zona degradasi sepanjang musim, tim berlogo wayang ini naik 3 strip ke peringkat 9 setelah meraih 9 poin sepanjang bulan September. Kurowo FC berhasil menyalip Scouser Tommy dan SSB Kapal Api yang performanya tidak kunjung stabil hingga bulan September.

Keseruan tak hanya dirasakan oleh tim papan atas dan papan tengah. 8 hingga 10 tim berebut keluar dari zona degradasi. Performa mengejutkan tentu saja datang dari Omegu FC. 12 dari 15 poin maksimal berhasil didapatkan oleh Omegu FC. Performa mengkilap tersebut menyebabkan Omegu FC lepas dari posisi juru kunci untuk pertama kalinya. Omegu FC berhasil menipiskan jarak 13 poin dari zona aman di akhir bulan Agustus menjadi hanya 4 poin saja di bulan September. Dengan pertandingan yang menyisakan 3 pertandingan, bukan tidak mungkin Omegu FC memberikan kejutan dengan lolos dari zona degradasi dan tetap berada di IDFM Super League musim depan. Sang juara bertahan yang performanya tidak meyakinkan sejak awal musim justru masih terancam dengan zona degradasi. Meskipun Boexer FC memperoleh 8 poin di bulan September, Boxer FC hanya naik satu strip dari posisi 14 di akhir bulan Agustus ke posisi 13 pada akhir bulan September.Boxer FC juga hanya terpaut 8 poin dengan menyisakan 3 hingga 4 pertandingan lagi. Tak hanya Boxer FC yang terancam, gelar kandidat degradasi juga melekat pada Maung London. Tim asuhan Auzan Amanatullah ini gagal mendapatkan poin sepanjang bulan September. Performa yang amat buruk ini menyebabkan tim asal Bandung ini hanya berjarak 3 poin saja dengan zona degradasi. Jika performa tim ini tidak membaik, bukan tidak mungkin Maung London harus terdegradasi musim depan.

Cek detailnya di halaman selanjutnya :

Dari FMLovers : Wonderkid di Football Manager Tetapi Memble di Dunia Nyata

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Baihaki
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Beberapa waktu lalu, muncul kabar gembira di temlen Facebook. Ada penawaran download gratis game Football Manager 2020 secara legal dan gratis dari Epic Games dalam kurun waktu tertentu. Berhubung saya suka yang gratis-gratis, lumayan dong! Apalagi, biasanya (sumpah bukan saya!), banyak orang yang mengulik-ulik Google buat mencari crack FM.

Bermain game ini bagi saya cukup seru. Apalagi, cara mainnya bisa dilakukan ketika menyelesaikan kerjaan atau bahkan nulis artikel ini. Salah satu keseruan yang kerap saya lakukan saat bermain game FM adalah berburu wonderkid. Kehadiran wonderkid mampu menopang performa tim dan kemudian bisa dijual dengan harga tinggi ke klub kaya.

Ngomong-ngomong tentang wonderkid di FM, tidak semua pemain berbakat itu ternyata mampu mengembangkan talentanya sehingga jadi pemain besar di dunia nyata. Contoh paling nyata adalah Maxim Tsigalko yang terkenal sebagai goal getter andal di Championship Manager (CM). Eh, ndilalah pemain ini cuma mampu bermain di level rendah.

Tsigalko bulankah satu-satunya fenomena kegagalan wonderkid dalam mematangkan talentanya di dunia nyata. Ada banyak wonderkid lain yang punya nasib tidak kalah mengenaskan. Siapa saja mereka?

1. Fernando Cavenaghi

Fernando Ezequiel Cavenaghi 9.jpg
Lagi

FM Podcast : Sudah ambil FM20 Gratisnya beluum ? #FM20E08

Tinggalkan komentar

Episode FMPC Podcast terbaru sudah rilis !

FM Lovers,

Episode 08 dari FM Punya Cerita Podcast sudah terbit ya. Ngobrolin sedikit tentang FM20 yang sekarang lagi gratis di Epic Games Store sampai tanggal 24 September 2020 ! buruan tinggal sebentar lagi ! ambil disini

Bisa kamu dengarkan di :

Yuk dengerin di :

Happy Listening !


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Review IDFM League edisi Agustus 2020

Tinggalkan komentar

Update IDFM League

August 2020

REVIEW IDFM SUPER LEAGUE

Semakin mendekati akhir musim, keseruan IDFM Super League terus bertambah. Tak hanya perebutan tahta juara saja, namun harga diri di papan tengah dan perjuangan menghindari papan bawah patut menjadi sorotan para pecinta IDFM League. de Facolda masih menduduki posisi pemuncak klasemen selama bulan Agustus. Namun performa tim asal Jogja ini tidak semengkilap di bulan Juli pada saat Bakti Ilham Akbar menyabet penghargaan sebagai Manager of The Month bulan Juli, meskipun meraih 13 poin dari 18 poin maksimal yang dapat diperoleh di bulan Agustus. Meskipun menjadi pemuncak klasemen selama 2 bulan, de Facolda tidak boleh terlena karena FC Wow tiba-tiba muncul ke peringkat 2. Penampilan impresif tim asuhan Tataq Harjuna ini selama bulan Agustus menyodok posisi FC Wow dari peringkat 6 ke peringkat 2 klasmen. FC Wow memperoleh 14 poin selama bulan Agustus dan kini hanya berjarak 1 poin dari pemuncak klasmen. Menyodoknya FC Wow ke peringkat 2 menggeser posisi Mbelitar FC dan Jetta Rex Xenon ke peringkat 3 dan 4. Kedua tim ini masih konsisten menempel ketat de Facolda di papan atas IDFM Super League yang hanya menyisakan 9 gameweek lagi.

Di papan tengah, secara mengejutkan tim asal Sidoarjo Bakul Lumpia FC harus melorot ke peringkat 7 di akhir bulan Agustus. Padahal tim asuhan Wied Wijanarko ini cukup konsisten di papan atas hingga bulan Juli. Usut punya usut, merosotnya Bakul Lumpia FC dikarenakan hanya memenangkan 2 dari 5 pertandingan di bulan Agustus. Posisi Bakul Lumpia ini justru disalip oleh kandidat degradasi di awal musim, Asgar Pride. Semenjak jeda lebaran, tim asal Garut ini seperti menemukan sentuhan magisnya. Ega Pamungkas dan pasukannya menyabet 18 poin dari 18 poin yang tersedia di bulan Agustus. Konsistensi Asgar Pride di bulan Agustus ini menyebabkan Asgar Pride naik  4 peringkat dari peringkat 10 ke peringkat 6, memiliki poin yang sama dengan tim tersukses di IDFM League, Benchwarmers dengan 46 poin dan memiliki selisih 9 poin dengan pemuncak klasmen, de Facolda. Seperti bertukar, posisi peringkat 10 di akhir Agustus diisi oleh Scouser Tommy. Tim berlogo liver bird ini masih belum menemukan konsistensi hingga pekan ke 29. Sedangkan tim berlogo wayang, Kurowo FC masih konsisten menjaga jarak dengan zona degradasi. 9 poin yang diperoleh Faisal Deyara dan anak buahnya cukup menjaga jarak dengan zona degradasi sejauh 10 poin. Posisi yang terancam justru malah Boxer FC. Sang juara bertahan IDFM Super League dan semifinalis IDFM Cup tahun lalu benar-benar mengalami penurunan performa. Boxer FC hanya berselisih 5 poin dari zona degradasi. Dengan liga yang menyisakan 9 pertandingan saja, bukan tidak mungkin Boxer FC justru terjerembab ke divisi ke 2 musim depan. Sedangkan dari zona merah, komposisi masih tidak berubah. Omegu FC masih “nyaman” berada di juru kunci dengan raihan 19 poin. 4 poin yang diperoleh tim asuhan Presya Ramadhan ini belum mampu mendongkrak posisi Omegu FC dari peringkat 19 IDFM Super League. Uncle John akhirnya berhasil naik 1 strip ke peringkat 17. Meskipun sepanjang Agustus hanya memperoleh 3 poin sudah cukup karena Firumy FC hanya meraih 1 poin selama Agustus. Sedangkan di posisi play-off degradasi diisi oleh Ratvan Navy, dengan poin yang sama dengan Uncle John.

Cek detailnya di halaman selanjutnya :

Dari FMLovers : Wonderkid Asia Football Manager 2020

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Halo FMLovers

Kali ini kita akan membahas tentang wonderkid Asia nih. Pemain yang masih tergolong wonderkid versi Artupoke adalah yang berada di tingkat umur U-23. Bakal jadi seru, kan, kalau mendatangkan pemain Asia dan menjadikan mereka bintang di pesepakbolaan Eropa.  Siapa aja sih rekomendasi dari Artupoke? Oke langsung kita bahas aja, ya. Artupoke bakal membahas pemain-pemain rekomendasi per posisinya

Goal-Keeper

Di barisan kiper masih didominasi pemain muda dari negeri ginseng, Korea Selatan

Pilihan utama kami adalah Song Beom-Keun. Pemain Jeonbuk Hyundai Motors ini menjadi andalan di bawah mistar gawang dalam dua musim terakhir. Walaupun belum mengecap caps timnas di level umur mana pun, dengan pesatnya perkembangannya, Song menjadi kiper berprospek paling cerah di Asia.

Opsi lainnya ada Kim Dong Heon dari Incheon United. Walaupun pemain satu ini belum mendapatkan menit bermain di tim utama, tetapi diperkirakan dalam beberapa musim ke depan dia memiliki chance untuk menjadi andalan di tim utama. Dari negeri Kangguru ada Thomas Glover yang menjadi opsi lainnya. Lulusan akademi Tottenham Hotspurs ini kini bermain di Melbourne City dan akan menjadi andalan di bawah mistar gawang mereka.

Centre-Back

Di barisan bek tengah terdapat beberapa nama yang menarik. Untuk pilihan utama, kami menjatuhkannya kepada Takehiro Tomiyasu.

Pemain asal negeri sakura ini telah bermain sebanyak 15 kali untuk negaranya di usianya yang masih sangat muda. Dia bisa bermain di sentral bek ataupun di posisi bek kanan. Takehiro mulai menunjukkan kemampuannya saat bermain reguler untuk Avispa Fukuoka di kompetisi J2 League. Klub Belgia, Sint Truidense, tertarik menggunakan jasanya. Di musim terakhir sebelum pindah dari Belgia, Takehiro menjadi pilihan utama di klub itu. Musim ini Takehiro akan bermain di Bologna. Liga Italy akan menjadi tanah dia berkembang.

Pilihan lainnya ada Kim Min-Jae yang sudah bermain reguler di level timnas. Setelah menghabiskan waktu di Jeonbuk, pemain yang dijuluki Monster ini pindah ke Liga China dan bermain untuk Beijing Guoan.

Selain dua pemain di atas, nama Islomjon Qobilov pun bisa menjadi pilihan. Baru mendapat caps di timnas senior, dia pun mulai mendapat menit bermain banyak di klub asalnya, Bunyodkor yang berkompetisi di Liga Uzbekistan.

Defender Right

Posisi bek kanan memiliki beberapa nama. Kandidat paling atas yang kami rekomendasikan adalah Yukinari Sugawara.

Ex-Nagoya Grampus ini merupakan bek modern yang mampu bertahan dan menyerang dengan baik. Di usianya yang masih muda, dia sudah merumput di Liga Belanda bersama AZ Alkmaar. Saat ini Yukinari masih bermain di tim Jong AZ di Eerste Divisie. Namun, jika berhasil menggali potensi pemain ini, dia akan menjadi aset yang berharga di kompetisi level atas.

Seol Yeong-Wu adalah opsi cadangan dari Yukinari. Pemain muda ini bermain untuk Ulsan Hyundai di Liga Korea Selatan.

Defender Left

Kami merekomendasikan Alex Gersbach di posisi ini.

Pengalamannya di beberapa negara Eropa di usia yang masih muda adalah modal besar baginya untuk beradaptasi cepat di kompetisi dengan level tinggi. Pernah bermain di liga Prancis, Belgia, Belanda, serta Norwegia, kini Alex bermain di Denmark. Dengan pengalamannya itu, bukan sesuatu mengejutkan jika dia dipanggil ke timnas Australia. Opsi lainnya adalah Azizbek Amonov yang bermain di liga Uzbekistan. Walaupun belum mendapat kesempatan di timns, tetapi pemain ini memiliki potensi menjadi bintang negeri itu.

Midfielder Centre

Selain Jepang dan Korea Selatan, Uzbekistan tampaknya ikut ambil bagian dalam dominasi daftar wonderkid. Di posisi ini kami merekomendasikan bintang muda Uzbekistan. Jasur Jaloliddinov.

Di usianya yang masih 17 tahun, Jasur sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa dia masih bisa berkembang jauh. Bukan tidak mungkin jika dipoles dengan baik, dia akan menjadi pemain tengah top di Asia.

Pilihan lainnya ada Tyrese Francois yang bermain di tim muda Fulham. Pemain asal Australia ini pun masih bisa berkembang banyak di usianya yang masih 18 tahun.

Dua pemain lain yang menjadi pilihan adalah Li Tenglong, pemain berdarah China yang kini bermain di tim muda Granada. Lalu Paik Seung-Ho, lulusan La Masia yang kini bermain untuk Darmstadt.

Attacking Midfielder Centre

Rekomendasi utama kami tentu saja Takefusa Kubo yang merupakan pemain paling disorot dalam beberapa tahun belakang.

Nama Kubo mulai dikenal orang-orang saat dia mengenyam pendidikan di La Masia. Setelah kembali ke Jepang, dia menjadi pemain andalan FC Tokyo di usianya yang masih 17 tahun. Memasuki usia 18 tahun, Real Madrid merekrutnya. Kini Kubo dipinjamkan ke RCD Mallorca.

Ada banyak wonderkid di posisi ini yang bisa menjadi pilihan. Salah satunya adalah Leo Mazis yang merupakan wonderkid Australia. Saat ini Leo bermain di tim reserve-nya Celtic.

Zach Duncan juga masuk dalam list ini. Pemain Australia ini kini bermain di liga Denmark bersama AGF.

Daichi Kamada di Eintracht Frankfurt pun ikut serta dalam barisan wonderkid. Pemain asal Jepang ini memilih jalur karier yang bagus dengan melanjutkan perjalanannya ke Bundesliga.

Attacking Midfielder Right

Di posisi penyerang sayap kanan, rekomendasi terbaik adalah Lee Kang-In.

Pemain ini cukup versatile. Dia bisa bermain di sisi kiri, kanan, ataupun tengah. Lee merupakan lulusan akademi Valencia dan kini bermain untuk tim utamanya. Di Valencia, Lee menunjukkan perkembangan cukup signifikan. Banyak yang memprediksikan dalam beberapa tahun ke depan, dia bisa merebut posisi pemain utama di skuad Valencia.

Opsi lain ada Daniel Arzani, bintang muda Manchester City yang kini dipinjamkan ke Celtic. Di level timnas pun Daniel sudah debut di timnas Australia.

Pilihan lainnya yaitu Ritsu Dôan yang sukses bersama Groningen dan kini direkrut PSV.

Attacking Midfielder Left

Di posisi penyerang kiri, prospek paling cerah jatuh kepada Hiroki Abe.

Saat Kubo direkrut Real Madrid, Barcelona tak mau kalah dan mendapatkan tanda tangan Hiroki Abe untuk bergabung dengan mereka. Di Kashima Antlers, Abe menjadi sosok penting bagi raksasa Jepang tersebut. Kini di Barcelona karena ketatnya persaingan di skuad utama, dia belum masuk dalam rencana jangka pendek pelatih. Namun, jika dia bisa terus berkembang, besar kemungkinan dia ada peluang di skuad Barcelona. Atau, jika memang harus meninggalkan klub asal Catalan itu, dia punya peluang bergabung dengan klub top Eropa lainnya.

Pilihan lain ada Ryôtarô Meshino yang direkrut Manchester City dari Gamba Osaka. Kini Ryotaro menjalani masa peminjaman di Liga Skotlandia, Hearts.

Mengerucut ke Asia Tenggara, ada nama-nama dari wilayah tersebut yang menembus daftar wonderkid. Mereka adalah Ekanit Panya dari Thailand yang bermain untuk Chiangrai United, dan Egy Maulana Vikri dari Indonesia yang bermain untuk Lechia Gdansk. Kedua pemain tersebut telah menembus skuad timnas senior di usia yang muda.

Striker

Masuk ke posisi striker, pilihan utama kami jatuh kepada Han Kwang-Song.

Striker Korea Utara ini menghabiskan masa mudanya di klub Italy. Sempat bergabung dengan Juventus sebelum dilepas ke Al-Duhail di Liga Qatar. Penampilannya bersama Al-Duhail cukup ciamik. Tidak menutup kemungkinan beberapa tahun ke depan dia akan kembali ke Eropa.

Pilihan lainnya yaitu Suphanat Mueanta, wonderkid yang kini menjadi incaran klub-klub Jepang. Di usianya yang masih 16 tahun, Suphanat sudah menjadi andalan Buriram United dan mendapat caps di timnas senior Thailand.

Opsi lainnya ada John Iredale, pemain Australia yang kini berada di tim muda Wolfsburg. Pemain ini pernah bermain di SC Heerenveen walaupun tidak sempat mendapat debut di tim utama. Di usianya yang masih muda, dia punya kesempatan untuk terus berkembang.


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Older Entries