Beranda

Welcome to Blognya FMLovers !

2 Komentar

Hallo FMLovers,

Selamat datang di Blognya FMLovers, blog pertama dalam bahasa Indonesia yang dikhususkan untuk memberikan tips dan trik game simulasi sepakbola Football Manager :

Silahkan melakukan navigasi kepada blog ini, tetapi jika kamu bingung. Kamu bisa melihat list dibawah

  • Team Instructions : Kalau kamu kebingungan instruksi tim seperti clear ball to flanks, exploit the middle, atau kapan saat yang tepat untuk menaikkan atau menurunkan tempo permainan tim, bisa lihat disini :
  • Player Instruction : Instruksi pemain dilakukan saat kamu ingin memberikan instruksi khusus kepada pemain tertentu saja, seperti pass it shorter, roam from position. Disini kamu bisa lebih dalam mengetahuinya.
  • Player Preferred Moves : Apa sih maksud PPM ? dan kenapa itu penting diperhatikan bila kamu ingin menerapkan team instruction atau player instruction. Kamu bisa lihat disini.
  • FM Role & Duties : Apa maksudnya Enganche, false nine, No-Nonsense Centre-Back, half back, dll ? kamu bisa baca disini.

Tips di atas khusus dibuat untuk kamu untuk mengetahui beberapa basic Football Manager !, jika kamu ingin mengetahui tips spesifik seperti apa minimum spec requirement football manager, wonderkids, atau solusi untuk crash dump football manager. (tapi jangan minta Crack dan patch Football Manager disini ya 😀 ) Kamu bisa lihat di Football Manager Tips

Blognya FMLovers juga menyediakan jasa buat kamu ingin membeli FMRTE atau game original steam lho, cek dimari

Dan jika kamu ingin menikmati sharing cerita para FMLovers selama terjebak di game ini, kamu bisa baca kisah kisah mereka di #FMLoversStory, atau kamu ingin tulisanmu dimuat disini juga ? jangan ragu-ragu untuk kirim ke admin@artupoke.com

So, Silahkan berselancar, dan Happy FM ya FMLovers !


\\follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

[20200308]

Dari FMLovers : Barrow-celona: Inspirasi, Target, dan Kisah by Naufal Husain

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Audikul

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Hah, Barrow-celona? Apa itu? Barcelona kali maksudnya? Atau ini klub yang main kayak Barca? Yup, benar sekali, klub ini bermain seperti Barcelona, namun berada di kasta kelima Liga Inggris (pada saat itu), dan klub ini memiliki nama resmi Barrow AFC.

Cerita ini bermula ketika Tifo Football merilis sebuah video baru yang cukup menarik perhatian (link: https://www.youtube.com/watch?v=yjJkv2ZsiJ4). Video tersebut bercerita tentang sebuah klub di kasta kelima piramida Liga Inggris bernama Barrow AFC yang disebut-sebut bermain sepak bola seperti Barcelona. Pada saat itu, mereka tengah memimpin klasemen sementara Vanarama National League dan berpeluang besar untuk promosi ke kasta professional terendah Liga inggris, League Two.

Tak berselang lama, muncul video baru dari Tifo membahas hal yg serupa, kali ini Bersama Ian Evatt, manajer sekaligus pelatih Barrow saat itu (link: https://www.youtube.com/watch?v=G0f1g2693mU&pp=ugMICgJpZBABGAE%3D). video tersebut berisi wawancara tim Tifo dengan Ian Evatt tentantg gaya main timnya dan pengaruh apa yang membuat ia menginginkan timnya bermain seperti itu.

Kedua video tersebut memberi saya tantangan tersendiri: ketika saya bermain FM 21 nanti, ini adalah challenge saya. Sekedar informasi, pada saat itu, awal-awal pandemi, saya tengah menyusun tugas akhir saya yang memaksa saya menahan nafsu bermain FM saya. Ketika FM21 rilis pun, saya masih berurusan dengan tugas akhir saya (yang terpaksa ganti judul *malah curhat :p). pada akhirnya, saya memang membeli FM21 ketika tugas akhir belum selesai, namun sudah di tahap akhir (atau sudah revisi ya? Lupa saya wkwkw), tapi saya baru benar-benar bermain “Barrow-celona Challengen” ini ketika tugas akhir saya sudah selesai, sekitar Maret-April 2021

Dari sinilah cerita saya dimulai…

Sebuah challenge tentu tidak lengkap tanpa target tertentu, maka saya menentukan beberapa target saya:

  1. Bermain seperti Barcelona: Tentu saja ini berarti mendominasi penguasaan bola. Pressing intensitas tinggi? Kita pikirkan nanti :p
  2. Membangun “La Masia”-nya sendiri: Artinya memaksimalkan youth intake yang muncul. Tentu ini sulit karena kualitas youth coaching dan youth recruitment Barrow sangat terbatas. Bahkan, pada saat rapat, petinggi klub menyarankan saya untuk memaksimalkan bursa transfer untuk mendapatkan pemain.
  3. Meraih kesuksesan, baik nasional maupun internasional: Sepertinya cukup jelas.

Untungnya, ketika saya memulai save ini, board Barrow tidak mematok style bermain tertentu. Ini cukup meringankan beban saya mengingat Barrow berstatus tim promosi. Bagaimana saya menjalaninya? Agar tidak terlalu Panjang, saya akan merangkum perjalanan saya per musim hingga posisi saya saat ini di musim ke-6.

Sebuah challenge tentu tidak lengkap tanpa target tertentu, maka saya menentukan beberapa target saya:

  1. Bermain seperti Barcelona: Tentu saja ini berarti mendominasi penguasaan bola. Pressing intensitas tinggi? Kita pikirkan nanti :p
  2. Membangun “La Masia”-nya sendiri: Artinya memaksimalkan youth intake yang muncul. Tentu ini sulit karena kualitas youth coaching dan youth recruitment Barrow sangat terbatas. Bahkan, pada saat rapat, petinggi klub menyarankan saya untuk memaksimalkan bursa transfer untuk mendapatkan pemain.
  3. Meraih kesuksesan, baik nasional maupun internasional: Sepertinya cukup jelas.

Untungnya, ketika saya memulai save ini, board Barrow tidak mematok style bermain tertentu. Ini cukup meringankan beban saya mengingat Barrow berstatus tim promosi. Bagaimana saya menjalaninya? Agar tidak terlalu Panjang, saya akan merangkum perjalanan saya per musim hingga posisi saya saat ini di musim ke-6.

Musim pertama, sebagai tim promosi, tentu Barrow bukan merupakan candidat untuk promosi. Asal tidak degradasi, saya sudah senang. Faktanya, tidak semudah itu wkwkwk. Saya bahkan harus mengulang challenge ini karena pada percobaan pertama, saya dipecat karena tim berada di zona degradasi. Untungnya, ketika mengulang, prestasi tim membaik. Bahkan, hingga memasuki akhir musim, kami masih berada di zona 7 besar yang merupakan zona play off promosi. Namun sayang, tidak tajamnya lini serang saya tidak hanya membuang peluang emas gagal menjadi gol, namun juga membuang kesempatan tim saya masuk zona play off karena harus mengakhiri musim di posisi 9.

Di musim kedua, saya memutuskan berbenah. Tidak terlalu drastic memang karena keterbatasan budget, namun cukup untuk mendongkrak performa tim. Salah satu rekrutan tersukses saya di musim ini adalah seorang pemuda (regen) bernama Ruben Etxeberria.

Pemuda ini (saya biasa panggil Etxe) menyelesaikan problem saya berupa finishing. Di musim pertamanya, ia mencetak 16 gol dari 40 penampilan di League Two. Sebagai perbandingan, Luke James hanya mencetak 10 gol di musim sebelumnya dan sudah berstatus top skor klub.

Dampak instan dari kehadiran Etxe adalah tim kami berhasi menyelesaikan musim di posisi ke-4 yang merupakan zona play off. Saying, kami masih gagal promosi karena kalah di semifinal play off melawan Harrogate Town.

Memasuki musim ke-3, tim kami menggila, termasuk Etxe. Kamim memuncaki klasemen hingga pekan 44 liga, sebelum harus tergelincir di pekan 45 dan menyerahkan title juara kepada AFC Wimbledon di pekan terakhir. Namun itu tidak penting bagi saya, karena saya lebih mengutamakan promosi daripada juara. Bagaimana dengan Etxe? Dia mencetak 26 gol dari 31 penampilan di liga! Sekedar informasi, Etxe pindah pada hari terakhir winter transfer karena Wolves menebus release clausenya. Saat itu liga baru berjalan 32 laga dan Etxe memimpin daftar top skor liga. Hingga musim berakhir, tidak ada pemain lain yang mampu melewati torehan gol Etxe, sehingga ketika musim berakhir, Etxe berhak atas gelar top skor liga. Wow, just wow.

Kepergian Etxe seperti membuka lagi masalah saya di musim pertama, yakni finishing. Sisa 14 laga itu kami lalui dengan kepayahan hingga harus tergusur dari Pundak. Top assist kami, Matty Wolfe, ketika Etxe pergi, berhasil menorehkan 10 assist, yang cukup banyak dikonversi oleh Etxe menjadi gol. Seteleh Etxe pergi, ia hanya berhasil menambah assistnya sebanyak 1 (SATU0 biji saja. Kebodohan saya adalah ketika tawaran awal dating untuk Etxe, saya terlalu mematok harga tinggi, sehingga tim penawar mundur selangkah untuk kemudian menebus release clausenya pada hari terakhir. Padahal, jika saya cukup jeli dalam bernegosiasi, saya bisa setidaknya mengamankan jasa Etxe hingga musim berakhir dan tidak perlu terseou-seok menjalani sisa musim. Hingga musim ke-6 ini, saya masih mengalami masalah dalam hal finishing, sementara Etxe juga belum berhasil menembus tim utama Wolves.

Lanjut ke musim keempat. Kami untuk pertama kalinya bermain di League One sepanjang sejarah klub ini berdiri. Untungnya, pihak manajemen tidak mematok target yang muluk, cukup dengan bertahan di League One dan tidak terdegradasi. Kami menjalani  musim yang cukup fantastis dengan sempat bertahan di papan tengah klasemen sebelum kehabisan bensin menjelang akhir musim dan harus puas mengakhiri musim di posisi 15.

Memasuki musim kelima… aahhh, musim tersulit. Saya kesulitan dalam merombak skuad. Bukan karena saya tidak punya dana, tetapi reputasi tim saya tidak cukup menarik bagi pemain untuk bergabung. Bahkan sekedar klub pemilik berkenan melakukan negosiasi pun sulitnya minta ampun. Kami berkutat di zona degradasi selama lebih dari setengah musim. Posisi tim mulai membaik ketika saya terpaksa meninggalkan gaya bermain possesion-oriented dan beralih menggunakan taktik milik orang lain, yang cukup manjur. Puncaknya terjadi di bulan Maret dimana kami tidak terkalahkan untuk pertama kalinya sepanjang musim itu dalam 1 bulan dan berhasil menghindari degradasi. Meskipun demikian, kami harus puas mengakhiri musim di posisi 18 karena performa yang tidak konsisten di bulan berikutnya.

Saat ini kami tengah menjalani musim keenam atau musim ketiga di League One. Kami sempat bertengger di posisi puncak klasemen selama beberapa pekan sebelum penyakit inkonsistensi kambuh dan memaksa kami turun hingga posisi 8. Liga masih Panjang, bahkan belum mencapai separuhnya, namun sebuah keputusan terpaksa saya ambil: saya akan mengakhiri petualangan saya di Barrow dan tidak akan melanjutkan save ini. Kenapa?

Sepertinya agar lebih nyaman dibaca, ceritanya saya cukupkan sampai di sini. Bagian selanjutnya akan membahas alas an saya tidak melajutkan save serta rekapitulasi target dan sedikit tips bagi para pejuan LLM. Bagaimana kelanjutan cerita saya? Nantikan di part 2 yaaaaaa. Salam FM!


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Mengenal Peraturan Liga MLS, Liga Dengan Peraturan Tersulit di Football Manager by @Zaeywayn

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Zaeywayn

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Saya pernah membaca suatu berita ketika Ruud Gullit mengeluarkan statement kalau liga MLS sangat berat bagi manajer asing dan peraturannya sangat sulit, hal ini pula yang menginspirasi saya untuk mencoba liga MLS di Football Manager 2018, ketika registrasi pemain untuk bertanding di MLS, saya terjerat salary cap sehingga merelakan beberapa pemain tidak dapat diregistrasi dan tidak melanjutkan liga.

Di Football Manager Mobile 2020 saya mencoba kembali rasa penasaran saya dengan MLS. Melatih klub asal Kanada Montreal Impact, uniknya peraturannya tidak serumit di Football Manager versi deskop. Karena rasa penasaran dengan liga ini saya memainkan kembali di Football Manager 2020, lagi-lagi saya terjerat salary cap dan pemain internasional. Dengan pengalaman dan kesulitan saya ini, saya ingin berbagi informasi dan juga tips bermain di liga MLS dengan mengenali peraturan dan sistem di dalam liga MLS berdasarkan tulisan-tulisan yang saya baca.

Struktur Liga MLS

  1. Eastern Conference, Western Conference, dan MLS Suppoter’s Shield
Lagi

Dari FMLovers : Memaksimalkan Potensi Wonderkid/high potential young player di Football Manager (Part 3-end) by Audikul

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Audikul

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Tulisan ini adalah bagian ke ketiga dari artikel INI. Untuk bagian pertama artikel nya DI SINI

Halo semua, apa kabar kalian? Semoga baik-baik saja. PPKM diperpanjang semoga membawa dampak positif bagi kita semua, terutama pejuang WFH, enjoy your time main FM sampai gila. Hahaha.

Yup, kita lanjutkan artikel memaksimalkan potensi wonderkid, sekarang sudah masuk ke Part ketiga, saya tuntaskan semua di Part ketiga ini ya.

Oke, sebelumnya saya rangkum dulu Part I dan II, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses youth development:

  1. Coach
  2. Training Facilities
  3. Metode Pelatihan
  4. Training Attributes

Sekarang kita masuk ke point ke lima adalah:

Lagi

Dari FMLovers : Memaksimalkan Potensi Wonderkid/high potential young player di Football Manager (Part 2)

1 Komentar

Ditulis oleh : Audikul

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Tulisan ini adalah bagian ke dua dari artikel sebelumnya DI SINI

Halo guys, glad be back to this, kondisi sekarang sangat berat karena pandemi yang membuat seluruh aktifitas kita terhambat, but i hope everything is okay and kalian be safe and healthy. Semoga pandemi ini segera berakhir ya guys.

Yak, saya mau melanjutkan apa yang menjadi hutang kemarin ya, hahaha. Baru ada lagi waktu luang untuk sharing ke kalian, motivasi kuat untuk keep sharing knowledge game yang kita sayangi ini (kurang sayang gimana lagi, kalau udah main sampe lupa waktu, hahaha)

Okay let’s get started. Di part pertama kita sudah membahas bagaimana pelatih dan training facilities amat sangat penting dalam proses youth development. Masih ada beberapa hal lagi yang perlu diperhatikan, kita lanjutkan di part kedua ini.

Lagi

Dari FMLovers : TIPS: Cara Melakukan Personalisasi FOTO pada Press Officer dan Player Liaison Officer di gim Football Manager. By @FMGaruda

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : @FMGaruda / @matteomyth

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Kalau di artikel sebelumnya kita bahas bagaimana meng-edit karakternya, Pada laman ini, kita akan membahas bagaimana cara mengganti foto Press Officer dan Player Liaison Officer klub. Bagi para manager yang sebelumnya sudah melakukan personalisasi karakter Press Officer dan Player Liaison Officer, hal ini tentu menyempurnakan sensasi yang menambah semangat dalam bermain gim Football Manager.

Terdapat dua tahapan dalam melakukan personalisasi foto Press Officer dan Player Liaison Officer yaitu tahap mempersiapkan foto karakter dan tahap menetapkan no ID karakter tersebut agar foto yang kita pilih dapat muncul sesuai dengan karakter yang tepat.

Sebagaimana telah saya tampilkan di tips sebelumnya, avatar atau foto Press Officer dan Player Liaison Officer diset secara random oleh Sports Interactive. Hal inilah yang akan kita personalisasikan dalam tips kali ini.

Press Officer

Player Liaison Officer

Tahap Pertama

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menentukan foto sesuai dengan karakter. Foto tersebut kita crop di bagian wajah saja dengan ukuran 250 x 250 pixel dengan menggunakan aplikasi Paint bawaan Windows sebagai contoh di bawah ini:

Kemudian kita ke situs https://www.remove.bg/uploaduntuk menghilangkan latar belakang pada foto agar menjadi transparan. Upload foto yang sudah berukuran 250 x 250 pixel seperti contoh di bawah ini kemudian klik Download:

Sampai disini, tahap mempersiapkan foto karakter telah selesai kita lakukan.

Tahap Kedua

Press Officer dan Player Liaison Officer memiliki no ID yang tersembunyi karena profil karakter tidak dapat dibuka oleh para manager. Untuk itu kita perlu melakukan pengecekan no ID yang caranya akan saya jelaskan di bawah ini.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan download file untuk melakukan pengecekan no ID. Silakan download file yang originalnya milik akun RowRow78 di website https://community.sigames.com/ dengan sedikit penyesuaian dan pembaruan yang saya upload di link di bawah ini:

https://www.mediafire.com/file/xmojyvigcnswh01/Regen_UID_Finder.rar/file

Kemudian unzip filenya dan lokasikan folder “Regen UID Finder” ke C:\Users\user\Documents\Sports Interactive\Football Manager 2021\graphics. Terdapat 15,000 foto untuk mengecek no ID Press Officer dan Player Liaison Officer di klub kita.

Masuk kembali ke gim Football Manager kemudian pilih Preference dan pilih reload skin. Jika kita berhasil menemukan no ID Press Officer dan Player Liaison Officer, maka tampilannya akan menjadi seperti berikut ini:

Namun jika tidak, maka kita perlu melakukan penyesuaian no ID. Buka file config.xml dengan Notepad kemudian di menu bar pilih Edit > Replace, isikan no 2000067 di bagian “Find What” dan isikan no 2000109 di bagian “Replace With” kemudian pilih replace all. Lanjutkan dengan mengisi no 2000068 di bagian “Find What” dan mengisi no 2000110 di bagian “Replace With” dan seterusnya dengan pola sebagai berikut:

2000067 menjadi 2000082

2000068 menjadi 2000083

2000069 menjadi 2000084

2000070 menjadi 2000085

2000071 menjadi 2000086

2000072 menjadi 2000087

2000073 menjadi 2000088

2000074 menjadi 2000089

2000075 menjadi 2000090

2000076 menjadi 2000091

2000077 menjadi 2000092

2000078 menjadi 2000093

2000079 menjadi 2000094

2000080 menjadi 2000095

2000081 menjadi 2000096

Dalam satu kali percobaan, kita hanya dapat mengecek 15,000 no ID. Setelah selesai, klik simpan file config.xml. Kemudian ulangi tahapan untuk masuk kembali ke gim Football Manager kemudian pilih Preference dan pilih reload skin. Jika masih gagal, maka pola di atas dapat dilanjutkan untuk mencari no ID yang sesuai.

Berdasarkan pengecekan di atas, karakter Press Officer memiliki gambar no 3892 sedangkan Player Liaison Officer memiliki gambar no 3891. Kita dapat mengetahui no ID karakter tersebut dengan membuka file config.xml kembali dan mencari no record 3892 dan 3891 seperti berikut ini:

<record from=”3891″ to=”graphics/pictures/person/2000092567/portrait”/>

<record from=”3892″ to=”graphics/pictures/person/2000092566/portrait”/>

Dengan demikian no ID Press Officer adalah 2000092566 dan no ID Player Liaison Officer adalah 2000092567.

Selanjutnya, teman-teman dapat menghapus semua gambar dari gambar no 1 sampai dengan gambar no 15,000. Kemudian hapus semua baris di file config.xml dan sisakan hanya baris yang kita butuhkan tadi seperti di bawah ini:

Tahap Ketiga

Ganti nama file foto karakter Press Officer dan Player Liaison Officer sesuai dengan no kode yang kita dapatkan di atas yaitu 3892 untuk Press Officer dan 3891 untuk Player Liaison Officer. Kemudian lokasikan file foto tersebut di folder yang sama dengan file config.xml seperti di bawah ini:

Kemudian masuk kembali ke gim Football Manager lalu pilih Preference dan pilih reload skin untuk mendapatkan hasil seperti di bawah ini:

Press Officer

Player Liaison Officer

Demikian panduan cara melakukan Personalisasi pada foto Press Officer dan Player Liaison Officer di gim Football Manager. Dengan tingkat kerumitan standar, kita dapat memperoleh hasil yang membuat kegiatan bermain Football Manager terasa menjadi lebih menyenangkan khususnya jika kita ingin bermain dengan mode jangka Panjang, misalnya 10 atau 20 musim. Karena dengan sering munculnya foto orang-orang tersayang sebagai Press Officer atau Player Liaison Officer di kotak masuk atau inbox, maka kejenuhan akan hilang dengan sendirinya.

Selamat bermain Football Manager, stay safe, tetap sehat dan mari kita #dirumahaja .


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : TIPS Cara Melakukan Personalisasi Karakter pada Press Officer dan Player Liaison Officer di gim Football Manager. By @FMGaruda

2 Komentar

Ditulis oleh : @FMGaruda / @matteomyth

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Pada laman ini, kita akan membahas bagaimana cara mengganti karakter Press Officer dan Player Liaison Officer klub. Hal ini mungkin terlihat sebagai suatu hal yang remeh, tidak penting dan bukan menjadi kepentingan utama bagi banyak manager. Namun dengan personalisasi terhadap Press Officer dan Player Liaison Officer, kita para manager dapat memperoleh sensasi yang unik dalam bermain gim Football Manager. Kita dapat memilih untuk memasukkan nama bapak, ibu, kakak, adik, sahabat, artis, pasangan atau bahkan seseorang yang kita idam-idamkan ke dalam gim Football Manager.

Jika teman-teman menyadari, ada tiga staf pendukung di luar jajaran staf pelatih, staf rekrutmen atau staf medis yang membantu keseharian kita sebagai manager. Peran ketiga staf pendukung tersebut diperoleh melalui pesan yang dapat kita baca di kotak masuk atau inbox. Ketiga staf pendukung tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Press Officer, yang bertugas menemani manager dalam konferensi pers, merangkum hasil konferensi pers, memberikan update informasi mengenai pemberitaan klub di liga, pemberitaan tentang pemain-pemain kita yang mengalami cedera atau berprestasi di tingkat internasional, rumor bursa transfer, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan media.
  2. Player Liaison Officer, yang bertugas memberikan informasi terkait pemain yang tidak bahagia, penerapan disiplin terhadap pemain yang mendapatkan kartu merah langsung atau akumulasi kartu kuning, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan situasi pemain-pemain yang ada di klub kita.
  3. Personal Assistant, yang bertugas untuk memberi informasi terkait pribadi manager, pemain-pemain yang dipanggil ke tim nasional, pemain atau staf yang telah menyelesaikan kursus Bahasa, dan hal-hal lainnya yang tidak berkaitan dengan media dan situasi pemain.

Berbeda dengan dua staf pendukung lainnya, Personal Assistant akan mengikuti kita kemanapun kita berpindah-pindah klub. Sementara itu, Press Officer dan Player Liaison Officer akan tetap berada di klub meskipun kita mengundurkan diri sebagai manager atau menerima tawaran dari klub lain. Disini kita tidak akan membahas Personal Assistant karena belum ditemukan cara untuk melakukan personalisasi atas karakter yang berada di posisi tersebut.

Ada dua hal yang dapat kita personalisasikan pada Press Officer dan Player Liaison Officer yaitu nama dan jenis kelamin. Para manager mungkin memiliki kecenderungan yang berbeda dalam memilih namun hal tersebut bersifat random pada pengaturan bawaan gim Football Manager.

Lagi

Dari FMLovers : Memaksimalkan Potensi Wonderkid/high potential young player di Football Manager

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Audikul

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Ini Artikel perdana saya dengan tujuan hanya untuk sharing ke sesama Football Manager Lovers di forum ini. Sebelumnya sudah dishare oleh diri sendiri melalui thread di Twitter. Mungkin melalui artikel bisa lebih baik lagi penjelasannya dibandingkan melalui thread karena memang keterbatasan kata dan juga ada penambahan yang sebelumnya belum dijelaskan.

Ini semua menurut sepengalaman saya bermain Football Manager dari 2007 (Kelas 2 SMA kalau tidak salah), jika ada
perbedaan, sanggahan, kekurangan mohon maaf dan dimaklumi. ditambahkan juga saya bersyukur sekali. Mungkin
masih banyak dari Football Manager Lovers yang punya pengalaman dan knowledge lebih dari yang saya punya saat ini.

Strategi atau Trik atau Tips ini bisa dipakai semua jenis Football Manager ya.

Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih kepada Blognya Football Manager Lovers (Artupoke) yang mempunyai wadah atau forum sharing seputar Football Manager dan juga bisa memberikan kesempatan kepada saya atau Football Manager Lovers lainnya untuk berkontribusi didalamnya.

oke kita mulai aja ya. karena saya menggunakan Football Manager versi iPad 2020 jadi saya pakai contoh (display dll)
versi Football Manager ini. nanti akan dishare juga untuk Football Manager versi Desktop/Personal Computer. Mudah-mudahan saya punya waktu untuk membuatnya. Pertama-tama saya ingin memberikan penjelasan mengapa Youth Development ini sangat penting. Apakah kalian tipe pemain Football Manager yang gemar menggunakan “Youth Players” juga? Atau tipe “instant” menggunakan pemain “Jadi”. Jika kalian tipe yang fokus kepada “Youth Players” mungkin bisa cermati hal-hal ini agar youth developmentnya berjalan dengan baik.

Lagi

Dari FMLovers : Overload and Switch! #RHFM21

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : rchkm
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Hai IDFM!

Jadi out of nowhere YouTube suggestion gue lagi banyak taktik sepakbola terus ada analisa taktik Ajax di tahun 2019. Momen dimana ajax bisa sampai di semifinal liga champions, kemudian jadi terinspirasi buat nerapin taktik ini di FM 21. Untuk timnya sendiri gue akan pakai AC Milan, kenapa Milan?

  1. Gue fans Milan,
  2. Theo Hernandez kayaknya cocok banget nih kalo dikasih ruang dengan metode switch play ini

Ajax 2019 dibawah asuhan Erik Ten Hag memainkan skema possession football, play from the back. Hal yang paling menarik dari skema ajax pada 2019 adalah ketika sedang mengontrol bola mereka akan melakukan overload pada salah satu area sayap. Overload pada sisi kanan bertujuan untuk menarik pemain lawan sehingga menciptakan ruang di sisi kiri atau jika musuh tidak terpancing bermain ke kanan mereka mengoptimalkan keunggulan jumlah pemain di area kanan. Build up play tersebut yang akan gue coba terapkan di FM 21 ini. Untuk sampai level replikasi mungkin sulit diterapkan karena ada beberapa movement pemain yang kayaknya belum bisa di akomodasi sama match engine dari FM. Contohnya ketika Frenkie De Jong drop ke sisi CB, awalnya ia akan drop ke posisi tengah dan bergeser ke kiri atau kanan membentuk formasi 3 CB, kemudian ia beroperasi sebagai left / right center back. Jadi gue cuman ambil core how ajax play kemudian gue terjemahin jadi sebuah taktik di FM 21 ini. Lebih tepatnya ini taktik yang terinspirasi dari bagaimana Ajax bermain dan kemudian disesuaikan dengan tim

Formation

Foto 1 : Formasi

Setelah riset sana sini, nonton replay ajax mereka banyak bermain dengan skema 4-2-3-1 tapi kayaknya cukup sulit menemukan role yang possible di CM yang kemudian turun ke bawah hingga membentuk skema 3 CB. Karena keterbatasan Match engine jadi gue memutuskan untuk menggunakan skema 4-3-3 Cautious mentality gue gunakan disini, karena gue mau main dengan skema possession football. Mungkin ada yang bertanya kenapa cautious mentality dipakai. Jadi di FM gue lupa mulai dari seri berapa team mentality act as a whole mentality guideline buat tim kalian, tapi mentality juga dipengaruhi oleh masing2 role yang kalian pilih. Contoh, untuk role DLF ada support dan attack ketika kita set DLF Support maka mentality DLF tersebut akan ada di cautious sementara ketika kita set DLF Attack maka mentality DLF tersebut akan ada di Positive. Kalau gue pakai positive mentality pada overall tactic maka DLF support akan ada di Attack dan DLF Attack akan ada di Very Attack. Pengaruhnya gimana sih ke taktik secara keseluruhan? Dengan goals gue pengen bermain possesion football, sabar dalam build up maka gue butuh pemain defense berada di mentality very defensive, support di cautious dan pemain dengan role attack ada di mentality positive. Sekilas terlihat kaya taktik yang bertahan banget tapi in a fact no, it is an attacking. Mari bahas bagaimana menerjemahkan skema build upnya

Build up play

Attacking width very narrow jadi pilihan gue (Lihat foto no.2) kenapa narrow? Gue pengen meminimalisir salah passing, so i can control the game more. Approach play, kaya yang diatas udah gue mention play from the back, focus play on the right untuk melakukan overload di satu sisi dan overlap on the left jadi CWB gue memanfaatkan ruang kosong di sisi kiri pertahanan lawan menunggu switch play karena lawan sedang fokus bertahan di area kanan.

Foto 2

Passing gue set di standard, I let my creative player to decide long or short passes. Berikut gambaran hasil setup dari build pertama, overload di sisi kanan kalian bisa lihat foto no.3 dan 4. Overload di area kanan berbuah gol. Gambaran build up play kedua dari switch play dari kanan ke kiri bisa kalian lihat di foto ke 5 sampai 8

Transition & Defense

Counter press? Definitely. Gue pengen control permainan, walaupun tidak sampai level gegenpressing dimana pemain ketika kehilangan bola langsung melakukan pressing dengan intensitas yang tinggi. Distribute to center back juga gue aktifkan, sejalan dengan konsep play from the back yang sudah dibahas di atas (lihat foto 9).

Foto 9

Much higher defensive line dan higher line of engagement jadi opsi gue dalam defensive shape dengan standard width. Offside trap juga gue gunakan karena gue bermain dengan garis pertahanan yang tinggi (lihat foto 10).

Foto 10

Untuk line of engagement sendiri gue cukup fleksibel jika gue ngerasa tim lawan terlalu sering mendapatkan through pass atau offside trap gue sering gagal bekerja maka offside trap dan defensive line akan gue turunkan.

Roles

Sekarang mari kita bahas role per role dari formasi 4-3-3 ini. Mari kita mulai dari Attacker.

Attack IF DLF W

Trio Inside Forward, Deep Lying Forward dan Winger akan jadi juru gedor gue. Pada posisi striker gue membutuhkan seorang striker yang bisa turun ke bawah ke area AM sekaligus membuka ruang untuk IF atau Winger. PPI Roam from position gue nyalain dengan tujuan untuk membantu overload di sisi kanan. Untuk di sisi sayap gue butuh seorang classic no. 7 seseorang yang bisa melepaskan crossing untuk ke tengah atau area far post dimana IF gue berada. Role attack gue kasih dengan tujuan agar winger gue lebih agresif. Sisi berlawanan dari winger, gue kasih role Inside Forward Attack. Sesuai dengan role naturalnya IF akan bermain cut inside ke dalam. PPI Sit Narrower juga gue nyalain, gue pengen IF gue ini bermain lebih ke tengah, dan mengisi ruang di antara LB dan LCB.

Midfield B2B/RPM Half Back Mezzala

Mezzala akan menjadi motor serangan dalam taktik ini, pemain kreatif yang akan mengisi half space pada sisi kanan. Role ini sejalan dengan skema build up play yang sudah dibahas sebelumnya, overload pada sisi kanan atau melakukan switch play ke sisi kiri. Box to Box salah satu Role favorit gue di FM, mr. do it all dalam taktik gue dia akan berfungsi sebagai supporting mezzala dan juga dalam bertahan untuk supporting Half Back dalam bertahan. Sometimes role ini akan gue rubah ke role Roaming Playmaker untuk memecah kebuntuan atau ketika mezzala gue di marking keras oleh tim lawan. Kemudian masuk ke role paling core dari taktik gue, Half back dalam taktik ini akan gue isi dengan pemain yang kreatif dengan PPI Take more risk pass. Half back ini akan berperan layaknya seorang DLP, PPM seorang playmaker dibutuhkan pada posisi ini seperti dictate tempo, killer balls, long pass etc. Kenapa gue pilih half back dibandingkan DLP defense karena setelah gue coba DLP bermain terlalu agresif ke depan sehingga ketika lawan berhasil merebut seringkali DLP berada pada out of position.

Defense CWB BPD CD FB

Masuk ke area pertahanan pilihan gue untuk di posisi kanan adalah full back support, gue gak mau pemain yang terlalu agresif buat membantu serangan. Tugas dari FB ini as a supporting unit di belakang winger dan mezzala kemudian sesekali melepaskan crossing dari deep area ke arah far post dimana IF gue beroperasi. Duet BPD di kiri dan CD di kanan bertugas jadi pilihan gue untuk garis pertahanan, PPI stay wider untuk kedua defender gue aktifin untuk ngepush duo CWB dan FB gue supaya bermain lebih ke atas. Dengan role half back di posisi DM secara formasi ketika tim gue memegang bola akan membentuk skema 3 bek di area pertahanan. BPD Stopper gue pilih untuk beroperasi di sisi kiri, dengan tujuan untuk melakukan cover CWB gue yang akan bermain sangat agresif. Ketika CWB naik maka BPD stopper dengan PPI stay wider akan berada di area sebelah kiri, area yang ditinggalkan oleh BPD ini kemudian diisi oleh half back. Role terakhir sweeper keeper, dengan defensive line yang tinggi gue butuh seorang kiper yang siap untuk maju man to man dengan striker lawan ketika striker lawan bisa lepas dari offside trap.

Result (Half Season)

Untuk hasilnya baru setengah musim dulu ya, berhubung masih cukup sibuk dengan kerjaan . Hasil pre-season yang cukup baik, 6W 1D 1L, dua hasil anomali melawan tim kecil 1 draw dan 1 lost efek dari pemain di ganggu oleh international match selama 2 minggu ketika pre-season. Serie A? Easy AF 18W 1D 0L, cukup mengejutkan sih buat gue bisa mendapatkan hasil kaya gini. Dari sisi agresivitas Total 43 gol dalam 19 pertandingan average 2.26 goal per game definitely a really good sign from this tactic. Yang lebih seru lagi dari sisi defensive tim gue baru kebobolan hanya 8 gol dari 19 pertandingan! Rock solid baby! (lihat foto 11-14).

Europa league, tim gue kebagian lawan yang cukup menantang di fase grup ada Villarreal dan PSV. We are still unbeaten also in europe dengan 4 win dan 2 draw pada fase grup. 16 gol dari 6 pertandingan yes kita agresif, di sisi pertahanan cukup leaky kalau dibandingkan dengan statistik di serie A yang hanya kebobolan 8 gol. 6 pertandingan kebobolan 7 gol dimana 90% gol tersebut berasal dari PSV, 2 kali bertemu PSV selalu end up dengan goal galore pertandingan pertama di san siro berakhir dengan skor 5-3 sementara di pertandingan kedua di philips stadion berakhir dengan skor 3-3. Hasil yang cukup impresif di Serie A dan Europa League tidak menjamin tim gue bakalan sukses di ajang piala lokal Coppa Italia, sukses menang dengan skor yang 3-1 pada first round menghadapi Torino. Lolos dari first round kemudian masuk ke quarter final, di quarter final gue harus menghadapi pil pahit setelah 120 menit bermain kemudian kalah penalty shootout oleh Sassuoulo. Masuk ke statistik pemain, Zlatan berada di posisi terdepan dalam hal produktivitas gol dengan 12 Gol, diikuti oleh Leao dan Saelemaekers dengan 8 dan 7 Gol. Untuk Assist Calhanoglu memimpin dengan 9 assist, diikuti oleh Zlatan dan Theo/Tonali dengan 6 dan 5 Assist. Total key passes dipimpin oleh Calhanoglu dengan 106 diikuti oleh Tonali dan Zlatan dengan 42 dan 39. Melihat dari statistik hal ini sudah sesuai dengan skema yang gue terapkan dimana Mezzala gue menjadi motor serangan.

Room for improvement

Setelah setengah musim salah satu area yang gue lihat perlu di improve ada di area AML berdasarkan data statistik baik hauge dan rebic terlihat sangat buruk dengan average rating yang hanya ada di kisaran angka 6.7 dan statistik lainnya juga cukup buruk. Mungkin warga sini bisa kasih suggestion harus di apain ini area AML gue. Sekian kira2 bacotan gue mengenai taktik FM21, semoga warga IDFM pada suka ya


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

FM Podcast : Pakai Klub ini untuk Romadhon Challenge tahun ini FM21#07

Tinggalkan komentar

Episode FMPC Podcast terbaru sudah rilis !

FM Lovers,

FM Lovers, Episode ini dibuat di malam 1 Romadhon, besok sudah mau sahur. Ngomongin FM21, kalau misalnya kalian ingin mencoba new game khusus untuk Romadhon tahun ini, coba dengerin ini deh. siapa tahu ikut terinspirasi pakai Klub ini 😀

Bisa kamu dengarkan di :

Happy Listening !


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

FM Podcast : Bercerita bersama Farraz, Ketua IDFM League musim ke 6 FM21#06

Tinggalkan komentar

Episode FMPC Podcast terbaru sudah rilis !

FM Lovers,

Gua sama Mas Ridwan dapat kesempatan ngobrol dengan Bung Farraz, Ketua IDFM League yang di musim ke 6 ini resmi bernama NORM IDFM LEAGUE, apa yang berbeda di musim ini ? dan apakah memungkinkan ada Liga Champions untuk Asia Tenggara kedepannya ?

Bisa kamu dengarkan di :

Happy Listening !


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Older Entries