Beranda

Dari FMLovers : Challenge Menggunakan Klub dengan Kebijakan Transfer Unik

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Hai FM Lovers,
Kali ini kita akan membahas tentang klub-klub di dunia dengan kebijakan transfer unik. Sebenarnya ada cukup banyak klub-klub dengan kriteria tersebut yang bermain di kompetisi profesional. Namun, yang akan Artupoke bahas di sini hanya klub-klub yang tersedia di database default yang dirilis oleh game Football Manager.

  1. Albirex Niigata Singapore

Klub ini merupakan klub satelit dari Albirex Niigata yang berlaga di J2 League. Mulai ikut serta dalam kompetisi kasta teratas Singapore, Singapore Premier League, sejak tahun 2004. Pada tahun itu, FA Singapore mengundang beberapa tim luar negeri dan klub asal Jepang tersebut termasuk salah satunya.

Klub berjuluk White Swans ini sempat mendominasi Singapore Premier League dengan raihan juara liga dalam tiga tahun berturut-turut (2016-2018).

Klub ini merupakan destinasi yang tepat bagi pemain-pemain muda Jepang yang gagal bersaing mendapat tempat di kompetisi atas J-League. Beberapa pemain muda dari klub-klub elit Jepang serta klub induk Albirex Niigata, memilih bermain di klub ini untuk mencampai performa puncak mereka. Ada beberapa nama yang telah mendapatkan 100 pertandingan liga di klub ini. Mereka adalah Issey Nakajima-Farran (pemain berdarah Jepang yang membela timnas Kanada), Atsushi Shimono, dan Kento Nagasaki (dua nama terakhir bermain di Asia Tenggara sejak pindah dari Albirex Niigata). Jadi, bisa dibilang Albirex Niigata Singapore merupakan gerbang masuknya pemain-pemain Jepang menuju kompetisi Asia Tenggara.

Kebijakan transfer klub ini (merujuk Football Manager 2020) adalah hanya boleh merekrut pemain berdarah Jepang.

Dengan kebijakan ini, para manajer dituntut membuktikan pemain-pemain Jepang Reject ini masih bisa berbicara di kancah Asia Tenggara. Akan lebih membantu untuk para manajer jika menambahkan database J-League sebelum memulai game baru. Karena di database default memang tidak tersedia kompetisi J-League. Hal ini untuk meningkatkan area scouting para manajer agar lebih mudah memperkuat skuad nantinya.

Bersambung ke halaman selanjutnya :

Dari FMLovers : Rekomendasi klub untuk berternak wonderkid #FM20 (5/5)

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Artupoke : ini adalah sambungan dari series Klub Rekomendasi Dari FMLovers, artikel sebelumnya ada disini : FK Vojvodina, SC Heerenveen, Lech Poznan, dan Grasshopper Club Zurich

5. Melbourne City FC

Melbourne City FC

Menuju daratan Australia, kita punya rekomendasi klub yang masih muda. Didirikan pada tahun 2009 dan diakuisisi City Football Group (milik Abu Dhabi united Group yang juga menaungi Manchester City FC). Prestasi tertinggi Melbourne City adalah menempati peringkat ketiga pada tahun 2018. Dengan masih sedikitnya prestasi dan histori klub ini, kamu mempunyai kesempatan sebagai pencetak sejarah baru di klub ini.

Dalam perkembangan pemain usia dini, Melbourne City memiliki City Football Academy yang difasilitasi dengan sangat baik (sama halnya dengan City Football Academy yang dimiliki Manchester City, New York City FC, Yokohama F. Marinos).

Yuk intip para pemain muda dari klub ini.

  • Connor Metcalfe

Pemain internasional U-21 Australia ini merupakan jebolan akademi Melbourne City. Sempat melakoni 5 pertandingan di musim lalu. Musim ini dia dipinjamkan ke Oakleigh Cannons dengan harapan mendapat pengalaman bermain dan siap menembus skuad utama kembali di musim depan.

Kemampuan marking, work rate, dan decision merupakan atribut unggulan yang dimiliki Connor.

  • Denis Genreau

Diproyeksikan sebagai duet maut di sektor tengah, Denis juga menjalani masa peminjaman di Oakleigh Cannons bersama Connor Metcalfe. Bermain di klub yang sama serta negara yang sama, membuat mereka memiliki chemistry yang pas. Bukan tidak mungkin setelah mereka kembali ke Melbourne Victory, mereka bisa menjadi pemain andalan klub di sektor tengah. Denis memiliki keunggulan dalam passing, technique serta decision.

  • Bernardo Oliveira

Pemain ini memang masih berusia muda dan kemampuannya masih cukup jauh untuk mengisi skuad utama. Namun, dia memiliki potensi menjadi pemain hebat di A-League. Pemain berdarah Brazil ini memiliki kemampuan berlari yang menjadi modal penting baginya sebagai gelandang serang.

Nah sekian dulu bahasan kita untuk kali ini. Sudah ada 5 rekomendasi klub yang menarik dicoba untuk mencatat sejarah baru nih. Kalau ada yang tertarik mencoba bermain menggunakan klub-klub tersebut, jangan lupa share pengalaman kalian dengan nge-mention Twitter @rtupoke ya!


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Rekomendasi klub untuk berternak wonderkid #FM20 (4/5)

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Artupoke : ini adalah sambungan dari series Klub Rekomendasi Dari FMLovers, artikel sebelumnya ada disini : FK Vojvodina, SC Heerenveen, dan Lech Poznan

4. Grasshopper Club Zürich

Grasshopper Club Zürich

Klub terluas di Switzerland ini pernah menjadi raksasa negara itu sampai awal tahun 2000-an. Musim 2018-2019 merupakan musim terburuk mereka dalam beberapa dekade terakhir. Mereka harus turun kasta. Karena itu, membawa Grasshopper kembali berkompetisi di divisi teratas merupakan salah satu tantangan menarik bagi para manajer. Selain memiliki sejarah panjang, fasilitas akademi mereka juga menjadi alasan lain bagi para manajer untuk memilih klub ini sebagai langkah awal kesuksesan di FM 20.

Para pemain bereputasi yang mengawali kariernya sebagai pemain muda di Grasshopper di antara lain, Haris Seferović, Eldin Jakupović, Alain Sutter, Johann Vogel, dan Stephan Lichtsteiner.

Bermain di divisi dua, Grasshopper memiliki peluang besar kembali ke divisi teratas bermodalkan para pemain muda potensial. Yuk simak siapa saja mereka.

Nedim Bajrami

Pemain U-21 Swiss ini memang tidak bisa memperkuat tim di musim pertama karena dalam masa pinjaman di Empoli. Namun, jika Empoli tidak mengaktifkan pembelian di akhir musim, Nedim akan kembali ke skuad dan bisa menjadi pemain andalan kamu.

Dia punya kualitas mumpuni sebagai gelandang berkelas. Long shot, vision, passing, technique, serta composure bisa membuatnya menjadi gelandang yang aktif berperan banyak di lini tengah

Allen Njie

Sambil menunggu kepulangan Nedim Bajrami, kamu masih punya Allen Njie kok. Pemain muda satu ini juga bermain di sektor tengah. Di usia yang masih muda ini, dia sudah mengemas 9 caps bersama timnas Liberia. Allen memiliki atribut mental yang terbilang matang untuk pemain seusianya.

Marko Bozinovic

Kemampuannya saat ini memang masih sangat jauh untuk bermain di skuad senior, mengingat usianya yang masih sangat muda. Tetapi jika ditempa dengan baik, dalam 3-4 tahun bukan tidak mungkin Marko mampu menembus skuad utama. Marko punya modal awal untuk menjadi bek tangguh mengingat kemampuan tackling dan marking-nya yang cukup baik.

Petar Pusic

Butuh inside forward yang bisa memorakporandakan pertahanan lawan? Youngster blasteran Swiss-Kroasia ini adalah jawabannya. Kemampuan crossing, dribbling, acceleration, serta agility-nya membuat pemain bertahan lawan keteteran. Pemain yang tepat jika kamu butuh penghancur pertahanan lawan.

BERSAMBUNG KE ARTIKEL SELANJUTNYA YA…..


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Rekomendasi klub untuk berternak wonderkid #FM20 (3/5)

2 Komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Artupoke : ini adalah sambungan dari series Klub Rekomendasi Dari FMLovers, artikel sebelumnya ada disini : FK Vojvodina dan SC Heerenveen

3. Lech Poznan

Lech Poznan

Klub yang bermarkas di INEA Stadion ini merupakan klub papan atas Polandia. Terhitung sudah 7 kali mereka menjuarai Ekstraklasa. Di kancah Eropa, mereka sudah berpartisipasi dalam 2 edisi Europe League. Sementara di keikutsertaan mereka di Champions League masih nihil. Tentunya selain kembali menjadi raja Ekstraklasa, bermain di Champions League bisa menjadi objektif yang bagus bagi para manajer.

Di Polandia, Lech Poznan termasuk klub yang memiliki youth sistem terbaik. Sebut saja nama-nama seperti Jan Bednarek, Karol Linetty, Jacek Dembiński, dan Edmund Białas lahir dari akademi klub ini.

Yuk intip para pemain muda Lech Poznan yang siap menjadi andalanmu dalam mengarungi Ekstraklasa di FM 20.

  1. Robert Gumny

Pemain satu ini bisa dikatakan produk akademi terbaik yang berada di skuad Lech Poznan saat ini. Bermain di sektor bek kanan, Robert menjadi andalan skuad dan tampil reguler. Bukan tidak mungkin melalui performanya di bawah asuhanmu, impiannya bermain untuk timnas Polandia akan segera terwujud. Robert memiliki kapasitas sebagai bek sayap yang mampu bertahan dan menyerang dengan baik. Tackling, marking, acceleration, serta crossing-nya di atas rata-rata pemain Ekstraklasa.

  • Kamil Jozwiak

Pemain kelahiran Miedzyrzecz ini bisa bermain di sektor serang sayap kanan ataupun kiri. Menjadi pemain reguler Lech Poznan sejak usia 18 tahun, Kamil merupakan sosok penting di lini serang klub ini. Dia memiliki atribut kecepatan dan dribel yang membuatnya bisa mengacaukan lini pertahanan lawan.

  • Tymoteusz Klups

Pemain muda ini bisa menjadi tandem Kamil Jozwiak di sisi kanan. Dia memiliki agility serta kemampuan passing yang baik. Pemain kelahiran 2000 ini tampil sebagai pemain reguler sejak musim lalu.

  • Filip Marchwinski

Di usianya yang masih 16 tahun, Filip sudah melakoni debut di tim senior Lech Poznan. Bisa dikatakan pemain ini merupakan talenta terbaik U-19 Lech Poznan. Melalui tangan dingin para manajer FM, bisa dipastikan pemain ini akan menjadi andalan tim dan berpotensi menjadi bintang Polandia di masa depan.

Filip unggul dalam kecepatan dan teknik. Atribut mentalnya pun terbilang lebih matang untuk pemain seusianya.

BERSAMBUNG KE ARTIKEL SELANJUTNYA YA…..


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Rekomendasi klub untuk berternak wonderkid #FM20 (2/5)

3 Komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Artupoke : ini adalah sambungan dari series Klub Rekomendasi Dari FMLovers, artikel sebelumnya ada disini : FK Vojvodina

  1. SC Heerenveen

Klub yang bermarkas di Kota Heerenveen ini mungkin tidak sementereng Ajax, PSV, dan Feyenoord dalam hal mencetak pemain muda berkualitas. Dari segi prestasi pun SC Heerenveen tidaklah cemerlang. Mereka belum pernah menjuarai Eredivisie (divisi teratas Belanda), serta belum pernah mengecap kompetisi skala Eropa.

Walaupun miskin prestasi, klub yang khas dengan corak Frisian Flag ini memiliki potensi untuk menjadi raksasa Eredivisie. Mereka punya bekal fasilitas Youth yang tidak kalah dari klub besar Belanda lainnya. Tercatat nama-nama yang memiliki reputasi di Belanda seperti Hakim Ziyech, Reza Ghoochannejhad, Jerry St. Juste, dan Lasse Schöne, pernah menimba ilmu di tim muda Heerenveen. Nama terbaru, Doan Van Hau yang merupakan wonderkid asal Vietnam juga tengah meniti karier di klub ini.

Menilik barisan pemain muda SC Heerenveen, ada beberapa nama yang tampaknya bisa menjadi pilar utama klub ini dalam mengarungi kompetisi di Eredivisie.

a. Djenahro Nunumete
Pemain internasional u-19 Belanda ini masih sangat muda dan memiliki potensi untuk terus berkembang. Masih bermain di tim reserve, kamu sebagai manajer berkesempatan memberikannya debut di tim utama. Decision making, passing, serta technique adalah atribut andalan Djenahro yang membuatnya menjadi calon playmaker handal di masa depan.

b. Arjen van der Heide
Bermain di level U-20 Belanda, pemain asli kelahiran Heerenveen ini bisa dikatakan bakat terbaik kota itu di generasinya. Arjen memiliki kecepatan, operan, serta pergerakan tanpa bola yang membuatnya menjadi pemain sayap yang bisa mengancam pertahanan lawan. Menarik menantikan bagaimana kerja sama Arjen dan Djenahro nanti ya.

c. Emil Frederiksen
Pemain asal Denmark ini telah bergabung dengan skuad muda Heerenveen sejak usia 16 tahun. Bermain sebagai gelandang serang, dia punya kecepatan serta determinasi tinggi untuk menampilkan permainan terbaiknya. Bukan tidak mungkin jika kamu berhasil membangkitkan kemampuan terpendam Emil, pelatih timnas akan melirik kemampuannya dan memanggilnya ke timnas, bukan?

BERSAMBUNG KE ARTIKEL SELANJUTNYA YA…..


\follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Rekomendasi klub untuk berternak wonderkid #FM20 (1/5)

4 Komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Artupoke : Ini kirimannya sebenarnya satu artikel, tapi sengaja dipisah pisah agar lebih enak dibaca, (dan gua bisa ada stock artikel yang banyak. huahahaha……ha). Happy Reading 😀

FM Lovers,

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas rekomendasi klub untuk berternak wonderkid yang berada di luar liga top Eropa ataupun termasuk liga top Eropa tetapi berada pada papan tengah-bawah.

Nah, pas banget nih buat kalian yang butuh tantangan baru ataupun bagi kalian yang suka mengembangkan para pemain muda.

  1. FK Vojvodina
FK Vojvodina

Di daratan Serbia, klub yang bermarkas di Novi Sad ini merupakan klub papan tengah yang cukup diperhitungkan kekuatannya. Di Football Manager 2020, media memprediksikan Vojvodina akan duduk di posisi 5 klasemen akhir. Kendati demikian, dalam segi prestasi, klub yang berdiri pada tahun 1914 ini belum mampu meraih satu kali pun trofi liga Serbia. Terakhir kali mereka mencicipi gelar juara adalah pada tahun 1989 pada saat masih berkompetisi di Liga Yugoslavia. Prestasi tertinggi mereka di Liga Serbia sejauh ini hanya menjadi runner up pada tahun 2008.

Vojvodina boleh berbangga karena mereka memiliki akademi yang memproduksi pemain muda potensial. Youth academy mereka yang bernama Fudbalski Centar Vujadin Boskov telah melahirkan pemain yang bermain di kancah dunia. Di antaranya adalah Milos Krasic, Sergej, Milinkovic-Savic, Gojko Kačar, Milan Stepanov, Srđan Bajčetić, Dušan Tadić, Željko Brkić, Danijel Aleksić, Slobodan Medojević.

Detail akademi FK Vojvodina menurut FM Editor 2020

Di Football Manager 2020, Vojvodina memiliki beberapa amunisi pemain muda yang bisa diandalkan dalam misi perebutan titel juara SuperLiga Serbia.

  1. Mirko Topic

Pemain muda satu ini bisa disebut salah satu talenta terbaik Serbia yang lahir di abad 21. Bermain di posisi central midfielder, Mirko Topic memiliki atribut mumpuni sebagai playmaker. Dia menguasai passing, teknik, dan visi yang cukup untuk membuatnya bersaing di skuad utama.

  • Ranko Veselinovic

Sejak musim 2017/2018, Ranko sudah menembus skuad utama dan di musim perdananya langsung menjadi pilihan pertama di lini belakang. Bermain di posisi center back, pemain muda berpostur 1.89 meter ini menjadi tembok kokoh bagi pertahanan Vojvodina. Atribut menonjol Ranko tentu saja marking, tackling, serta heading yang membuktikan bahwa kemampuannya sudah cukup matang.

  • Dejan Zukic

Bermain di sepuluh pertandingan di musim lalu, Dejan membukukan satu gol di musim perdananya bersama Vojvodina. Dengan kemampuannya saat ini, bukan tidak mungkin Dejan bisa menjadi opsi pertama para manajer jika ingin merotasi pemain senior. Atribut yang dibutuhkan seorang playmaker sudah cukup matang dimiliki Dejan Zukic.

  • Mladen Devetak

Di posisi bek kiri ada pemain ini yang siap menghancurkan lawan dengan kecepatan dan agresifitasnya. Pemain Serbia U-21 ini menjadi andalan tim sejak musim lalu selepas menghabiskan masa peminjaman di klub afiliasi FK Vojvodina, Kabel Novi Sad.

  • Mihajlo Neskovic

Pemain yang mendapat debut di umur 17 tahun ini bisa menjadi playmaker handal di lini serang Vojvodina. Seperti rekannya, Dejan Zukic, Mihajlo punya teknik, visi, dan operan yang matang untuk pemain seusianya. Selain bermain di sentral, dia juga bisa ditempatkan di sisi kanan ataupun kiri sektor sayap.

Nah, itulah para wonderkid yang dimiliki FK Vojvodina. Jadi, sudah siap menjajah liga Serbia dengan kekuatan para anak muda  serta akademi hebatnya ini?

BERSAMBUNG KE ARTIKEL SELANJUTNYA YA…..


\\follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Tips : Penerapan Skema High Pressure Defensive Block pada FMmu #CurhatSeorangManajer

1 Komentar

Ditulis oleh : Andy Bowgehl .
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Ini adalah bagaimana saya memaknai counterpressing menurut pemahaman saya sendiri, orang lain mungkin akan memiliki pendapat yang berbeda. Perlu diketahui bahwa counterpressing sendiri memiliki banyak varian, salah satunya adalah high block pressing yang akan menjadi topik pembahasan saya. Pressing merupakan sebuah usaha untuk merebut kembali bola dari penguasaan lawan, tapi merebut bola bukan berarti dengan terus mengejar lawan yang membawa bola dan kemudian melakukan kontak fisik agar bola kembali direbut. Sederhananya pressing bisa berarti memaksa lawan melakukan sesuatu agar kehilangan penguasaan bola, bisa juga untuk mencegah lawan melakukan tindakan lebih lanjut dalam hal membangun serangan.

Menurut saya counterpressing adalah usaha untuk segera bertahan (bisa dengan merebut bola atau membuat lawan tertekan dan melakukan kesalahan) sebelum lawan bersiap untuk menyerang, kebalikan dari counter-attack (1). Sementara high block pressing, yang merupakan varian dari counterpressing, adalah usaha pressing yang dilakukan di area pertahanan lawan (2). Tujuan dari high block pressing adalah untuk memaksa lawan bermain di area pertahanan mereka sendiri. Sedangkan hasilnya adalah bila bola berhasil direbut maka proses serangan balik akan lebih cepat karena posisinya dekat dengan gawang lawan, dan bila tidak berhasil maka pressing yang dilakukan harus bisa memaksa lawan mengirimkan bola panjang kedepan, yang mana akan lebih mudah diintersep oleh barisan pertahanan kita.

Tidak ada formasi khusus untuk bisa memainkan sistem high block pressing. Hanya saja formasi apapun itu harus bisa membentuk blokade pressing khususnya di lini tengah yang tidak bisa dengan mudah ditembus lawan melalui passing pendek. Jadi formasi yang dibentuk harus punya barisan lini tengah yang kuat dan rapat secara posisi. Sebagai contoh saya menggunakan formasi 4-4-2, karena saya memang menyukai formasi ini. Tapi tidak menutup kemungkinan menggunakan formasi lain selama unsur blokade pressing tetap bisa diciptakan. Oke, mari masuk ke sisi teknisnya…

Lagi

Tips : Menentukan atribut penyerang sesuai taktik yang dimainkan #CurhatSeorangManajer

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andy Bowgehl .
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Kota Hamburg, Jerman
21 Januari 2024

Kami sukses mengalahkan Dortmund tiga gol berbalas satu. Hanya saja kemenangan itu harus dibayar dengan cederanya penyerang andalan saya, Anuar Gonzales (regen). Cedera serius yang menurut laporan tim medis akan memakan waktu lebih dari 5 minggu. Dengan ini praktis saya hanya punya satu penyerang murni Borja Mayoral, padahal sejak awal musim tim saya sudah terbiasa bermain dengan dua penyerang di depan. Sebenarnya ada dua pemain lain yang biasa saya paksakan main di posisi penyerang ketika saya butuh rotasi, yaitu Lovro Majer dan Xadas yang merupakan gelandang serang kreatif, bukan penyerang murni. Tapi akhir-akhir ini di media sedang gencar pemberitaan tentang Manchester City yang sangat serius untuk mendatangkan Xadas. Dan si pemain sendiri sudah menyatakan dia juga ingin bergabung dengan Manchester City karena tergiur dengan gaji selangit yang ditawarkan. Karena Xadas adalah satu dari tiga pemain yang dianggap sebagai team leader, maka menolak tawaran dari City hanya akan membuat pemain lain akan ramai-ramai memprotes keputusan saya.

Akhirnya saya memilih untuk mencari penyerang baru disamping kebutuhan utama saya mendapatkan sayap kiri dan tambahan fullback kanan (sudah sejak pertengahan Desember saya meminta tim scouting memberikan rekomendasi winger kiri dan fullback kanan). Saya tidak bisa hanya mengandalkan Borja Mayoral seorang karena di bulan Februari akan ada jadual padat mulai dari berkunjung ke markas Bayern pada lanjutan Bundesliga kemudian lanjutan putaran ketiga DFB Pokal dan fase gugur pertama Liga Champions.

Waktu 10 hari tidak cukup untuk saya memberikan assignment baru kepada tim scouting untuk mencarikan penyerang sesuai kriteria yang saya inginkan. Terpaksa saya bongkar-bongkar lagi berkas laporan mingguan tim scouting yang berisi rekomendasi pemain-pemain potensial dari liga-liga besar Eropa. Taktik yang sedang saya mainkan di Hamburger SV saat ini adalah kombinasi Pass to Space dan Hit Early Cross. Sederhananya adalah ketika pemain saya berhasil merebut bola, maka dia harus segera mencari kesempatan untuk bisa mengirimkan bola di belakang garis pertahanan lawan (katakanlah direct counter attack). Untuk itu, kriteria utama dari penyerang yang saya butuhkan adalah Off the Ball, Acceleration dan Pace.

Off the Ball adalah kemampuan pemain ketika tidak menguasai bola untuk bergerak mencari posisi yang tepat yang membuat dia bisa dengan mudah menerima bola yang dikirimkan. Ini adalah atribut khusus bagi penyerang, sementara Positioning yang maksudnya kurang lebih sama adalah atribut khusus bagi pemain bertahan. Sederhananya, penyerang dengan Off the Ball yang baik akan membuat dia pandai mencari posisi ideal untuk mencetak gol.

Sementara Acceleration adalah seberapa cepat seorang pemain bisa mencapai kecepatan lari maksimal (Pace). Bagi saya, Acceleration dan Pace adalah satu kesatuan dan saling terkait satu sama lain. Acceleration merupakan kemampuan pemain mempercepat lajunya dari mulai titik nol hingga mencapai kemampuan lari maksimalnya, sementara pace merupakan kecepatan lari maksimal yang bisa dilakukan. Pace sendiri sangat dipengaruhi oleh Stamina, bila Stamina nilainya kecil maka si pemain tidak akan bisa menjaga laju larinya untuk jarak tempuh yang cukup jauh. Oleh karenanya, ada banyak kejadian dimana penyerang yang berhasil lolos dari penjagaan bisa dikejar kembali oleh penjaganya karena si penyerang tidak mampu menjaga laju larinya tetap stabil sampai jarak tertentu. Disamping itu, Balance juga ikut menentukan keberhasilan lari dari pemain. Balance merupakan keseimbangan tubuh pemain. Semakin kuat Balance si pemain membuat dia tidak mudah terjatuh ketika beradu badan dengan pemain lawan dalam situasi adu lari. Sebagai contoh, Acceleration dan Pace yang dikombinasikan dengan Balance dan Stamina akan membuat si pemain bisa seperti Bale yang “mem-bully” Marc Bartra dalam laga El Clasico Final Copa del Rey. Acceleration membuat Bale seperti mendahului start lari melawan Bartra. Kemudian ketika Bartra mencoba melakukan body charge, Balance membuat Bale tidak terjatuh dan bisa tetap melanjutkan lari. Dan kombinasi Pace dan Stamina membuat Bale bisa tetap menjaga laju larinya sampai jarak tertentu sehingga Bartra tidak bisa mengejar dan gol pun tercipta. Dalam satu momen tersebut ada banyak atribut yang mempengaruhi.

Lagi

5 Hal yang Jadi Penyebab Kekalahan Team dalam Football Manager 2019

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : DASH.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !


Menang kalah memang sudah biasa. Namun sebagai manager team, akan terasa menyenangkan jika bisa meraih kemenangan mutlak. Sayangnya seringkali hasil seri, atau bahkan kekalahan harus dirasakan dalam permainan simulasi ini.

Nah, kali ini kita tidak akan membahas strategi terbaik apa yang bisa membantu kemenangan. Namun kita akan lebih fokus pada hal-hal apa saja sih yang menyebabkan team tetap kalah. Silahkan membaca dan semoga bermanfaat.

Penyebab Kekalahan dalam Football Manager 2019

Ada cukup banyak hal yang bisa menjadi biang kerok kekalahan team. Dengan mengetahui biang kerok ini, anda bisa menghindarinya sehingga kemungkinan menang akan bertambah besar.

Lagi

Dari FMLovers : Lahirnya Era Baru Penjaga Gawang (Part 1/2)

Tinggalkan komentar

“Dari FMLovers” merupakan satu tempat yang diciptakan khusus bagi para FMLovers yang ingin menyumbangkan artikel miliknya dalam satu tema yang sama, Football Manager. Tidak ada batasan khusus topik yang harus diambil, jadi apabila kamu tertarik untuk memasukkan ceritamu ke artupoke.com. Silahkan email karyamu dalam bentuk microsoft word ke admin@artupoke.com

Salam FM 😀

Oleh Agam Averroes

Ter-Stegen

PREAMBULE

Penjaga gawang merupakan posisi seorang pemain yang berada di garis paling belakang pertahanan sebuah tim sepakbola. Baik atau buruknya penampilan seorang kiper dibawah mistar gawang bisa menjadi penentu hasil sebuah pertandingan. Tak hanya itu, ketika seorang penjaga gawang bermain baik akan menimbulkan rasa aman bagi barisan pemain belakang sebuah tim.

Posisi penjaga gawang tak lagi bisa dianggap remeh dalam dunia sepakbola pada saat seorang pria  berkebangsaan Uni Soviet yaitu Lev Ivanovich Yashin meraih penghargaan pemain terbaik dunia pada Desember 1963. Sejak saat itu Yashin membuktikan bahwa penjaga gawang bukanlah seorang pelengkap dalam tim sepakbola.

Lev yashin

Multi-Role Penjaga Gawang

Sama seperti Thomas Muller, pemain jerman lain yaitu Manuel Neuer mulai memperkenalkan kepada pecinta sepakbola dunia fungsi baru dari seorang penjaga gawang. Ia membuktikan kepada semua orang bahwa kiper yang modern tidak hanya dituntut untuk bisa menghalau semua serangan lawan, lebih dari itu seorang kiper ‘zaman now’ juga dituntut untuk bisa menjadi pemain pertama yang mengalirkan bola dalam build-up serangan tim yang dibelanya.

Neuer mulai bergabung bersama Bayern Munchen pada tahun 2011 hingga sekarang, mungkin salah satu alasan pelatih kiper Munchen saat itu merekomendasikan perekrutan Neuer selain karena ia berkewarganegaraan Jerman, Neuer juga punya potensi untuk menjadi kiper modern terbaik di dunia.

Dan benar saja, berada dibelakang sederet nama pemain belakang Munchen yang bisa membuatnya aman dalam melakukan aksinya seperti keluar jauh dari gawang, ataupun menjadi pemain yang merangkap ‘centre-back’ ketika timnya sedang menyerang habis-habisan, Neuer sukses menjadi pemain pertama yang mengalirkan bola saat timnya sedang melakukan build-up play. Dan sejak saat itu juga Neuer mulai memperkenalkan kepada dunia bahwa inilah Sweeper Keeper.

Tak Semua Kiper Bisa Jadi Sweeper Keeper

Joe Hart

Bagaimana bisa Joe Hart tersingkir dari Manchester City? Mungkin ada sebagian orang bertanya mengenai hal ini. Tak bisa dipungkiri, 1 gelar Liga Inggris pada musim 2011-2012 serta penghargaan Golden Glove dari federasi sepakbola Inggris pada musim 2010-2011 dan 2011-2012 harusnya bisa menjamin posisi utamanya di Manchester City. Apalagi Joe Hart termasuk sosok senior di The Citizens.

Namun sejak kedatangan Pep Guardiola pada 2016 Joe Hart mulai tersingkir, bahkan sempat dipinjamkan ke Torino pada musim tersebut. Pep juga malah merekrut kiper baru untuk City, ada dua nama yaitu Claudio Bravo dan Ederson Moraes. Hal ini semakin menguatkan pendapat bahwa Joe Hart tak lagi memiliki masa depan bersama City.

Sebenarnya, hal yang membuat Joe Hart tidak masuk dalam strategi Guardiola adalah karena …………..


to be continued ke part 2


\\follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

 

 

 

 

Older Entries