Beranda

Dari FMLovers : Wonderkid di Football Manager Tetapi Memble di Dunia Nyata

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Baihaki
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Beberapa waktu lalu, muncul kabar gembira di temlen Facebook. Ada penawaran download gratis game Football Manager 2020 secara legal dan gratis dari Epic Games dalam kurun waktu tertentu. Berhubung saya suka yang gratis-gratis, lumayan dong! Apalagi, biasanya (sumpah bukan saya!), banyak orang yang mengulik-ulik Google buat mencari crack FM.

Bermain game ini bagi saya cukup seru. Apalagi, cara mainnya bisa dilakukan ketika menyelesaikan kerjaan atau bahkan nulis artikel ini. Salah satu keseruan yang kerap saya lakukan saat bermain game FM adalah berburu wonderkid. Kehadiran wonderkid mampu menopang performa tim dan kemudian bisa dijual dengan harga tinggi ke klub kaya.

Ngomong-ngomong tentang wonderkid di FM, tidak semua pemain berbakat itu ternyata mampu mengembangkan talentanya sehingga jadi pemain besar di dunia nyata. Contoh paling nyata adalah Maxim Tsigalko yang terkenal sebagai goal getter andal di Championship Manager (CM). Eh, ndilalah pemain ini cuma mampu bermain di level rendah.

Tsigalko bulankah satu-satunya fenomena kegagalan wonderkid dalam mematangkan talentanya di dunia nyata. Ada banyak wonderkid lain yang punya nasib tidak kalah mengenaskan. Siapa saja mereka?

1. Fernando Cavenaghi

Fernando Ezequiel Cavenaghi 9.jpg
Lagi

Dari FMLovers : Wonderkid Asia Football Manager 2020

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Halo FMLovers

Kali ini kita akan membahas tentang wonderkid Asia nih. Pemain yang masih tergolong wonderkid versi Artupoke adalah yang berada di tingkat umur U-23. Bakal jadi seru, kan, kalau mendatangkan pemain Asia dan menjadikan mereka bintang di pesepakbolaan Eropa.  Siapa aja sih rekomendasi dari Artupoke? Oke langsung kita bahas aja, ya. Artupoke bakal membahas pemain-pemain rekomendasi per posisinya

Goal-Keeper

Di barisan kiper masih didominasi pemain muda dari negeri ginseng, Korea Selatan

Pilihan utama kami adalah Song Beom-Keun. Pemain Jeonbuk Hyundai Motors ini menjadi andalan di bawah mistar gawang dalam dua musim terakhir. Walaupun belum mengecap caps timnas di level umur mana pun, dengan pesatnya perkembangannya, Song menjadi kiper berprospek paling cerah di Asia.

Opsi lainnya ada Kim Dong Heon dari Incheon United. Walaupun pemain satu ini belum mendapatkan menit bermain di tim utama, tetapi diperkirakan dalam beberapa musim ke depan dia memiliki chance untuk menjadi andalan di tim utama. Dari negeri Kangguru ada Thomas Glover yang menjadi opsi lainnya. Lulusan akademi Tottenham Hotspurs ini kini bermain di Melbourne City dan akan menjadi andalan di bawah mistar gawang mereka.

Centre-Back

Di barisan bek tengah terdapat beberapa nama yang menarik. Untuk pilihan utama, kami menjatuhkannya kepada Takehiro Tomiyasu.

Pemain asal negeri sakura ini telah bermain sebanyak 15 kali untuk negaranya di usianya yang masih sangat muda. Dia bisa bermain di sentral bek ataupun di posisi bek kanan. Takehiro mulai menunjukkan kemampuannya saat bermain reguler untuk Avispa Fukuoka di kompetisi J2 League. Klub Belgia, Sint Truidense, tertarik menggunakan jasanya. Di musim terakhir sebelum pindah dari Belgia, Takehiro menjadi pilihan utama di klub itu. Musim ini Takehiro akan bermain di Bologna. Liga Italy akan menjadi tanah dia berkembang.

Pilihan lainnya ada Kim Min-Jae yang sudah bermain reguler di level timnas. Setelah menghabiskan waktu di Jeonbuk, pemain yang dijuluki Monster ini pindah ke Liga China dan bermain untuk Beijing Guoan.

Selain dua pemain di atas, nama Islomjon Qobilov pun bisa menjadi pilihan. Baru mendapat caps di timnas senior, dia pun mulai mendapat menit bermain banyak di klub asalnya, Bunyodkor yang berkompetisi di Liga Uzbekistan.

Defender Right

Posisi bek kanan memiliki beberapa nama. Kandidat paling atas yang kami rekomendasikan adalah Yukinari Sugawara.

Ex-Nagoya Grampus ini merupakan bek modern yang mampu bertahan dan menyerang dengan baik. Di usianya yang masih muda, dia sudah merumput di Liga Belanda bersama AZ Alkmaar. Saat ini Yukinari masih bermain di tim Jong AZ di Eerste Divisie. Namun, jika berhasil menggali potensi pemain ini, dia akan menjadi aset yang berharga di kompetisi level atas.

Seol Yeong-Wu adalah opsi cadangan dari Yukinari. Pemain muda ini bermain untuk Ulsan Hyundai di Liga Korea Selatan.

Defender Left

Kami merekomendasikan Alex Gersbach di posisi ini.

Pengalamannya di beberapa negara Eropa di usia yang masih muda adalah modal besar baginya untuk beradaptasi cepat di kompetisi dengan level tinggi. Pernah bermain di liga Prancis, Belgia, Belanda, serta Norwegia, kini Alex bermain di Denmark. Dengan pengalamannya itu, bukan sesuatu mengejutkan jika dia dipanggil ke timnas Australia. Opsi lainnya adalah Azizbek Amonov yang bermain di liga Uzbekistan. Walaupun belum mendapat kesempatan di timns, tetapi pemain ini memiliki potensi menjadi bintang negeri itu.

Midfielder Centre

Selain Jepang dan Korea Selatan, Uzbekistan tampaknya ikut ambil bagian dalam dominasi daftar wonderkid. Di posisi ini kami merekomendasikan bintang muda Uzbekistan. Jasur Jaloliddinov.

Di usianya yang masih 17 tahun, Jasur sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa dia masih bisa berkembang jauh. Bukan tidak mungkin jika dipoles dengan baik, dia akan menjadi pemain tengah top di Asia.

Pilihan lainnya ada Tyrese Francois yang bermain di tim muda Fulham. Pemain asal Australia ini pun masih bisa berkembang banyak di usianya yang masih 18 tahun.

Dua pemain lain yang menjadi pilihan adalah Li Tenglong, pemain berdarah China yang kini bermain di tim muda Granada. Lalu Paik Seung-Ho, lulusan La Masia yang kini bermain untuk Darmstadt.

Attacking Midfielder Centre

Rekomendasi utama kami tentu saja Takefusa Kubo yang merupakan pemain paling disorot dalam beberapa tahun belakang.

Nama Kubo mulai dikenal orang-orang saat dia mengenyam pendidikan di La Masia. Setelah kembali ke Jepang, dia menjadi pemain andalan FC Tokyo di usianya yang masih 17 tahun. Memasuki usia 18 tahun, Real Madrid merekrutnya. Kini Kubo dipinjamkan ke RCD Mallorca.

Ada banyak wonderkid di posisi ini yang bisa menjadi pilihan. Salah satunya adalah Leo Mazis yang merupakan wonderkid Australia. Saat ini Leo bermain di tim reserve-nya Celtic.

Zach Duncan juga masuk dalam list ini. Pemain Australia ini kini bermain di liga Denmark bersama AGF.

Daichi Kamada di Eintracht Frankfurt pun ikut serta dalam barisan wonderkid. Pemain asal Jepang ini memilih jalur karier yang bagus dengan melanjutkan perjalanannya ke Bundesliga.

Attacking Midfielder Right

Di posisi penyerang sayap kanan, rekomendasi terbaik adalah Lee Kang-In.

Pemain ini cukup versatile. Dia bisa bermain di sisi kiri, kanan, ataupun tengah. Lee merupakan lulusan akademi Valencia dan kini bermain untuk tim utamanya. Di Valencia, Lee menunjukkan perkembangan cukup signifikan. Banyak yang memprediksikan dalam beberapa tahun ke depan, dia bisa merebut posisi pemain utama di skuad Valencia.

Opsi lain ada Daniel Arzani, bintang muda Manchester City yang kini dipinjamkan ke Celtic. Di level timnas pun Daniel sudah debut di timnas Australia.

Pilihan lainnya yaitu Ritsu Dôan yang sukses bersama Groningen dan kini direkrut PSV.

Attacking Midfielder Left

Di posisi penyerang kiri, prospek paling cerah jatuh kepada Hiroki Abe.

Saat Kubo direkrut Real Madrid, Barcelona tak mau kalah dan mendapatkan tanda tangan Hiroki Abe untuk bergabung dengan mereka. Di Kashima Antlers, Abe menjadi sosok penting bagi raksasa Jepang tersebut. Kini di Barcelona karena ketatnya persaingan di skuad utama, dia belum masuk dalam rencana jangka pendek pelatih. Namun, jika dia bisa terus berkembang, besar kemungkinan dia ada peluang di skuad Barcelona. Atau, jika memang harus meninggalkan klub asal Catalan itu, dia punya peluang bergabung dengan klub top Eropa lainnya.

Pilihan lain ada Ryôtarô Meshino yang direkrut Manchester City dari Gamba Osaka. Kini Ryotaro menjalani masa peminjaman di Liga Skotlandia, Hearts.

Mengerucut ke Asia Tenggara, ada nama-nama dari wilayah tersebut yang menembus daftar wonderkid. Mereka adalah Ekanit Panya dari Thailand yang bermain untuk Chiangrai United, dan Egy Maulana Vikri dari Indonesia yang bermain untuk Lechia Gdansk. Kedua pemain tersebut telah menembus skuad timnas senior di usia yang muda.

Striker

Masuk ke posisi striker, pilihan utama kami jatuh kepada Han Kwang-Song.

Striker Korea Utara ini menghabiskan masa mudanya di klub Italy. Sempat bergabung dengan Juventus sebelum dilepas ke Al-Duhail di Liga Qatar. Penampilannya bersama Al-Duhail cukup ciamik. Tidak menutup kemungkinan beberapa tahun ke depan dia akan kembali ke Eropa.

Pilihan lainnya yaitu Suphanat Mueanta, wonderkid yang kini menjadi incaran klub-klub Jepang. Di usianya yang masih 16 tahun, Suphanat sudah menjadi andalan Buriram United dan mendapat caps di timnas senior Thailand.

Opsi lainnya ada John Iredale, pemain Australia yang kini berada di tim muda Wolfsburg. Pemain ini pernah bermain di SC Heerenveen walaupun tidak sempat mendapat debut di tim utama. Di usianya yang masih muda, dia punya kesempatan untuk terus berkembang.


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Daftar Free Agents Player untuk FM2020

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Halo FM Lovers,

Kali ini @Rtupoke ingin kasih rekomendasi pemain free agent di FM 20 nih. Kalau kamu megang tim yang baru promosi, atau kamu ingin nyari pemain back up tanpa mengeluarkan dana besar, artikel ini pastinya sesuai dengan kebutuhan kamu saat ini.

Mimin kasih 3 opsi pemain di masing-masing posisi dengan menggunakan formasi 4-3-2-1. Yuk cek langsung.

Goal Keeper

  • Emiliano Viviano

Pemain berkebangsaan Italy ini pernah menjadi kiper andalan Sampdoria. Di kancah internasional pun Emiliano pernah membela timnas Italy sebanyak enam kali. Musim terakhir sebelum dilepas, dia membela tim serie A, SPAL. Dengan kemampuan goalkeepingnya yang masih belum turun, Emiliano Viviano masih bisa kamu kontrak sebagai kiper utama dan bersaing di liga papan atas Eropa.

  • Stefano Sorrentino

Kiper gaek satu ini mungkin memang sudah terlalu tua untuk bersaing dengan anak-anak muda yang bermain di posisinya. Namun, dengan atribut goalkeeping yang masih di atas rata-rata, Stefano masih bisa dimanfaatkan sebagai penjaga gawang andalan. Reflex dan one on one yang baik adalah atribut unggulannya.

  • Magrão

Kiper asal Brazil yang sudah membela Sport Recife (Serie A Brazil) selama 12 tahun ini tersedia di bursa transfer dan dapat didatangkan secara gratis. Usianya memang di ujung karier. Namun, Magrao masih bisa dimasukkan ke dalam slot pemain cadangan mengingat atributnya yang masih cukup bagus.

KITA LANJUT KEHALAMAN SELANJUTNYA

Dari FMLovers : Challenge Menggunakan Klub dengan Kebijakan Transfer Unik

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Hai FM Lovers,
Kali ini kita akan membahas tentang klub-klub di dunia dengan kebijakan transfer unik. Sebenarnya ada cukup banyak klub-klub dengan kriteria tersebut yang bermain di kompetisi profesional. Namun, yang akan Artupoke bahas di sini hanya klub-klub yang tersedia di database default yang dirilis oleh game Football Manager.

  1. Albirex Niigata Singapore

Klub ini merupakan klub satelit dari Albirex Niigata yang berlaga di J2 League. Mulai ikut serta dalam kompetisi kasta teratas Singapore, Singapore Premier League, sejak tahun 2004. Pada tahun itu, FA Singapore mengundang beberapa tim luar negeri dan klub asal Jepang tersebut termasuk salah satunya.

Klub berjuluk White Swans ini sempat mendominasi Singapore Premier League dengan raihan juara liga dalam tiga tahun berturut-turut (2016-2018).

Klub ini merupakan destinasi yang tepat bagi pemain-pemain muda Jepang yang gagal bersaing mendapat tempat di kompetisi atas J-League. Beberapa pemain muda dari klub-klub elit Jepang serta klub induk Albirex Niigata, memilih bermain di klub ini untuk mencampai performa puncak mereka. Ada beberapa nama yang telah mendapatkan 100 pertandingan liga di klub ini. Mereka adalah Issey Nakajima-Farran (pemain berdarah Jepang yang membela timnas Kanada), Atsushi Shimono, dan Kento Nagasaki (dua nama terakhir bermain di Asia Tenggara sejak pindah dari Albirex Niigata). Jadi, bisa dibilang Albirex Niigata Singapore merupakan gerbang masuknya pemain-pemain Jepang menuju kompetisi Asia Tenggara.

Kebijakan transfer klub ini (merujuk Football Manager 2020) adalah hanya boleh merekrut pemain berdarah Jepang.

Dengan kebijakan ini, para manajer dituntut membuktikan pemain-pemain Jepang Reject ini masih bisa berbicara di kancah Asia Tenggara. Akan lebih membantu untuk para manajer jika menambahkan database J-League sebelum memulai game baru. Karena di database default memang tidak tersedia kompetisi J-League. Hal ini untuk meningkatkan area scouting para manajer agar lebih mudah memperkuat skuad nantinya.

Bersambung ke halaman selanjutnya :

Dari FMLovers : Rekomendasi klub untuk berternak wonderkid #FM20 (5/5)

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Artupoke : ini adalah sambungan dari series Klub Rekomendasi Dari FMLovers, artikel sebelumnya ada disini : FK Vojvodina, SC Heerenveen, Lech Poznan, dan Grasshopper Club Zurich

5. Melbourne City FC

Melbourne City FC

Menuju daratan Australia, kita punya rekomendasi klub yang masih muda. Didirikan pada tahun 2009 dan diakuisisi City Football Group (milik Abu Dhabi united Group yang juga menaungi Manchester City FC). Prestasi tertinggi Melbourne City adalah menempati peringkat ketiga pada tahun 2018. Dengan masih sedikitnya prestasi dan histori klub ini, kamu mempunyai kesempatan sebagai pencetak sejarah baru di klub ini.

Dalam perkembangan pemain usia dini, Melbourne City memiliki City Football Academy yang difasilitasi dengan sangat baik (sama halnya dengan City Football Academy yang dimiliki Manchester City, New York City FC, Yokohama F. Marinos).

Yuk intip para pemain muda dari klub ini.

  • Connor Metcalfe

Pemain internasional U-21 Australia ini merupakan jebolan akademi Melbourne City. Sempat melakoni 5 pertandingan di musim lalu. Musim ini dia dipinjamkan ke Oakleigh Cannons dengan harapan mendapat pengalaman bermain dan siap menembus skuad utama kembali di musim depan.

Kemampuan marking, work rate, dan decision merupakan atribut unggulan yang dimiliki Connor.

  • Denis Genreau

Diproyeksikan sebagai duet maut di sektor tengah, Denis juga menjalani masa peminjaman di Oakleigh Cannons bersama Connor Metcalfe. Bermain di klub yang sama serta negara yang sama, membuat mereka memiliki chemistry yang pas. Bukan tidak mungkin setelah mereka kembali ke Melbourne Victory, mereka bisa menjadi pemain andalan klub di sektor tengah. Denis memiliki keunggulan dalam passing, technique serta decision.

  • Bernardo Oliveira

Pemain ini memang masih berusia muda dan kemampuannya masih cukup jauh untuk mengisi skuad utama. Namun, dia memiliki potensi menjadi pemain hebat di A-League. Pemain berdarah Brazil ini memiliki kemampuan berlari yang menjadi modal penting baginya sebagai gelandang serang.

Nah sekian dulu bahasan kita untuk kali ini. Sudah ada 5 rekomendasi klub yang menarik dicoba untuk mencatat sejarah baru nih. Kalau ada yang tertarik mencoba bermain menggunakan klub-klub tersebut, jangan lupa share pengalaman kalian dengan nge-mention Twitter @rtupoke ya!


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Rekomendasi klub untuk berternak wonderkid #FM20 (4/5)

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Artupoke : ini adalah sambungan dari series Klub Rekomendasi Dari FMLovers, artikel sebelumnya ada disini : FK Vojvodina, SC Heerenveen, dan Lech Poznan

4. Grasshopper Club Zürich

Grasshopper Club Zürich

Klub terluas di Switzerland ini pernah menjadi raksasa negara itu sampai awal tahun 2000-an. Musim 2018-2019 merupakan musim terburuk mereka dalam beberapa dekade terakhir. Mereka harus turun kasta. Karena itu, membawa Grasshopper kembali berkompetisi di divisi teratas merupakan salah satu tantangan menarik bagi para manajer. Selain memiliki sejarah panjang, fasilitas akademi mereka juga menjadi alasan lain bagi para manajer untuk memilih klub ini sebagai langkah awal kesuksesan di FM 20.

Para pemain bereputasi yang mengawali kariernya sebagai pemain muda di Grasshopper di antara lain, Haris Seferović, Eldin Jakupović, Alain Sutter, Johann Vogel, dan Stephan Lichtsteiner.

Bermain di divisi dua, Grasshopper memiliki peluang besar kembali ke divisi teratas bermodalkan para pemain muda potensial. Yuk simak siapa saja mereka.

Nedim Bajrami

Pemain U-21 Swiss ini memang tidak bisa memperkuat tim di musim pertama karena dalam masa pinjaman di Empoli. Namun, jika Empoli tidak mengaktifkan pembelian di akhir musim, Nedim akan kembali ke skuad dan bisa menjadi pemain andalan kamu.

Dia punya kualitas mumpuni sebagai gelandang berkelas. Long shot, vision, passing, technique, serta composure bisa membuatnya menjadi gelandang yang aktif berperan banyak di lini tengah

Allen Njie

Sambil menunggu kepulangan Nedim Bajrami, kamu masih punya Allen Njie kok. Pemain muda satu ini juga bermain di sektor tengah. Di usia yang masih muda ini, dia sudah mengemas 9 caps bersama timnas Liberia. Allen memiliki atribut mental yang terbilang matang untuk pemain seusianya.

Marko Bozinovic

Kemampuannya saat ini memang masih sangat jauh untuk bermain di skuad senior, mengingat usianya yang masih sangat muda. Tetapi jika ditempa dengan baik, dalam 3-4 tahun bukan tidak mungkin Marko mampu menembus skuad utama. Marko punya modal awal untuk menjadi bek tangguh mengingat kemampuan tackling dan marking-nya yang cukup baik.

Petar Pusic

Butuh inside forward yang bisa memorakporandakan pertahanan lawan? Youngster blasteran Swiss-Kroasia ini adalah jawabannya. Kemampuan crossing, dribbling, acceleration, serta agility-nya membuat pemain bertahan lawan keteteran. Pemain yang tepat jika kamu butuh penghancur pertahanan lawan.

BERSAMBUNG KE ARTIKEL SELANJUTNYA YA…..


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Rekomendasi klub untuk berternak wonderkid #FM20 (3/5)

2 Komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Artupoke : ini adalah sambungan dari series Klub Rekomendasi Dari FMLovers, artikel sebelumnya ada disini : FK Vojvodina dan SC Heerenveen

3. Lech Poznan

Lech Poznan

Klub yang bermarkas di INEA Stadion ini merupakan klub papan atas Polandia. Terhitung sudah 7 kali mereka menjuarai Ekstraklasa. Di kancah Eropa, mereka sudah berpartisipasi dalam 2 edisi Europe League. Sementara di keikutsertaan mereka di Champions League masih nihil. Tentunya selain kembali menjadi raja Ekstraklasa, bermain di Champions League bisa menjadi objektif yang bagus bagi para manajer.

Di Polandia, Lech Poznan termasuk klub yang memiliki youth sistem terbaik. Sebut saja nama-nama seperti Jan Bednarek, Karol Linetty, Jacek Dembiński, dan Edmund Białas lahir dari akademi klub ini.

Yuk intip para pemain muda Lech Poznan yang siap menjadi andalanmu dalam mengarungi Ekstraklasa di FM 20.

  1. Robert Gumny

Pemain satu ini bisa dikatakan produk akademi terbaik yang berada di skuad Lech Poznan saat ini. Bermain di sektor bek kanan, Robert menjadi andalan skuad dan tampil reguler. Bukan tidak mungkin melalui performanya di bawah asuhanmu, impiannya bermain untuk timnas Polandia akan segera terwujud. Robert memiliki kapasitas sebagai bek sayap yang mampu bertahan dan menyerang dengan baik. Tackling, marking, acceleration, serta crossing-nya di atas rata-rata pemain Ekstraklasa.

  • Kamil Jozwiak

Pemain kelahiran Miedzyrzecz ini bisa bermain di sektor serang sayap kanan ataupun kiri. Menjadi pemain reguler Lech Poznan sejak usia 18 tahun, Kamil merupakan sosok penting di lini serang klub ini. Dia memiliki atribut kecepatan dan dribel yang membuatnya bisa mengacaukan lini pertahanan lawan.

  • Tymoteusz Klups

Pemain muda ini bisa menjadi tandem Kamil Jozwiak di sisi kanan. Dia memiliki agility serta kemampuan passing yang baik. Pemain kelahiran 2000 ini tampil sebagai pemain reguler sejak musim lalu.

  • Filip Marchwinski

Di usianya yang masih 16 tahun, Filip sudah melakoni debut di tim senior Lech Poznan. Bisa dikatakan pemain ini merupakan talenta terbaik U-19 Lech Poznan. Melalui tangan dingin para manajer FM, bisa dipastikan pemain ini akan menjadi andalan tim dan berpotensi menjadi bintang Polandia di masa depan.

Filip unggul dalam kecepatan dan teknik. Atribut mentalnya pun terbilang lebih matang untuk pemain seusianya.

BERSAMBUNG KE ARTIKEL SELANJUTNYA YA…..


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Rekomendasi klub untuk berternak wonderkid #FM20 (2/5)

3 Komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Artupoke : ini adalah sambungan dari series Klub Rekomendasi Dari FMLovers, artikel sebelumnya ada disini : FK Vojvodina

  1. SC Heerenveen

Klub yang bermarkas di Kota Heerenveen ini mungkin tidak sementereng Ajax, PSV, dan Feyenoord dalam hal mencetak pemain muda berkualitas. Dari segi prestasi pun SC Heerenveen tidaklah cemerlang. Mereka belum pernah menjuarai Eredivisie (divisi teratas Belanda), serta belum pernah mengecap kompetisi skala Eropa.

Walaupun miskin prestasi, klub yang khas dengan corak Frisian Flag ini memiliki potensi untuk menjadi raksasa Eredivisie. Mereka punya bekal fasilitas Youth yang tidak kalah dari klub besar Belanda lainnya. Tercatat nama-nama yang memiliki reputasi di Belanda seperti Hakim Ziyech, Reza Ghoochannejhad, Jerry St. Juste, dan Lasse Schöne, pernah menimba ilmu di tim muda Heerenveen. Nama terbaru, Doan Van Hau yang merupakan wonderkid asal Vietnam juga tengah meniti karier di klub ini.

Menilik barisan pemain muda SC Heerenveen, ada beberapa nama yang tampaknya bisa menjadi pilar utama klub ini dalam mengarungi kompetisi di Eredivisie.

a. Djenahro Nunumete
Pemain internasional u-19 Belanda ini masih sangat muda dan memiliki potensi untuk terus berkembang. Masih bermain di tim reserve, kamu sebagai manajer berkesempatan memberikannya debut di tim utama. Decision making, passing, serta technique adalah atribut andalan Djenahro yang membuatnya menjadi calon playmaker handal di masa depan.

b. Arjen van der Heide
Bermain di level U-20 Belanda, pemain asli kelahiran Heerenveen ini bisa dikatakan bakat terbaik kota itu di generasinya. Arjen memiliki kecepatan, operan, serta pergerakan tanpa bola yang membuatnya menjadi pemain sayap yang bisa mengancam pertahanan lawan. Menarik menantikan bagaimana kerja sama Arjen dan Djenahro nanti ya.

c. Emil Frederiksen
Pemain asal Denmark ini telah bergabung dengan skuad muda Heerenveen sejak usia 16 tahun. Bermain sebagai gelandang serang, dia punya kecepatan serta determinasi tinggi untuk menampilkan permainan terbaiknya. Bukan tidak mungkin jika kamu berhasil membangkitkan kemampuan terpendam Emil, pelatih timnas akan melirik kemampuannya dan memanggilnya ke timnas, bukan?

BERSAMBUNG KE ARTIKEL SELANJUTNYA YA…..


\follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Dari FMLovers : Rekomendasi klub untuk berternak wonderkid #FM20 (1/5)

4 Komentar

Ditulis oleh : Andra.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Artupoke : Ini kirimannya sebenarnya satu artikel, tapi sengaja dipisah pisah agar lebih enak dibaca, (dan gua bisa ada stock artikel yang banyak. huahahaha……ha). Happy Reading 😀

FM Lovers,

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas rekomendasi klub untuk berternak wonderkid yang berada di luar liga top Eropa ataupun termasuk liga top Eropa tetapi berada pada papan tengah-bawah.

Nah, pas banget nih buat kalian yang butuh tantangan baru ataupun bagi kalian yang suka mengembangkan para pemain muda.

  1. FK Vojvodina
FK Vojvodina

Di daratan Serbia, klub yang bermarkas di Novi Sad ini merupakan klub papan tengah yang cukup diperhitungkan kekuatannya. Di Football Manager 2020, media memprediksikan Vojvodina akan duduk di posisi 5 klasemen akhir. Kendati demikian, dalam segi prestasi, klub yang berdiri pada tahun 1914 ini belum mampu meraih satu kali pun trofi liga Serbia. Terakhir kali mereka mencicipi gelar juara adalah pada tahun 1989 pada saat masih berkompetisi di Liga Yugoslavia. Prestasi tertinggi mereka di Liga Serbia sejauh ini hanya menjadi runner up pada tahun 2008.

Vojvodina boleh berbangga karena mereka memiliki akademi yang memproduksi pemain muda potensial. Youth academy mereka yang bernama Fudbalski Centar Vujadin Boskov telah melahirkan pemain yang bermain di kancah dunia. Di antaranya adalah Milos Krasic, Sergej, Milinkovic-Savic, Gojko Kačar, Milan Stepanov, Srđan Bajčetić, Dušan Tadić, Željko Brkić, Danijel Aleksić, Slobodan Medojević.

Detail akademi FK Vojvodina menurut FM Editor 2020

Di Football Manager 2020, Vojvodina memiliki beberapa amunisi pemain muda yang bisa diandalkan dalam misi perebutan titel juara SuperLiga Serbia.

  1. Mirko Topic

Pemain muda satu ini bisa disebut salah satu talenta terbaik Serbia yang lahir di abad 21. Bermain di posisi central midfielder, Mirko Topic memiliki atribut mumpuni sebagai playmaker. Dia menguasai passing, teknik, dan visi yang cukup untuk membuatnya bersaing di skuad utama.

  • Ranko Veselinovic

Sejak musim 2017/2018, Ranko sudah menembus skuad utama dan di musim perdananya langsung menjadi pilihan pertama di lini belakang. Bermain di posisi center back, pemain muda berpostur 1.89 meter ini menjadi tembok kokoh bagi pertahanan Vojvodina. Atribut menonjol Ranko tentu saja marking, tackling, serta heading yang membuktikan bahwa kemampuannya sudah cukup matang.

  • Dejan Zukic

Bermain di sepuluh pertandingan di musim lalu, Dejan membukukan satu gol di musim perdananya bersama Vojvodina. Dengan kemampuannya saat ini, bukan tidak mungkin Dejan bisa menjadi opsi pertama para manajer jika ingin merotasi pemain senior. Atribut yang dibutuhkan seorang playmaker sudah cukup matang dimiliki Dejan Zukic.

  • Mladen Devetak

Di posisi bek kiri ada pemain ini yang siap menghancurkan lawan dengan kecepatan dan agresifitasnya. Pemain Serbia U-21 ini menjadi andalan tim sejak musim lalu selepas menghabiskan masa peminjaman di klub afiliasi FK Vojvodina, Kabel Novi Sad.

  • Mihajlo Neskovic

Pemain yang mendapat debut di umur 17 tahun ini bisa menjadi playmaker handal di lini serang Vojvodina. Seperti rekannya, Dejan Zukic, Mihajlo punya teknik, visi, dan operan yang matang untuk pemain seusianya. Selain bermain di sentral, dia juga bisa ditempatkan di sisi kanan ataupun kiri sektor sayap.

Nah, itulah para wonderkid yang dimiliki FK Vojvodina. Jadi, sudah siap menjajah liga Serbia dengan kekuatan para anak muda  serta akademi hebatnya ini?

BERSAMBUNG KE ARTIKEL SELANJUTNYA YA…..


\\follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Tips : Penerapan Skema High Pressure Defensive Block pada FMmu #CurhatSeorangManajer

1 Komentar

Ditulis oleh : Andy Bowgehl .
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Ini adalah bagaimana saya memaknai counterpressing menurut pemahaman saya sendiri, orang lain mungkin akan memiliki pendapat yang berbeda. Perlu diketahui bahwa counterpressing sendiri memiliki banyak varian, salah satunya adalah high block pressing yang akan menjadi topik pembahasan saya. Pressing merupakan sebuah usaha untuk merebut kembali bola dari penguasaan lawan, tapi merebut bola bukan berarti dengan terus mengejar lawan yang membawa bola dan kemudian melakukan kontak fisik agar bola kembali direbut. Sederhananya pressing bisa berarti memaksa lawan melakukan sesuatu agar kehilangan penguasaan bola, bisa juga untuk mencegah lawan melakukan tindakan lebih lanjut dalam hal membangun serangan.

Menurut saya counterpressing adalah usaha untuk segera bertahan (bisa dengan merebut bola atau membuat lawan tertekan dan melakukan kesalahan) sebelum lawan bersiap untuk menyerang, kebalikan dari counter-attack (1). Sementara high block pressing, yang merupakan varian dari counterpressing, adalah usaha pressing yang dilakukan di area pertahanan lawan (2). Tujuan dari high block pressing adalah untuk memaksa lawan bermain di area pertahanan mereka sendiri. Sedangkan hasilnya adalah bila bola berhasil direbut maka proses serangan balik akan lebih cepat karena posisinya dekat dengan gawang lawan, dan bila tidak berhasil maka pressing yang dilakukan harus bisa memaksa lawan mengirimkan bola panjang kedepan, yang mana akan lebih mudah diintersep oleh barisan pertahanan kita.

Tidak ada formasi khusus untuk bisa memainkan sistem high block pressing. Hanya saja formasi apapun itu harus bisa membentuk blokade pressing khususnya di lini tengah yang tidak bisa dengan mudah ditembus lawan melalui passing pendek. Jadi formasi yang dibentuk harus punya barisan lini tengah yang kuat dan rapat secara posisi. Sebagai contoh saya menggunakan formasi 4-4-2, karena saya memang menyukai formasi ini. Tapi tidak menutup kemungkinan menggunakan formasi lain selama unsur blokade pressing tetap bisa diciptakan. Oke, mari masuk ke sisi teknisnya…

Lagi

Older Entries