Beranda

Artupoke @IDFMLeague 2022 – MANAGERS TO HIGHLIGHT: IDFM CHAMPIONSHIP

Tinggalkan komentar

Di postingan sebelumnya, Kita sudah membahas mengenai beberapa profil manajer yang berkarir di IDFM Super League musim ini. Untuk edisi sekarang, Kita mulai membahas beberapa manajer yang cukup menarik untuk dibahas di divisi IDFM Championship.

IDFM Championship adalah kasta kedua dari IDFM League, dimana peserta baru yang lolos dari fase kualifikasi IDFM League akan langsung berlaga di IDFM Championship selama semusim penuh. Divisi ini terbagi kedalam 3 grup, masing-masing grup terdiri dari 16 tim. Total tim yang berpartisipasi di IDFM Championship adalah 48 tim. 3 tim terbawah dari masing-masing grup akan ter-degradasi dari IDFM Championship (total 9 tim), mengharuskan mereka ikut kembali melalui fase kualifikasi IDFM League musim depan. Juara masing-masing grup berhak lolos ke IDFM Super League musim depan secara otomatis. Namun, mereka tetap menjalani serangkaian laga akhir, dimana 3 tim ini akan saling bertemu untuk menentukan siapa yang menjadi tim terbaik IDFM Championship di musim tersebut. Untuk peringkat 2 sampai 5 masng-masing grup akan beradu di fase promotion playoff. Juara promotion playoff akan langsung naik ke IDFM Super League musim depan. Runner-up playoff harus menjalani match terakhir melawan peringkat 16 IDFM Super League, pemenang dari match tersebut akan ada di IDFM League musim depan, sedangkan yang kalah akan masuk ke IDFM Championship musim depan.

Manager pertama yang kita bahas, sudah pasti para Managers bisa menebak siapa yang pertama kita bahas, yaitu FC Kurowo. FC kurowo adalah tim yang sudah bertahun-tahun ada di IDFM League, ketika itu performa yang membuat timnya sangat terkenal adalah musim 2019 yaitu di IDFM Premier League, dominasi di liga nya benar-benar sulit untuk dibendung. Di musim 2020 juga Kurowo sempat jadi kandidat favorit juara liga di paruh pertama gameweek, namun sedikit menurun performa nya di paruh kedua musim.

Hal yang sangat mengejutkan terjadi, IDFM League 2021, Kurowo menyatakan untuk mengundurkan diri dari liga, manager yang terkenal dengan ahli Opposition Instructions dan ahli psywar ini mengundurkan diri beberapa hari sebelum gameweek 1 bergulir, membuat IDFM Super League edisi 2021 hanya diikuti 19 tim saja. Banyak yang berspekulasi kalau Kurowo mengundurkan diri karena FM21 tidak ada Opposition Instructions nya. Musim 2022 ini Kurowo kembali masuk ke IDFM League dengan status peserta baru, berhasil sapu bersih 5 kemenangan di kualifikasi, memastikan Kurowo kembali menjadi peserta tetap IDFM League 2022.

Manager selanjutnya yang akan dibahas yaitu Situpai, musim kemarin Situpai berlabelkan peserta baru, langsung memberi kejutan dengan masuk ke fase Promotion Playoff di musim perdana nya, namun harus gagal karena Situpai menjadi tim terbaik ke 3 di fase tersebut. Diawal 2022 juga dikarenakan ada satu tim IDFM Super League yang mengundurkan diri dari IDFM League, Situpai mendapatkan kesempatan kedua, yaitu melawan Boxer FC untuk memperebutkan slot pengganti tim yang mundur tersebut, namun Situpai gagal memenangkan pertandingan tersebut. Musim ini juga Situpai sepertinya cukup diunggulkan untuk promosi ke IDFM Super League.

Sama-sama berlabelkan peserta baru di musim 2022 ini, tim Lancang Hitam juga cukup dominan di fase kualifikasi, Lancang Hitam berhasil sapu bersih kemenangan di fase grup juga seperti Kurowo, IDFM Championship 2022 akan menjadi pembuktian Lancang Hitam baik dari segi tactical knowledge ataupun mentalitas mereka, karena perjalanan mereka masih panjang untuk mengukir sejarah di IDFM League.

Tim terakhir yang kita bahas adalah Laskar Lodho, disebut-sebut sebagai penerus tim Bakul Lumpia, Laskar Lodho tampil impresif di IDFM Championship 2021, masuk ke fase playoff juga, namun harus gugur di group stage Playoff, disaat rumor beredar kencang bahwa musim ini adalah musim terakhir Bakul Lumpia bermain di IDFM League, apakah Laskar Lodho berhasil naik ke IDFM Super League 2023?

Topik dari blog ini juga tersedia di Podcast Artupoke, Football Manager Punya Cerita!

Klik di sini ============[LINK]=============

Selamat Mendengarkan!

Artupoke @IDFMLeague 2022 – MANAGERS TO HIGHLIGHT: IDFM SUPER LEAGUE

Tinggalkan komentar

Setelah membahas tentang apa itu IDFM League, kali ini Kita akan fokus ke beberapa tim IDFM Super League yang akan kita ulas di artikel ini. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, IDFM Super League adalah divisi IDFM League tertinggi di kompetisi ini. 20 Tim bertanding dengan kompetisi penuh sebanyak 38 kali pertandingan. Tiap tim akan bertemu masing-masing dua kesempatan, juara ditentukan dari poin terbanyak, lalu peringkat 17 sampai 20 harus terdegradasi ke IDFM Championship musim depan, sementara peringkat 16 akan bertanding melawan runner-up fase playoff IDFM Champioship, jika peringkat 16 menang, maka dia akan bertahan, jika kalah, maka tim dari runner-up playoff tersebut berhak naik ke IDFM Super League musim depan, dan peringkat 16 tadi terdegradasi ke IDFM Championship musim depan.

Tim pertama yang akan dibahas yaitu Gotir FC, Gotir FC adalah pemenang IDFM Super League 2021, Gotir tampil sangat fantastis dengan poin yang diperoleh sebesar 80 poin, 25 kali menang, 5 kali seri dan 6 kali kalah, dengan selisih gol 44 gol! Selisih yang sangat jauh yaitu 16 poin dengan peringkat 2, Benchwarmers. Performa tak terbendung Gotir FC ini sampai-sampai sering diperbincangkan oleh peserta-peserta lain. Sampai-sampai beberapa peserta menganggap IDFM Super League 2021 adalah “IDFM Farmers League”, dikarenakan selisih poin tersebut, apakah di musim 2022 ini Gotir menjadi salah satu tim yang difavoritkan untuk menjadi juara lagi?

Tim kedua yang dibahas selanjutnya adalah de Falcoda! Tim yang menjuarai IDFM Super League 2020 ini juga menjadi tim yang menarik untuk dibahas, karena musim 2020 kemarin persaingan de Falcoda dan juga FC WoW (sekarang menjadi Al Zhafi) berlangsung sangat ketat hingga akhir musim, keduanya terus saling menempel di puncak klasemen, namun pada akhirnya de Falcoda yang keluar sebagai juara IDFM Super League 2020! Namun sayangnya di IDFM Super League 2021 ini, de Falcoda performa nya menurun. Finish di peringkat 13 saja dengan torehan 45 poin, dengan 11 kali kemenangan, 12 kali seri, dan 13 kalah, itupun sangat dekat dengan peringkat 16 yaitu Kasamu FC (42 poin) yang mengundurkan diri dari IDFM League tahun 2022. Mampukah de Falcoda bangkit dan menjadi tim yang bersaing di papan atas lagi di IDFM Super League 2022?

Terakhir, kita akan bahas salah 1 pemenang Final Round IDFM Championship, yaitu Matohale United! Musim yang sangat fenomenal bagi Matohale United, mengantongi 65 poin, dengan 20 kali kemenangan, 5 seri dan 5 kali kalah, selisih gol nya pun sangat jauh, 45 gol! Sama dominan nya dengan Gotir FC, Matohale United juga memiliki selisih 10 poin dengan peringkat 2, Omegu FC. Menjadikan Matohale United juara IDFM Championship grup A dan dilanjut ke Final Round IDFM Championship, dimana Matohale United berhadapan dengan juara dari IDFM Championship grup B, FC Ninjas, dan juga juara IDFM Championship grup C, Gophan Sentod City. Hasilnya Matohale United berhasil sebagai JUARA dari final round IDFM Championship sekaligus dinobatkan menjadi tim terbaik di IDFM Championship 2021 Untuk pembahasan IDFM Super League ini juga dibahas di podcast Artupoke, blog nya para FM lovers.