IDFM League kembali menyajikan pertandingan-pertandingan yang menarik di Bulan April. Setelah Bulan Maret gong turnamen dipukul dengan menyajikan IDFM Super Cup yang dilanjutkan oleh IDFM Super League dan IDFM Cup, di Bulan April genderang perang antar tim dari divisi kedua, yakni IDFM Championship juga mulai ditabuh. Total ada 60 pertandingan IDFM Super League 103 pertandingan IDFM Championship dan 15 pertandingan IDFM Cup yang mewarnai Bulan April.
Ditulis oleh :Andra. Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Halo FM Lovers,
Kali ini @Rtupoke ingin kasih rekomendasi pemain free agent di FM 20 nih. Kalau kamu megang tim yang baru promosi, atau kamu ingin nyari pemain back up tanpa mengeluarkan dana besar, artikel ini pastinya sesuai dengan kebutuhan kamu saat ini.
Mimin kasih 3 opsi pemain di masing-masing posisi dengan menggunakan formasi 4-3-2-1. Yuk cek langsung.
Goal Keeper
Emiliano Viviano
Pemain berkebangsaan Italy ini pernah menjadi kiper andalan Sampdoria. Di kancah internasional pun Emiliano pernah membela timnas Italy sebanyak enam kali. Musim terakhir sebelum dilepas, dia membela tim serie A, SPAL. Dengan kemampuan goalkeepingnya yang masih belum turun, Emiliano Viviano masih bisa kamu kontrak sebagai kiper utama dan bersaing di liga papan atas Eropa.
Stefano Sorrentino
Kiper gaek satu ini mungkin memang sudah terlalu tua untuk bersaing dengan anak-anak muda yang bermain di posisinya. Namun, dengan atribut goalkeeping yang masih di atas rata-rata, Stefano masih bisa dimanfaatkan sebagai penjaga gawang andalan. Reflex dan one on one yang baik adalah atribut unggulannya.
Magrão
Kiper asal Brazil yang sudah membela Sport Recife (Serie A Brazil) selama 12 tahun ini tersedia di bursa transfer dan dapat didatangkan secara gratis. Usianya memang di ujung karier. Namun, Magrao masih bisa dimasukkan ke dalam slot pemain cadangan mengingat atributnya yang masih cukup bagus.
Artupoke IDFM League akhirnya berjalan setelah masa pendaftaran peserta baru yang diselenggarakan pada bulan Desember dan kualifikasi peserta yang dilaksanakan pada bulan Januari.
Kualifikasi IDFM Championship ini meloloskan 15 tim dari 50 tim yang mendaftar untuk melengkapi 27 tim IDFM Championship peserta musim lalu. Total terdapat 62 peserta yang dibagi kedalam 2 divisi, IDFM Super League dan IDFM Championship. Peserta IDFM Super League berjumlah 20 tim dan sisanya berada di IDFM Championship.
IDFM Super League dimulai pada 2 Maret dan IDFM Championship dimulai pada tanggal 30 Maret, dan sebelum kompetisi dimulai dilaksanakan IDFM Super Cup yang mempertandingkan juara IDFM Cup 2019 yakni VVV Panthera Tigris dengan juara IDFM Super League 2019 yakni Boxer FC. Pertandingan ini juga menjadi pertandingan terakhir VVV Panthera Tigris yang memutuskan untuk keluar dari Artupoke IDFM League setelah bermain selama 4 musim. Pertandingan IDFM Super Cup juga disiarkan secara langsung melalui fanspage Artupoke IDFM League di Facebook.
Ditulis oleh : Andra. Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Hai FM Lovers, Kali ini kita akan membahas tentang klub-klub di dunia dengan kebijakan transfer unik. Sebenarnya ada cukup banyak klub-klub dengan kriteria tersebut yang bermain di kompetisi profesional. Namun, yang akan Artupoke bahas di sini hanya klub-klub yang tersedia di database default yang dirilis oleh game Football Manager.
Albirex Niigata Singapore
Klub ini merupakan klub satelit dari Albirex Niigata yang berlaga di J2 League. Mulai ikut serta dalam kompetisi kasta teratas Singapore, Singapore Premier League, sejak tahun 2004. Pada tahun itu, FA Singapore mengundang beberapa tim luar negeri dan klub asal Jepang tersebut termasuk salah satunya.
Klub berjuluk White Swans ini sempat mendominasi Singapore Premier League dengan raihan juara liga dalam tiga tahun berturut-turut (2016-2018).
Klub ini merupakan destinasi yang tepat bagi pemain-pemain muda Jepang yang gagal bersaing mendapat tempat di kompetisi atas J-League. Beberapa pemain muda dari klub-klub elit Jepang serta klub induk Albirex Niigata, memilih bermain di klub ini untuk mencampai performa puncak mereka. Ada beberapa nama yang telah mendapatkan 100 pertandingan liga di klub ini. Mereka adalah Issey Nakajima-Farran (pemain berdarah Jepang yang membela timnas Kanada), Atsushi Shimono, dan Kento Nagasaki (dua nama terakhir bermain di Asia Tenggara sejak pindah dari Albirex Niigata). Jadi, bisa dibilang Albirex Niigata Singapore merupakan gerbang masuknya pemain-pemain Jepang menuju kompetisi Asia Tenggara.
Kebijakan transfer klub ini (merujuk Football Manager 2020) adalah hanya boleh merekrut pemain berdarah Jepang.
Dengan kebijakan ini, para manajer dituntut membuktikan pemain-pemain Jepang Reject ini masih bisa berbicara di kancah Asia Tenggara. Akan lebih membantu untuk para manajer jika menambahkan database J-League sebelum memulai game baru. Karena di database default memang tidak tersedia kompetisi J-League. Hal ini untuk meningkatkan area scouting para manajer agar lebih mudah memperkuat skuad nantinya.
Ditulis oleh : Andra. Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Artupoke : ini adalah sambungan dari series Klub Rekomendasi Dari FMLovers, artikel sebelumnya ada disini : FK Vojvodina, SC Heerenveen, Lech Poznan, dan Grasshopper Club Zurich
5. Melbourne City FC
Melbourne City FC
Menuju daratan Australia, kita punya rekomendasi klub yang masih muda. Didirikan pada tahun 2009 dan diakuisisi City Football Group (milik Abu Dhabi united Group yang juga menaungi Manchester City FC). Prestasi tertinggi Melbourne City adalah menempati peringkat ketiga pada tahun 2018. Dengan masih sedikitnya prestasi dan histori klub ini, kamu mempunyai kesempatan sebagai pencetak sejarah baru di klub ini.
Dalam perkembangan pemain usia dini, Melbourne City memiliki City Football Academy yang difasilitasi dengan sangat baik (sama halnya dengan City Football Academy yang dimiliki Manchester City, New York City FC, Yokohama F. Marinos).
Yuk intip para pemain muda dari klub ini.
Connor Metcalfe
Pemain internasional U-21 Australia ini merupakan jebolan akademi Melbourne City. Sempat melakoni 5 pertandingan di musim lalu. Musim ini dia dipinjamkan ke Oakleigh Cannons dengan harapan mendapat pengalaman bermain dan siap menembus skuad utama kembali di musim depan.
Kemampuan marking, work rate, dan decision merupakan atribut unggulan yang dimiliki Connor.
Denis Genreau
Diproyeksikan sebagai duet maut di sektor tengah, Denis juga menjalani masa peminjaman di Oakleigh Cannons bersama Connor Metcalfe. Bermain di klub yang sama serta negara yang sama, membuat mereka memiliki chemistry yang pas. Bukan tidak mungkin setelah mereka kembali ke Melbourne Victory, mereka bisa menjadi pemain andalan klub di sektor tengah. Denis memiliki keunggulan dalam passing, technique serta decision.
Bernardo Oliveira
Pemain ini memang masih berusia muda dan kemampuannya masih cukup jauh untuk mengisi skuad utama. Namun, dia memiliki potensi menjadi pemain hebat di A-League. Pemain berdarah Brazil ini memiliki kemampuan berlari yang menjadi modal penting baginya sebagai gelandang serang.
Nah sekian dulu bahasan kita untuk kali ini. Sudah ada 5 rekomendasi klub yang menarik dicoba untuk mencatat sejarah baru nih. Kalau ada yang tertarik mencoba bermain menggunakan klub-klub tersebut, jangan lupa share pengalaman kalian dengan nge-mention Twitter @rtupoke ya!
follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//
Ditulis oleh : Andra. Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Artupoke : ini adalah sambungan dari series Klub Rekomendasi Dari FMLovers, artikel sebelumnya ada disini : FK Vojvodina, SC Heerenveen, dan Lech Poznan
4. Grasshopper Club Zürich
Grasshopper Club Zürich
Klub terluas di Switzerland ini pernah menjadi raksasa negara itu sampai awal tahun 2000-an. Musim 2018-2019 merupakan musim terburuk mereka dalam beberapa dekade terakhir. Mereka harus turun kasta. Karena itu, membawa Grasshopper kembali berkompetisi di divisi teratas merupakan salah satu tantangan menarik bagi para manajer. Selain memiliki sejarah panjang, fasilitas akademi mereka juga menjadi alasan lain bagi para manajer untuk memilih klub ini sebagai langkah awal kesuksesan di FM 20.
Para pemain bereputasi yang mengawali kariernya sebagai pemain muda di Grasshopper di antara lain, Haris Seferović, Eldin Jakupović, Alain Sutter, Johann Vogel, dan Stephan Lichtsteiner.
Bermain di divisi dua, Grasshopper memiliki peluang besar kembali ke divisi teratas bermodalkan para pemain muda potensial. Yuk simak siapa saja mereka.
Nedim Bajrami
Pemain U-21 Swiss ini memang tidak bisa memperkuat tim di musim pertama karena dalam masa pinjaman di Empoli. Namun, jika Empoli tidak mengaktifkan pembelian di akhir musim, Nedim akan kembali ke skuad dan bisa menjadi pemain andalan kamu.
Dia punya kualitas mumpuni sebagai gelandang berkelas. Long shot, vision, passing, technique, serta composure bisa membuatnya menjadi gelandang yang aktif berperan banyak di lini tengah
Allen Njie
Sambil menunggu kepulangan Nedim Bajrami, kamu masih punya Allen Njie kok. Pemain muda satu ini juga bermain di sektor tengah. Di usia yang masih muda ini, dia sudah mengemas 9 caps bersama timnas Liberia. Allen memiliki atribut mental yang terbilang matang untuk pemain seusianya.
Marko Bozinovic
Kemampuannya saat ini memang masih sangat jauh untuk bermain di skuad senior, mengingat usianya yang masih sangat muda. Tetapi jika ditempa dengan baik, dalam 3-4 tahun bukan tidak mungkin Marko mampu menembus skuad utama. Marko punya modal awal untuk menjadi bek tangguh mengingat kemampuan tackling dan marking-nya yang cukup baik.
Petar Pusic
Butuh inside forward yang bisa memorakporandakan pertahanan lawan? Youngster blasteran Swiss-Kroasia ini adalah jawabannya. Kemampuan crossing, dribbling, acceleration, serta agility-nya membuat pemain bertahan lawan keteteran. Pemain yang tepat jika kamu butuh penghancur pertahanan lawan.
BERSAMBUNG KE ARTIKEL SELANJUTNYA YA…..
follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//
Ditulis oleh : Andra. Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Artupoke : ini adalah sambungan dari series Klub Rekomendasi Dari FMLovers, artikel sebelumnya ada disini : FK Vojvodina dan SC Heerenveen
3. Lech Poznan
Lech Poznan
Klub yang bermarkas di INEA Stadion ini merupakan klub papan atas Polandia. Terhitung sudah 7 kali mereka menjuarai Ekstraklasa. Di kancah Eropa, mereka sudah berpartisipasi dalam 2 edisi Europe League. Sementara di keikutsertaan mereka di Champions League masih nihil. Tentunya selain kembali menjadi raja Ekstraklasa, bermain di Champions League bisa menjadi objektif yang bagus bagi para manajer.
Di Polandia, Lech Poznan termasuk klub yang memiliki youth sistem terbaik. Sebut saja nama-nama seperti Jan Bednarek, Karol Linetty, Jacek Dembiński, dan Edmund Białas lahir dari akademi klub ini.
Yuk intip para pemain muda Lech Poznan yang siap menjadi andalanmu dalam mengarungi Ekstraklasa di FM 20.
Robert Gumny
Pemain satu ini bisa dikatakan produk akademi terbaik yang berada di skuad Lech Poznan saat ini. Bermain di sektor bek kanan, Robert menjadi andalan skuad dan tampil reguler. Bukan tidak mungkin melalui performanya di bawah asuhanmu, impiannya bermain untuk timnas Polandia akan segera terwujud. Robert memiliki kapasitas sebagai bek sayap yang mampu bertahan dan menyerang dengan baik. Tackling, marking, acceleration, serta crossing-nya di atas rata-rata pemain Ekstraklasa.
Kamil Jozwiak
Pemain kelahiran Miedzyrzecz ini bisa bermain di sektor serang sayap kanan ataupun kiri. Menjadi pemain reguler Lech Poznan sejak usia 18 tahun, Kamil merupakan sosok penting di lini serang klub ini. Dia memiliki atribut kecepatan dan dribel yang membuatnya bisa mengacaukan lini pertahanan lawan.
Tymoteusz Klups
Pemain muda ini bisa menjadi tandem Kamil Jozwiak di sisi kanan. Dia memiliki agility serta kemampuan passing yang baik. Pemain kelahiran 2000 ini tampil sebagai pemain reguler sejak musim lalu.
Filip Marchwinski
Di usianya yang masih 16 tahun, Filip sudah melakoni debut di tim senior Lech Poznan. Bisa dikatakan pemain ini merupakan talenta terbaik U-19 Lech Poznan. Melalui tangan dingin para manajer FM, bisa dipastikan pemain ini akan menjadi andalan tim dan berpotensi menjadi bintang Polandia di masa depan.
Filip unggul dalam kecepatan dan teknik. Atribut mentalnya pun terbilang lebih matang untuk pemain seusianya.
BERSAMBUNG KE ARTIKEL SELANJUTNYA YA…..
follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//
Ditulis oleh : Andra. Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Artupoke : ini adalah sambungan dari series Klub Rekomendasi Dari FMLovers, artikel sebelumnya ada disini : FK Vojvodina
SC Heerenveen
Klub yang bermarkas di Kota Heerenveen ini mungkin tidak sementereng Ajax, PSV, dan Feyenoord dalam hal mencetak pemain muda berkualitas. Dari segi prestasi pun SC Heerenveen tidaklah cemerlang. Mereka belum pernah menjuarai Eredivisie (divisi teratas Belanda), serta belum pernah mengecap kompetisi skala Eropa.
Walaupun miskin prestasi, klub yang khas dengan corak Frisian Flag ini memiliki potensi untuk menjadi raksasa Eredivisie. Mereka punya bekal fasilitas Youth yang tidak kalah dari klub besar Belanda lainnya. Tercatat nama-nama yang memiliki reputasi di Belanda seperti Hakim Ziyech, Reza Ghoochannejhad, Jerry St. Juste, dan Lasse Schöne, pernah menimba ilmu di tim muda Heerenveen. Nama terbaru, Doan Van Hau yang merupakan wonderkid asal Vietnam juga tengah meniti karier di klub ini.
Menilik barisan pemain muda SC Heerenveen, ada beberapa nama yang tampaknya bisa menjadi pilar utama klub ini dalam mengarungi kompetisi di Eredivisie.
a. Djenahro Nunumete Pemain internasional u-19 Belanda ini masih sangat muda dan memiliki potensi untuk terus berkembang. Masih bermain di tim reserve, kamu sebagai manajer berkesempatan memberikannya debut di tim utama. Decision making, passing, serta technique adalah atribut andalan Djenahro yang membuatnya menjadi calon playmaker handal di masa depan.
b. Arjen van der Heide Bermain di level U-20 Belanda, pemain asli kelahiran Heerenveen ini bisa dikatakan bakat terbaik kota itu di generasinya. Arjen memiliki kecepatan, operan, serta pergerakan tanpa bola yang membuatnya menjadi pemain sayap yang bisa mengancam pertahanan lawan. Menarik menantikan bagaimana kerja sama Arjen dan Djenahro nanti ya.
c. Emil Frederiksen Pemain asal Denmark ini telah bergabung dengan skuad muda Heerenveen sejak usia 16 tahun. Bermain sebagai gelandang serang, dia punya kecepatan serta determinasi tinggi untuk menampilkan permainan terbaiknya. Bukan tidak mungkin jika kamu berhasil membangkitkan kemampuan terpendam Emil, pelatih timnas akan melirik kemampuannya dan memanggilnya ke timnas, bukan?
BERSAMBUNG KE ARTIKEL SELANJUTNYA YA…..
\follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//
Ditulis oleh : Andra. Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Artupoke : Ini kirimannya sebenarnya satu artikel, tapi sengaja dipisah pisah agar lebih enak dibaca, (dan gua bisa ada stock artikel yang banyak. huahahaha……ha). Happy Reading 😀
FM Lovers,
Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas rekomendasi klub untuk berternak wonderkid yang berada di luar liga top Eropa ataupun termasuk liga top Eropa tetapi berada pada papan tengah-bawah.
Nah, pas banget nih buat kalian yang butuh tantangan baru ataupun bagi kalian yang suka mengembangkan para pemain muda.
FK Vojvodina
FK Vojvodina
Di daratan Serbia, klub yang bermarkas di Novi Sad ini merupakan klub papan tengah yang cukup diperhitungkan kekuatannya. Di Football Manager 2020, media memprediksikan Vojvodina akan duduk di posisi 5 klasemen akhir. Kendati demikian, dalam segi prestasi, klub yang berdiri pada tahun 1914 ini belum mampu meraih satu kali pun trofi liga Serbia. Terakhir kali mereka mencicipi gelar juara adalah pada tahun 1989 pada saat masih berkompetisi di Liga Yugoslavia. Prestasi tertinggi mereka di Liga Serbia sejauh ini hanya menjadi runner up pada tahun 2008.
Vojvodina boleh berbangga karena mereka memiliki akademi yang memproduksi pemain muda potensial. Youth academy mereka yang bernama Fudbalski Centar Vujadin Boskov telah melahirkan pemain yang bermain di kancah dunia. Di antaranya adalah Milos Krasic, Sergej, Milinkovic-Savic, Gojko Kačar, Milan Stepanov, Srđan Bajčetić, Dušan Tadić, Željko Brkić, Danijel Aleksić, Slobodan Medojević.
Detail akademi FK Vojvodina menurut FM Editor 2020
Di Football Manager 2020, Vojvodina memiliki beberapa amunisi pemain muda yang bisa diandalkan dalam misi perebutan titel juara SuperLiga Serbia.
Mirko Topic
Pemain muda satu ini bisa disebut salah satu talenta terbaik Serbia yang lahir di abad 21. Bermain di posisi central midfielder, Mirko Topic memiliki atribut mumpuni sebagai playmaker. Dia menguasai passing, teknik, dan visi yang cukup untuk membuatnya bersaing di skuad utama.
Ranko Veselinovic
Sejak musim 2017/2018, Ranko sudah menembus skuad utama dan di musim perdananya langsung menjadi pilihan pertama di lini belakang. Bermain di posisi center back, pemain muda berpostur 1.89 meter ini menjadi tembok kokoh bagi pertahanan Vojvodina. Atribut menonjol Ranko tentu saja marking, tackling, serta heading yang membuktikan bahwa kemampuannya sudah cukup matang.
Dejan Zukic
Bermain di sepuluh pertandingan di musim lalu, Dejan membukukan satu gol di musim perdananya bersama Vojvodina. Dengan kemampuannya saat ini, bukan tidak mungkin Dejan bisa menjadi opsi pertama para manajer jika ingin merotasi pemain senior. Atribut yang dibutuhkan seorang playmaker sudah cukup matang dimiliki Dejan Zukic.
Mladen Devetak
Di posisi bek kiri ada pemain ini yang siap menghancurkan lawan dengan kecepatan dan agresifitasnya. Pemain Serbia U-21 ini menjadi andalan tim sejak musim lalu selepas menghabiskan masa peminjaman di klub afiliasi FK Vojvodina, Kabel Novi Sad.
Mihajlo Neskovic
Pemain yang mendapat debut di umur 17 tahun ini bisa menjadi playmaker handal di lini serang Vojvodina. Seperti rekannya, Dejan Zukic, Mihajlo punya teknik, visi, dan operan yang matang untuk pemain seusianya. Selain bermain di sentral, dia juga bisa ditempatkan di sisi kanan ataupun kiri sektor sayap.
Nah, itulah para wonderkid yang dimiliki FK Vojvodina. Jadi, sudah siap menjajah liga Serbia dengan kekuatan para anak muda serta akademi hebatnya ini?
BERSAMBUNG KE ARTIKEL SELANJUTNYA YA…..
\\follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//
FM Lovers, sesuai yang disampaikan di twitter ane ini :
Halow FMLovers,
Blognya FMLovers / Artupoke ? selama ini saya bingung sendiri nyebut identitasnya mana yang simple. Mana yang ditonjolkan. Karena keduanya sudah seperti satu kesatuan. #NewProfilePicpic.twitter.com/p5EnJIFXLB
Perubahan Logo ini bisa dibilang sebagai milestones yang menandakan transformasi Artupoke menjadi sesuatu yang beda. (iya beda, sudah jarang banget nulis artikel atau podcast !). Maafkeun…
But anyway, gua pribadi masih berharap bahwa Artupoke bisa menjadi salah satu brand di top of mind kalian kalau menyangkut tentang Per-Football Manager-an untuk Indonesia sendiri.
So, Voila, here is the new Logo… and Wish me Luck !
Logo baru di 20 February 2020
\\follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//
Para Komentator