REVIEW IDFM CHAMPIONSHIP

IDFM Championship juga tak kalah menyajikan drama yang sangat menarik. Jika dilihat secara keseluruhan, kompetisi IDFM Championship musim ini memang lebih menarik dan lebih seru dibandingkan dengan IDFM Championship musim lalu. Dengan peserta berjumlah 14 tiap grup dan jarak antara slot promosi dan slot degradasi hanya berjarak 6 peringkat menjadikan peserta IDFM Championship tidak boleh melakukan kesalahan sedikitpun. Grup A secara mengejutkan dipimpin oleh tim yang merangkak dari kualifikasi, 404 Not Found. Tim yang diasuh oleh DInan Sagara ini hanya kehilangan 2 poin saja sepanjang April. 404 Not Found ditempel ketat oleh Guritno FC di peringkat 2 dan Digital Game FC di peringkat 3. Ada Minuran County dan Hexorsit mengisi slot playoff di peringkat 4 dan 5.

Pemuncak klasmen grup B diisi oleh Razor Glory. Tidak meyakinkan dalam pertandingan persiapan liga, tim berlogo kadal ini mantap memuncaki klasmen. Razor Glory hanya kehilangan 2 poin sepanjang berjalannya liga. Slot playoff diisi oleh Kasamu FC, Special One FC, Garuda Nazionale dan Nucleox secara berurutan. Selain slot yang diperebutkan secara seru, slot degradasi juga seolah tak ingin kalah menunjukan drama. Kegagalan Cikumpa Union melaksanakan 2 pertandingan menyebabkan Cikumpa Union harus mendapatkan hukuman dengan pengurangan poin sebesar 2 poin. Tim SATGAS IDFM League terus berupaya agar kompetisi berjalan adil dan tidak pandang bulu kepada semua peserta.

Kegarangan 404 Not Found dari grup A tidak dapat menandingi kegelimangan AC Dark Knight, pemuncak klasmen grup C. Setelah hampir promosi di tahun 2018 dan gagal total di tahun 2019, AC Dark Knight langsung tancap gas. 15 poin dari 5 pertandingan dengan gelontoran 21 gol menjadi bukti bahwa AC Dark Knight bakal menjadi salah satu tim yang mendapat tiket promosi dari grup C. Kesuksesan ini menyebabkan Andri Asyhari diganjar sebagai manager terbaik IDFM Championship di bulan April. AC Dark Knight masih berusaha dikejar oleh Pochinki FC, Street Player FC, Kampung Milanesia dan Golazo FC secara berurutan. Sedangkan dari zona degradasi, AMDG FC masih tersungkur di dasar klasmen tanpa mendapatkan satu poin pun.