REVIEW IDFM SUPER LEAGUE

IDFM Super League menyajikan kompetisi yang semakin ketat. Setelah Mbelitar memberikan kejutan dengan rekor tanpa kalah di Bulan Maret, tim yang diasuh Yoka Pur ini justru merasakan penurunan performa. Kesempatan tersebut benar benar dimanfaatkan oleh Jetta Rex Xenon yang dilatih oleh Daniel Dinata. Hanya kehilangan 2 poin dari 18 poin maksimal dalam 6 pertandingan di Bulan April menghantarkan Jetta Rex Xenon ke puncak klasmen IDFM Super League menggusur Mbelitar FC ke peringkat dua. Tak tanggung-tanggung, dalam 6 pertandingan tim asal Bogor ini menggelontorkan 19 gol dan hanya kebobolan 5 gol saja. Artinya tiap pertandingan Jetta Rex Xenon menggelontorkan 3 gol dan hanya kebobolan 1 gol saja. Tak heran Daniel Dinata diganjar sebagai manager terbaik di bulan April.

Berikut statistik Jetta Rex Xenon selama bulan April :

  • GW5 vs FC Wow (4-0)
  • GW6 vs Omegu (3-1)
  • GW8 vs Mbelitar (1-0)
  • GW9 vs de Facolda (2-0)
  • GW10 vs Lich King (6-1)

Di peringkat 2 ada Mbelitar dengan 20 poin dan ditempel ketat oleh Sehai United dengan poin yang sama. Bakul Lumpia mengekor di peringkat 4 dengan 19 poin. Kabar mengejutkan datang dari Firumy FC. Setelah mengakhiri bulan Maret tanpa mendapatkan poin sama sekali, tim berlogo kalajengking ini merangseng naik ke posisi 9. Posisi juru kunci digantikan oleh Asgar Pride yang di bulan April hanya mengemas 2 poin. Kejutan lain datang dari Kurowo FC. Setelah sempat bermain menyakinkan di awal musim, posisi Kurowo saat ini justru hanya berselisih 2 strip dengan jurang degradasi. Ratvan Navy dan Uncle John masih mengintai waktu yang tepat untuk menyalip Kurowo. Tim yang menemani di jurang degradasi bersama Asgar Pride adalah Omegu FC, Lich King FC, dan Belzta.

Cek detailnya di halaman selanjutnya :