Di postingan sebelumnya, Kita sudah membahas mengenai beberapa profil manajer yang berkarir di IDFM Super League musim ini. Untuk edisi sekarang, Kita mulai membahas beberapa manajer yang cukup menarik untuk dibahas di divisi IDFM Championship.

IDFM Championship adalah kasta kedua dari IDFM League, dimana peserta baru yang lolos dari fase kualifikasi IDFM League akan langsung berlaga di IDFM Championship selama semusim penuh. Divisi ini terbagi kedalam 3 grup, masing-masing grup terdiri dari 16 tim. Total tim yang berpartisipasi di IDFM Championship adalah 48 tim. 3 tim terbawah dari masing-masing grup akan ter-degradasi dari IDFM Championship (total 9 tim), mengharuskan mereka ikut kembali melalui fase kualifikasi IDFM League musim depan. Juara masing-masing grup berhak lolos ke IDFM Super League musim depan secara otomatis. Namun, mereka tetap menjalani serangkaian laga akhir, dimana 3 tim ini akan saling bertemu untuk menentukan siapa yang menjadi tim terbaik IDFM Championship di musim tersebut. Untuk peringkat 2 sampai 5 masng-masing grup akan beradu di fase promotion playoff. Juara promotion playoff akan langsung naik ke IDFM Super League musim depan. Runner-up playoff harus menjalani match terakhir melawan peringkat 16 IDFM Super League, pemenang dari match tersebut akan ada di IDFM League musim depan, sedangkan yang kalah akan masuk ke IDFM Championship musim depan.

Manager pertama yang kita bahas, sudah pasti para Managers bisa menebak siapa yang pertama kita bahas, yaitu FC Kurowo. FC kurowo adalah tim yang sudah bertahun-tahun ada di IDFM League, ketika itu performa yang membuat timnya sangat terkenal adalah musim 2019 yaitu di IDFM Premier League, dominasi di liga nya benar-benar sulit untuk dibendung. Di musim 2020 juga Kurowo sempat jadi kandidat favorit juara liga di paruh pertama gameweek, namun sedikit menurun performa nya di paruh kedua musim.

Hal yang sangat mengejutkan terjadi, IDFM League 2021, Kurowo menyatakan untuk mengundurkan diri dari liga, manager yang terkenal dengan ahli Opposition Instructions dan ahli psywar ini mengundurkan diri beberapa hari sebelum gameweek 1 bergulir, membuat IDFM Super League edisi 2021 hanya diikuti 19 tim saja. Banyak yang berspekulasi kalau Kurowo mengundurkan diri karena FM21 tidak ada Opposition Instructions nya. Musim 2022 ini Kurowo kembali masuk ke IDFM League dengan status peserta baru, berhasil sapu bersih 5 kemenangan di kualifikasi, memastikan Kurowo kembali menjadi peserta tetap IDFM League 2022.

Manager selanjutnya yang akan dibahas yaitu Situpai, musim kemarin Situpai berlabelkan peserta baru, langsung memberi kejutan dengan masuk ke fase Promotion Playoff di musim perdana nya, namun harus gagal karena Situpai menjadi tim terbaik ke 3 di fase tersebut. Diawal 2022 juga dikarenakan ada satu tim IDFM Super League yang mengundurkan diri dari IDFM League, Situpai mendapatkan kesempatan kedua, yaitu melawan Boxer FC untuk memperebutkan slot pengganti tim yang mundur tersebut, namun Situpai gagal memenangkan pertandingan tersebut. Musim ini juga Situpai sepertinya cukup diunggulkan untuk promosi ke IDFM Super League.

Sama-sama berlabelkan peserta baru di musim 2022 ini, tim Lancang Hitam juga cukup dominan di fase kualifikasi, Lancang Hitam berhasil sapu bersih kemenangan di fase grup juga seperti Kurowo, IDFM Championship 2022 akan menjadi pembuktian Lancang Hitam baik dari segi tactical knowledge ataupun mentalitas mereka, karena perjalanan mereka masih panjang untuk mengukir sejarah di IDFM League.

Tim terakhir yang kita bahas adalah Laskar Lodho, disebut-sebut sebagai penerus tim Bakul Lumpia, Laskar Lodho tampil impresif di IDFM Championship 2021, masuk ke fase playoff juga, namun harus gugur di group stage Playoff, disaat rumor beredar kencang bahwa musim ini adalah musim terakhir Bakul Lumpia bermain di IDFM League, apakah Laskar Lodho berhasil naik ke IDFM Super League 2023?

Topik dari blog ini juga tersedia di Podcast Artupoke, Football Manager Punya Cerita!

Klik di sini ============[LINK]=============

Selamat Mendengarkan!