Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Tulisan ini adalah bagian kedua dari artikel ini, silahkan klik linknya apabila belum membaca bagian pertamanya.
Halo guys, apa kabar? Semoga sehat selalu, terutama Fans Barcelona, haha. Btw, congrats buat PSG bisa mendapatkan mega bintang Lionel Messi, pastinya auto juara nih, hehehe.
welcome back to this. Oke kita langsung lanjut aja ya dari part pertama mengenai Booster budget transfer, lumayan kalau dihitung-hitung buat sampingan sebagai manajer. Hahhaa. Daripada ngemis melulu ke board, lebih baik kita buka usaha kecil-kecilan, untung ga seberapa yang penting berkah, halah ngomong apaan sih ini, jadi makin ngawur gini hehehe.
Sebelumnya kita bahas tuntas mengenai bagaimana kita bisa mendapatkan bibit pemain muda yang berkualitas di dalam budidaya wonderkid ini secara efektif dan efisien, sebelumnya sudah dikupas tuntas mengenai mengembangkan potensi pemain muda kalian to the max, bukan to the moon ya, kalau itu mah kripto, tapi sekarang lagi ancur-ancuran to the earth mulu, halah kenapa jadi bahas yang lain dah.
Oke, kalian bisa cari di artikel saya sebelumnya mengenai mengembangkan potensi wonderkid kalian hingga maksimal. Di Blognya FM Lovers pastinya.
Oke kita lanjut ke point yang nomor dua yaitu:
2. Player search
Player search dimana kalian bisa mencari pemain sesuai dengan kebutuhan kalian, ada beberapa kriteria yang bisa kalian pilih dalam melakukan player search :
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Setelah saya menulis artikel mengenai MLS dan CPL, kurang rasanya jika tidak melengkapi liga-liga dengan peraturan yang unik, sampai akhirnya saya mencoba Hyundai A-League, liga dengan peraturan gabungan antara MLS dan CPL. Kita setuju bahwa MLS merupakan liga dengan peraturan paling sulit di Football Manger mungkin karena salary cap, jenis-jenis kontrak, atau trade dan draft. Kalau CPL mungkin sulit di jumlah maksimum pemain registrasi, dan salary cap. Tetapi dari kedua klub asal Amerika Utara tersebut, CPL lebih mudah saya kuasai. Bosan dengan CPL, saya akhirnya mencoba save-an baru yaitu bermain di Hyundai A-League, liga teratas Australia. Saya mencoba dengan klub Sydney FC, dan setelah membaca peraturannya, bisa dibilang ini adalah campuran antara peraturan MLS dan CPL. Saya tidak bohong, peraturan Hyundai A-League menurut saya setara dengan MLS rumitnya. Oleh karena itu, saya akan menceritakan pengalaman saya bermain di Hyundai A-League juga mengajak anda untuk berkenalan dengan Hyundai A-League sebagai liga dengan peraturan yang setara MLS.
Struktur Liga
Struktur liga Hyundai A-League
Hyundai A-League terdiri dari 11 tim untuk Football Manager 2020, sementara untuk Football Manager 2021 jumlah tim yang bertanding di Hyundai A-League ada 12 tim (ditambah Macarthur FC). Jumlah pertandingan yang dimainkan adalah 26, masing-masing tim akan bermain paling sedikit 2 kali, dan 3 kali bagi beberapa tim (peraturan ini sama seperti peraturan CPL). Hyundai A-League juga tidak ada degradasi dan promosi. Setelah regular season selesai, 6 tim teratas akan lolos ke fase Hyundai A-League final series, untuk peringkat 1 dan 2 lolos ke babak semifinal, dan peringkat 3,4,5, dan 6 akan dipertandingan di babak eliminasi. Peringkat 3 akan melawan peringkat 6, dan peringkat 4 akan melawan peringkat 5, masing-masing pemenang akan masuk ke babak semifinal. Di babak semifinal, pemenang babak eliminasi yang memiliki peringkat lebih rendah di regular season akan melawan peringkat 1, dan peringkat yang lebih tinggi di regular season akan melawan peringkat 2 (Contoh: ketika peringkat 3 vs 6 dan 4 vs 5, peringkat 6 dan 5 menang, maka peringkat 5 akan melawan peringkat 2 di semifinal dan peringkat 6 melawan peringkat pertama ). Pemenang di babak semifinal akan bertanding di babak Grand Final, dan pemenang dari Grand Final ini mendapatkan tempat fase grub di ACL.
Dari struktur liga diatas memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan, bahkan jika anda mengatur jadwal pertandingan hanya Rabu dan Sabtu, Hyundai A-League akan bermain setiap hari Sabtu (kecuali pertandingan tunda). Jadi anda ada waktu minimal seminggu untuk pertandingan selanjutnya (dan itu jika tim anda tidak bermain di ACL atau FFA Cup). Peraturan yang memainkan tim lebih dari dua kali mengingatkan saya dengan peraturan CPL, begitu pula penentuan juara yang dilakukan melalui babak playoff yang mirip seperti CPL dan MLS. Hyundai A-League tidak ada degradasi dan promosi, sama seperti CPL dan MLS.
Sejauh ini saya bermain bersama tim Sydney FC, struktur liga tidak membingungkan saya. Mungkin saja karena saya pernah bermain di MLS dan CPL, membuat saya terbiasa untuk bermain di liga yang berbeda, dibanding liga di Eropa yang menggunakan sistem regular season serta promosi dan degradasi yang menuntut tim untuk kompetitif. Sementara liga-liga yang menggunakan sistem playoff serta tidak ada promosi dan degradasi tetapi memiliki peraturan yang ruwet, lebih menuntut tim lebih cermat. Taktik boleh utama, tetapi bagi liga-liga tersebut cermat lebih utama. Buat apa anda mengerti taktik tetapi terganjal salary cap, atau pemain terbuang sia-sia karena lupa diregistrasi. Liga-liga semacam MLS, CPL dan Hyundai A-League merupakan sarana yang tepat jika anda ingin menjadi seorang manajer yang hebat. Cobalah sekali-kali liga tersebut, jika anda ingin mengukur kemampuan manajemen anda sendiri.
FFA Cup
FFA Cup, kompetensi cup di Australia
Piala Australia ini digelar sebanyak 5 ronde, yang diikuti dari semua tim asal Australia. Tim yang berasal dari Hyundai A-League terkadang bermain dari ronde pertama, sehingga tidak ada peraturan istimewa seperti Amway Canadian Championship. Tim yang berada di divisi bawah, akan bermain sebagai tuan rumah. Tidak ada peraturan khusus selain tuan rumah. Untuk pemenang FFA Cup akan mendapatkan tiket fase grub ACL.
Peraturan Hyundai A-League
Setelah mengenal struktur Hyundai A-League, mari kita menyelam lebih dalam ke peraturan Hyundai A-League. Peraturan Hyundai A-League bisa dibilang gabungan antara CPL dan MLS. Selama saya bermain dengan tim Sydney FC, peraturan ini bikin kaget. Kalau CPL bisa saya akali, Hyundai A-League tidak bisa saya akali. Berikut peraturan-peraturan Hyundai A-League yang bisa bikin anda kaget.
Salary Cap
Salary Cap di Hyundai A-League adalah $267,000 AUD p/w
Jangan berharap anda bisa belanja sepuasnya demi merombak tim seperti yang anda lakukan di tim-tim Eropa, salary cap menjadi tantangan anda. Liga dengan salary cap itu semacam anda makan di all you can eat tetapi ada batas waktu, jadi tidak puas. Tetapi tenang, jika anda jago negosiasi kontrak, dipastikan anda bisa terhindar dari salary cap ini. Salary cap diHyundai A-League memiliki batas $267,000 AUD p/w. Ada 4 tipe pemain yang gajinya tidak dimasukkan kedalam salay cap, yaitu Marquee Player*, Guest Players*, Mature Aged Rookie* dan Scholarship Player*
Selama bermain di Sydney FC, saya belum pernah terjebak salary cap. Karena saya masih memainkan beberapa pemain bawaan, sehingga tidak merusak tim serta hanya terlibat dalam satu transfer yang gajinya tidak menyentuh salary cap.
Pemain khusus
*Marquee Players akan dijelaskan khusus di registrasi pemain
*Guest Playes adalah pemain yang terbebas dari registrasi pemain serta salary cap. Pemain ini hanya boleh memainkan maksimal 10 pertandingan saja. Biasanya digunakan untuk mengisi posisi yang kosong ketika salah satu pemain cedera panjang.
*Mature Aged Rookie adalah pemain khusus yang terbebas dari registrasi pemain serta salary cap. Syarat utamanya adalah, dia berasal dari tim non-profesional Australia yang belum sama sekali bermain di Hyundai A-League. Pemain hanya boleh direkrut hanya satu kali.
*Scholarship Player adalah pemain lokal berusia dibawah 20 tahun yang tidak perlu diregistrasi dan terbebas dari salary cap.
Registrasi Pemain
Registrasi pemain di Hyundai A-League
Ah, ini peraturan yang paling rumit, yang bikin saya pusing, sebab registrasi pemain maksimal 23 pemain (sama seperti CPL). Ada pemain khusus yang terbebas dari registrasi pemain yaitu Guest Players, Mature Aged Rookie dan Scholarship Player.
Jika saya bisa mengakali peraturan CPL dengan merekrut pemain cadangan, Hyundai A-League saya tidak bisa. Pada bursa transfer pertama, saya ingin merekrut seorang bek kiri yang bisa saya gunakan untuk memback-up pemain seperti yang saya lakukan ketika di CPL. Namun, karena squad saya sudah penuh 23 pemain, salah satu pemain harus rela di mutual termination, ternyata pemain diluar registrasi otomatis akan di mutual termination, tentu membuat saya frustasi, sebab tidak ada pemain back-up ketika salah satu pemain saya misalnya akumulasi kartu, cedera, atau butuh rotasi. Jadi, hati-hati ya bagi anda yang lupa meregistrasi pemain, otomatis pemain anda akan mutual termination. Jumlah maksimum 23 pemain dan wajib diregistrasi memang membuat anda stress. Anda hanya bisa memback-up pemain, hanya dari tim B anda, salah satu tipsnya adalah, merekrut pemain tetapi terdaftar sebagai pemain B jangan sebagai pemain tim utama.
Registrasi pemain selanjutnya adalah maksimal pemain asing 5, lebih sedikit dari MLS, tetapi cukup untuk kompetensi di Asia. Hyundai A-League mungkin memiliki reputasi yang tidak sebaik MLS, jadi sulit untuk merekrut pemain asing, salah satunya adalah merekrut pemain asing yang pernah bermain di kompetensi Asia, sehingga selain sudah mengenal kompetensi Asia, juga memudahkan dalam transfer.
Registrasi selanjutnya adalah maksimal 20 pemain diatas 20 tahun. Hyundai A-League bisa dianggap sebagai liga yang mau memaksimalkan pemain mudanya. Salah satu buktinya ini. Anda tidak bisa merekrut pemain tua sebanyak-banyaknya, Hyundai A-League memiliki limitnya. Maksimal 20 pemain menurut saya cukup untuk mengembangkan pemain muda, jadi peraturan ini tidak membuat saya bingung.
Ada diperbolehkan memiliki Marquee Player, maksimal 2 pemain. Marquee Player ini gajinya tidak akan masuk ke salary cap, sehingga anda bisa memaksimalkan kouta ini untuk membeli pemain yang mampu berperan besar untuk tim anda.
Peraturan yang berkaitan dengan registrasi selanjutnya adalah Players allowed to play with B club registration. Sebuah registrasi yang mewajibkan 3 pemain utama untuk diperbolehkan membela tim B. Anda sudah pusing dengan maksimal pemain, ditambah dengan pemain yang diperbolehkan untuk membela tim B. Sebenarnya yang ditakutkan dari kewajiban registrasi ini adalah pemain yang rawan cedera, sehingga tidak bisa membantu tim utama.
Transfer Antar Tim Hyundai A-League
Transfer antar tim Hyundai A-League bisa dibilang unik, peraturannya sama seperti MLS yaitu hanya bisa trade, tetapi trade yang bisa ditukar hanya pemain. Jadi bisa dibilang transfer antar tim Hyundai A-League hanya bisa melalui exchange pemain.
Tips
Seperti biasa, artikel ini akan ditutup dengan tips yang berdasarkan pengalaman pribadi serta dari situs internet, berikut tips buat anda untuk bermain di Hyundai A-League.
Tips yang sama seperti MLS, jangan terburu-buru merombak tim. Kenali dulu peraturan Hyundai A-League, dan mainkan paling tidak setengah musim atau sampai transfer windows kedua dibuka. Ini paling penting sebab jika anda masih baru dengan Hyundai A-League, anda bisa terjebak dalam registrasi pemain.
Walaupun anda ditargetkan oleh board, untuk pemain yang pertama kali bermain di Hyundai A-League, tawarkan target yang masuk akal. Sebab, jika anda sembarangan menerima target board dan anda kebingungan dengan peraturan Hyundai A-League, maka anda akan setengah hati dalam memainkan tantangan ini.
Jangan asal transfer, jika kouta tim utama sudah penuh. Jika anda melakukan ini dipastikan salah satu pemain anda akan kena mutual termination. Salah satu tips saya adalah khusus pemain yang memiliki peran sebagai pemain back-up, saat transfer jadikan dia pemain tim B (anda harus mengontrol transfer dan kontrak tim B terlebih dahulu). Sebab, pemain tim B tidak masuk kedalam registrasi pemain.
Negosiasi kontrak penting untuk menghindari salary cap. Salah satunya hindari dalam memberi bonus seperti penambahan gaji ketika melewati beberapa penampilan atau persentase gaji naik setiap tahunnya. Jika ingin memberikan bonus, lebih baik dimasukkan kedalam cash, seperti jika membawa tim juara akan mendapatkan bonus cash.
Guest Players dan Mature Aged Rookie sepertinya penting, sebab keduanya terbebas dari salary cap dan registrasi pemain. Namun, yang paling penting sepertinya Mature Aged Rookie karena tidak ada peraturan khusus. Bisanya Mature Aged Rookie didapatkan di musim baru, ketika youth intake dimulai dan pemain regen lahir.
Dari kedua jenis pemain tersebut Scholarship Players lebih penting, sebab selain terbebas dari salary cap dan registrasi pemain, pemain muda lokal bisa menjadi calon-calon pemain bintang. Jadi, maksimalkan pemain muda anda.
Hindari transfers antar tim Hyundai A-League, karena pengalaman berdasarkan pengalaman saya, transfer antar tim Hyundai A-League hanya buang-buang waktu saja, susah memang dengan transfer yang menggunakan sistem zaman purba.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
George R. Terry berpendapat bahwa informasi adalah data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna. Sebuah informasi tidak hanya didapatkan dari bacaan literasi. Sebuah informasi bisa didapat dari hal-hal yang tidak terduga seperti pamflet di tiang listrik atau sebuah video games. Sebuah video games terkadang memasukkan fakta dan informasi didalamnya, Football Manager merupakan salah satunya. Di dalam permainan Football Manager secara sengaja atau tidak sengaja kita mendapatkan informasi baru. Informasi yang bisa kita dapatkan dari game kesayangan ini bisa berupa pengetahuan umum bahkan sampai pengetahuan yang kompleks. Geografi, Geopolitik, Ekonomi, bahkan sampai ke Sejarah atau Kultur di suatu wilayah. Oleh karena itu, saya ingin menulis beberapa informasi yang bisa kita dapatkan dari game Football Manager.
Geografi
Geografi merupakan pengetahuan umum yang mendasar bagi kehidupan kita. Banyak cara agar bisa mendapatkan pengetahuan geografi, bisa melalui literatur, media platform seperti Google Maps, bahkan bisa didapatkan dari olahraga. Olahraga merupakan salah satu perantara saya dengan ilmu pengetahuan geografi. Saat masih SD dulu, bapak saya sering berlangganan majalah atau koran olahraga seperti, Topskor, atau Bola. Dari majalah atau koran olahraga ini, saya menjadi tertarik dengan hal-hal berkaitan dengan negara, sehingga membuat saya tertarik untuk mempelajari ilmu pengetahuan geografi. Saat SMP, pertama kali saya mengenal Football Manager, salah satu yang membuat saya tertarik dengan game ini adalah selain sepakbola dan juga pemain-pemainnya yaitu negara-negara. Dari game ini saya bisa mendapatkan informasi tambahan mengenai geografi, mungkin anda juga mendapatkan informasi baru ketika bermain game Football Manager.
Melalui game Football Manager ini membuat rasa ingin tau kita tinggi mengenai geografi. Ketika anda menjadi sebuah manajer di salah satu tim, anda penasaran dari kota apa klub kita ini, dimana letaknya, atau bahkan iseng mengukur jarak dari kota tim anda dengan kota tim lain ketika away. Football Manager selain sebagai pelepas penat juga menjadi sarana informasi baru salah satunya geografi. Saya yakin para manajer Football Manager tidak buta geografi, atau malah menguasai geografi hehe.
Geopolitik
Pernahkah anda bertanya kenapa Israel dan Kazakstan tidak bergabung dengan Asia di game Football Manager? Padahal secara geografi letak kedua negara ini di daratan Asia. Begitu pula dengan Turki atau Russia yang memiliki wilayah di Asia, tetapi memilih Eropa. Atau Australia yang wilayahnya condong ke Osenia tetapi memilih bermain di Asia. French Guiana, Suriname, serta Guyana (Three Guianas) yang berada di utara daratan Amerika Selatan tetapi memilih bermain di Amerika Utara dan Tengah.
Pertanyaan ini pernah membuat saya penasaran. Secara geografi mereka tergolong ke wilayah tertentu seperti Kazakstan yang termasuk wilayah Asia Tengah, Australia termasuk wilayah Osenia, sementara French Guiana, Suriname, serta Guyana ketiganya merupakan negara yang terletak di Amerika Selatan. Tetapi dalam hal-hal khusus seperti dalam olahraga, ekonomi, bahkan politik ada campur tangan tertentu yang memisahkan batas-batas tersebut.
Israel tidak pernah dianggap sebagai negara di timur tengah karena masalah politik, Australia yang memilih bergabung ke dalam Asia dalam sepakbola karena lebih mudah berkembang dibanding bergabung dengan wilayah Osenia, atau French Guiana, Suriname, serta Guyana (Three Guianas) yang memilih bergabung dengan CONCACAF karena aksesbilitas yang sulit dengan negara-negara lain di Amerika Selatan sehingga lebih condong ke wilayah Amerika Tengah.
Kultur atau Budaya
Ketika bermain Football Manager, di Inggris ada sebuah pertandingan yang dijalankan sehabis Natal pada 26 Desember yang dikenal dengan nama Boxing Day. Atau kenapa Brazil dan Argentina bisa disebut negara penghasil pesepakbola terbaik, yang memiliki fans fanatik serta pertandingan penuh dengan derby. Semuanya bisa disebut kultur atau budaya yang bisa kita ketahui melalui game seperti Football Manager.
Boxing Day merupakan salah satu budaya yang berkembang di negara United Kingdom dan negara-negara yang berkaitan dengan UK seperti Kanada, Afrika Selatan atau Selandia Baru. Dinamakan Boxing Day karena biasanya digunakan oleh para orang kaya untuk memberi kado kepada orang miskin, budaya ini sudah ada sejak Ratu Victoria bertahta di sekitar tahun 1800-an. Salah satu bentuk tradisi saat Boxing Day adalah menonton pertandingan sepakbola.
“Ultras” merupakan salah satu bentuk budaya yang paling dinamis dalam sepakbola di abad ke-21. Koreografi, bendera-bendera yang menggambarkan identitas supporter, tabuhan drum, flare, atau chants menciptakan visual dan aura yang menakjubkan. Walaupun dalam game Football Manager tidak ditampilkan secara visual, tetapi kita bisa merasakan sendiri euforia ketika bermain melawan rival misalnya.
Dari game Football Manager ini kita terkadang mendapatkan pengetahuan baru mengenai kultur atau budaya, sebagai contoh ketika saya melatih salah satu klub Argentina Boca Juniors, ternyata memiliki basis supporter yang fanatik. Dari game Football Manager ini saya pun tertarik dengan basis supporter kedua klub baik Boca Juniors maupun River Plate, sehingga membawa saya ke sebuah buku terbitan dari Pandit Football dengan judul “Brazilian Football and Their Enemy” yang di salah satu bab-nya membahas Superclassico ini. Di dalam buku ini dijelaskan momen ketika pertama kalinya River Plate degradasi, momen yang paling menyesakkan bagi supporter River Plate, tetapi sebuah momen yang meriah bagi supporter Boca Juniors. Atau peristiwa yang terjadi pada 23 Juni 1968 pada derby Superclassico yang memakan korban lebih dari 150 orang, peristiwa yang dikenal dengan “Puerta 12”.
Ekonomi
Saat bermain game Football Manager, kita pasti mengenal nama-nama ekonomi yang baru seperti Balance, Turnover, atau, Profit/loss. Nama-nama tersebut memang terdengar asing bagi kita yang belum pernah berkaitan dengan hal-hal ekonomi. Tetapi, Football Manager paling tidak membantu kita mengenal ekonomi, seperti permintaan dan penawaran. Football Manager membantu kita mengenal ekonomi ketika transfers pemain, negosiasi gaji, menjual pemain, atau menyeimbangkan transfer budget dengan wage budget. Dari Football Manager kita diajarkan untuk mencari untung yang banyak serta pengeluaran sedikit, sehingga finansial klub tidak bangkrut. Ya, walaupun terkadang kita masa bodo dengan finansial klub, akan tetapi kita suka mencari untung ketika belanja pemain bukan.
Sejarah
Sejarah bisa juga bisa kita ketahui dari Football Manager, terutama sejarah yang berkaitan dengan sepakbola. Ketika kita melatih suatu klub beberapa aspek perlu kita lihat, mulai dari skuat, finansial, dan sejarah klub. Terkadang melalui game Football Manager ini memicu kita untuk mencari tau bagaimana sejarah tim tersebut. Selain sejarah tim kita akan mencari tau tentang sejarah sepakbola suatu negara atau wilayah kontinental.
Salah satu contoh ketika saya melatih klub Argentina, Lanus, saya tertarik siapa juara terbanyak liga Argentina selain dua raksasa River Plate dan Boca Juniors. Ternyata terdapat satu nama klub yang membuat saya tertarik dengan sejarahnya, yaitu Velez yang mampu juara liga Argentina 9 kali serta Copa Libertadores 1 kali, di tahun 1994 berhasil membawa pulang Copa Libertadores, Liga Argentina, serta International Cup. Football Manager mungkin tidak menjelaskan sejarah sepakbola secara detail, tetapi melalui Football Manager memicu anda untuk mencari tau informasi mengenai sejarah sepakbola.
Cerita lain ketika saya melatih klub Lyon, saya melihat bagaimana superiornya Lyon bisa menjuarai Liga Perancis 7 kali berturut-turut pada awal 2000-an dan tertarik untuk membaca tentang ini di beberapa situs olahraga. Begitu pula ketika saya melatih Bayer Leverkusen yang tragis menjadi juara dua di Bundesliga, Piala Jerman, dan Liga Champions di musim 2001/2002 sehingga tersemat julukan ‘Bayer Neverkusen’. Banyak hal-hal dari Football Manager yang berkaitan dengan sejarah sepakbola sering memicu saya untuk membaca.
Anatomi
Groin strain, pulled ankle ligaments, pulled hamstring, pulled abdominal muscle, concussion, bruised knee, hip injury, damaged achilles tendon, atau pulled calf muscle merupakan nama-nama cedera yang sering kita dengar di game Football Manager. Sebelum bermain game Football Manager atau saat pertama kali bermain Football Manager, nama-nama cedera tersebut asing bagi kita yang tidak mempelajari biologi. Tetapi, dengan adanya game Football Manager ini kita jadi tau paling tidak letak dimana cedera pemain terjadi. Tapi terkadang ada cedera-cedera yang unik atau kita baru mengetahui nama cedera tersebut sehingga kita penasaran dengan cedera tersebut. Dan lagi-lagi Football Manager memicu kita untuk mencari tau informasi yang berkaitan dengan anatomi.
Banyak informasi yang bisa kita dapatkan dari game kesayangan kita ini. Selain kesenangan untuk melepas penat setelah seharian kerja, kuliah atau hal-hal yang lain, menemukan informasi yang baru dari game Football Manager seperti contoh-contoh yang saya sebutkan diatas yang membuat anda berkesan dengan game Football Manager.
Mungkin melalui game Football Manager anda tertarik dengan suatu negara atau kota, mungkin saja anda tertarik untuk membaca sejarah sepakbola melalui sebuah literatur, bisa jadi anda tertarik dengan ilmu Anatomi, atau anda tertarik dengan kultur atau budaya sepakbola. Bagi saya Football Manager akan selalu mendapatkan informasi yang berkesan, unik dan menarik untuk dipelajari lebih lanjut.
Lalu, bagaimana pengalaman menarik anda dengan game Football Manager, informasi unik apa yang anda dapatkan?
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Tulisan saya sebelumnya membahas mengenai MLS, liga paling rumit di Football Manager. Ternyata semua setuju dengan tulisan saya, bahwa liga MLS memang sulit untuk dicoba. MLS memang sangat rumit peraturannya dan asing bagi para manajer FM. Draft, Trade, Designated Player, atau Salary Cap merupakan nama-nama yang asing bagi para manajer FM yang sering melatih klub Eropa. Beranjak dari MLS, ada sebuah liga yang masih ‘bungsu’ dalam kompetensi di Amerika Utara, yaitu Canadian Premier League, liga tetangga MLS. Dibandingkan Liga MX (Mexico) yang berdiri pada 17 Oktober 1943, Liga FPD (Costa Rica) yang berdiri pada 13 Juni 1921, atau Major Premier League (USA) yang berdiri pada 17 Desember 1993, sementara Canadian Premier League berdiri pada 6 May 2017. Liga ‘bungsu’ di Amerika Utara ini bisa anda coba di Football Manager 2020 dan 2021. Untuk Football Manager 2020 anda bisa men-download secara official via DLC di Steam Workshop melalui link berikut https://steamcommunity.com/sharedfiles/filedetails/?id=1934950893/. Sementara untuk Football Manager 2021 sudah secara official menjadi League Default. Dengan pengalaman saya bermain di Canadian Premier League di Football Manager 2020 bersama klub Forge FC dan Calvary FC, saya akan berbagi informasi, cerita dan juga tips dalam bermain liga ‘bungsu’ di Amerika Utara.
Struktur Kompetensi
Canadian Premier League
Struktur liga terdiri dari 7 tim yaitu Calvary FC (Alberta), Edmonton (Alberta), Forge FC (Ontario), HFX Wanderers FC (Nova Scotia), Pasific FC (British Columbia), Valour FC (Manitoba), dan York9 United (Ontario). Sama seperti liga Meksiko dan beberapa liga di Amerika Tengah dan Selatan, kompetensi terbagi dua bagian yaitu Spring Campaign dan Fall Campaign. Spring Campaign dimulai dari April sampai Juli dengan 10 Pertandingan, 5 away dan 5 home. Sementara Fall Campaign dimulai dari Juli sampai November dengan 18 pertandingan 9 away dan 9 home. Diakhir kompetensi jumlah pertandingan yang dimainkan 28, dengan 5 kali bermain melawan 4 klub, dan 4 kali bermain melawan 4 klub. Pemenang dari Spring Campaign akan melawan pemenang Fall Campaign dalam Final dalam 2 leg. Pemenang dari Final akan menjadi pemenang utama dari Liga Canada, dan mendapat tiket ke North America League (liga kasta kedua di Amerika Utara setelah NACL). Tambahan, tidak ada degradasi sama seperti MLS.
Peraturan Liga
Peraturan Liga dalam Registrasi Pemain
Peraturan di Liga Kanada tidak serumit dari MLS, yang sama hanyalah adanya peraturan pemain asing dan salary cap. Pemain yang harus diregistrasi dalam skuat maksimum 23 pemain, ingat maksimum bukan minimum, sementara minimal pemain yang diregistrasi 15 pemain. Maksimal 7 pemain asing dan salary cap maksimal $83,500 CAD. Tidak boleh lebih dari 5 pemain asing dalam satu pertandingan. Pemain lokal U-21 harus bermain minimal total 1.000 menit dalam 28 pertandingan, jika kurang akan didenda sebesar $10,000 CAD. Transfer window dibuka dua kali, transfer window pertama dimulai dari 7 Juli sampai 5 Agustus, transfer window kedua dimulai dari 1 Januari sampai 1 April.
Dari peraturan liga tersebut, hampir keseluruhan bisa diterima. Tetapi ada satu peraturan yang sangat sulit, yaitu registrasi pemain maksimal 23. Saya saat melatih Calvary FC satu musim hal ini biasa saja, karena kompetensi regional hanya bermain di Amway Canadian Championship dan itu gugur di babak ketiga melawan Montreal Impact.
Yang paling sulit adalah ketika saya menjadi manajer klub Forge FC yang menjalani 4 kompetensi di musim ketiga yaitu, Canadian Premier League, Amway Canadian Championship, North America Champions League, dan North America League (saya memainkan liga NAL kembali padahal sudah lolos liga NACL. Saya kurang paham juga kenapa bisa begini, apakah peraturan karena saya menang liga atau bug). Dengan empat kompetensi dan jarak waktu yang berdekatan, tidak jarang pemain saya cedera dan meninggalkan posisi terpenting. Jumlah pemain maksimum ini juga berpengaruh terhadap penomoran pemain (entah bug atau peraturan dari sana).
Penomoran hanya maksimal sampai 23 pas seperti jumlah maksimum pemain. Musim berikutnya saya belajar dari kesalahan ini, walaupun jumlah pemain maksimum 23 tetapi itu untuk liga. Untuk kompentensi regional seperti Amway Canadian Championship, North America Champions League, atau North America League tidak ada registrasi pemain. Sehingga saya membeli 3 pemain cadangan untuk dimainkan di liga regional seperti diatas, mereka tidak dimainkan di liga tetapi sebagai pelengkap untuk merotasi pemain atau menutupi posisi yang ditinggal karena cedera. Pemain cadangan ini tidak mempunyai nomor punggung karena peraturan liga yang hanya menomorkan pemain maksimal 23. Mereka ‘meminjam’ nomor pemain yang tidak dimasukkan kedalam starting line-up atau bangku cadangan.
Anda juga harus mengawasi pemain asing, peraturan liga untuk pemain asing dalam satu pertandingan maksimum 5 pemain asing yang ikut, baik sebagai starting line-up atau bench. Ini harus diperhatikan, jangan sampai ketika pemain anda butuh back-up misalnya karena cedera, akumulasi kartu, atau butuh rotasi, jumlah pemain asing melebihi kouta. Selama ini saya tidak ada kendala dalam kouta pemain asing, karena saya tidak merata di bagian posisi pemain asing (3 Central Defender, 2 Midfielder Center, 1 Attacking Midfielder Right, dan 1 Attacking Midfielder). Kesalahan yang sering terjadi adalah membagi posisi ke pemain asing merata, misal 1 Kiper, 1 Central Defender, 1 Defender Left, dll. Pembagian yang merata menimbulkan potensi yang tinggi untuk bermain bersamaan, sangat sulit jika anda membutuhkan back-up untuk pemain yang absen karena cedera, akumulasi kartu, atau butuh rotasi, dan terpaksa memainkan pemain lain diposisi yang bukan natural, atau memainkan pemain ‘hantu’.
Amway Canadian Championship
Amway Canadian Championship
Amway Canadian Championship merupakan kompetensi regional yang diikuti oleh klub Canada, sebelumnya pernah disinggung di pembahasan saya mengenai MLS. Klub pasti ada 10 yaitu Calvary FC (Alberta), Edmonton (Alberta), Forge FC (Ontario), HFX Wanderers FC (Nova Scotia), Pasific FC (British Columbia), Valour FC (Manitoba), dan York9 FC (Ontario), Toronto FC (Ontario), Montreal Impact (Quebec), Vancouver Whitecaps (Vancouver), ditambah dengan 2 tim dari divisi bawah CPL. Pertandingan terdiri dari 4 ronde termasuk final (mulai 2021), dan dimulai dari bulan Juni. Peraturan khusus dalam kompetensi ini adalah maksimum pemain asing non-Canada dalam satu pertandingan yaitu 8. Pemenang Amway Canadian Championship mendapatkan tiket NACL.
Rekomendasi Tim CPL dan Tips Bermain CPL
Ada beberapa tim CPL yang bisa anda coba dalam memulai kompetensi ini. Berikut 3 tim rekomendasi saya.
Calvary FC
Calvary FC merupakan klub yang berbasis di Alberta, Canada. Diluar aspek sepakbola, Alberta merupakan provinsi di Kanada yang paling indah, anda bisa cari sendiri keindahan provinsi ini. Calvary FC mempunyai rival yaitu Edmonton dan memiliki derby yang dikenal dengan nama Al Classico Derby. Calvary FC di Football Manager 2020 memiliki finansial yang kurang, ketika saya melatih klub ini yang saya andalkan adalah ‘memungut’ pemain buangan berdarah Kanada dari liga MLS. Saking kurangnya finansial klub ini, setiap tahun laporan keuangan selalu minus, itulah yang menyebabkan saya pindah haluan ke klub Forge FC. Bagi anda yang suka tantangan yang berkaitan dengan finansial, Calvary bisa anda coba. Pemain bintang Calvary : Marco Carducci (Goalkeeper)
Forge FC
Di Football Manager 2020, Forge adalah juara bertahan dari CPL. Forge FC juga mendapatkan kesempatan bertanding di NAL. Selain itu, Forge FC mempunyai finansial yang bagus. Di musim kedua bersama Forge, saya dijojorkan transfer budget sebesar $2.60 M CAD dan wage budget sebesar $58.69 K CAD p/m. Jumlah yang lumayan untuk sebuah tim di liga yang baru ini. Training facilities juga diatas klub CPL lainnya. Klub ini cocok untuk anda yang ingin cepat sukses baik di Canada Premier League atau kompetensi regional di Amerika Utara. Pemain bintang Forge FC : Kyle Bekker (Defensif Midfielder)
HFX Wanderers FC
HFX Wanderers FC di kompetensi 2019 memiliki kehadiran penonton tertinggi. Ini merupakan tantangan bagi anda yang melihat suatu tim berdasarkan kultur sepakbolanya, salah satunya supporter. HFX Wanderers FC mungkin tidak sekuat finansial Forge FC, atau memiliki klub rival seperti Calvary FC. Tetapi, anda memiliki basis supporter yang kuat, ini yang menjadi poin penting. Dengan basis supporter yang kuat, anda punya motivasi yang lebih untuk membawa trofi, sebagai bentuk apresiasi terhadap supporter. Pemain bintang HFX Wanderers FC : Alex Marshall (Attacking Midfielder Left)
Tips Bermain di Canadian Premier League
Bermain bersamaan dengan Liga MLS, MX atau Liga di Amerika Selatan di save-an baru. Bermain dengan Liga MLS memberikan kesempatan bagi anda untuk mendapatkan pemain asli atau keturunan Kanada untuk terhindar dari kouta pemain asing. Bermain dengan liga MX atau liga di Amerika Selatan memberikan anda peluang untuk mendapatkan pemain asing berkualitas tetapi juga bisa ditawar gaji dan transfernya sehingga cocok untuk memperkuat tim tanpa terkena tolakan atau salary cap. Tambahan, terkadang beberapa pemain muda potensial yang ‘unprotect’ di MLS terlindungi karena akan dimasukkan sebagai pemain draft di MLS. Atau pemain yang masih berstatus akademi suatu tim di MLS, walaupun ‘unprotect’ tetapi kontraknya dijaga karena berstatus pemain akademi.
Mencari pemain yang versatility, bisa ditempatkan di berbagai posisi. Mencari pemain yang mempunyai kemampuan di berbagai posisi merupakan keuntungan bagi tim dengan peraturan liga yang hanya menerima maksimal pemain 23. Contoh, belilah pemain yang bisa berada di posisi seperti D(RLC); DM/MC/AM; AM(RLC)/ST. Pemain yang versatility bisa back-up tim ketika pemain yang absen karena cedera, akumulasi kartu, atau butuh rotasi
Jangan mencoba meratakan posisi pemain asing, misalnya 1 Kiper, 1 Central Defender, 1 Central Midfielder, dll. Pembagian yang merata bisa saja menimbulkan potensi yang tinggi untuk bermain bersamaan. Ingat peraturan liga, jangan sampai anda kesulitan karena membutuhkan pemain back-up untuk pemain yang absen karena cedera, akumulasi kartu, atau butuh rotasi, dan terpaksa memainkan pemain lain diposisi yang bukan natural, atau memainkan pemain ‘hantu’.
Lihat pemain lokal U-21 anda, awasi menit bermainnya, jangan sampai anda terlena dan lupa akan peraturan khusus liga. Anda akan kena denda, walaupun mungkin dendanya tidak seberapa, tetapi denda tersebut bisa mengaji pemain muda potensial setiap pekannya.
Jika anda masuk ke kompetensi regional seperti NAL atau NACL, jadwal anda dipastikan sangat padat. Ditambah skuat yang minim, pemain menjadi rawan cedera dan akumulasi kartu. Untuk itu jika anda masuk kompetensi regional beli pemain ‘back-up’ yang tidak didaftarkan ke liga. Pemain ini dikhususkan untuk bermain di liga regional semacam Amway Canadian Championship, NAL atau NACL. Jika pemain merasakan kurang fair karena kurangnya waktu bermain, loan pemain. NACL dilaksanakan sebelum liga dimulai jadi anda bisa pakai pemain sepuasnya sebelum liga dimulai. Yang paling sulit tentunya NAL yang bermain ditengah kompetensi liga dan Amway Canadian Championship.
Penomoran pemain mengikuti jumlah pemain yang diregistrasi yaitu 23. Ketika pemain ‘back-up’ dimainkan di liga regional dan tidak mendapatkan nomor, pinjam nomor pemain yang tidak masuk skuat. Hal yang sama jika pemain yang diregistrasi nomornya dipinjam pemain ‘back-up’ pinjam kembali. Peraturan ini yang saya kenal sebagai ‘Nomor Pinjaman’
Maksimalkan di Amway Canadian Championship, sebagai celah anda untuk masuk kompetensi bergengsi NACL. Buat dominasi MLS dan Liga MX goyah dengan kehadiran klub anda. Memenangkan NACL berpeluang bagi anda untuk berkompetensi di FIFA World Club Cup, dan bertemu dengan tim besar Eropa.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Hai semua, apa kabar? Semoga sehat selalu.
Pada kesempatan ini saya ingin sharing lagi mengenai Gim kesayangan kita semua, tak lain dan tak bukan, yaitu Football Manager. Di artikel sebelumnya, saya sudah membahas secara lengkap bagaimana kita sebagai manager dapat memaksimalkan potensi pemain muda atau wonderkid yang kita miliki. Mungkin belum bisa dipahami sepenuhnya, pelan tapi pasti hal itu akan terjadi.
Sekarang ini saya ingin membagikan Tips and Tricks untuk dapat meningkatkan nilai budget transfer pemain sehingga kalian para manager bisa mempunyai cukup banyak dana untuk keperluan-keperluan kalian manager sehingga tujuan kalian atau target kalian dapat segera tercapai, bisa jadi auto sultan kalau gitu, hehe, mungkin agak tricky tetapi masih bermartabat dibandingkan dengan save load game, hahaha. Tapi percayalah suatu saat budget besar kalian nantinya juga tidak akan terpakai.
Dibawah ini contoh Budget transfer saya yang sudah saya simpan, malah tidak ada kegiatan transfer yang signifikan.
Sebenarnya hal ini yang mungkin kalian semua pernah lakukan, namun kalian tidak menyadarinya. Sebenarnya sudah ada fitur unlockable di Football manager mengenai budget transfer booster, yaitu sugar daddy dan budget transfer. Tetapi kalian harus mempunyai sebuah achievement tertentu yang harus kalian lakukan, semacam challenge feature. Ya pastinya butuh jam terbang untuk melakukannya.
Untuk yang masih pemula atau baru mencoba bermain gim ini boleh mencoba menerapkan tips yang saya bagikan ini. Cocok untuk kalian yang sedang mencoba melatih klub-klub divisi bawah maupun liga antah berantah yang pastinya punya dana yang sangat terbatas. Dan yang paling utama adalah tips yang saya bagikan ini murni hasil dari pengalaman saya bermain gim favorit sejak SMA, jikalau ada persamaan kata, pembahasan, mohon maaf sebelumnya. Dan, hal ini adalah murni hanya ditujukan untuk sharing ke sesama football manager lovers, jika ada perbedaan pendapat atau tambahan, monggo bisa didiskusikan.
Oke yang pertama tips untuk dapat meningkatkan budget transfer kalian:
1. Ternak Wonderkid
Yaaaaah wonderkid lagi, heheehe 🤣. Yaa mau gimana ya, saya termasuk ke dalam wonderkid lovers jadi apapun selalu berkaitan dengan bocah ajaib ini. Banyak sekali manfaat yang dirasakan jika kalian mempunyai prinsip opa wenger dalam membangun sebuah klub sepak bola di dunia fantasi ini, yaitu sebagai berikut:
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Melakukan pembelian cerdik dengan harga murah merupakan kebiasaan para gamer Football Manager (FM). Pemain-pemain yang dibeli biasanya memiliki potensial yang tinggi.
Hal ini bertujuan selain harga yang murah, sang pemain mampu berkontribusi besar dalam kiprahnya di klub.
Kebiasaan membeli pemain murah umum dilakukan. Pasalnya, kebanyakan gamer FM mengambil peran sebagai manajer di klub-klub kecil. Hal itu selaras dengan bajet transfer yang pas-pasan.
Nah, untuk kamu manajer FM 21 bertipe seperti di atas, ada baiknya membaca artikel ini. Di sini kami akan memberikan daftar wonderkid dengan potensial ability yang menjanjikan dan memiliki harga di bawah 1 juta euro.
Pemain-pemain ini cocok untuk klub kecil dengan anggaran transfer terbatas atau manajer yang suka membeli murah dan menjual mahal.
Deretan wonderkid murah di FM21 ini sangat cocok untuk semua manajer yang suka berburu talenta dengan harga ‘terjangkau’ dan mempunyai potensi besar, serta dapat ditebus murah.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Beberapa hari yang lalu, akun Twitter Artupoke ramai dengan respon dari para manajer FM mengenai tweet menanyakan latar belakang yang menjadi inspirasi melatih suatu klub.
#FM21 savean terbaru ane lagi mencoba @acspezia_en karena habis nonton film Luca, dan nggak sengaja liat gambar la Spezia di google.
— Blognya Football Manager (FM) Lovers (@Rtupoke) July 31, 2021
Saya membaca satu persatu respon mengenai inspirasi mereka dalam memilih klub di Football Manager, mulai dari alasan mengenai kultur sampai pengalaman pribadi. Hal ini mengispirasi saya untuk menulis esai mengenai latar belakang yang menjadi inspirasi para manajer FM memilih klub.
Setiap manusia pasti memiliki motif dibalik semua perbuatannya, termasuk dalam bermain gim Football Manager. Memilih klub tentunya harus dibarengi dengan alasan kuat kita kenapa memilih klub ini, bisa karena sejarah klub ini yang mentereng, kultur sepakbola suatu klub yang menarik, atau sesuatu yang berdasarkan pengalaman pribadi yang menjadi alasan kuat dalam memilih suatu klub, tulisan saya akan dimulai dengan motif sejarah dalam memilih klub.
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Hah, Barrow-celona? Apa itu? Barcelona kali maksudnya? Atau ini klub yang main kayak Barca? Yup, benar sekali, klub ini bermain seperti Barcelona, namun berada di kasta kelima Liga Inggris (pada saat itu), dan klub ini memiliki nama resmi Barrow AFC.
Cerita ini bermula ketika Tifo Football merilis sebuah video baru yang cukup menarik perhatian (link: https://www.youtube.com/watch?v=yjJkv2ZsiJ4). Video tersebut bercerita tentang sebuah klub di kasta kelima piramida Liga Inggris bernama Barrow AFC yang disebut-sebut bermain sepak bola seperti Barcelona. Pada saat itu, mereka tengah memimpin klasemen sementara Vanarama National League dan berpeluang besar untuk promosi ke kasta professional terendah Liga inggris, League Two.
Tak berselang lama, muncul video baru dari Tifo membahas hal yg serupa, kali ini Bersama Ian Evatt, manajer sekaligus pelatih Barrow saat itu (link: https://www.youtube.com/watch?v=G0f1g2693mU&pp=ugMICgJpZBABGAE%3D). video tersebut berisi wawancara tim Tifo dengan Ian Evatt tentantg gaya main timnya dan pengaruh apa yang membuat ia menginginkan timnya bermain seperti itu.
Kedua video tersebut memberi saya tantangan tersendiri: ketika saya bermain FM 21 nanti, ini adalah challenge saya. Sekedar informasi, pada saat itu, awal-awal pandemi, saya tengah menyusun tugas akhir saya yang memaksa saya menahan nafsu bermain FM saya. Ketika FM21 rilis pun, saya masih berurusan dengan tugas akhir saya (yang terpaksa ganti judul *malah curhat :p). pada akhirnya, saya memang membeli FM21 ketika tugas akhir belum selesai, namun sudah di tahap akhir (atau sudah revisi ya? Lupa saya wkwkw), tapi saya baru benar-benar bermain “Barrow-celona Challengen” ini ketika tugas akhir saya sudah selesai, sekitar Maret-April 2021
Dari sinilah cerita saya dimulai…
Sebuah challenge tentu tidak lengkap tanpa target tertentu, maka saya menentukan beberapa target saya:
Bermain seperti Barcelona: Tentu saja ini berarti mendominasi penguasaan bola. Pressing intensitas tinggi? Kita pikirkan nanti :p
Membangun “La Masia”-nya sendiri: Artinya memaksimalkan youth intake yang muncul. Tentu ini sulit karena kualitas youth coaching dan youth recruitment Barrow sangat terbatas. Bahkan, pada saat rapat, petinggi klub menyarankan saya untuk memaksimalkan bursa transfer untuk mendapatkan pemain.
Meraih kesuksesan, baik nasional maupun internasional: Sepertinya cukup jelas.
Untungnya, ketika saya memulai save ini, board Barrow tidak mematok style bermain tertentu. Ini cukup meringankan beban saya mengingat Barrow berstatus tim promosi. Bagaimana saya menjalaninya? Agar tidak terlalu Panjang, saya akan merangkum perjalanan saya per musim hingga posisi saya saat ini di musim ke-6.
Sebuah challenge tentu tidak lengkap tanpa target tertentu, maka saya menentukan beberapa target saya:
Bermain seperti Barcelona: Tentu saja ini berarti mendominasi penguasaan bola. Pressing intensitas tinggi? Kita pikirkan nanti :p
Membangun “La Masia”-nya sendiri: Artinya memaksimalkan youth intake yang muncul. Tentu ini sulit karena kualitas youth coaching dan youth recruitment Barrow sangat terbatas. Bahkan, pada saat rapat, petinggi klub menyarankan saya untuk memaksimalkan bursa transfer untuk mendapatkan pemain.
Meraih kesuksesan, baik nasional maupun internasional: Sepertinya cukup jelas.
Untungnya, ketika saya memulai save ini, board Barrow tidak mematok style bermain tertentu. Ini cukup meringankan beban saya mengingat Barrow berstatus tim promosi. Bagaimana saya menjalaninya? Agar tidak terlalu Panjang, saya akan merangkum perjalanan saya per musim hingga posisi saya saat ini di musim ke-6.
Musim pertama, sebagai tim promosi, tentu Barrow bukan merupakan candidat untuk promosi. Asal tidak degradasi, saya sudah senang. Faktanya, tidak semudah itu wkwkwk. Saya bahkan harus mengulang challenge ini karena pada percobaan pertama, saya dipecat karena tim berada di zona degradasi. Untungnya, ketika mengulang, prestasi tim membaik. Bahkan, hingga memasuki akhir musim, kami masih berada di zona 7 besar yang merupakan zona play off promosi. Namun sayang, tidak tajamnya lini serang saya tidak hanya membuang peluang emas gagal menjadi gol, namun juga membuang kesempatan tim saya masuk zona play off karena harus mengakhiri musim di posisi 9.
Di musim kedua, saya memutuskan berbenah. Tidak terlalu drastic memang karena keterbatasan budget, namun cukup untuk mendongkrak performa tim. Salah satu rekrutan tersukses saya di musim ini adalah seorang pemuda (regen) bernama Ruben Etxeberria.
Pemuda ini (saya biasa panggil Etxe) menyelesaikan problem saya berupa finishing. Di musim pertamanya, ia mencetak 16 gol dari 40 penampilan di League Two. Sebagai perbandingan, Luke James hanya mencetak 10 gol di musim sebelumnya dan sudah berstatus top skor klub.
Dampak instan dari kehadiran Etxe adalah tim kami berhasi menyelesaikan musim di posisi ke-4 yang merupakan zona play off. Saying, kami masih gagal promosi karena kalah di semifinal play off melawan Harrogate Town.
Memasuki musim ke-3, tim kami menggila, termasuk Etxe. Kamim memuncaki klasemen hingga pekan 44 liga, sebelum harus tergelincir di pekan 45 dan menyerahkan title juara kepada AFC Wimbledon di pekan terakhir. Namun itu tidak penting bagi saya, karena saya lebih mengutamakan promosi daripada juara. Bagaimana dengan Etxe? Dia mencetak 26 gol dari 31 penampilan di liga! Sekedar informasi, Etxe pindah pada hari terakhir winter transfer karena Wolves menebus release clausenya. Saat itu liga baru berjalan 32 laga dan Etxe memimpin daftar top skor liga. Hingga musim berakhir, tidak ada pemain lain yang mampu melewati torehan gol Etxe, sehingga ketika musim berakhir, Etxe berhak atas gelar top skor liga. Wow, just wow.
Kepergian Etxe seperti membuka lagi masalah saya di musim pertama, yakni finishing. Sisa 14 laga itu kami lalui dengan kepayahan hingga harus tergusur dari Pundak. Top assist kami, Matty Wolfe, ketika Etxe pergi, berhasil menorehkan 10 assist, yang cukup banyak dikonversi oleh Etxe menjadi gol. Seteleh Etxe pergi, ia hanya berhasil menambah assistnya sebanyak 1 (SATU0 biji saja. Kebodohan saya adalah ketika tawaran awal dating untuk Etxe, saya terlalu mematok harga tinggi, sehingga tim penawar mundur selangkah untuk kemudian menebus release clausenya pada hari terakhir. Padahal, jika saya cukup jeli dalam bernegosiasi, saya bisa setidaknya mengamankan jasa Etxe hingga musim berakhir dan tidak perlu terseou-seok menjalani sisa musim. Hingga musim ke-6 ini, saya masih mengalami masalah dalam hal finishing, sementara Etxe juga belum berhasil menembus tim utama Wolves.
Lanjut ke musim keempat. Kami untuk pertama kalinya bermain di League One sepanjang sejarah klub ini berdiri. Untungnya, pihak manajemen tidak mematok target yang muluk, cukup dengan bertahan di League One dan tidak terdegradasi. Kami menjalani musim yang cukup fantastis dengan sempat bertahan di papan tengah klasemen sebelum kehabisan bensin menjelang akhir musim dan harus puas mengakhiri musim di posisi 15.
Memasuki musim kelima… aahhh, musim tersulit. Saya kesulitan dalam merombak skuad. Bukan karena saya tidak punya dana, tetapi reputasi tim saya tidak cukup menarik bagi pemain untuk bergabung. Bahkan sekedar klub pemilik berkenan melakukan negosiasi pun sulitnya minta ampun. Kami berkutat di zona degradasi selama lebih dari setengah musim. Posisi tim mulai membaik ketika saya terpaksa meninggalkan gaya bermain possesion-oriented dan beralih menggunakan taktik milik orang lain, yang cukup manjur. Puncaknya terjadi di bulan Maret dimana kami tidak terkalahkan untuk pertama kalinya sepanjang musim itu dalam 1 bulan dan berhasil menghindari degradasi. Meskipun demikian, kami harus puas mengakhiri musim di posisi 18 karena performa yang tidak konsisten di bulan berikutnya.
Saat ini kami tengah menjalani musim keenam atau musim ketiga di League One. Kami sempat bertengger di posisi puncak klasemen selama beberapa pekan sebelum penyakit inkonsistensi kambuh dan memaksa kami turun hingga posisi 8. Liga masih Panjang, bahkan belum mencapai separuhnya, namun sebuah keputusan terpaksa saya ambil: saya akan mengakhiri petualangan saya di Barrow dan tidak akan melanjutkan save ini. Kenapa?
Sepertinya agar lebih nyaman dibaca, ceritanya saya cukupkan sampai di sini. Bagian selanjutnya akan membahas alas an saya tidak melajutkan save serta rekapitulasi target dan sedikit tips bagi para pejuan LLM. Bagaimana kelanjutan cerita saya? Nantikan di part 2 yaaaaaa. Salam FM!
follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !
Saya pernah membaca suatu berita ketika Ruud Gullit mengeluarkan statement kalau liga MLS sangat berat bagi manajer asing dan peraturannya sangat sulit, hal ini pula yang menginspirasi saya untuk mencoba liga MLS di Football Manager 2018, ketika registrasi pemain untuk bertanding di MLS, saya terjerat salary cap sehingga merelakan beberapa pemain tidak dapat diregistrasi dan tidak melanjutkan liga.
Di Football Manager Mobile 2020 saya mencoba kembali rasa penasaran saya dengan MLS. Melatih klub asal Kanada Montreal Impact, uniknya peraturannya tidak serumit di Football Manager versi deskop. Karena rasa penasaran dengan liga ini saya memainkan kembali di Football Manager 2020, lagi-lagi saya terjerat salary cap dan pemain internasional. Dengan pengalaman dan kesulitan saya ini, saya ingin berbagi informasi dan juga tips bermain di liga MLS dengan mengenali peraturan dan sistem di dalam liga MLS berdasarkan tulisan-tulisan yang saya baca.
Struktur Liga MLS
Eastern Conference, Western Conference, dan MLS Suppoter’s Shield
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari ! Tulisan ini adalah bagian ke ketiga dari artikel INI. Untuk bagian pertama artikel nya DI SINI
Halo semua, apa kabar kalian? Semoga baik-baik saja. PPKM diperpanjang semoga membawa dampak positif bagi kita semua, terutama pejuang WFH, enjoy your time main FM sampai gila. Hahaha.
Yup, kita lanjutkan artikel memaksimalkan potensi wonderkid, sekarang sudah masuk ke Part ketiga, saya tuntaskan semua di Part ketiga ini ya.
Oke, sebelumnya saya rangkum dulu Part I dan II, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses youth development:
Para Komentator