Ditulis oleh : Zaeywayn

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Setelah saya menulis artikel mengenai MLS dan CPL, kurang rasanya jika tidak melengkapi liga-liga dengan peraturan yang unik, sampai akhirnya saya mencoba Hyundai A-League, liga dengan peraturan gabungan antara MLS dan CPL. Kita setuju bahwa MLS merupakan liga dengan peraturan paling sulit di Football Manger mungkin karena salary cap, jenis-jenis kontrak, atau trade dan draft. Kalau CPL mungkin sulit di jumlah maksimum pemain registrasi, dan salary cap. Tetapi dari kedua klub asal Amerika Utara tersebut, CPL lebih mudah saya kuasai. Bosan dengan CPL, saya akhirnya mencoba save-an baru yaitu bermain di Hyundai A-League, liga teratas Australia. Saya mencoba dengan klub Sydney FC, dan setelah membaca peraturannya, bisa dibilang ini adalah campuran antara peraturan MLS dan CPL. Saya tidak bohong, peraturan Hyundai A-League menurut saya setara dengan MLS rumitnya. Oleh karena itu, saya akan menceritakan pengalaman saya bermain di Hyundai A-League juga mengajak anda untuk berkenalan dengan Hyundai A-League sebagai liga dengan peraturan yang setara MLS.

  1. Struktur Liga
Struktur liga Hyundai A-League

Hyundai A-League terdiri dari 11 tim untuk Football Manager 2020, sementara untuk Football Manager 2021 jumlah tim yang bertanding di Hyundai A-League ada 12 tim (ditambah Macarthur FC). Jumlah pertandingan yang dimainkan adalah 26, masing-masing tim akan bermain paling sedikit 2 kali, dan 3 kali bagi beberapa tim (peraturan ini sama seperti peraturan CPL). Hyundai A-League juga tidak ada degradasi dan promosi. Setelah regular season selesai, 6 tim teratas akan lolos ke fase Hyundai A-League final series, untuk peringkat 1 dan 2 lolos ke babak semifinal, dan peringkat 3,4,5, dan 6 akan dipertandingan di babak eliminasi. Peringkat 3 akan melawan peringkat 6, dan peringkat 4 akan melawan peringkat 5, masing-masing pemenang akan masuk ke babak semifinal. Di babak semifinal, pemenang babak eliminasi yang memiliki peringkat lebih rendah di regular season akan melawan peringkat 1, dan peringkat yang lebih tinggi di regular season akan melawan peringkat 2 (Contoh: ketika peringkat 3 vs 6 dan 4 vs 5, peringkat 6 dan 5 menang, maka peringkat 5 akan melawan peringkat 2 di semifinal dan peringkat 6 melawan peringkat pertama ). Pemenang di babak semifinal akan bertanding di babak Grand Final, dan pemenang dari Grand Final ini mendapatkan tempat fase grub di ACL.

Dari struktur liga diatas memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan, bahkan jika anda mengatur jadwal pertandingan hanya Rabu dan Sabtu, Hyundai A-League akan bermain setiap hari Sabtu (kecuali pertandingan tunda). Jadi anda ada waktu minimal seminggu untuk pertandingan selanjutnya (dan itu jika tim anda tidak bermain di ACL atau FFA Cup). Peraturan yang memainkan tim lebih dari dua kali mengingatkan saya dengan peraturan CPL, begitu pula penentuan juara yang dilakukan melalui babak playoff yang mirip seperti CPL dan MLS. Hyundai A-League tidak ada degradasi dan promosi, sama seperti CPL dan MLS.

Sejauh ini saya bermain bersama tim Sydney FC, struktur liga tidak membingungkan saya. Mungkin saja karena saya pernah bermain di MLS dan CPL, membuat saya terbiasa untuk bermain di liga yang berbeda, dibanding liga di Eropa yang menggunakan sistem regular season serta promosi dan degradasi yang menuntut tim untuk kompetitif. Sementara liga-liga yang menggunakan sistem playoff serta tidak ada promosi dan degradasi tetapi memiliki peraturan yang ruwet, lebih menuntut tim lebih cermat. Taktik boleh utama, tetapi bagi liga-liga tersebut cermat lebih utama. Buat apa anda mengerti taktik tetapi terganjal salary cap, atau pemain terbuang sia-sia karena lupa diregistrasi. Liga-liga semacam MLS, CPL dan Hyundai A-League merupakan sarana yang tepat jika anda ingin menjadi seorang manajer yang hebat. Cobalah sekali-kali liga tersebut, jika anda ingin mengukur kemampuan manajemen anda sendiri.

FFA Cup

FFA Cup, kompetensi cup di Australia

Piala Australia ini digelar sebanyak 5 ronde, yang diikuti dari semua tim asal Australia. Tim yang berasal dari Hyundai A-League terkadang bermain dari ronde pertama, sehingga tidak ada peraturan istimewa seperti Amway Canadian Championship. Tim yang berada di divisi bawah, akan bermain sebagai tuan rumah. Tidak ada peraturan khusus selain tuan rumah. Untuk pemenang FFA Cup akan mendapatkan tiket fase grub ACL.

  • Peraturan Hyundai A-League

Setelah mengenal struktur Hyundai A-League, mari kita menyelam lebih dalam ke peraturan Hyundai A-League. Peraturan Hyundai A-League bisa dibilang gabungan antara CPL dan MLS. Selama saya bermain dengan tim Sydney FC, peraturan ini bikin kaget. Kalau CPL bisa saya akali,  Hyundai A-League tidak bisa saya akali. Berikut peraturan-peraturan Hyundai A-League yang bisa bikin anda kaget.

Salary Cap

Salary Cap di Hyundai A-League adalah $267,000 AUD p/w

Jangan berharap anda bisa belanja sepuasnya demi merombak tim seperti yang anda lakukan di tim-tim Eropa, salary cap menjadi tantangan anda. Liga dengan salary cap itu semacam anda makan di all you can eat tetapi ada batas waktu, jadi tidak puas. Tetapi tenang, jika anda jago negosiasi kontrak, dipastikan anda bisa terhindar dari salary cap ini. Salary cap diHyundai A-League memiliki batas $267,000 AUD p/w. Ada 4 tipe pemain yang gajinya tidak dimasukkan kedalam salay cap, yaitu Marquee Player*, Guest Players*, Mature Aged Rookie* dan Scholarship Player*

Selama bermain di Sydney FC, saya belum pernah terjebak salary cap. Karena saya masih memainkan beberapa pemain bawaan, sehingga tidak merusak tim serta hanya terlibat dalam satu transfer yang gajinya tidak menyentuh salary cap.

Pemain khusus

*Marquee Players akan dijelaskan khusus di registrasi pemain

*Guest Playes adalah pemain yang terbebas dari registrasi pemain serta salary cap. Pemain ini hanya boleh memainkan maksimal 10 pertandingan saja. Biasanya digunakan untuk mengisi posisi yang kosong ketika salah satu pemain cedera panjang.

*Mature Aged Rookie adalah pemain khusus yang terbebas dari registrasi pemain serta salary cap. Syarat utamanya adalah, dia berasal dari tim non-profesional Australia yang belum sama sekali bermain di Hyundai A-League. Pemain hanya boleh direkrut hanya satu kali.

*Scholarship Player adalah pemain lokal berusia dibawah 20 tahun yang tidak perlu diregistrasi dan terbebas dari salary cap.

Registrasi Pemain

Registrasi pemain di Hyundai A-League

Ah, ini peraturan yang paling rumit, yang bikin saya pusing, sebab registrasi pemain maksimal 23 pemain (sama seperti CPL). Ada pemain khusus yang terbebas dari registrasi pemain yaitu Guest Players, Mature Aged Rookie dan Scholarship Player.

Jika saya bisa mengakali peraturan CPL dengan merekrut pemain cadangan, Hyundai A-League saya tidak bisa. Pada bursa transfer pertama, saya ingin merekrut seorang bek kiri yang bisa saya gunakan untuk memback-up pemain seperti yang saya lakukan ketika di CPL. Namun, karena squad saya sudah penuh 23 pemain, salah satu pemain harus rela di mutual termination, ternyata pemain diluar registrasi otomatis akan di mutual termination, tentu membuat saya frustasi, sebab tidak ada pemain back-up ketika salah satu pemain saya misalnya akumulasi kartu, cedera, atau butuh rotasi. Jadi, hati-hati ya bagi anda yang lupa meregistrasi pemain, otomatis pemain anda akan mutual termination. Jumlah maksimum 23 pemain dan wajib diregistrasi memang membuat anda stress. Anda hanya bisa memback-up pemain, hanya dari tim B anda, salah satu tipsnya adalah, merekrut pemain tetapi terdaftar sebagai pemain B jangan sebagai pemain tim utama.

Registrasi pemain selanjutnya adalah maksimal pemain asing 5, lebih sedikit dari MLS, tetapi cukup untuk kompetensi di Asia. Hyundai A-League mungkin memiliki reputasi yang tidak sebaik MLS, jadi sulit untuk merekrut pemain asing, salah satunya adalah merekrut pemain asing yang pernah bermain di kompetensi Asia, sehingga selain sudah mengenal kompetensi Asia, juga memudahkan dalam transfer.

Registrasi selanjutnya adalah maksimal 20 pemain diatas 20 tahun. Hyundai A-League bisa dianggap sebagai liga yang mau memaksimalkan pemain mudanya. Salah satu buktinya ini. Anda tidak bisa merekrut pemain tua sebanyak-banyaknya, Hyundai A-League memiliki limitnya. Maksimal 20 pemain menurut saya cukup untuk mengembangkan pemain muda, jadi peraturan ini tidak membuat saya bingung.

Ada diperbolehkan memiliki Marquee Player, maksimal 2 pemain. Marquee Player ini gajinya tidak akan masuk ke salary cap, sehingga anda bisa memaksimalkan kouta ini untuk membeli pemain yang mampu berperan besar untuk tim anda.  

Peraturan yang berkaitan dengan registrasi selanjutnya adalah Players allowed to play with B club registration. Sebuah registrasi yang mewajibkan 3 pemain utama untuk diperbolehkan membela tim B. Anda sudah pusing dengan maksimal pemain, ditambah dengan pemain yang diperbolehkan untuk membela tim B. Sebenarnya yang ditakutkan dari kewajiban registrasi ini adalah pemain yang rawan cedera, sehingga tidak bisa membantu tim utama.

Transfer Antar Tim Hyundai A-League

Transfer antar tim Hyundai A-League bisa dibilang unik, peraturannya sama seperti MLS yaitu hanya bisa trade, tetapi trade yang bisa ditukar hanya pemain. Jadi bisa dibilang transfer antar tim Hyundai A-League hanya bisa melalui exchange pemain.

Tips

Seperti biasa, artikel ini akan ditutup dengan tips yang berdasarkan pengalaman pribadi serta dari situs internet, berikut tips buat anda untuk bermain di Hyundai A-League.

  • Tips yang sama seperti MLS, jangan terburu-buru merombak tim. Kenali dulu peraturan Hyundai A-League, dan mainkan paling tidak setengah musim atau sampai transfer windows kedua dibuka. Ini paling penting sebab jika anda masih baru dengan Hyundai A-League, anda bisa terjebak dalam registrasi pemain.
  • Walaupun anda ditargetkan oleh board, untuk pemain yang pertama kali bermain di Hyundai A-League, tawarkan target yang masuk akal. Sebab, jika anda sembarangan menerima target board dan anda kebingungan dengan peraturan Hyundai A-League, maka anda akan setengah hati dalam memainkan tantangan ini.
  • Jangan asal transfer, jika kouta tim utama sudah penuh. Jika anda melakukan ini dipastikan salah satu pemain anda akan kena mutual termination. Salah satu tips saya adalah khusus pemain yang memiliki peran sebagai pemain back-up, saat transfer jadikan dia pemain tim B (anda harus mengontrol transfer dan kontrak tim B terlebih dahulu). Sebab, pemain tim B tidak masuk kedalam registrasi pemain.
  • Negosiasi kontrak penting untuk menghindari salary cap. Salah satunya hindari dalam memberi bonus seperti penambahan gaji ketika melewati beberapa penampilan atau persentase gaji naik setiap tahunnya. Jika ingin memberikan bonus, lebih baik dimasukkan kedalam cash, seperti jika membawa tim juara akan mendapatkan bonus cash.
  • Guest Players dan Mature Aged Rookie sepertinya penting, sebab keduanya terbebas dari salary cap dan registrasi pemain. Namun, yang paling penting sepertinya Mature Aged Rookie karena tidak ada peraturan khusus. Bisanya Mature Aged Rookie didapatkan di musim baru, ketika youth intake dimulai dan pemain regen lahir.
  • Dari kedua jenis pemain tersebut Scholarship Players lebih penting, sebab selain terbebas dari salary cap dan registrasi pemain, pemain muda lokal bisa menjadi calon-calon pemain bintang. Jadi, maksimalkan pemain muda anda.
  • Hindari transfers antar tim Hyundai A-League, karena pengalaman berdasarkan pengalaman saya, transfer antar tim Hyundai A-League hanya buang-buang waktu saja, susah memang dengan transfer yang menggunakan sistem zaman purba.

Penulis : zaeywayn

Sumber :


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//