Ditulis oleh : Baihaki
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Beberapa waktu lalu, muncul kabar gembira di temlen Facebook. Ada penawaran download gratis game Football Manager 2020 secara legal dan gratis dari Epic Games dalam kurun waktu tertentu. Berhubung saya suka yang gratis-gratis, lumayan dong! Apalagi, biasanya (sumpah bukan saya!), banyak orang yang mengulik-ulik Google buat mencari crack FM.

Bermain game ini bagi saya cukup seru. Apalagi, cara mainnya bisa dilakukan ketika menyelesaikan kerjaan atau bahkan nulis artikel ini. Salah satu keseruan yang kerap saya lakukan saat bermain game FM adalah berburu wonderkid. Kehadiran wonderkid mampu menopang performa tim dan kemudian bisa dijual dengan harga tinggi ke klub kaya.

Ngomong-ngomong tentang wonderkid di FM, tidak semua pemain berbakat itu ternyata mampu mengembangkan talentanya sehingga jadi pemain besar di dunia nyata. Contoh paling nyata adalah Maxim Tsigalko yang terkenal sebagai goal getter andal di Championship Manager (CM). Eh, ndilalah pemain ini cuma mampu bermain di level rendah.

Tsigalko bulankah satu-satunya fenomena kegagalan wonderkid dalam mematangkan talentanya di dunia nyata. Ada banyak wonderkid lain yang punya nasib tidak kalah mengenaskan. Siapa saja mereka?

1. Fernando Cavenaghi

Fernando Ezequiel Cavenaghi 9.jpg

Nama Fernando Cavenaghi jadi salah satu penyerang andal yang dapat kamu gunakan di FM 2005. Dia dikenal sebagai pemain muda potensial Argentina yang bermain di Spartak Moscow. Kamu pun bisa merekrutnya dengan biaya transfer relatif kecil dan menjualnya dengan harga berkali-kali lipat. 

Namun, pada kenyataannya, kegemilangan Cavenaghi hanya bisa kamu temukan di FM. Di dunia nyata, Cavenaghi merupakan seorang pemain nomaden–kerap berpindah-pindah klub. Total telah ada 8 klub yang dibelanya pada rentang antara 2001 – 2016. Beberapa klub agak tenar yang dibelanya antara lain adalah Bordeaux dan Villareal.

Meski dianggap sebagai wonderkid gagal, Cavenaghi sebenarnya tidak gagal-gagal amat. Selama kariernya, Cavenaghi telah bermain sebanyak 382 pertandingan dengan jumlah gol mencapai 181. Di level timnas Argentina junior (U20), dia juga berhasil mencetak 11 gol dari 12 pertandingan. Sementara itu, di level senior dia sempat membela Tim Tango sebanyak 4 kali.

2. Igor Akinfeev

Igor Akinfeev Russia.jpg

Status sebagai wonderkid di FM 2005 dari seorang Igor Akinfeev juga tidak menjamin kesuksesan di dunia nyata. Digadang-gadang bakal bermain untuk klub besar, Akinfeev ternyata memilih untuk ‘mengabdi’ di CSKA Moscow. Selain itu, dia juga menjadi kiper andalan untuk Timnas Rusia, telah bermain selama 111 kali sejak tahun 2004.

Melihat caps-nya di timnas, prestasi seorang Akinfeev memang tidak terlalu buruk. Namun, dia dikenal sebagai kiper yang tidak pernah mempertahankan clean sheet selama 10 tahun bermain di Liga Champion. Selain itu, Akinfeev juga terkenal cukup sering melakukan blunder.

3. Carlos Fierro

Carlos Fierro - Rio 2016.jpg

Seorang manajer FM veteran pasti kenal yang namanya Carlos Fierro. Bisa dibilang, Fierro adalah wonderkid legenda di FM 2012. Kalau berhasil merekrutnya, dia bakal mencetak 20+ gol per musim. Kamu pun bisa memainkannya sebagai striker tunggal ataupun menggandengkannya dengan penyerang lain.

Saat ini, Fierro sudah berumur 26 tahun, usia matang seorang pemain sepakbola. Pada usia inilah biasanya pemain memperoleh pencapaian terbesarnya. Namun, hal itu tidak dirasakan oleh Fierro. Dia hanya punya kesempatan membela klub lokal Meksiko, seperti Cruz Azul dan Guadalajara.

Saat ini, Fierro tengah mencoba peruntungan di luar Meksiko, membela klub Amerika Serikat, San Jose Earthquakes. Melihat performanya, sepertinya bakal sulit bagi seorang Fierro meraih kesuksesan. Apalagi, dalam 12 pertandingan di San Jose, dia hanya mampu mencetak sebiji gol.

4. Mbaye Niang

M'Baye Niang (cropped).jpg

Wonderkid yang performanya tidak segemilang di dunia FM selanjutnya adalah Mbaye Niang. Namanya terkenal setelah tampil apik bersama klub Perancis Caen pada musim 2011/2012, bermain 30 pertandingan dan menghasilkan 5 gol serta 3 assist. Di FM, Niang menjanjikan performa ciamik dan gol banyak kalau kamu menempatkannya sebagai poacher.

Sayangnya, kesuksesan sebagai goal getter andal di FM tidak sejalan dengan karier Niang di dunia nyata. Kegemilangannya di Caen sempat membuat AC Milan tertarik merekrutnya. Namun, siapa sangka kalau Niang tidak mendapatkan kesempatan bermain yang cukup di Milan. Setelah direkrut Milan, Niang mengalami kemunduran karier, dan saat ini pulang kampung ke Prancis bermain untuk Rennes.

5. Sergio Asenjo

Sergio Asenjo - Player profile 20/21 | Transfermarkt

Sergio Asenjo digadang-gadang sebagai salah satu kiper wonderkid terbaik dunia pada FM10. Namun, performa serta popularitasnya di FM tidak mampu membuatnya memenangi persaingan sebagai kiper utama di klub Atletico Madrid. Apalagi, saat itu Atletico punya kiper lain yang tidak kalah mentereng, David De Gea.

Saat ini, Asenjo bermain untuk klub Spanyol Villareal. Usianya sudah tidak lagi muda, menginjak 31 tahun. Peluangnya untuk menjadi pemain besar pun sangat kecil. Apalagi, statistik permainannya juga tidak terlalu bagus. Dalam 5 pertandingan di La Liga, dia sudah kebobolan 7 gol, termasuk di antaranya adalah 4 gol dari Barcelona.

6. Mario Balotelli

Mario Balotelli OM (cropped).jpg

Siapa yang tidak kenal dengan pemain bengal Mario Balotelli? Namanya terkenal sebagai salah satu wonderkid milik Inter Milan. Kemampuan teknis seorang Balotelli di dunia nyata sebenarnya tidak jelek-jelek amat. Apalagi, dia memiliki caps di Timnas Italia yang cukup banyak dan membela tim besar seperti Manchester City, AC Milan, dan Liverpool.

Pada musim 2019-2020, Balotelli tercatat sebagai pemain Brescia di Serie B. Di FM19, masih cukup andal, laku dengan harga cukup mahal di musim kedua. Di dunia nyata, kegagalan Brescia bertahan di Serie A membuat status perpanjangan kontrak otomatis Balotelli tidak berlaku. Dia pun kini berstatus sebagai pemain bebas trasfer alias tak punya klub.

7. Alberto Paloschi

Alberto Paloschi01.jpg

Game FM juga menahbiskan Alberto Paloschi sebagai salah satu wonderkid. Namanya sudah banyak diburu oleh para manajer sejak FM10. Kamu juga bisa mendapatkannya dengan harga relatif murah di FM12. Status wonderkid tersebut juga diperkuat dengan performanya di timnas junior Italia, baik di level U17, U19, U20, hingga U21.

Karier Paloschi di dunia nyata mulai dikenal saat berada di Milan pada musim 2007-2008. Namun, kehadiran Ronaldinho membuatnya dirinya agak was-was, dan memilih pindah ke Parma. Performanya selama di Parma cukup menjanjikan, mencetak 16 gol dari 56 permainan.

Hanya saja, perjalanan karier Paloschi cukup stagnan. Selepas dari Parma, dia bermain untuk beberapa klub medioker, seperti Chievo, Swansea, Atalanta, dan SPAL. Usianya juga sudah cukup tua untuk seorang pemain sepakbola, 30 tahun.

8. Hervin Ongenda

Hervin Ongenda, PSG.JPG

Sosok Hervin Ongenda sangat terkenal kalau kamu bermain FM13. Kamu memang bakal cukup sulit untuk merekrutnya secara langsung dari PSG. Namun, Ongenda biasanya bisa didapatkan secara gratis setelah kontraknya habis. Selain memiliki potensi sebagai striker andal, Ongenda juga bisa kamu mainkan sebagai AMC.

Status mengkilap di FM ternyata tidak selaras dengan performa Ongenda di dunia nyata. Persaingan tinggi di PSG mengharuskannya bermain dengan status pinjaman untuk beberapa klub kecil. Sempat membela Real Murcia dan Chievo, Ongenda kini termasuk dalam skuad FC Botosani, klub antah berantah dari Rumania.

9. Anthony Vanden Borre

Anthony Vanden Borre.jpg

Vanden Borre jadi rekrutan wajib kalau kamu bermain FM05. Pemain ini memiliki fisik yang tangguh serta mampu dimainkan dalam beberapa posisi sekaligus. Menariknya lagi, Vanden Borre bisa kamu dapatkan dengan harga yang murah meriah.

Karier sepakbola Banden Borre berbalik 180 derajat dengan status wonderkid-nya di FM. Sempat bermain untuk Fiorentina, Borre lebih banyak menghabiskan waktu bermainnya di klub medioker. Bahkan, pada musim 2017, dia sempat mengasingkan diri di klub Kongo, TP Mazembe. Saat ini, dia menjadi bagian dari Anderlecht.

Nah, itulah pemain berstatus wonderkid yang ternyata punya karier melempem di dunia nyata. Selain 9 pemain tersebut, tentunya masih banyak nama-nama lain yang memiliki nasib serupa. Jangan sungkan-sungkan untuk menyebutkannya di kolom komentar, ya.


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//