Beranda

Team Talk : Kenali Gejala gejala berikut sebelum kamu mengambil kesimpulannya.

6 Komentar

Artikel ini sebenarnya sudah saya buat kurang lebih sekitar 2 bulan yang lalu, dan entah kenapa setelah artikel ini selesai, saya enggan langsung mempublishnya. Saya lupa kapan tepatnya, di suatu sore yang membosankan, saya iseng iseng membuat new game, memilih Juventus sebagai klub saya, dan hasilnya ? saya kembali terjebak dalam game setan ini (Tidaaaaaaak….!), dan sekarang sudah masuk musim ke tiga.

Yah tapi, saya tetap publish artikel ini setidaknya untuk berbagi dengan kalian para FMLovers, siapa tahu kalian punya cerita yang berbeda dengan saya. Enjoy 🙂

FM Lovers,

“Berapa lama kalian tidak main Football Manager ?”

Sebuah pertanyaan simple yang tidak sengaja saya baca saat bertandang di sebuah forum football manager indonesia di facebook. Yang sepertinya menjadi pertanyaan antitesis di sebuah forum yang isinya melulu bicara tentang taktik, barisan para wonderkid, hasil pertandingan timnya di FM, dan kisah lainnya selama bermain di FM.

Saya sendiri saat membaca pertanyaan tersebut, berada di kondisi dimana saya tidak cukup lama tidak memainkan Football Manager. Savean terakhir saya hanya sampai musim 2020-2012. Hanya 6 musim dari pertama kali membuat savean tersebut di FM15 beta di bulan Agustus. Sebuah rekor untuk savean perjalanan karir tersingkat saya di sebuah edisi FM sedjak FM edisi pertama.

“Ya Tuhan, apakah ini pertanda saya sudah mulai sembuh dari kecanduan ini ? apakah saya sudah dapat kembali ke jalan yang benar ?” batin saya.

Saya jadi ingin membuat analisa, dari kondisi apakah hidayah ini bisa turun ke muka bumi.

Gejala #1 : Sudah sadar usia.

Klise ? Pasti. Tapi fase dimana saya bisa dan tahan menghabiskan waktu berjam jam di depan laptop untuk bermain football manager sudah mulai saya tinggalkan dengan kondisi sadar dan tanpa paksaan. Tidak serutin dan semilitan di masa masa saya keluar kamar hanya buat beli makan, itupun dibungkus dan makannya juga sama, di depan monitor FM.

Gejala #2 : Tanpa mainpun saya sudah kenyang.

image Bukan kenyang seperti menyantap segarnya es campur di atas, bukan. Kenyang disini diartikan pada kondisi seperti ini. Saat buka twitter, timeline pun tidak jauh dari FM. Saat buka Facebook, notifikasi hanya dari group FM. Sms di handphone pun, selain tentang kerja juga sama saja : antara game dan order FMRTE. Istri saya pun jadi enggan mengintip akun medsos saya karena isinya melulu tentang Football Manager. Tidak menarik katanya. Kondisi ini sudah membuat hari saya penuh dengan FM walau tanpa sekalipun klik icon imut Steam dan mengarahkan kursor ke arah tulisan “Football Manager 2015”

Gejala #3 : Dan saya pun Jenuh.

Jenuh. Jenuh adalah disaat kamu mulai merasa franchise Football Manager dari tahun ke tahun tak ubahnya hanya perubahan database pemain dengan musim baru saja. Jenuh adalah disaat kamu lebih merasa nyaman (atau malas mencari tantangan?) memainkan Full Career Mode dari tahun ke tahun, dari FM 2006 sampai FM15. Yang padahal sudah ada FM Challenge yang tidak kamu sentuh. Iya, jenuh yang seperti itu.

Hanya 3 kondisi di ataslah yang saya dapat dari hasil perenungan saya. Apakah gejala ini sudah ada dalam diri kalian ?

========================================================

\\follow me @Rtupoke or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Team Talk : FM15 + FMRTE, Experiment 02 – Konklusi ! (part 03/03)

Tinggalkan komentar

FMLovers.

Pernah terbayang nggak : “Bagaimana bila semua klub peserta ISL mempunyai neraca keuangan senilai 1 Milyar Euro”. Nah dalam artikel kali ini adalah sebuah kisah tentang #FMexperiment yang telah saya lakukan di savean FM game saya.

A. Parameter-Parameter

· Artikel ini adalah hasil simulasi dari perpaduan FMRTE dan FM2015 dengan patch 15.3.2.

· Terdapat 17 Negara dengan 27 Kompetisi, dan database Large.

· Semua negara kita setting Playable sehingga estimasi pemain yang dimuat di awal adaah 72000 pemain.
image

· Keuangan semua klub ISL tetap diedit dengan FMRTE menjadi 1 Milyar Euro. Jreeng Jreeeng ! Lainnya

Team Talk : FM15 + FMRTE, Experiment 02 – Akhirnya, satu musim selesai ! (part 02/03)

3 Komentar

FM Lovers,

Nggak disangka ternyata satu musim di savean ini memakan waktu yang sangat lama. Walau sudah go on holiday semalaman. Hanya mampu berjalan 3 bulan saja di waktu selama itu. Well, sepertinya opsi dengan menjadikan semua liga menjadi “Playable” berdampak juga dengan beratnya sang laptop untuk mengolah permainan. Jika lupa, savean kali ini memainkan 27 liga dari 17 negara dengan database large. Hal ini menjadikan estimated game speed menjadi hanya 1.5 bintang saja. Fiiuh !

Skenario di FMExperment kali ini bila kita rangkum adalah :

  1. Menjadikan keuangan semua klub ISL memiliki neraca keuangan 1 milyar Euro. Pure tanpa pajak :D.
  2. Meningkatkan reputasi semua klub dengan menambah attribute reputasi senilai 2000. Sebagai informasi, nilai dasar reputasi klub ISL memiliki rata-rata 2600an.
  3. Meningkatkan reputasi dari ISL itu sendiri. Atribut reputasi ISL menjadi 100. Perbandingannya kalau kita lihat MLS, memiliki nilai reputasi sebesar 120an.
  4. Membuat attribut Chairman semua klub ISL meningkat pesat, dengan rata-rata 15-20. Karena kejarannyannya semua klub bisa di kelola dengan baik dari sisi bisnisnya.

Oke, satu musim sudah selesai, mari kita lihat apa yang terjadi di Experiment ini. Lainnya

Team Talk : FM15 + FMRTE, Experiment 02 – Lebih besar, Lebih wah ? (part 01/03)

3 Komentar

FMLovers,

Setelah mencoba 5 musim #FMExperiment 01, dimana skenarionya adalah “Bagaimana bila semua klub peserta ISL mempunyai neraca keuangan senilai 1 Milyar Euro”, kali ini kita mencoba membuat #FMExperiment 02. Secara garis besar, Experiment ini adalah perbaikan dari Experiment 01. Skenarionya antara lain : Lainnya

Team Talk : FM15 + FMRTE, Experiment 01 – Season 05 dan Konklusi, Next Project Maybe ?

13 Komentar

FMLovers,

Ini adalah artikel terakhir dari trilogi artikel : Team Talk : FM15 + FMRTE, Experiment 01, yaitu sebuah Experiment di FM15 menggunakan FMRTE, dimana eksperimen ini adalah simulasi untuk skenario :

WHAT IF : semua klub di ISL kekayaannya sebesar 1.000.000.000 Euro ?

Target dari eksperimen ini, tentunya ingin melihat hasil simulasi dari apa yang akan dilakukan para klub dengan uang sebesar itu, terutama tentu saja di bursa transfer, dan ditambah aspek lainnya seperti perkembangan klub itu sendiri secara organisasi atau dampaknya terhadap liga indonesia dan timnasnya.

E. Season 05, Apakah sudah memenuhi Ekspektasi ?

Bila sebelumnya kita membahas apa yang terjadi di season 01 karena ingin melihat apakah impact bila dilihat dari sisi Jangka Pendek, nah kita coba melompat langsung ke season ke 5 untuk melihat apa saja yang terjadi secara jangka panjang. Akan kita bagi menjadi :

  1. Regen, apakah ada wonderkid yang muncul karena mungkin ada peningkatan di fasilitas training atau youth recuitment di klub ini.
  2. Transfer, Apakah ada pemain asing yang masuk ke ISL dan menjadi marqueeRegen, apakah ada wonderkid yang muncul karena mungkin ada peningkatan di fasilitas training atau youth recuitment di klub ini.
  3. Fasilitas, apakah ada investasi yang digelontorkan oleh management klub ? di sisi training facilities atau stadion ?

Ketiga hal tersebut yang akan dibahas.

E.1 Regen

Jika musim sudah berjalan selama 5 musim, sudah menjadi hal yang wajar apabila wajah pemain di masing masing klub di pemain sudah mulai diisi dengan wajah para regen. Tetapi apakah kualitas dari regen ini ada peningkatan ? Sebelum kita melihat regen, yang kita pahami adalah kualitas regen yang dihasilkan menggambarkan kualitas youth recruitment network masing masing klub, ayng artinya hal ini tentu bisa ditingkatkan lewat Board request. Tetapi apakah di simulasi ini ada peningkatan ?

Menurut saya, paling mudah untuk melihat kualitas pemain di liga ini adalah dengan melihat kualitas pemain timnasnya. Dimana pemain terbaik dari suatu bangsa akan tercermin di timnas. Untuk regen, kita lihat kualitasnya di timnas U19 nya, baik dari segi CA dan PA. Yang paling akurat, tentu kita lihat dari FMRTE 😀

EXP-01-A-S05 - Timnas U19

Regen paling tinggi dengan Potential Ability (PA) paling tinggi hanya bernilai 95, sedangkan pemain regen dengan nilai CA paling tinggi adalah 61. Sejauh dari pengalaman saya yang tidak seberapa dalam melatih tim indonesia di FM. Angka PA dan CA tersebut tergolong wajar untuk sekelas Indonesia, tetapi apakah masih wajar kalau keuangan klub tingkat dewa dalam 5 tahun masih belum ada peningkatan ?

Mungkin kamu juga sama seperti saya, punya pikiran kalau jangan jangan ada satu atau dua pemain regen yang memang punya kemampuan ajaib yang sudah tembus di Timnas Senior. Mari kita lihat :

EXP-01-A-S05 - Timnas Senior

Tidak ada, tidak perlu dibahas lebih jauh lagi. Evan Dimas kemana ? nanti kita bahas ya. Jadi kesimpulan yang saya dapat dari sisi Regen : uang tidak berkorelasi dengan peningkatan youth recruitment.

E.2.Transfer

Seiring berjalannya waktu, rekor demi rekor transfer pun setiap musimnya dipecahkan oleh klub klub ISL secara bergantian. Sesuatu yang wajar mengingat memang kekuatan keuangan semua klub di set di awal memiliki kemampuan tingkat surga. dan semakin berjalannya waktu, di musim musim berjalan, makin banyak regen yang memenuhi berita transfer klub serta rekor.

EXP-01-A-Major Transfer TW01S05

5 pemain terbesar dengan nilai transfer terbesar dimiliki oleh regen semua. yup, tetapi kalau berbicara kualitas regen, bisa dibilang tidak jauh dengan yang disebeut di atas, dari sisi PA maupun CA. Bagaimana dengan untuk pemain non regen. Pemain dengan nilai transfer tertinggi dimiliki oleh A. Rahman Lestaluhu, di savean saya sebelumnya menjadi pemain favorite saya di FM untuk bermain di ISL karena sangat rajin mencetak gol.

Artinya, tetap tidak ada pemain asing yang masuk ke ISL. Kesimpulan : Uang banyak tidak serta merta mampu menarik pemain bintang.

E.3 Fasilitas.

Nah disini kita baru berbicara evan dimas, saya ambil nama evan dimas karena saya anggap mewakili dari hasil pantauan beberapa pemain dan saya rasa kalau kita berbicara evan dimas di FM, kita seperti sepakat kalau evan dimas tergolong pemain non regen yang memiliki PA tertinggi untuk ukuran Indonesia.

Kenapa kita berbicara Evan Dimas padahal kita berbicara tentang fasilitas ? karena fasilitas training, adalah yang salah satu faktor yang berperan besar dalam meningkatkan CA sang pemain.

EXP-01-A-S05 - Evan DImas

Pada musim ke 05, Evan Dimas hanya memiliki CA 58. Kalau kita lihat PA nya yang di angka 129 yang artinya memili rentang yang besar untuk potensi perkembangan pemain ini. bis kita anggap fasilitas training yang ada di klubnya masih belum mampu mengakomodir perkembangan pemain. Sesuatu yang tetap menjadi tipikal klub di ISL di savean ini, walaupun sudah mempunyai uang 1 milyar Euro untuk dipakai. Pengecualian hanya di Persipura. menjadi satu satunya klub yang memilih investasi di fasiltias training sebagai improvementnya.

Persipura

oh iya, kalau ada yang ingin tahu, apakah ada klub yang membangun stadion baru karena memiliki keuangan kuat. Jawabannya ada, dan hanya 1 klub di savean dengan skenario ini yang membangun. Yaitu Pelita Bandung Raya dengan Pelita Stadiumnya. Dibangun pada tahun 2019 yang artinya dibangun di musim ke 5. Saya rasa, akan wajar juga apabila di musim musim yang akan datang akan ada lebih dari 1 klub yang ikut membangun stadion baru.

EXP-01-A-S05 - Pelita Stadion - 2019

E.4. Prestasi Indonesia, Klub dan Timnas.

Well, jika FMLovers sudah melihat perkembangan pada 3 bagian sebelumnya. Tidak salah kalau prestasi baik timnas maupun klub di savean ini tidak mumpuni. Karena dari sisi materi pemain, tidak ada yang bisa mengangkat prestasi secara keseluruhan.

EXP-01-A-S05 - Best Achievement di Asia Conf Cup

EXP-01-A-S05 - Best Achievement di Asia Champhions League

F. Konklusi dan Next Project

Bisa dibilang, dengan skenario hanya menaikkan keuangan semua peserta klub saja, tidak akan mempu mengangkat prestise dan prestasi sebuah liga. Banyak faktor yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan klub untuk berbicara baik di tingkat domestik maupun di tingkat internasional.

Untuk next project. Beberapa ide skenario yang saya pikirkan untuk diedit di FMRTE adalah :

Ide ide untuk Experiment 02 :

  1. Tetap meningkatkan keuangan semua klub ISL menjadi 1 milyar Euro.
  2. Meningkatkan reputasi Liga dan klub, Ide awalnya mungkin akan saya samakan dengan Level Liga Jepang atau Korea, atau minimal di liga Australia.
  3. Meningkatkan level database pemain yang di load di awal game. Kemungkinan minimal di angka 50.000 pemain. atau mungkin lebih dengan settingan liga dan negara yang di load tetap sama.
  4. Ada yang bisa menambahkan ?

Saya juga ada beberapa skenario yang ingin saya coba kedepannya ? seperti bagaimana kalau semua manager di ISL diganti dengan pelatih level worldclass seperti Mourinho di Persib, Ancelotti di Persija, atau Conte di Persipura. Apakah bisa memberi prestasi dengan pemain Indonesia ?

atau skenario seperti bagaimana apabila pemain yang sudah mau pensiun seperti mungkin ada Buffon, Di Natale, Gerrard, Drogba, atau Lampard yang mencoba karir di ISL 😀

Ide yang menarik bukan ?

Bagaimana pendapatmu FMLovers ? silahkan masukkan komentar di kolom ini ya.

========================================================

\\follow me @Rtupoke or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Team Talk : FM15 + FMRTE, Experiment 01 – Analisa Season 1. What Next ?

4 Komentar

FMLovers,

Tulisan ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya. Dimana secara singkat adalah tentang bereksperimen dengan menggunakan FMRTE dan FM15 kepada klub klub ISL. Skenario yang dipilih adalah :

WHAT IF : semua klub di ISL kekayaannya sebesar 1.000.000.000 Euro ?

Target dari eksperimen ini, tentunya ingin melihat hasil simulasi dari apa yang akan dilakukan para klub dengan uang sebesar itu, terutama tentu saja di bursa transfer.

B. Jadi apa yang terjadi di Season 1 ?

Mungkin pertanyaan yang lebih tepat adalah : Apa yang klub akan lakukan dengan uang tersebut ?
Dengan uang yang sebanyak itu, artinya semua klub dinilai dari sisi Finance tidak ada perbedaan, semua sama kuat dan sama sama nggak perlu pusing bayar gaji pemain. Harapan saya, ada sesuatu hal yang luar biasa menarik yang akan kita lihat dimusim ini. Anda juga ? mari kita lihat.

TRANSFER

Harapan saya dengan uang sebanyak itu, akan ada transfer gila gilaan, dimana setidaknya ada pemain asing yang kiranya bisa ikut bergabung ke liga ISL karena iming iming gaji yang besar, apalagi seharusnya transfer budget bukan menjadi masalah. Bagaimana hasilnya :

Hasil Transfer Windows pertama Season I

EXP-01-A-Major Transfer TW01S01

well harapan saya tidak terpenuhi, jika dilihat dari asal klub bisa dilihat hanya dari liga domestik saja. Tapi harapan saya belum putus, saya tunggu lagi sampai di mid season transfer di musim ini :

EXP-01-A-Major Transfer TW02S01

Sama saja. Apakah ini pertanda pepatah “uang tidak mampu membeli segalanya” adalah benar adanya ? Pembelian pemain paling mahal di musim pertama adalah Fandi Eko Utomo, Ahmad Bustoni, dan Immanuel Wanggai. Kesemuanya sukses memecahkan rekor transfer masing masing klub di musim tersebut. Dan dari hasil sekilas saat game memasuki musim ke dua, rekor transfer ini tidak akan bertahan lama.

Kalau kita berbicara transfer, saya juga berpikir apakah mungkin klub juga berinvestasi dengan mendatangkan pelatih dari manca negara ? Jawabannya : tidak.

C. Analisa Experiment 01 di season 01

Saya sendiri tidak menganalisa lebih jauh tentang impact yang terjadi di klub ini selama 1 musim ini, karena sepertinya apabila kita melihat impact di fasilitas training, penambahan kualitas scouting network ataupun membangun stadion baru, adalah sesuatu yang bersifat jangka panjang. Tidak akan kelihatan dalam 1 musim saja. Jadi kita hanya khusus berbicara dengan transfer saja ya ?

Hasil transfer yang kesannya biasa saja jika dibandingkan dengan suntikan dana di awal musim ini tentu tidak memenuhi ekspektasi saya. Harapan dimana setidaknya ada pemain asing yang pernah merasakan liga eropa yang bisa menjadi marquee player di klub masing masing tidak terpenuhi. tetapi kiranya apa saja yang mempengaruhi kegagalan ini ? analisa saya sih adalah uang yang sangat besar itu sudah dikorupsi dan dibawa ke luar negeri sehingga tidak dapat dimaksimalkan oleh Klub, di hal hal berikut :

  • Dari sisi settingan FM ini sendiri. Jika kita melihat total 36 kompetisi yang hanya di setting View Only. Berpengaruh besar  kepada jumlah pemain yang di load di awal game. Hanya angka 30000 pemain, bila dibandingkan dengan savean saya sebelumnya yang hanya di 7 negara top eropa + indonesia dengan database large pun sudah memuat minimal 70000 pemain. Sehingga sepertinya banyak pemain yang tidak ditampilkan. sehingga opsi dari Klub ISL sendiri mungkin hanya pemain yang sudah memiliki reputasi tidak terjangkau lagi.

    Awal-01

  • Reputasi klub dan liga ISL itu sendiri.
    Saat musim pertama dimulai dan editan dana siluman telah diterima klub masing masing, jika saya mengintip FMRTE, maka nilai reputasi ISL ada di angka 60. Sangat jauh dari angka 170 yang menjadi nilai reputasi yang dimiliki dari Serie A italy.
    Bila kita berbicara level klub, Kampiun ISL musim sebelumnya, Persib Bandung memiliki nilai reputasi di angka 3334. dan jika dibandingkan Juventus, sebagai kampiun Serie A, Juventus memiliki nilai reputasi sebesar 8817. Hal ini sepertinya juga enggan.
  • Fasilitas klub dan Scouting Network masing masing klub.
    kedua hal tersebut tidak serta merta bisa ditingkatkan dengan drastis dalam 1 musim berjalan walau memiliki uang 1 milyar Euro. Hal ini dirasa logis bila dibandingkan dengan dunia nyata.

Dengan demikian, pilihan untuk memulai Experiment 02 sudah ada dan sepertinya langkah perbaikan (lebih tepatnya, langkah mengedit di FMRTE) yang saya lakukan pertama kali hanya meningkatkan total pemain yang di load di awal game. Harapannya, klub lebih memiliki opsi untuk merekrut pemain yang terjangkau.

Tapi…… artikel ini sepertinya akan masih berlanjut sedikit lagi. Jika uang sebanyak tersebut tidak mampu merubah secara significant selama 1 musim. Saya jadi ingin melihat dampaknya di musim ke 5. Apakah ada perubahan konstruktif ? atau sebaliknya ?

Bagaimana pendapatmu FMLovers ? apakah ada tambahan yang harus di edit biar lebih menarik ? atau kita buat sesuatu experimen lain yang lebih seru ? silahkan komentar ya.

========================================================

\\follow me @Rtupoke or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Team Talk : FM15 + FMRTE, Experiment 01 – Bagian Awal

5 Komentar

FMLovers,

Saat ini, sepertinya candu yang bernama Football Manager sudah mulai berkurang efeknya, atau mungkin dampak dari saya yang perlahan-lahan sudah kembali ke jalan yang benar dan mulai insyaf. Entahlah, karena saya sepertinya sulit menemukan semangat militan bermain seperti layaknya dulu.

Oleh karena itu, saya mencoba cara bermain yang baru. Dengan menggunakan tools setan berjubah malaikat bernama FMRTE 15. Saya ingin mensimulasikan berbagai skenario skenario yang sepertinya menarik untuk dilihat hasilnya. Ya, saya hanya bertindak sebagai spektator. Tanpa melatih klub.

Skenario Experiment 01 :

WHAT IF : semua klub di ISL kekayaannya sebesar 1.000.000.000 (1 milyar, nolnya ada 9) Euro ?

Jreng jreng jreeng ……. !

 EXP-01-A-Finance Asia

Total ada 20 klub ISL yang dikondisikan mendapat dana ghaib awal sebesar 1 Milyar Euro (bukan hasil korupsi). Btw, gambar di atas diambil setelah musim berjalan  di bulan Februari 2015.

Klub asia yang paling kaya yang dimiliki bangsawan minyak pun memiliki kekayaan tidak sampai sepertiga dari klub klub ISL jadi jadian ini. Jika mau dibandingkan dengan klub di dunia :

EXP-01-A-Finance World

Klub ISL Jadi jadian ini hanya kalah dari Man Utd, Barcelona, Chelsea, dan Real Madrid. Wow banget kan.

A. Apa saja yang di edit menggunakan FMRTE ini ?

  1. Pertama-tama, tentu saya menggunakan New Game, menggunakan database update 15.3.0. jadi sudah ada update transfer. Ngaruh ? nggak juga sih, karena kita cuma fokus di ISL saja.
  2. Total ada 20 negara, 36 Liga, dimana hanya Indonesia Super League saja yang playable, sisanya hanya view only.
     Awal-01
  3. Buka FMRTE dan edit balance semua klub peserta ISL.

    EXP-01

  4. Done, Yup itu saja, tidak ada lagi yang di edit selain dari Financial Balance klub tersebut.

B. Q & A


Kenapa ISL yang dijadikan target eksperimen ini ?
Karena saya percaya, PSSI dan kemenpora di FM ini tidak akan bersiteru sehingga liga akan tetap berjalan lancar sesuai formatnya.

Berapa kali simulasi ?
Rencana satu kali saja. Kurang ? memang, tapi namanya juga eksperimen suka suka. Jadi ya cukup satu kali saja.

Kalau ada pertanyaan lagi, silahkan masukkan di kolom komentar ya. Artikel ini sengaja di bagi dua. Setidakya saya bisa menginformasikan lebih awal tentang parameter yang di gunakan sebagai dasar eksperimen ini. Penasaran ? sama. Saya juga.

Artikel dari hasil eksperimen ini akan disusulkan di kesempatan selanjutnya. Mari kita lihat bagaimana dunia persepakbolaan Indonesia 1 musim ke depan. Dari FMLovers, ada prediksi hasil ?

========================================================

\\follow me @Rtupoke or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

IDFM Magazine : Edisi 09

1 Komentar

FM Lovers,

IDFM Magazine Edisi 09

Sudah sangat lama ya dari saat Edisi 08 terbit. (jika kamu ketinggalan edisi sebelumnya, silahkan klik disini).

Mari berhenti bersedih dan segera bersorak! IDFM Magazine kembali dengan Edisi ke-9. Iya sembilan!!! Berisi beberapa ulasan yang (kurang) update dan tetap harus kalian baca, karena untuk sementara hanya ini yang kami punya, hiks hiks. Tetapi tenang, beberapa artikel adalah artikel segar yang siap melepas dahaga kalian kok, hehe.

oh iya, Edisi kali ini juga bisa kalian baca online lho, baik melalui layar komputer/laptopmu atau dari smartphonemu. silahkan lihat disini untuk yang onlinenya => IDFM Magazine 09 (online)

dan untuk versi pdfnya, bisa kalian cek disini : IDFM Magazine 09 (pdf)

IDFM Magz selalu menerima dengan tangan terbuka apabila ada FMLovers yang ingin menyumbang artikel karyanya untuk ditampilkan di sini. Silahkan hubungi @rtupoke atau @id_fm atau tinggalkan komentar disini agar kami yang menghubungi mu.

Salam FM 😀

=======================================================================================================================================================

\\follow me @Rtupoke or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

 

Team Instruction : Be More Discipline

Tinggalkan komentar

Kebalikan dari instruksi Be More Expressive, Instruksi tim ini akan menekan kebebasan pemain untuk menggunakan kreatifitasnya dalam permainannya. Instruksi ini akan membuat pemain lebih jarang untuk melakukan umpan terobosan, umpan panjang yang lebih beresiko diambil lawan, dribble sendirian, dan sejenisnya.

(+) Hubungannya dengan Mentalities

Bila digunakan di defensive mentalities, pemain akan bermainan dengan kreatifitas lebih sedikit daripada saat instruksi ini diterapkan di mentalities normal. 

Sebaliknya, bila digunakan di attacking mentalities, pemain akan bermainan dengan kreatifitas lebih banyak daripada saat instruksi ini diterapkan di mentalities normal..

(+) Kapan sebaiknya digunakan di taktik ?

Instruksi ini baik digunakan apabila rata-rata pemain timmu tidak memiliki tingkat kreatifitas yang baik (sekitar 10) dan tidak didukung dengan attribut movement yang baik pula, sehingga kamu bisa mengharapkan permainan yang lebih terstruktur dan rapi baik di pertahanan maupun saat menyerang.

(+) Role yang cocok untuk movement ini

lebih melihat attribut rata-rata pemain di creativity, positioning, workrate, agility.

========================================================

>>> Panduan Team Instruction Lainnya

========================================================

\\follow me @Rtupoke or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Team Instruction : Play even Safer & Take More Risk

Tinggalkan komentar

Instruksi tim ini bisa dibilang adalah instruksi ekstrim.

Play even safer kan memaksa pemainmu mengurangi secara signifikan umpan umpan terobosan dan pemain depan lebih jarang untuk berlari menerima bola. Dimana instruksi ini akan hanya muncul di contain mentality.

Cocok hanya digunakan sebagai taktik sementara, dan saat tim ingin mengurangi kesempatan menyerang lawan.

Kebalikan dari play even safer, instruksi take more risk akan memaksa pemain lebih sering mengeluarkan umpan-umpan terobosan, dan umpan panjang. Serta, akan lebih banyak aksi penyerang yang berlari mengejar bola, ataupun mendrible bola lebih lama sambil menerobos pertahanan lawan. Instruksi ini hanya muncul di overload mentality.

Cocok hanya digunakan sebagai taktik sementara, dan saat tim ingin secepatnya membongkar pertahanan lawan tanpa memikirkan resiko serangan balik.

Older Entries Newer Entries