Judul diatas tepat untuk menggambarkan persaingan IDFM Super League 2020. Sampai dengan GW 34, masih belum memunculkan tim yang juara maupun tim yang terdegradasi. Semua manajer tim saling berlomba mengerahkan taktik dan pemain terbaiknya, untuk meraih hasil yang maksimal. Tidak ada yang ingin terdegradasi, begitupun semua juga ingin meraih gelar juara. Berikut klasemen sampai dengan GW36 :

PEREBUTAN GELAR JUARA

Hingga GW36 masih ada 3 tim yang berpeluang meraih juara. Adapun 3 tim tersebut adalah de Falcoda, FC Wow dan Benchwarmers. Mari kita utak atik peluang 3 tim tersebut.

De Facolda merupakan tim yang paling berpeluang meraih gelar juara. Saat ini memimpin di puncak klasemen dengan 65 point dan 19 selisih gol dari 35 kali main. Sisa 1 pertandingan yang akan dilakoni de Facolda yakni melawan Belzta yang sudah aman dari zona degradasi. Penampilan de Facolda ini tentu saja menjadi kejutan karena tidak ada yang menyangka tim promosi bisa memuncaki klasmen IDFM Super League. Penampilan paling impresif tentu saja di bulan Juli pada saat tim asal Jogja ini menyapu semua pertandingan dengan kemenangan. Tak ayal, Bakti Ilham Akbar sebagai manager de Facolda mendapatkan penghargaan sebagai manager terbaik di bulan Juli. Hanya saya, penampilan impresif de Facolda tidak berlanjut di bulan berikutnya, hingga akhirnya FC Wow dan Benchwarmes memperkecil jarak dan menganggu potensi juara de Facolda. Sisa 1 pertandingan yang dimiliki oleh de Facolda bisa menjadi pisau bermata dua bagi pemuncak klasmen ini. Bakti Ilham Akbar dan anak buah sedikit diuntungkan dengan pertandingan melawan Belzta yang sudah memastikan bertahan di IDFM Super League musim depan. Hanya saja, 1 pertandingan tersebut bisa menjadi bumerang jika tidak dimenangkan. Namun, de Facolda juga harus was-was. Pasalnya FC Wow, pesaing di peringkat 2 unggul selisih gol. Meskipun nantinya de Facolda memenangkan pertandingan melawan Belzta, tim asal Jogja ini harus menang cukup besar apabila di akhir musim poin kedua tim sama.

FC Wow juga menjadi kuda hitam sepanjang musim 2020. Penampilan FC Wow sebenarnya juga tidak mengkilap diawal musim. Hanya saja karena keuletan Tataq Harjuna, FC Wow berhasil memenangkan serangkaian pertandigan dan merangsek ke papan atas bahkan berpeluang juara. FC Wow sendiri masih memiliki 2 pertandingan sisa yakni menghadapi Firumy FC dan Songhek. Kedua lawan FC Wow sendiri bukan lawan tanpa kepentingan. Songhek dan Firumy FC sedang berjuang keluar dari zona degradasi sehingga FC Wow tidak bisa memenangkan pertandingan dengan mudah. Jikalau FC Wow gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pertandingan dan gagal mengkudeta de Facolda dari puncak klasmen, Benchwarmers masih mengintai di peringkat 3 dan juga berpeluang menikung di pekan terakhir liga.

Willy Binsar dan anak buahnya sebenarnya kembali diunggulkan di awal musim ini. Hanya saja tim asal Jakarta ini menunjukan penampilan inkonsisten di awal musim. Perlahan tapi pasti, Benchwarmers merangkak naik dan menunjukan kapasitasnya sebagai calon juara. Bukan tidak mungkin kedua tim teratas tergelincir dan Benchwarmers menunjukan mentalnya sebagai tim dengan titel terbanyak sepanjang sejarah IDFM League. Hanya saja, Benchwarmers merupakan tim yang peluang juaranya terkecil jika dibandingkan dengan FC Wow dan de Facolda. Benchwarmers harus berhadapan dengan juara bertahan sekaligus rivalnya, yakni Boxer FC. Meskipun Boxer FC sudah memastikan diri lepas dari zona degradasi, tim asal Jakarta ini tidak ingin menyerahkan kemenangan begitu saja. Gengsi Adam Khassaugi dan anak buahnya menjadi motivasi untuk menjegal Benchwarmers dari persaingan juara. Selain Boxer FC, Benchwarmers juga harus berhadapan dengan Sehai United. Tim asal Jawa Barat ini memang sudah malang melintang di IDFM League dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

ZONA DEGRADASI DAN PLAYOFF

Tak kalah mendebarkan adalah pertarungan di zona playoff dan degradasi. Dengan 4 tim yang otomatis degradasi, dan 1 tim yang harus menjalani playoff melawan runner up playoff promosi IDFM Championship League, maka hal ini membuat persaingan terjadi sangat keras diantara tim – tim yang berada di zona tersebut. Terdapat 6 tim yang masih belum aman nasibnya hingga GW 36 untuk merebutkan 2 peringkat aman dari degradasi musim ini. Ke enam tim tersebut adalah Songhek, Maung London, Ratvan Navy, Uncle John, Firumy FC dan Omegu FC. Peluang paling aman jatuh kepada Songhek. Tim yang musim lalu bernama FM Milfrog ini diluar dugaan terseok-seok sepanjang liga. Sempat terperosok ke zona merah, tim asuhan Gunawan Ardiansyah ini berhasil lepas dan menduduki peringkat 14 liga. Songhek harus berhadapan sesame pejuang zona degradasi, Uncle John dan berhadapan dengan calon juara, FC Wow. Pertandingan yang dapat dikatakan sangat tricky dan Songhek sendiri hanya butuh 1 kemenangan saja untuk mengamankan posisinya di IDFM League musim depan.

Tim kedua yang sedang berjuang adalah Maung London. Maung London memang diekspektasikan tidak berbicara banyak di IDFM Super League musim ini. Sempat meyakinkan di awal musim, performa Maung London terus merosok sepanjang liga. Puncak kemrosotan tim asal Bandung ini terjadi di bulan September dimana Maung London hanya meraih 1 poin dari 5 pertandingan. Performa buruk tersebut menjadikan tim asuhan Auzan Amanatullah ini sempat merosot ke zona merah. Kemenangan penting di awal bulan melawan Scouser Tommy kembali meningkatkan peluang Maung London bertahan di IDFM Super League musim depan. Dua pertandingan sisa Maung London sendiri harus berhadapan dengan SSB Kapal Api yang sudah memastikan diri tidak terdegradasi musim depan serta berhadapan dengan tim yang sama-sama berjuang keluar dari zona merah, Uncle John. Paling tidak, Maung London harus mengantongi 4 poin di dua pertandingan sisa agar dapat bertahan di IDFM Super League musim depan.

Setelah penampilan impresif di IDFM Championship 2018 sebagai juara, penampilan Ratvan Navy di musim-musim selanjutnya justru merosot. Puncaknya, di musim ini tim asal Jogja ini harus berjuang keras agar terlepas dari zona degradasi. Ratvan Navy sendiri cukup berpeluang untuk keluar dari zona playoff yang diduduki di pekan ke 36. Ratvan Navy harus berhadapan dengan juru kunci, Omegu FC dan Asgar Pride. Jika ingin keluar dari zona playoff, Ratvan Navy harus memenagkan dua pertandingan sisa dan berharap salah satu dari Maung London atau Songhek tergelincir. Nasib sama juga di alami oleh Uncle John. Tim asuhan Mahendra Satya ini gagal menemukan penampilan konsistennya dan masuk ke zona merah sejak pertengahan musim. Untungnya, nasib tim asal Jawa Barat ini sedikit tertolong dengan pertandingan yang dihadapi di dua pertandingan sisa. Uncle John harus melawan para pesaing zona merah yakni Songhek dan Maung London. Tentu saja dua pertandingan sisa Uncle John tidak akan dilalui dengan mudah. Namun apabila Uncle John berhasil memenangkan kedua pertandingan tersebut, Uncle John berhasil mengabadikan diri sebagai the greatest escape ever karena berhasil keluar dari zona merah.

Dibanding 4 tim diatas, peluang Firumy FC merupakan tim dengan peluang cukup kecil. Selain karena kondisi Firumy FC sangat amat bergantung dengan 4 tim di atasnya, jadwal Firumy FC juga tidak menguntungkan. Firumy FC harus berhadapan dengan kandidat juara musim ini, FC Wow. FC Wow tentu ingin memenangkan pertandingan untuk mengamankan kans juara, sehingga Firumy FC harus berjuang ekstra keras agar dapat memenangkan pertandingan. Di pertandingan kedua, Firumy FC harus saling bunuh membunuh dengan Omegu FC, sehingga hanya ada satu dari kedua tim ini yang dapat selamat dari zona merah dan bertahan di IDFM Super League musim ini. Peluang Omegu FC jelas paling kecil dibanding tim lain lain. Meskipun tim asuhan Presya Ramadhan ini bangkit di bulan Agustus dengan meraih kemenangan penting, peluangnya tetap kecil. Jika Omegu FC dapat memenangkan 2 pertandingan sisa, Omegu FC hanya dapat nangkring di zona playoff. Itu saja sangat bergantung dengan tim lain di atasnya.