Update IDFM League

September 2020

REVIEW IDFM SUPER LEAGUE

Semakin berakhirnya IDFM Super League 2020, turnamen e-sport­ Football Manager terbesar se Indonesia semakin menunjukan keseruannya. De Facolda masih memimpin klasmen sepanjang bulan September. Namun posisi de Facolda tidak aman karena FC Wow berhasil memangkas selisih 4 poin di akhir bulan Agustus menjadi 1 poin saja. Kegagalan de Facolda mengalahkan FC Wow di pekan 34 menjadikan posisi tim asal Jogja ini tidak aman. Selain itu, FC Wow masih menyimpan 1 pertandingan yang bisa menjadi pertandingan kunci FC Wow untuk merebut tahta dari de Facolda. Persaingan gelar juara tak hanya diperebutkan oleh kedua tim, namun Benchwarmers, tim tersukses sepanjang sejarah IDFM League pelan-pelan merangsek naik. Dalam 4 pertandingan di bulan September, tim asal Jakarta ini berhasil meraih 3 kemenangan dan naik dari peringkat 6 di bulan Agustus ke peringkat 3 di bulan September. FC Wow dan de Facolda tentu saja tidak bisa memandang sebelah mata Benchwarmers.

Performa bagus Benchwarmes di bulan September menyebabkan tim promosi Mbelitar FC harus tergusur. Setelah nyaman di 3 besar sepanjang musim, akhirnya tim asal Blitar ini harus terpental ke peringkat 4. Mbelitar FC hanya berhasil membawa pulang 4 dari 15 poin maksimal di bulan September. Usaha Mbelitar FC untuk merebut gelar juara dan mengejutkan para pecinta IDFM League semakin berat. Posisi Mbelitar FC diikuti oleh Bakul Lumpia dengan 54 poin, Jetta Rex Xenon dengan 53 poin serta Asgar Pride dengan poin yang sama.Yang tidak boleh lupa dari sorotan IDFM League setiap musimnya, Kurowo FC mulai kembali merangsek naik ke papan tengah. Setelah hamper terjerembab ke zona degradasi sepanjang musim, tim berlogo wayang ini naik 3 strip ke peringkat 9 setelah meraih 9 poin sepanjang bulan September. Kurowo FC berhasil menyalip Scouser Tommy dan SSB Kapal Api yang performanya tidak kunjung stabil hingga bulan September.

Keseruan tak hanya dirasakan oleh tim papan atas dan papan tengah. 8 hingga 10 tim berebut keluar dari zona degradasi. Performa mengejutkan tentu saja datang dari Omegu FC. 12 dari 15 poin maksimal berhasil didapatkan oleh Omegu FC. Performa mengkilap tersebut menyebabkan Omegu FC lepas dari posisi juru kunci untuk pertama kalinya. Omegu FC berhasil menipiskan jarak 13 poin dari zona aman di akhir bulan Agustus menjadi hanya 4 poin saja di bulan September. Dengan pertandingan yang menyisakan 3 pertandingan, bukan tidak mungkin Omegu FC memberikan kejutan dengan lolos dari zona degradasi dan tetap berada di IDFM Super League musim depan. Sang juara bertahan yang performanya tidak meyakinkan sejak awal musim justru masih terancam dengan zona degradasi. Meskipun Boexer FC memperoleh 8 poin di bulan September, Boxer FC hanya naik satu strip dari posisi 14 di akhir bulan Agustus ke posisi 13 pada akhir bulan September.Boxer FC juga hanya terpaut 8 poin dengan menyisakan 3 hingga 4 pertandingan lagi. Tak hanya Boxer FC yang terancam, gelar kandidat degradasi juga melekat pada Maung London. Tim asuhan Auzan Amanatullah ini gagal mendapatkan poin sepanjang bulan September. Performa yang amat buruk ini menyebabkan tim asal Bandung ini hanya berjarak 3 poin saja dengan zona degradasi. Jika performa tim ini tidak membaik, bukan tidak mungkin Maung London harus terdegradasi musim depan.

Cek detailnya di halaman selanjutnya :