SEPTEMBER Manager of the Month: Presya Ramadhan (OMEGU FC)

Bulan September dapat dikatakan sebagai bulan kebangkitan bagi Presya Ramadhan. Setelah terseok-seok sepanjang musim, Omegu FC akhirnya lepas dari juru kunci IDFM Super League untuk pertama kali di akhir bulan September. Hal tersebut tak lepas dari penampilan yang sangat apik di bulan September. Omegu FC sukses merengkuh 12 poin dari 15 poin maksimal di bulan September yang artinya hanya kalah 1 kali dalam 5 pertandingan. Petualangan Omegu FC di mulai pekan 29 dimana Presya Ramadhan dan anak buah sukses mengandaskan sesame pejuang zona merah, Uncle John dengan  skor 2-1. Petualangan Omegu FC sempat dikandaskan oleh calon juara, FC Wow dengan skor 0-3. Namun Omegu FC kembali bangkit setelah berhasil mengandaskan Belzta dengan skor 5-2, menundukan Asgar Pride dengan skor 1-0, melumat Mbelitar FC dengan skor 3-1 dan menghambat impian de Facolda untuk nyaman di puncak klasmen setelah mengalahkan tim asal Jogja tersebut dengan skor 2-0. Tak heran Persya Ramadhan berhak atas gelar Manager of The Month Bulan September..

SEPTEMBER – Flop Manager of the Month: Auzan Amanatullah (Maung London)

Kebalikan dengan Presya Ramadhan yang menjadikan bulan September sebagai bulan baik, Auzan Amanatullah justru mengalami kesialan di bulan September. Tim asal Bandung ini hanya meraih 1 poin selama bermain 5 pertandingan di bulan September. Maung London tertahan oleh sesama pejuang zona degradasi, Songhek dengan skor 1-1. Kesialan Maung London terus belanjut setelah keok atas Belzta dengan skor 2-3, terbantai oleh Bakul Lumpia FC dengan skor 2-6, takluk oleh Beoxer FC dengan skor 0-3, tumbang atas Sehai United dengan skor 1-2 dan terpaksa harus takluk dari Jetta Rex Xenon dengan skor 1-2. 1 poin di bulan September membuat posisi Maung London sangat tidak aman karena hanya berjarak 3 poin dengan zona degradasi di akhir bulan September

SEPTEMBER GOAL OF THE MONTH

Penghargaan gol terbaik jatuh kepada Ismaily yang membela FC Wow saat berhadapan dengan de Facolda. Ismaily yang tidak terkawal menggiring bola dengan solo runnya yang sangat ciamik dari tengah lapangan. Sempat mengecoh pemain bertahan de Facolda, Ismaily melepaskan tendangan terukur ke tiang jauh de Facolda.

Ke halaman selanjutnya ya :