Update IDFM League

August 2020

REVIEW IDFM SUPER LEAGUE

Semakin mendekati akhir musim, keseruan IDFM Super League terus bertambah. Tak hanya perebutan tahta juara saja, namun harga diri di papan tengah dan perjuangan menghindari papan bawah patut menjadi sorotan para pecinta IDFM League. de Facolda masih menduduki posisi pemuncak klasemen selama bulan Agustus. Namun performa tim asal Jogja ini tidak semengkilap di bulan Juli pada saat Bakti Ilham Akbar menyabet penghargaan sebagai Manager of The Month bulan Juli, meskipun meraih 13 poin dari 18 poin maksimal yang dapat diperoleh di bulan Agustus. Meskipun menjadi pemuncak klasemen selama 2 bulan, de Facolda tidak boleh terlena karena FC Wow tiba-tiba muncul ke peringkat 2. Penampilan impresif tim asuhan Tataq Harjuna ini selama bulan Agustus menyodok posisi FC Wow dari peringkat 6 ke peringkat 2 klasmen. FC Wow memperoleh 14 poin selama bulan Agustus dan kini hanya berjarak 1 poin dari pemuncak klasmen. Menyodoknya FC Wow ke peringkat 2 menggeser posisi Mbelitar FC dan Jetta Rex Xenon ke peringkat 3 dan 4. Kedua tim ini masih konsisten menempel ketat de Facolda di papan atas IDFM Super League yang hanya menyisakan 9 gameweek lagi.

Di papan tengah, secara mengejutkan tim asal Sidoarjo Bakul Lumpia FC harus melorot ke peringkat 7 di akhir bulan Agustus. Padahal tim asuhan Wied Wijanarko ini cukup konsisten di papan atas hingga bulan Juli. Usut punya usut, merosotnya Bakul Lumpia FC dikarenakan hanya memenangkan 2 dari 5 pertandingan di bulan Agustus. Posisi Bakul Lumpia ini justru disalip oleh kandidat degradasi di awal musim, Asgar Pride. Semenjak jeda lebaran, tim asal Garut ini seperti menemukan sentuhan magisnya. Ega Pamungkas dan pasukannya menyabet 18 poin dari 18 poin yang tersedia di bulan Agustus. Konsistensi Asgar Pride di bulan Agustus ini menyebabkan Asgar Pride naik  4 peringkat dari peringkat 10 ke peringkat 6, memiliki poin yang sama dengan tim tersukses di IDFM League, Benchwarmers dengan 46 poin dan memiliki selisih 9 poin dengan pemuncak klasmen, de Facolda. Seperti bertukar, posisi peringkat 10 di akhir Agustus diisi oleh Scouser Tommy. Tim berlogo liver bird ini masih belum menemukan konsistensi hingga pekan ke 29. Sedangkan tim berlogo wayang, Kurowo FC masih konsisten menjaga jarak dengan zona degradasi. 9 poin yang diperoleh Faisal Deyara dan anak buahnya cukup menjaga jarak dengan zona degradasi sejauh 10 poin. Posisi yang terancam justru malah Boxer FC. Sang juara bertahan IDFM Super League dan semifinalis IDFM Cup tahun lalu benar-benar mengalami penurunan performa. Boxer FC hanya berselisih 5 poin dari zona degradasi. Dengan liga yang menyisakan 9 pertandingan saja, bukan tidak mungkin Boxer FC justru terjerembab ke divisi ke 2 musim depan. Sedangkan dari zona merah, komposisi masih tidak berubah. Omegu FC masih “nyaman” berada di juru kunci dengan raihan 19 poin. 4 poin yang diperoleh tim asuhan Presya Ramadhan ini belum mampu mendongkrak posisi Omegu FC dari peringkat 19 IDFM Super League. Uncle John akhirnya berhasil naik 1 strip ke peringkat 17. Meskipun sepanjang Agustus hanya memperoleh 3 poin sudah cukup karena Firumy FC hanya meraih 1 poin selama Agustus. Sedangkan di posisi play-off degradasi diisi oleh Ratvan Navy, dengan poin yang sama dengan Uncle John.

Cek detailnya di halaman selanjutnya :