REVIEW IDFM CHAMPIONSHIP

Dari grup A, 404 Not Found masih meguasai klasmen di akhir bulan Agustus yang artinya 404 Not Found memuncaki klasmen sejak pekan pertama IDFM Championship bergulir! Konsistensi tim asuhan Dinan Sagara memang tak perlu diragukan lagi. Dengan menyisakan 3 pertandingan di babak grup, 404 Not Found hanya memerlukan 2 kemenangan lagi agar memastikan diri promosi otomatis ke IDFM Super League dan masuk ke babak final stage. Namun Hexorcist juga tak kalah konsisten menempel sang pemuncak klasmen. Jarak 9 poin di akhir bulan Juli dipangkas dan hanya berselisih 4 poin di akhir bulan Agustus. Bisakah Hexorcist menikung 404 Not Found dan merebut tahta pemuncak klasmen di akhir musim, kita lihat bersama. Masih di zona play-off Digital Game FC, PS Segut Soson-Soson dan PS Margaasih masih bersaing ketat untuk mencari posisi klasmen yang lebih baik. Peluang tim dari luar zona play-off masih terbuka, sebut saha Ancrit FC yang hanya berselisih 3 poin dengan PS Margaasih di peringkat 5 dan Guritno FC yang berselisih 5 poin dengan PS Margaasih. Penampilan Guritno FC ini tentu saja di luar dugaan. Setelah mengakhir bulan Juli di peringkat 12, selama bulan Agustus tim berlogo topeng ini naik ke peringkat 7 yang membuka peluang untuk masuk ke zona play-off. Sementara di zona merah posisi Guritno FC di peringkat 12 digantikan oleh Jember Utara FC. Detinu United dan AND’s25 FC masih nyaman menemani Jember Utara FC di zona degradasi. Hanya saja, babak grup masih menyisakan 3 pertandingan lagi dan bukan tak mungkin, 3 tim ini bisa lolos dari zona degradasi.

Persaingan grup B tak kalah menarik. Kasamu FC masih memuncaki klasmen dengan selisih yang tipis dengan para pesaingnya. Bukan tak mungkin, di grup B ini akan ada perubahan pemuncak klasmen jika Kasamu FC gagal menampilkan konsistensi penampilan di 3 pertandingan sisa. Papan tengah juga menyajikan drama yang seru karena masih bisa berebut zona play-off terakhir. Di zona degradasi, CF Cikumpa Union semakin menunjukan tajinya. Setelah menunjukan performa yang sangat buruk, termasuk pengurangan poin akibat gagal bermain di awal musim tim asuhan Muhammad Lutfi ini akhirnya lepas dari jeratan juru kunci. 13 poinnya di bulan Agustus membuka asa CF Cikumpa Union untuk keluar dari zona merah. Peluangnya tentu saja sangat besar, CF Cikumpa Union hanya berselisih 4 poin dengan peringkat 9.

Dapat dikatakan, persaingan grup C merupakan persaingan paling seru sepanjang IDFM Championship musim ini. Jarak sang pemuncak klasmen, Street Player FC dengan peringkat 7 Pochinki FC saja hanya berselisih 8 poin. Dengan 3 pertandingan tersisa, urutan klasmen di akhir Agustus ini sangat mungkin untuk berubah pada akhir musim. Klasmen semakin seru karena perebutan melibatkan tim yang sudah malang melintang di IDFM League seperti AC Dark Knight dan Street Player FC serta tim yang baru lolos dari kualifikasi seperti Laskar Lodho. Apakah klasmen ini akan berubah ataukah sama, mari kita lihat bersama. Di zona merah, AMDG United dan Mainbasket FC secara resmi dinyatakan degradasi dari IDFM Championship. Kegagalan meraih konsistensi sepanjang babak grup menyebabkan kedua tim ini menjadi 2 tim pertama yang memastikan diri degradasi. Jika mengikuti turnamen musim depan, kedua tim ini harus melalui zona kualifikasi terlebih dahulu.

Ke Next Page ya