Beranda

Met Idul Adha

1 Komentar

Selamat Idul Adha ya, bagi yang merayakan. Semoga diberi selalu rezeki dan berkahnya.

Selamat kepada Miyabi…

Tinggalkan komentar

Jika anda telah membaca postingan saya sebelumnya, pasti tau maksud judul kalimat diatas. Ya teman teman, saya pun harus bertekuk lutut dihadapan Miyabi ini, para lebah tak mampu mengangkang di depan Miyabi.

Malam yang cerah itu tidak secerah hasil yang kami dapatkan, menyerah dengan skor 3-2. (kalo ada yang bingung sekarang kita ngomongin pertandingan futsal, bingung lagi ? baca dulu dong sebelumnya ! ), tak perlu saya sebutkan kronologis kejadian tersebut. Tapi yang jelas, kepala tetap tegak, menuju gerbang UAS yang sudah di depan mata. Wake up Boys ! Congratulations Miyabi !

Oh iya, saya megnucapkan Selamat Ulang Tahun kepada HMT ITB yang ke 53 tahun, udah tua ya, semoga filsafah padi menyertai langkahmu.

HMT ITB, 15 Mei 1955-2008

Tahukah Anda: Mengapa 13 Dianggap Angka Sial?

14 Komentar

Di seantero dunia terdapat bermacam-macam kepercayaan, mitos, dan legenda, yang tidak terhitung banyaknya. Bagi kaum rasionalis, kepercayaan-kepercayaan orang-orang tua ini seharusnya ikut mati sejalan dengan modernisasi yang merambah seluruh sisi kehidupan manusia. Namun demikiankah yang terjadi? Ternyata tidak.

Di dalam tatanan masyarakat modern, kepercayaan-kepercayaan tahayul ini ternyata tetap eksis dan bahkan berkembang dan merasuk ke dalam banyak segi kehidupan masyarakatnya. Kepercayaan-kepercayaan ini bahkan ikut mewarnai arsitektural kota dan juga gedung-gedung pencakar langit (Triskaidekaphobia/red).

Sebagai contoh kecil, di berbagai gedung tinggi di China, tidak ada yang namanya lantai 13 dan 14. Menurut kepercayaan mereka, kedua angka tersebut tidak membawa hoki.

Di Barat, angka 13 juga dianggap angka sial. Demikian pula di berbagai belahan dunia lainnya. Kalau kita perhatikan nomor-nomor di dalam lift gedung-gedung tinggi dunia, Anda tidak akan jumpai lantai 13. Biasanya, setelah angka 12 maka langsung ‘loncat’ ke angka 14. Atau dari angka 12 maka 12a dulu baru 14. Fenomena ini terdapat di banyak negara dunia, termasuk Indonesia.

Mengapa angka 13 dianggap angka yang membawa kekurang-beruntungan? Sebenarnya, kepecayaan tahayul dan aneka mitos yang ada berasal dari pengetahuan kuno bernama Kabbalah. Kabalah merupakan sebuah ajaran mistis kuno, yang telah dirapalkan oleh Dewan Penyihir tertinggi rezim Fir’aun yang kemudian diteruskan oleh para penyihir, pesulap, peramal, paranormal, dan sebagainya—terlebih oleh kaum Zionis-Yahudi yang kemudian mengangkatnya menjadi satu gerakan politis—dan sekarang ini, ajaran Kabbalah telah menjadi tren baru di kalangan selebritis dunia.

Bangsa Yahudi sejak dahulu merupakan kaum yang secara ketat memelihara Kabbalah. Di Marseilles, Perancis Selatan, bangsa Yahudi ini membukukan ajaran Kabbalah yang sebelumnya hanya diturunkan lewat lisan dan secara sembunyi-sembunyi. Mereka juga dikenal sebagai kaum yang gemar mengutak-atik angka-angka (numerologi), sehingga mereka dikenal pula sebagai sebagai kaum Geometrian.

Menurut mereka, angka 13 merupakan salah satu angka suci yang mengandung berbagai daya magis dan sisi religius, bersama-sama dengan angka 11 dan 666. Sebab itu, dalam berbagai simbol terkait Kabbalisme, mereka selalu menyusupkan unsur angka 13 ke dalamnya. Kartu Tarot misalnya, itu jumlahnya 13. Juga Kartu Remi, jumlahnya 13 (As, 2-9, Jack, Queen, King).

Penyisipan simbol angka 13 terbesar sepanjang sejarah manusia dilakukan kaum ini ke dalam lambang negara Amerika Serikat. The Seal of United States of America yang terdiri dari dua sisi (Burung Elang dan Piramida Illuminati) sarat dengan angka 13. Inilah buktinya:

-13 bintang di atas kepala Elang membentuk Bintang David.
-13 garis di perisai atau tameng burung.
-13 daun zaitun di kaki kanan burung.
-13 butir zaitun yang tersembul di sela-sela daun zaitun.
-13 anak panah.
-13 bulu di ujung anak panah.
-13 huruf yang membentuk kalimat ‘Annuit Coeptis’
-13 huruf yang membentuk kalimat ‘E Pluribus Unum’
-13 lapisan batu yang membentuk piramida.
-13 X 9 titik yang mengitari Bintang David di atas kepala Elang.

Selain menyisipkan angka 13 ke dalam lambang negara, logo-logo perusahaan besar Amerika Serikat juga demikian seperti logo McDonalds, Arbyss, Startrek.Com, Westel, dan sebagainya. Angka 13 bisa dilihat jika logo-logo ini diputar secara vertikal. Demikian pula, markas besar Micosoft disebut sebagai The Double Thirteen atau Double-13, sesuai dengan logo Microsoft yang dibuat menyerupai sebuah jendela (Windows), padahal sesungguhnya itu merupakan angka 1313.

Uniknya, walau angka 13 bertebaran dalam berbagai rupa, bangsa Amerika rupa-rupanya juga menganggap angka 13 sebagai angka yang harus dihindari. Bangunan-bangunan tinggi di Amerika jarang yang menggunakan angka 13 sebagai angka lantainya. Bahkan dalam kandang-kandang kuda pacuan demikian pula adanya, dari kandang bernomor 12, lalu 12a, langsung ke nomor 14. Tidak ada angka 13.

Kaum Kabbalis sangat mengagungkan angka 13, selain tentu saja angka-angka lainnya seperti angka 11 dan 666. Angka ini dipakai dalam berbagai ritual setan mereka. Bahkan simbol Baphomet atau Kepala Kambing Mendez (Mendez Goat) pun dihiasi simbol 13. Itulah sebabnya angka 13 dianggap sebagai angka sial karena menjadi bagian utama dari ritual setan.(Rz/eramuslim)

sumber : spanautama

Ditelpon Meninggal, AXIS, Nomor Merah, Dll…

2 Komentar

Sudah seminggu ini sudah ramai orang ngomongin tentang Hoax, yang anehnya makin mewabah saja. Seperti lalat yang mengerubungi teman di sebelah saya ?? 😀 Tetapi ini gak betul, betul betul tidak betul.

Percayalah itu hanya HOAX saudara saudara. malah tadi siang ada yang bilang, jangan terima no telpn yang warna merah. Tapi untungnya, ada temannya yang bilang “ah jangan kuatir, itu bukan karena  kartu setan atau  santet kok” Saya yang mendengar disebelahnya, yang ikut menguping, (semoga tidak ketahuan misi rahasia saya tersebut) bersyukur dalam hati. Ternyata masih ada orang yang masih menerima sesuatu dengan akal sehat.

Terus, dia melanjutkan, “Itu katanya, karena radiasi infra merah yang dikeluarkan oleh HP orang itu, makanya warnanya merah, dan pas diangkat bisa mempengaruhi otak, makanya meninggal. Itu kuat sampai orang disebelahnya kena juga”. Kalo itu film komedi, saya pasti ambil adegan terjatuh, karena mendengar itu. “Cerita apa pula, ini ?!”

Jadi ingat 2 nasihat orang tua, Sekali berbohong maka akan menghasilkan kebohongan kebohongan lainnya, dan orang yang tahu hanya sebagian  lebih berbahaya dari orang yang tidak tahu sama sekali.

Mungkin kedua pepatah itu yang paling tepat, untuk menceritakan cerita diatas.

Guna-Guna Epu

Tinggalkan komentar

Saya nemuken teori baru, yaitu semua yang kamu lakukan itu berguna? kenapa saya bilang gitu? karena saya gak mau di bilang melakukan sesuatu gak berguna melulu ?

Apa pasal ? gini ya kalo dipikir, kalo saya terus terusan baca komik, itu berguna bro. Siapa tau ada kuiz mendadak ditanya gimana jalan cerita one piece terbaru dengan hadiah 2 miliar, coba saya gak baca ! bisa lewat kan ? ato saya lebih milih tidur, daripada nonton TV? wah gak usah dibilang yah, tidur itu paling berguna dan sudah menjadi hobi bagi seluruh umat manusia, (mungkin perlu saya masukkan ke CV untuk satu ini)

Mode Bijak On :

ya tetapi mungkin tinggal dari kita saja yang memilih, manakah yang lebih berguna pada suatu saat. Mungkin hal tersebut berguna, tetapi gunanya mungkin lebih sedikit dari hal lain yang lebih berguna. Misalnya….. tidur, daripada nonton TV!

Produk Luar Lebih Bagus dari Dalam Negeri ?!

Tinggalkan komentar

Kemaren baru dapat di kuliah, tentang paten di indonesia. Tahu gak kalo ada orang Indonesia yang nemuin alat, dan setelah beres patennya, dipasarkan… dan penjualannya pun tidak begitu bagus. Padahal dari segi kualitas, barang tersebut ( sorry lupa 😛 ) bisa dibilang baik. Walhasil dia ubah sedikit tulisan di barang dagangannya dengan tulisan MADE IN USA. Dan tak lama pun, seperti yang anda tebak. Penjualan barangnya meningkat drastis !! hahaha….
Ini bisa dibilang ciri orang indonesia, mungkin ini termasuk yang saya bilang “Syndrom Meremehkan bangsa Sendiri”, Sudah banyak menyebar, termasuk saya yang terkena sindrom ini.

Masyarakat pada umumnya, masih menganggap bahwa orang luar negeri itu pasti lebih pinar dari pribumi. padahal sudah berapa anak bangsa yang bisa mengecap pendidikan, yang lulus cum-laude, yang diterima di universitas luar negeri (nah kan saya kena lagi Sindrom ini, nganggap universitas luar lebih baik dari Indonesia…..). Dan padahal lagi, banyak juga orang luar yang gak seperti yang dikira. Orang pribumi yang pintar, karena sindrom ini menjadi tak dapat tempat di negeri sendiri. Perusahaan lebih memilih orang asing untuk jadi pegawai, yang dari sisi kualitas tidak berbeda dari si pribumi tadi. Lebih bergengsi katanya.

Tampaknya perlu orang pribumi yang betul betul “pintar” untuk menyembuhkan sikap ini, yang dak cuma punya kemampuan tapi juga punya mental untuk mengatasi ini. Produk indonesia sebagus apapun, saat ini masih kalah bersaing dengan MADE IN luar. Melulu karena gengsi, tanpa perlu liat proses produk itu dihasilkan, kualitas, dan biaya yang dikeluarkan untuk penelitian tersebut.