Ditulis oleh : rchkm

Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Halo FM Geek, setelah bagian pertama yang membahas kerangka berpikir bagaimana untuk mengatur team instructions kita akan masuk ke bagian kedua nih. Untuk bagian kedua kita masuk ke bagian bagaimana kalian mengatur player role dari skema taktik yang sudah kalian buat. Ketika memilih role pemain yang perlu ditanamkan di mindset kalian adalah dimana pemain tersebut akan berada Ketika menyerang, Ketika bertahan dan yang terpenting who is covering/support who saat bertahan dan menyerang. Karena dengan memahami 3 hal tersebut akan mempermudah kalian untuk memilih role pemain yang akan digunakan dalam taktik kalian. Sebelum masuk ke pemilihan role mari kita kenalan dulu sama yang namanya konsep ruang atau space dalam sepakbola.

Ada 3 space dalam sepakbola seperti yang bisa dilihat dari ilustrasi tersebut, biru untuk area wing space, kuning untuk area half space dan merah untuk area center space. A good tactic needs to cover those 3 areas during attacking and defensive phase. Nah sekarang balik ke taktik yang gue mau buat, di artikel sebelumnya gue mengatakan gue pengen bermain dengan skema 3-1-4-2. Mari kita masuk ke bagian pertama yaitu bagaimana gue pengen ngeliat pergerakan pemain gue di lapangan ketika menyerang dan bertahan. Nah kira-kira ilustrasinya maka akan seperti gambar dibawah ini.

Mungkin akan ada yang bertanya gimana caranya kita tahu pergerakan pemain dari role yang nanti dipilih kemana? Cara pertama itu bisa baca dari deskripsi, kedua bisa melihat dari passing network team kalian di data hub dan yang terakhir lihat pergerakan pemain kalian pada in game. Sedikit tips gunakan extended highlight ketika test taktik, yang perlu dilihat adalah pergerakan pemain tersebut dari role yang kalian pilih. Nah setelah kalian tahu apa yang kalian ekspektasikan dari pergerakan pemain kalian mari kita masuk ke pemilihan role pemain untuk mengakomodir kemauan kalian. Dari sini juga kalian udah bisa ngeliat serangan kalian akan berpusat dimana dari skema yang gue lakukan disitu keliatan kalo taktik gue ini nantinya akan exploit area sayap lawan. Satu hal yang WAJIB di ingat ketika menyusun dimana kalian ingin melihat pemain kalian berada, perhatikan player preferred move pemain kalian khususnya yang berkaitan dengan pergerakan seperti cut inside, drop deep, move into channel etc. Karena hal ini bisa bikin berantakan karena pemain akan sering out of possession. Nah sekarang mari kita masuk ke pemilihan role untuk mengakomodir taktik yang gue bangun ini.

GK

Untuk role penjaga gawang biasanya gue cukup menyesuaikan aja dengan kondisi tim, kalo punya shot stopper yang bagus ya role GK akan jadi pilihan gue, kalau tim punya kiper dengan distribusi yang baik role sweeper keeper bakalan jadi pilihan utama gue. Satu hal yang selalu gue cari dari posisi ini ada di command of area, communication dan yang terakhir reflex kenapa? Buat ngurangin efek blunder ga perlu dari komunikasi yang jelek antara penjaga gawang dan pemain bertahan J. Di taktik ini karena gue punya penjaga gawang yang memiliki stat distribusi sangat baik maka sweeper keeper jadi pilihan gue.

Defender

Duo Wide Center Back on defense duty dan Central Defender Cover jadi pilihan gue, alasan pertama it’s a fkin new role siapa yang ga kepo nyobain gitu secara udah beli seharga 500rb 😛 Kalau alasan sebenarnya sih, karena di taktik gue ini gue ga pakai role wing back jadi gue butuh center back gue acting as a man who defending the line in wider area. Bisa dilihat di drawing board di atas ekspektasi gue duo center back terlebar gue posisinya pengen ada di area lebar, tepat di belakang winger dan midfielder gue. Kenapa gue pengen mereka ada disitu sebagai passing option sekaligus untuk overload pada area sayap ketika menyerang, mengisi posisi winger ketika winger naik keatas dan first layer on defending ketika winger gue belum balik ke posisinya jika sedang menyerang. Central Defender dengan duty cover gue tugaskan untuk menjaga striker lawan sekaligus sebagai lini pertahanan terakhir sebelum bertemu dengan penjaga gawang. Seperti yang bisa kalian lihat di ilustrasi dibawah Kalulu berada pada posisi lebar tepat dibelakang Calabria dan Bennacer.

Midfield

Ketika menyusun role pemain tengah gue biasanya akan memulai dengan role playmaker terlebih dahulu, first thing first pasti menentukan mau ada dimana playmaker kalian itu berada baru kemudian menentukan rolenya mau apa. Pada case kali ini gue menginginkan playmaker gue berada pada posisi DM, artinya ada 3 role yang bisa gue pilih yaitu regista, roaming playmaker dan deep lying playmaker. Karena gue mau playmaker ini dinamis pergerakannya dengan sedikit support untuk bertahan maka opsi gue menyempit ke regista dan roaming playmaker, roaming playmaker jadi pilihan gue karena roaming playmaker akan lebih aktif saat bertahan dibandingkan regista. Hal tersebut bisa dilihat di attributes requirement untuk roaming playmaker masih dibutuhkan positioning sementara pada regista tidak ada requirement positioning pada attributenya.

Mari kita lanjut ke pemilihan role selanjutnya, dengan dipilihnya role roaming playmaker dimana dia akan dinamis bergerak maka gue butuh seorang pemain tengah yang static menjaga kedalaman sekaligus menjadi filter pertama ketika transisi bertahan. Role ball winning midfield jadi pilihan pertama gue untuk posisi ini, kenapa ga central midfielder dengan defense duty? Kalau kita baca deskripsi dari central midfield dengan defensive duty dia ada tendensi untuk mengatur tempo serangan sementara gue pengen control permainan dari tim gue termasuk tempo serangan itu ada di Roaming playmaker.


Lanjut ke role selanjutnya, playmaker check, pemain bertahan di area tengah check, maka selanjutnya baru gue akan masuk ke role pemain tengah yang akan membantu striker gue untuk mencetak gol. Karena gap antara striker dan playmaker gue berada cukup jauh maka gue butuh seorang pemain tengah yang bisa membawa bola hingga kedepan ketika menerima key pass dari roaming playmaker gue yang kemudian bisa melepaskan assist kepada duo striker gue atau break the ice dengan long shot. Maka mezzala jadi pilihan gue untuk mengisi role tersebut, kenapa mezzala gak role yang lain balik ke drawing board di atas gue pengen pemain tengah gue ini naik kemudian mengisi menyerang dari area half space, no other role suits more than mezzala. As you can see on the clip below that’s what I want from my mezzala, attacking the half space.

Penjaga gawang done, defender trio done, midfield trio done, sekarang masuk ke pemilihan role yang akan mengisi area sayap. Gue mau winger gue bermain pada posisi sejajar dengan midfielder gue tapi juga responsible ketika bertahan, dengan requirement yang seperti ini maka ada 2 role yang bisa gue pilih pertama Defensive Winger dan yang kedua Wide Midfielder. It’s difficult to pick which one is the best for my tactic karena gue belom pernah pake 2 role ini jadi belum tahu gimana movement dari kedua pemain ini, kalo mengalami kaya gini biasanya hal pertama yang gue lakukan itu baca ulang deskripsi kalau masih belum paham biasanya gue akan tes 2 role ini di friendly match kemudian ngeliat movement mereka. Setelah melihat di 2-match preseason dengan role ini gue memutuskan untuk go with Defensive winger, karena movement defensive winger lebih seperti yang gue inginkan dibandingkan wide midfielder. Defensive winger bergerak hanya di area vertical ketika transisi, sementara wide midfielder ada kecenderungan untuk mengisi ke area midfield terlebih dahulu ketika transisi dan kemudian baru bergerak melebar di 1/3 lapangan lawan.

Striker

Let’s see the drawing board first dimana lo pengen striker lo berada dulu, based on my drawing board gue pengen striker gue drop deep ketika transisi dan kemudian naik ke atas untuk jadi threat later untuk case ini maka ada 3 role yang cocok dengan skema gue pertama DLF, TF dan Trequartista. Trequartista gue eliminasi karena di tim gue, gue gak punya pemain yang bisa bermain di posisi tersebut maka opsi mengerucut ke DLF dan TF. TF on Attack duty seems a good choice, tapi setelah di tes pas pre season role ini kurang aktif untuk turun ke dalam dia lebih sering menyerang di dalam box sementara ketika menggunakan support duty gerakannya kurang dinamis karena hanya memanfaatkan physical ability dengan flick the ball dari header atau short pass. Oleh karena itu DLF dengan attack duty menjadi pilihan gue. Masuk ke role terakhir ke goal getter gue, Advance forward langsung jadi pilihan utama gue karena gue pengen seorang goal getter yang juga bisa melihat peluang ketika ada pemain lain yang kosong karena gue ada opsi mezzala dengan role attack dan DLF dengan role attack. Nah bisa dilihat nih hasil partnership dari striker gue di bawah ini, such a beautiful pass from my DLF as I wanted!

Player Instructions and tactical tweak

Sampai tahap ini biasanya gue belum akan ngasih player instructions apa-apa kenapa? Gue mau liat dulu bagaimana pemain gue bermain, melihat dimana posisi pemain gue berada khususnya melihat pemain2 gue yang memiliki player preferred moves tertentu apakah hal itu bikin mereka out of possession atau tidak. Ada 2 metode yang gue pakai, pertama liat pergerakan ketika highlight liat shape tim kalian apakah sesuai dengan drawing board kalian atau tidak dan yang kedua lihat dari passing network tim kalian dari data hub. Karena passing network ini menggambarkan dimana pemain kalian berada selama 90 menit permainan dan juga menggambarkan efektivitas dari passing tim kalian.

Dalam case taktik gue ini, untuk role pemain gue ngeliat ada 3 masalah

  1. Pemain yang bermain pada posisi DLF tidak ada passing ke AF gue, hal yang pertama gue lakukan adalah cek passing network, ternyata DLF gue bermain terlalu melebar dengan team instructions shorter passing membuat dia tidak bisa melepaskan through pass dari dalam, maka player instructions more direct passing gue aktifkan agar dia bisa lebih leluasa untuk passing ke AF gue.
  2. Backup mezzala gue terlihat pasif ketika menerima bola ia jarang melakukan drible agresif tapi hanya menerima bola shoot atau passing balik sehingga memperlambat tempo permainan maka solusinya ada 2 bisa training PPM runs with ball often atau add player instructions dribble more.
  3. Problem terakhir ada di BWM gue yang kadang melakukan passing2 yang terlalu agresif yang berujung ke bola hilang dan kemudian menyebabkan tim gue kena counterattack maka player instructions take fewer risk gue nyalakan untuk role ini.
  4. Untuk problem terakhir ini sebenarnya lebih karena shape taktik gue dimana pemain bertahan untuk area winger gue posisi naturalnya berada cukup tinggi sehingga kadang ketika kena counter atau lawan sedang in possession instead of jagain winger lawan dia malah di atas nutup pergerakan wingback lawan, jadi solusinya kalau lawan pakai pure winger gue biasanya bakalan kasih PI untuk Defensive Winger gue Mark specific player ke AMR, sementara kalau mereka memakai IF maka yang gue instruksikan untuk Mark specific player ada di Wide center back gue

Tweak team instructions biasanya situational, salah satu yang paling gue sering tweak yaitu nurunin tempo permainan ketika bertemu tim yang parkir bus, biar pemain gak asal shoot. OK sekian artikel gue semoga kalian suka dan jadi bisa ada bayangan kalau mau bikin taktik itu perlu ngapain aja, Buat kalian yang mau nyoba taktik ini kalian bisa download disini ya https://www.dropbox.com/sh/n3uo1eu6wgxrokh/AACb76J9EHz6ZUPSTBKvPyX_a?dl=0 see you on the next article! Ciao!


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//