Dua instruksi secara prinsip memiliki tujuan yang sama, membuang waktu. Tapi tidak digunakan disepanjang permainan, hanya di saat-saat tertentu saja.

Waste time akan membuat pemainmu membuang waktu dengan lebih lama dalam menerapkan taktik seperti mengambil tendangan bebas atau lemparan ke dalam.

Sedangkan take a breather, pemain di timmu akan lebih lambat dalam melakukan permainan passing daripada biasanya.

(+) Hubungannya dengan Mentalities

Waste Time hanya muncul di defensive atau contain mentalities.

Take a Breather bila digunakan di defensive mentalities, pemain akan bermain di tempo yang sedikit lebih lambat daripada saat instruksi ini diterapkan di mentalities normal. 

Sebaliknya, bila digunakan di attacking mentalities, pemain akan bermain di tempo yang sedikit lebih cepat daripada saat instruksi ini diterapkan di mentalities normal

(+) Kapan sebaiknya digunakan di taktik ?

Kedua instruksi ini merupakan instruksi yang hanya digunakan di beberapa waktu tertentu saja, dimana justru akan beresiko apabila digunakan dalam rentang waktu yang lama, atau bukan di waktunya.

Waste time baiknya digunakan saat permainan sudah memasuki 10 menit terakhir dan tentu hanya bertujuan untuk mempertahankan keunggulan dari sisi skor, baik di babak pertama maupun di babak kedua. dimana cenderung lebih baik digunakan dengan memperhitungkan stamina dan tempo di tim lawan.

Take a breather, baik digunakan apabila timmu ingin meningkatkan penguasaan bola ataupun rata-rata pemain sudah kehabisan stamina. Cocoknya, instruksi ini diikuti dengan higher tempo atau much higher tempo saat tim lawan terkecoh dan memberi efek kejutan.

(+) Role yang cocok untuk movement ini

lebih bersifat ke pemilihan strategi dari pelatih

========================================================

>>> Panduan Team Instruction Lainnya

========================================================

\\follow me @Rtupoke or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Iklan