Formasi

Apapun formasi yang digunakan harus bisa menciptakan blokade pressing dan setidaknya harus terdiri dari 3 lini dengan poin utamanya lini tengah harus jadi lini yang paling kuat dan disiplin. Sebagai contoh saya menggunakan formasi 4-4-2 (kalian bisa menciptakan formasi kalian sendiri). Ada 2 blokade pressing yang harus dibentuk yaitu penyerang sebagai blok pressing penggangu dan lini tengah sebagai blok pressing utama (ini istilah saya sendiri, saya tidak tahu apakah benar atau salah). Sementara lini pertahanan harus menjadi lini yang steril dalam artian mereka (seharusnya) tidak dalam situasi berhadapan dengan pemain lawan yang membawa bola karena tugas utamanya hanyalah untuk melakukan intersep terhadap bola long pass tadi. Ini hanyalah gambaran umumnya, tetapi situasi di pertandingan jelas akan beragam.

Kenapa lini tengah harus jadi lini yang paling kuat? Bila dilihat lagi di menu Counter-Press dalam Team Instruction (gambar diatas), bisa dilihat dalam situasi counterpressing lini depan dan lini tengah menjadi barisan yang harus aktif melakukan pressing kesegala arah sementara lini bertahan menjadi bagian yang pasif. Ini berarti lini tengah harus menjadi benteng terakhir yang tidak boleh dilewati oleh lawan. Dan hubungannya dengan short pass, lini tengah harus bisa mematikan lini tengah lawan agar short pass dari lawan tidak tercipta. Oleh karenanya dalam pemilihan formasi, harus memasang cukup pemain di lini tengah yang bisa dengan mudah meng-cover semua area lapangan, sisi kanan, sisi kiri dan tengah (jadi, apa kalian merasa memasang 2 atau 3 gelandang akan cukup untuk bisa melakukan itu??)

Begitu juga di lini pertahanan, harus memasang cukup pemain yang bisa meng-cover seluruh area bertahan dalam melakukan intersep bola. Tapi menurut saya memasang 3 pemain bertahan bisa saja cukup asalkan mereka cukup kuat untuk meng-cover area flanks dan tengah (coba bayangkan formasi 3-4-3 flat dengan 3 penyerang sebagai blok pressing pengganggu? mungkin bisa jadi formasi yang sangat kuat dalam memainkan high block pressing. Tapi sayangnya saya terlalu menyukai formasi 4-4-2, he2…)

Lalu bagaimana bila lawan berhasil melepaskan short pass dan melewati blok pressing utama (lini tengah)? Akan ada hubungannya dengan pemilihan role dan duty pemain, tapi secara Team Instruction, inilah kenapa Much Higher Defensive Line dan Defensive Width Narrow menjadi sangat penting. 2 Team Instruction itu akan membuat (1) jarak antar lini menjadi dekat dan (2) jarak antar pemain juga dekat. Jarak antar lini (lini tengah dan lini belakang) yang dekat akan membuat pemain belakang bisa segera melakukan recovery pressing terhadap pemain lawan yang menerima short pass tadi, dan jarak antar pemain yang dekat akan membuat tidak hanya 1 pemain yang melakukan recovery press tapi akan ada 2 sampai 3 pemain yang berdekatan melakukan mass recovery press (keroyokan). Lagi-lagi saya tidak tahu istilah itu benar atau salah, tapi bisa dilihat di gambar berikut.