
Football Manager adalah game yang menguji kemampuan Anda untuk memimpin sebuah klub sepak bola, mulai dari jual beli pemain, utak-atik taktik, hingga diwawancara layaknya seorang pelatih betulan. Game ini sangat populer di kalangan penggemar sepak bola, bahkan banyak kerap menghabiskan berjam-jam untuk meraih gelar juara.
Walau demikian, nampaknya gelar sebagai pemain terbaik game Football Manager layak disematkan kepada Cleo Hobson, seorang pria berusia 37 tahun asal Inggris, yang telah memainkan Football Manager sejak tahun 1992.
Keahlian Hobson itu dibuktikan dengan dirinya telah menulis ratusan artikel dan buku tentang berbagai aspek Football Manager, seperti taktik, pelatihan, analisis data, dan lain-lain. Ia juga sering berbagi pengalaman dan pengetahuannya dengan komunitas online Football Manager, baik melalui forum, blog, podcast, maupun di media sosial miliknya.
Soal prestasinya di game Football Manager tentunya tidak terhitung. Ia telah memenangkan berbagai trofi dan gelar dengan klub-klub yang pernah ditangani, baik itu klub dengan reputasi mentereng maupun klub medioker. Ia juga telah mencetak rekor-rekor yang sulit ditandingi oleh pemain lain, misalnya seperti memenangkan Liga Champions dengan tim amatir Inggris.
Salah satu kisah sukses Hobson adalah ketika ia berhasil membawa klub asal Skotlandia, Stirling Albion, yang ia latih dari divisi bawah hingga menjadi juara dunia. Ia memulai karirnya dengan klub itui pada tahun 2014, ketika mereka berada di Scottish League Two atau tingkat keempat sepak bola Skotlandia. Lewa tangan dinginnya, ia berhasil membawa klub ini naik ke Scottish Premiership hanya dalam waktu lima musim saja!
Pengalaman Hobson melatih Stirling Albion cuku menantang di mana dirinya secara kontinu membangun timnya dengan merekrut pemain berkualitas, baik itu berasal dari akademi klub maupun pembelian transfer yang cerdas.
Tak lupa, Hobson juga melakukan pengembangan infrastruktur klub, seperti stadion, fasilitas latihan, dan pemilihan staf. Hasilnya, ia berhasil membuat Stirling Albion menjadi tim yang dominan di Skotlandia, dan bahkan di Eropa.
Pada tahun 2032, Cleon Hobson mencapai puncak kejayaannya dengan Stirling Albion. Ia berhasil memenangkan treble domestik (liga, piala, dan piala liga), serta Liga Champions. Ia juga berhasil mengalahkan Real Madrid dengan skor 5-0 di final Piala Dunia Antarklub sehingga tim asal Skotlandia itu dinobatkan sebagai tim Juara Dunia.

Hobson juga dikenal sebagai seseorang yang kerap membagikan pengetahuannya di website pribadinya, http://www.sisportscenter.com di mana di dalam website tersebut terdapat tips-tips FM yang berguna bagi banyak orang.
“Saya tidak menganggap diri saya sebagai pemain spesial,” katanya seperti dikutip dari Bleacherreport. “
Saya hanya suka memperhatikan detail-detail tidak peduli seberapa kecil mereka mungkin dan mencoba memahami apa yang dilakukan oleh segala sesuatu di game ini. Butuh waktu lama untuk mendapatkan pemahaman tentang bagaimana mesin pertandingan bekerja, tetapi dengan bertanya dan melakukan banyak percobaan dan kesalahan, mulai menjadi jelas apa yang dilakukan oleh setiap pengaturan kecil,” sambungnya.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa game Football Manager memiliki zat adiktif yang membuat pemainnya sulit lepas dari gim ini. Hal itulah yang bahkan membuat Hobson secara sukarela membagikan tipsnya kepada orang lain.
“Saya sangat serius tentang bagian-bagian lapangan dari game ini, terutama pelatihan. Di FM14 saya sangat serius sehingga saya mencoba dan menerapkan modul ‘TIPS’ Ajax (pengembangan pemain muda) ke game saya.”
Hobson bahkan kerap melakukan experiment dengan memberikan role yang agak nyeleneh pada pemainnya namun banyak diantaranya justru berhasil.
“Hanya karena seseorang adalah bek tidak berarti ia harus menjadi bek ketika bermain untuk saya. Saya sebelumnya membeli bek kiri dengan niat menggunakan dia sebagai penyerang karena dia memenuhi persyaratan atribut yang saya tetapkan.”
Ketika ditanya tentang klub favoritnya di dunia nyata, Hobson mengaku tidak memiliki afiliasi khusus. Ia mengikuti Sheffield United, tim lokalnya, tetapi ia lebih suka menonton sepak bola secara umum daripada mendukung satu tim.
“Saya suka menonton sepak bola dari seluruh dunia dan mencoba mempelajari gaya bermain yang berbeda,” katanya. “Saya suka melihat bagaimana tim-tim beradaptasi dengan situasi yang berbeda dan bagaimana mereka mengatasi masalah,” sambungnya.
Hobson juga mengatakan bahwa ia tidak memiliki pemain favorit di dunia nyata, tetapi ia mengagumi beberapa manajer, seperti Pep Guardiola, Jurgen Klopp, Marcelo Bielsa, dan Diego Simeone.
“Mereka semua memiliki gaya bermain yang unik dan mereka semua sangat sukses dengan cara mereka sendiri,” katanya. “Saya suka bagaimana mereka dapat memotivasi pemain mereka dan membuat mereka percaya pada filosofi mereka.”
Hobson mengatakan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk menjadi manajer sepak bola profesional di dunia nyata, tetapi ia senang dengan lisensi UEFA B pro yang ia miliki.
“Saya mendapatkannya karena saya ingin belajar lebih banyak tentang permainan dan melihat apakah ada sesuatu yang bisa saya terapkan ke game saya,” katanya. “Saya juga suka melatih anak-anak dan membantu mereka mengembangkan keterampilan mereka.”
Hobson mengatakan bahwa ia tidak memiliki tujuan tertentu untuk karirnya di Football Manager, tetapi ia selalu mencari tantangan baru.

“Saya suka mencoba hal-hal yang berbeda dan melihat apa yang bisa saya capai dengan klub-klub yang berbeda,” katanya. “Saya juga suka menciptakan cerita-cerita sendiri dan berbagi dengan orang lain.”
Hobson mengatakan bahwa ia tidak tahu berapa banyak waktu yang telah ia habiskan untuk memainkan Football Manager, tetapi ia yakin itu adalah ribuan jam.
“Saya tidak pernah menghitungnya, tetapi saya yakin itu adalah banyak,” katanya. “Tetapi saya tidak menyesalinya, karena saya menikmatinya dan saya belajar banyak dari game ini.”
Hobson mengatakan bahwa ia akan terus memainkan Football Manager selama ia masih menikmatinya, dan ia berharap game ini akan terus berkembang dan meningkat.
“Saya pikir game ini sudah sangat bagus, tetapi tentu saja ada ruang untuk perbaikan,” katanya. “Saya harap pengembang akan terus mendengarkan umpan balik dari komunitas dan menambahkan fitur-fitur baru yang akan membuat game ini lebih realistis dan menarik.”
Kesimpulan dari artikel ini bahwa Football Manager adalah game yang telah mengubah hidup Hobson dengan cara-cara yang tak terduga. Ia telah menjadi salah satu pemain terbaik di dunia, menjadi salah satu penulis terkenal, dan seorang yang memiliki lisensi kepelatihan. Ia juga memiliki banyak teman dan penggemar di seluruh dunia.
Kegemaran Hobson terhadap game Football Manager adalah bukti bahwa Football Manager bukan hanya sekadar game, tetapi juga sebuah passion.




Tinggalkan komentar