Halo Managers, tidak terasa artikel kolaboras dari Artupoke dengan IDFM League ini sudah mencapai artikel ke-6. Kami akan terus mengisi keseruan para managers bermain FM dengan beragam informasi serta tips dan trik agar tim Managers semakin hebat di lapangan. Ngomong-ngomong, taktik yang sudah dibangun bagaimana? Apakah taktiknya bekerja dengan baik sampai-sampai tim nya unbeaten baik di Career Mode ataupun Fantasy Draft? Atau malah hasilnya inkonsisten? Artupoke bisa kasih tips nih salah satu fitur di FM yang bisa dibilang sepele, namun bisa menjadi game-changer, yaitu Opposition Instructions. Di kehidupan nyata, kita bisa lihat di sepakbola modern ini, jika kita melihat secara rinci, setiap pemain yang sedang memegang bola, ada beberapa yang langsung dipressing habis-habisan, ada juga yang tidak terlalu ngotot pressingnya, kejadian itu sering terjadi terutama ketika kita menonton pertandingan Liverpool dengan Manager nya yaitu Jurgen Klopp yang terkenal karena gegenpressing nya. Fiitur OI inilah yang menjadi impmentasi kejadian-kejadian pertandingan dunia nyata tersebut.

Opposition Instructions atau bisa kita singkat menjadi OI, adalah sebuah fitur dimana isinya adalah instruksi-instruksi untuk menghadapi pemain lawan, OI adalah fitur untuk menjadikan pendekatan taktik kita menjadi pendekatan “pro-aktif” bukan “reaktif”, instruksi-instruksi inilah yang bisa melemahkan lawan baik secara langsung ataupun tidak langsung, dilemahkannya bisa dari persempit ruang gerak, kontak fisik, permainan keras, dan juga membbatasi gerak-gerik dan penutupan jalur-jalur operan ke pemain lain di tim nya sendiri.

Kita bahas yang pertama yaitu Tight Marking. Tight Marking terbagi kedalam dua bagian, yaitu Never dan Always, Tight Marking Always berguna untuk marking pemain yang memiliki fisik yang rendah, baik itu lari pemain tersebut lambat (Pace, Acceleration), pemain yang tidak bisa bergerak cepat (Agility), atau pemain yang mudah terjatuh (Balance Strength), kelemahan-kelemahan atribut tersebut akan cocok di tight marking, sebaliknya, pemain yang sangat cepat seperti Mbappe sebaiknya never tight marking, agar pemain kita mendapatkan ruang lebih luas untuk antisipasi kecepatan lari pemain yang punya pace dan acceleration tinggi.

Lalu, ada OI selanjutnya yaitu trigger press, terbagi atas dua bagian, Never dan Always, trigger  press berguna untuk tim yang menganut filosofi gegenpressing dan semacamnya. Trigger press always sangat direkomendasikan untuk menutup jalur passing pemain yang sedang memegang bola dan tidak punya kemampuan teknis tinggi seperti Passing, Dribbling, FIrst Touches, dan Technique rendah, Composure dan Decision rendah pun mempengaruhi suksesnya OI trigger press ini, sedangkang Trigger press: never sangat tidak di rekomendasikan, jika tidak ingin di press cukup diamkan saja.

Untuk yang ketiga, ada kategori OI lain bernama Tackling, dibagi ke 3 kategori, yaitu Easy, Normal, dan Hard. Gunakan Hard tackling jika pemain lawan punya skill dribbling buruk, jika pemain lawan jago dribbling akan sangat sulit jika menggunakan hard tackling, dikarenakan bisa saja ada kejadian miss tackle atau bahkan berujung red card, Easy tackle juga menurut Artupoke tidak terlalu direkomendasikan, lebih baik biarkan saja jika tidak cocok di hard tackle.

Terakhir, ada instruksi OI yang dinamakan Show Into Foot, ada pilihan Left Foot, Right Foot, dan Weaker Foot, instruksi Weaker Foot ini sangat cocok untuk menghadapi pemaiin yang benar-benar hanya kuat di satu sisi kaki saja, Instruksi ini akan “menghukum” pemain untuk terus-terus an menggunakan kaki terlemahnya baik untuk dribbling, passing, ataupun shooting.

Demikian bahasan kali ini, jangan lupa untuk dengarkan podcast episode terbaru dari Artupoke: Football Manager Punya cerita disini!

========[link]=========