REVIEW PODCAST RETROPUS IDFM CUP

Bulan Oktober merupakan bulan penutup turnamen IDFM League, termasuk Retropus IDFM Cup. Penutup turnamen ini adalah final IDFM Cup yang diselenggarakan 23 Oktober yang mempertemukan AC Dark Knight dan Gophan Sentod City. Bagi pecinta IDFM League, final ini merupakan final yang menarik karena kedua tim bukan merupakan tim unggulan. Hal tersebut semakin menarik karena final IDFM Cup ini merupakan final pertama kalinya yang tidak melibatkan tim divisi teratas selama IDFM Cup diselenggarakan mulai musim 2018.

Pertandingan AC Dark Knight cukup seru. Pada round 1, AC Dark Knight menumbangkan kompatriotnya dari grup C, Kampung Milanesia dengan agregat 3-2. AC Dark Knight berhasil menumbangkan Kampung Milanesia 2-1 di leg pertama dan menahan imbang di leg 2 dengan skor 1-1. Di round 2, AC Dark Knight memberikan kejutan dengan menumbangkan SSB Kapal Api dengan agregat 10-2. Unggul 3-1 di leg pertama tidak mengendurkan serangan di leg 2. Hasilnya AC Dark Knight berhasil mencukur gundul SSB dengan skor 7-1. DI babak 16 besar, AC Dark Knight unggul atas Gotir FC dengan agregat 4-1. Boyz Sans Jr 07 yang berusaha menghadang AC Dark Knight di babak perempat final justru bertekuk lutut. AC Dark Knight berhasil unggul atas Boyz Sans Jr 07 dengan agregat 4-2.

Kejutan yang justru terjadi di semi-final IDFM Cup. AC Dark Knight harus berhadapan dengan tim tersukses IDFM League, Benchwarmers. AC Dark Knight berhasil menggulung 3-0 di leg 1. Bukan Benchwarmers namanya jika tidak menyerah dalam perebutan tiket ke final. Di pertandingan leg 2, Benchwarmers unggul 3-0 hanya dalam waktu 28 menit saja dan membuat agregat kembali imbang 3-3. Namun di menit 33 AC Dark Knight berhasil mencetak gol dan membuat agregat menjadi 4-3. Skor tersebut bertahan hingga pertandingan usai dan AC Dark Knight melaju ke final.

Petualangan Gophan Sentod City sendiri bermula saat tim kualifikasi ini berhadapan dengan tim IDFM Super League, Mbelitar FC. Gophan Sentod City yang memang tidak diunggulkan harus keok 0-3 di leg 1. Namun siapa sangka tim ini berhasil membalas kekalahan di leg 1 dengan skor yang tidak tanggung-tanggung, 8-0 di leg 2. Skor mencolok tersebut menghantarkan Gophan Sentod City melaju ke round 2 dan berhadapan dengan Djingo FC. Tanpa kesulitan, Gophan Sentod City berhasil menumbangkan Djingo FC dengan agregat 6-3. Di babak 16 besar, Gophan Sentod City berhadapan dengan sesame tim kualfikasi, AND’s 25 FC. 1 gol tandang berhasil menghantarkan Gophan Sentod City melaju ke babak perempat final. Di perempat final Gophan Sentod City sudah ditunggu oleh Garuda Nazionale. Tanpa kesulitan Gophan Sentod City berhasil menggunduli Garuda Nazionale dengan agregat 3-2 dan melaju ke semi-final untuk berhadapan dengan sesama tim kualfikasi yang mengejutkan, Ventrax FC. Tanpa kesulitan berarti, Gophan Sentod City menumbangkan Ventrax FC dengan agregat 2-0 dan berhadapan AC Dark Knight di final.

Pertandingan final sendiri disiarkan oleh Youtube IDFM League dan dapat disaksikan di https://www.youtube.com/watch?v=OqNja8X1iX0&feature=youtu.be Final berlangsung cukup menarik. Gophan Sentod City menggunakan 4-4-1-1 dengan Mbappe sebagai ujung tombaknya, sedangkan AC Dark Knight 4-1-3-2 dengan duet Haaland dan Lionel Messi. Namun Gophan Sentod City berhasil mencuri gol cepat di menit 3 lewat sontekan Mbappe. Seperti tidak mau ketinggalan, AC Dark Knight berusaha menyamakan ketinggalan namun yang terjadi, AC Dark Knight kembali kebobolan di menit 40 lewat Manuel Akanji. Penampilan Rogerio yang amat buruk mempermudah Gophan Sentod City untuk menyarangkan gol penutup di menit 81 oleh Mbappe. Skor 3-0 dapat dibilang menjadi skor yang mencolok di pertandingan final. Manager Gophan Sentod City berhak atas FM21 gratis. Selamat kami ucapkan kepada Gophan Sentod City sebagai juara. Untuk AC Dark Knight, jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan selanjutnya