“Dari FMLovers” merupakan satu tempat yang diciptakan khusus bagi para FMLovers yang ingin menyumbangkan artikel miliknya dalam satu tema yang sama, Football Manager. Tidak ada batasan khusus topik yang harus diambil, jadi apabila kamu tertarik untuk memasukkan ceritamu ke artupoke.com. Silahkan email karyamu dalam bentuk microsoft word ke admin@artupoke.com

Salam FM 😀

Oleh Agam Averroes

Ter-Stegen

PREAMBULE

Penjaga gawang merupakan posisi seorang pemain yang berada di garis paling belakang pertahanan sebuah tim sepakbola. Baik atau buruknya penampilan seorang kiper dibawah mistar gawang bisa menjadi penentu hasil sebuah pertandingan. Tak hanya itu, ketika seorang penjaga gawang bermain baik akan menimbulkan rasa aman bagi barisan pemain belakang sebuah tim.

Posisi penjaga gawang tak lagi bisa dianggap remeh dalam dunia sepakbola pada saat seorang pria  berkebangsaan Uni Soviet yaitu Lev Ivanovich Yashin meraih penghargaan pemain terbaik dunia pada Desember 1963. Sejak saat itu Yashin membuktikan bahwa penjaga gawang bukanlah seorang pelengkap dalam tim sepakbola.

Lev yashin

Multi-Role Penjaga Gawang

Sama seperti Thomas Muller, pemain jerman lain yaitu Manuel Neuer mulai memperkenalkan kepada pecinta sepakbola dunia fungsi baru dari seorang penjaga gawang. Ia membuktikan kepada semua orang bahwa kiper yang modern tidak hanya dituntut untuk bisa menghalau semua serangan lawan, lebih dari itu seorang kiper ‘zaman now’ juga dituntut untuk bisa menjadi pemain pertama yang mengalirkan bola dalam build-up serangan tim yang dibelanya.

Neuer mulai bergabung bersama Bayern Munchen pada tahun 2011 hingga sekarang, mungkin salah satu alasan pelatih kiper Munchen saat itu merekomendasikan perekrutan Neuer selain karena ia berkewarganegaraan Jerman, Neuer juga punya potensi untuk menjadi kiper modern terbaik di dunia.

Dan benar saja, berada dibelakang sederet nama pemain belakang Munchen yang bisa membuatnya aman dalam melakukan aksinya seperti keluar jauh dari gawang, ataupun menjadi pemain yang merangkap ‘centre-back’ ketika timnya sedang menyerang habis-habisan, Neuer sukses menjadi pemain pertama yang mengalirkan bola saat timnya sedang melakukan build-up play. Dan sejak saat itu juga Neuer mulai memperkenalkan kepada dunia bahwa inilah Sweeper Keeper.

Tak Semua Kiper Bisa Jadi Sweeper Keeper

Joe Hart

Bagaimana bisa Joe Hart tersingkir dari Manchester City? Mungkin ada sebagian orang bertanya mengenai hal ini. Tak bisa dipungkiri, 1 gelar Liga Inggris pada musim 2011-2012 serta penghargaan Golden Glove dari federasi sepakbola Inggris pada musim 2010-2011 dan 2011-2012 harusnya bisa menjamin posisi utamanya di Manchester City. Apalagi Joe Hart termasuk sosok senior di The Citizens.

Namun sejak kedatangan Pep Guardiola pada 2016 Joe Hart mulai tersingkir, bahkan sempat dipinjamkan ke Torino pada musim tersebut. Pep juga malah merekrut kiper baru untuk City, ada dua nama yaitu Claudio Bravo dan Ederson Moraes. Hal ini semakin menguatkan pendapat bahwa Joe Hart tak lagi memiliki masa depan bersama City.

Sebenarnya, hal yang membuat Joe Hart tidak masuk dalam strategi Guardiola adalah karena …………..


to be continued ke part 2


\\follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//