Artikel ini merupakan karya untuk kompetisi #FMLoversStory yang berhadiah total 3 (TIGA) Football Manager 2016 gratis dari IDFM, Artupoke, dan BlognyaFootballManager.com

Ditulis oleh : Andra Titano Busra

Artikel ini saya ambil dari riwayat match UCL tahun 2024 (saat ini sudah memasuki tahun 2025 di savean FM saya). Pertandingan ini merupakan pertandingan final yang membuahkan tropi perdana saya di UCL bersama SC Heerenveen. Menjadi sesuatu menarik, saya berhadapan dengan FC Barcelona dan meraih kemenangan dengan skor 3-0.

Data Dan Formasi Tim

Saya mengambil beberapa indikator serta perhitungan dalam memutuskan bahwa tim saya memang mendominasi di dalam pertandingan malam itu.

1. Match stats

Statistik pertandingan merupakan gambaran umum untuk menilai suatu pertandingan.

1

  • Jumlah shoot yang dilepaskan SC heerenven, 23 shoot, mengungguli Barcelona yang hanya berhasil melesatkan 9 shoot. Tidak heran, permainan menekan dan tak memberi celah bagi lawan adalah penyebabnya.
  • Shoot on target Barcelona hanya 4. Sebaliknya Heerenveen berhasil membuahkan 12 on target. Kendati demikian, jumlah shoot on target Heerenveen adalah sekitar setengah dari jumlah shoot total. Terdengar tidak efektif memang. Pertahanan Barcelona pantas diberi pujian.
  • SC Heerenveen mengungguli Ball Possession sekitar 53% berbanding 47%. Cukup unggul, namun jaraknya tidak terlalu jauh.
  • Keberhasilan umpan yang dimiliki Heerenveen mengungguli Barcelona, 81% berbanding 74%.
  • Tackle yang dimenangkan berjumlah sama. Barcelona dan Heerenveen sama-sama mengemas 81% tackle sukses.

Jika kita amati dari statistik match ini, sebenarnya kedua tim tidak terlalu memiliki perbedaan yang jauh. Hanya saja peluang SC Heerenveen untuk melepaskan tendangan mengungguli Barcelona, sehingga peluang dan goal yang tercipta lebih banyak.

2. Player Rating

Kebanyakan, tim pemenang akan memiliki rating player yang tinggi. Ah, tentu saja seperti itu.

2

3. Line up kedua kesebelasan.

Kedua tim diisi pemain kelas dunia dan tidak perlu dipertanyakan lagi kemampuannya.

SC Heerenven dengan pola 4-2-3-1:

Maxym Koval (GK-D)
Joey Kuijpers (FB-S), Guido Grecco (CD-D), Kim Seung Hwang (CD-D), Alex Grimaldo (FB-S)
Wellington (DLP-S), Andreas Cubas (BBM-S), Andrija Zivkovic (IF-S), Julio Franco (AP-A), Moller Daehli (IF-S)
Jefferson Arrias (AF-A)

3

4. Team Instruction

4

Dalam mengungguli possession, saya menerapkan direct passing. Saya terapkan instruksi ini karena pemain saya memiliki kecepatan, visi, serta passing yang bagus. Barcelona memainkan tiki-taka dengan ball possession yang bisa mengungguli lawan. Untuk meminimalisir peluang Barcelona merampas bola terlalu dini, kami lakukan umpan cepat agar diterima pemain-pemain di garis serang. Selain itu agar tidak menyia-nyiakan bola, kami juga menerapkan Play out of defense agar bola tidak dibuang jauh-jauh ketika perubahan dari fase bertahan ke menyerang.

Walaupun kami melakukan direct passing, namun kami tidak terburu-buru dalam melakukan penyelesaian. Ketika tiba di kotak penalti lawan, saya selalu memerintahkan pemain mencari celah dan peluang dan tidak terburu-buru melakukan shoot yang peluang goalnya kecil. Untuk itu saya berikan instruksi Work Ball Into Box.

Ketika melakukan crossing, saya tegaskan ke pemain agar melakukan Whipped Crosses karena pemain kami memiliki speed sehingga dalam memperebutkan mereka memiliki peluang lebih baik.

Dalam hal penetrasi, saya memilih jalur sayap. Pemain sayap seperti Andrija Zivkovic adalah Cristiano Ronaldo bagi setiap manager yang mencari versi KW-nya. Andrija memiliki kecepatan, insting menyerang yang bagus, serta kemampuan mencetak goal yang membuat tim seperti tidak membutuhkan striker lagi. Andrija ditemani Daehli dalam merangkai serangan di sisi sayap. Kedua pemain ini saya beri player instruction get further forward agar melakukan penetrasi lebih ke dalam jantung pertahanan lawan agar membuka celah dan peluang.

Penyerangan melalui sisi sayap saya padukan lagi dengan instruksi Play Narrower sehingga pemain melakukans serangan di area tengah. Jadi, pemain-pemain sayap tadi akan menusuk dari sisi sayap menuju tengah pertahanan kubu Barcelona. Dengan begitu, pemain sayap akan memanfaatkan area di sekitar bek sayap dan bek tengah lawan.

Saat menyerang, kami melakukan Push Higher Up untuk menjaga ritme permainan yang mendominan, sehingga fase serangan tidak mudah dipatahkan dan lawan ganti menguasai permainan.

Agar push higher up itu bekerja dengan baik, saya tambahkan Close Down More. Ketika lawan menguasai bola, pemain akan langsung merebutnya kembali dengan menutup pergerakan lawan dan tidak memberikan waktu yang banyak kepada lawan untuk berpikir dan memainkan bola.

Terakhir, tempo permainan yang tinggi adalah pilihan yang saya ambil. Dengan memainkan tempo yang tinggi, serangan yang beringas dan pertahanan yang kokoh pun semakin kompak.

Proses Goal yang Tercipta

Pada artikel ini, saya lebih menitikberatkan analisa berdasarkan goal yang tercipta.
Keterangan:

a

A. Goal Pertama.

5

Ruben Neves yang bermain di posisi gelandang bertahan menjadi perisai utama di depan center back untuk menghadang pergerakan Julio Franco, sang pemegang Ballon d’Or tahun 2025. Tidak heran pelatih memerintahkan Ruben untuk menempel ketat Julio. Pada screenshot berikut terlihat dalam fase transisi SC heerenveen dari bertahan ke menyerang, Ruben Neves menempel ketat Julio Franco (salah satu gambaran yang sebenarnya terjadi di sepanjang pertandingan).

6

Arias yang berposisi sebagai striker menerima bola dari belakang. Arias dijaga Bosch dan Neymar. Ketika Bosch menekan Arias, arias melakukan umpan ke belakang, kepada Wellington. Bosch langsung mengejar Wellington, namun Wellington bertindak cepat dan mengirim bola kembali kepada Arias yang kini tanpa penjagaan. Ruben Neves yang daritadi menjaga Franco, mau tidak mau harus meninggalkan zona penjagaannya terhadap Franco, lalu mengejar Arias.

7

Sayangnya, lagi-lagi Arias memperdaya pemain Barcelona. Bola diumpan kepada Franco. Mendapati Franco yang menerima bola dari Arias, Ruben menggencarkan penjagaannya kembali terhadap Franco. Bosch yang kini telah berada di belakang juga menutup ruang Franco, serta Creemers yang bermain di posisi bek tengah. Dengan ketiga pemain tersebut, Barcelona terpaksa harus menjatuhkan Franco yang jika dibiarkan akan membawa malapetaka bagi mereka.

8

Freekick dilakukan oleh Andrija Zivkovic, namun tendangannya masih melambung di atas tiang gawang. Barcelona kembali menyusun serangan. Bola dikuasai Bosch. Bosch mencoba untuk mencari celah dan peluang. Bosch mempunyai satu opsi untuk mengoper ke Neymar di sisi kanannya. Tetapi jika melakukan opsi tersebut, Grimaldo masih bisa memotong laju bola. Namun ketika masih menimbang keputusan, Wellington bergerak lebih cepat dan memotong bola. Kemudian hasil tackle Wellington tersebut diambil alih oleh Honka, bek kanan Barcelona. Honka meneruskan bola kepada Neymar. Di hadapannya, Neymar sudah dihadang Wellington dan Daehli. Neymar tidak memiliki opsi dan mencoba mengoper ke Quevedo di tengah. Tetapi kandas, dipotong oleh Andreas Cubas yang memainkan peran sebagai Box to Box Midfielder.

9

Cubas meneruskan bola kepada Julio Franco yang berperan sebagai Advanced Playmaker. Sebenarnya tak banyak opsi yang dimiliki Franco. Dia hanya bisa meneruskan bola ke Arias. Sementara Neves berada tepat di depannya dan di jalur umpan ke Arias. Tetapi karena keahlian umpan Franco, dan mungkin juga karena ketidakfokusan Neves, bola tadi berhasil diumpan kepada Arias. Kemudian Arias membawa bola ke depan. Bosch yang berada di lapangan tengah, berhasil berlari ke arah belakang dan berusaha menghadang Arias. Bulut, yang merupakan mantan pemain SC Heerenveen, juga merapat ke tengah menghadang Arias. Namun kedua pemain ini tak mampu menghentikan Arias dengan cara bersih. Sebelum Arias berhadapan satu lawan satu dengan Creemers, Bosch menjatuhkan Arias. Dan terjadilah Freekick kembali.

10

Kali ini bukan tendangan menembak burung lagi. Zivkovic berhasil membuahkan goal ke gawang Barcelona, dan kedudukan berubah menjadi 1-0.

Walaupun goal ini tercipta dari freekick, namun jika kita menilik prosesnya, adalah suatu faktor besar ketika Lini tengah Barcelona tak mampu memaksimalkan bola dan dengan mudah kehilangan. Terlebih, Ruben Neves yang tidak mampu menjaga Franco dengan baik karena Arias juga sering turun ke bawah, membuat barisan tengah dan belakang Barcelona kelabakan. Sehingga akhirnya pelanggaran tercipta dan membuahkan peluang yang berhasil dikonversi menjadi goal.

Implementasi taktik terhadap goal:

SC Heerenveen menggunakan close down more, menyebabkan pergerakan pemain Barcelona tidak leluasa. Bisa dilihat ketika Wellington melakukan tackle cepat memotong bola dari Bosch, ataupun saat Cubas memotong operan Neymar kepada Quevedo.

B. Goal kedua.

11

Seperti yang saya katakan tadi, Ruben Neves selalu terobsesi untuk menaklukkan Julio Franco. Hal ini berhasil dimanfaatkan Franco dan mengirim bola ke Arias. Sebenarnya Arias belum berada di wilayah berbahaya karena masih di ¾ lapangan. Tetapi Jedvaj menjatuhkannya karena merasa menghindari bencana lebih baik daripada menghadapinya ketika bencana itu telah datang. Arias dijatuhkan dan menghasilkan freekick yang tidak berada pada wilayah berbahaya.

12

Saya semakin yakin Ruben Neves ditugasi untuk memarking Arias. Pada saat Greeco melakukan freekick pendek, hanya mengumpan kepada Wellington yang berada di depannya, Ruben Neves meninggalkan areanya dan mengejar Franco yang kali ini berada lebih ke tengah lapangan. Padahal Saat itu ada Quevedo yang posisinya lebih bagus untuk menahan Franco sehingga area tepat di depan dua bek tengah terjadi kekosongan. Neves bergerak maju, lalu Quevedo mencoba mengisi area yang ditinggalkan Neves. Franco yang memiliki bola, segera mengembalikannya kepada Wellington karena dijaga oleh Neves. Wellington yang tak terlalu bebas pun lalu meneruskan bola kepada Daehli yang langsung bergerak ke sisi tengah.

13

Daehli kini memiliki bola. Julio Franco yang berada di area tengah kotak penalti Barcelona, kali ini mencoba melakukan pergerakan jauh ke area gawang Barcelona. Quevedo yang tadinya berada di area pertahanan, bergerak maju mengisi posisi yang tadi ditempati Neves. Otomatis area di depan kedua bek tengah menjadi kosong karena Neves juga tidak terlalu tangkas untuk kembali ke posisinya dan kehilangan Franco yang bergerak cepat ke depan.

14

Daehli berhasil melepaskan umpan terobosan ke depan, melewati Honka yang saat itu menjaganya. Julio Franco tanpa penjagaan. Creemers terlalu sibuk menjaga Arias. Jedvaj tertinggal beberapa langkah dari posisi Franco. Lalu terjadilah..

16

Goal cantik akibat mengabaikan pergerakan yang sulit diprediksi dari Julio Franco.

Goal kedua merupakan goal yang lahir dari ketidakmampuan Ruben Neves menjaga Franco dengan baik dan ceroboh meninggalkan posisinya sehingga membuka celah yang besar. Pergerakan dari Daehli juga menjadi titik mula goal ini sehingga berhasil membuahkan assist yang cantik.

Implementasi taktik terhadap goal:

Penerapan exploit the flank dan play narrower bekerja di sini. Terlihat ketika Pemain-pemain sayap seperti Daehli beraksi di sisi kanan, dia mencari ruang dan masuk lebih ke tengah. Alhasil Wellington sukses mengoper kepada Daehli. Daehli yang memiliki visi bagus langsung memberikan umpan terobosan setelah melihat Franco mendapat ruang di antara Honka dan Creemers. Pemanfaatan space antara bek sayap dan bek tengah juga terlihat di sini.

C. Goal ketiga

17

Permainan apik antara Bosch, Quevedo dan Brandt membuka peluang bagi Barcelona. Umpan terobosan dari Brand kepada Quevedo yang memanfaatkan celah antara bek tengah dan kanan Heerenveen nyaris menjadi peluang emas jika saja Cubas tidak memotongnya. Cubas yang menguasai bola, menggiringnya ke tepi lapangan, lalu melepaskan umpan panjang kepada Andrija Zivkovic.

18

Zivkovic mencoba menggiring ke tengah, melakukan penetrasi melewati Bulut. Namun Bulut berhasil melakukan tackle. Bola liar itu dikejar Arias. Daehli yang bebas di sisi kiri melakukan pergerakan ke area kotak penalti lawan. Arias melepaskan umpan terobosan ke sisi kiri. Andrea Cubas yang tadi melakukan umpan dari belakang, kini sudah berada di lapangan tengah. Pergerakan absolut dari seorang box to box midfielder.

19

Neymar, Bosch, Dan Ivan (right back, menggantikan Honka) berusaha mengejar Daehli. Praktis, sisi tengah pertahanan Barcelona terbuka. Cubas, Arias, Wellington, Franco sudah bersiap menerima umpan sedap dari Daehli. Hanya Jedvaj yang siap menghadapi mereka. Creemers dan Bulut terlalu jauh di sisi kiri pertahanan untuk memotong ke tengah. Bola diumpan ke Wellington, dan tendangan langsung dilepaskan. Namun masih membentur tiang kanan Barcelona. Dari sisi tengah, tiba-tiba Cubas menerobos ke arah bola.

20

Menumpuknya pemain SC Heerenveen di depan gawang Barcelona melahirkan bencana ketiga bagi Barcelona. Andreas Cubas yang kini telah berada di depan gawang, segera mengejar bola muntah dan menjebloskan bola ke gawang. Goal ketiga untuk SC Heerenveen.

Goal ketiga lahir berkat kerjasama yang matang. Berawal dari umpan Cubas ke Zivkovic, kemudian dari Arias ke sisi kiri yang kosong dan diterima Daehli. Sebenarnya prinsipnya mirip dengan goal kedua, yakni memanfaatkan celah di sisi kanan pertahanan Barcelona. Acungan jempol juga pantas kita berikan kepada Cubas yang melakukan pergerakan jauh dari belakang menuju depan gawang Barcelona sehingga terlahirlah goal indah ini.

Implementasi taktik terhadap goal:

Peran Andreas Cubas sebagai box to box midfielder terlihat jelas di sini. Dia memainkan role yang ditugaskan kepadanya dengan baik. Box to box midfielder merupakan pemain yang berpusat di lapangan tengah dengan kewajiban membantu lini serang maupun lini pertahanan dengan stamina kuat yang dimilikinya. Ketika pertahanan SC Heerenveen terancam, Andreas Cubas masuk ke dalam pertahanan untuk merebut bola dari lawan. Ketika dia melepaskan umpan ke depan, dia langsung naik ke daerah pertahanan Barcelona serta membantu serangan. Dengan mobilitasnya yang tinggi, ketika bola telah sampai kotak penalti Barcelona, Cubas pun telah masuk ke area sana dan berhasil memanfaatkan bola muntah.

Instruksi lain yang bekerja di sini adalah Whipped cross dan Direct Passing. Cubas tanpa berlama-lama, langsung menghantarkan bola kepada Zivkovic sehingga sejalan dengan tempo permainan yang tinggi. Ketika bola berada di kaki Daehli, dia melakukan umpang cepat, kencang dan terarah sehingga dimanfaatkan dengan baik oleh Wellington walaupun belum menemui sasaran. Untungnya karena Cubas yang sigap masuk ke jantung pertahanan lawan, bola berhasil disosor dan membuahkan goal.

Penutup

Kemenangan besar melawan Barcelona ini tidak lebih karena pemahaman taktik yang brilian dari anak asuh saya. Pemanfaatan celah di tengah dan sisi sayap adalah faktor utama dari kesuksesan atas goal-goal tersebut.