Oleh Yuri Chandra

Karya ini dibuat untuk mengikuti #FMLoversStory. Dari Komunitas FM Indonesia untuk FMLovers Indonesia. disponsori oleh Blognya FMLovers http://artupoke.com , Aremania http://darmakusuma.wordpress.com/ dan Blognya Football Manager http://www.blognyafootballmanager.com/

First Impression with Football Manager

Halo semua, perkenalkan Nama saya Yuri. Seorang pelajar yang berasal dari Jakarta, yang sangat menyukai Game Simulasi Football Manager (Masih suka, belum sayang :p )

Okay, kali ini saya mau cerita sebuah pengalaman pertama saya bermain Football Manager. Pada tahun 2008, saya mengunjungi Jogjakarta. Kebetulan, saya menginap selama beberapa minggu dirumah kakak saya. Saya akui, pada saat itu komputer yang dimiliki kakak saya, cukup canggih saat itu dibandingkan computer saya. Dan saya menemukan beberapa permainan yang mungkin sangat menarik bagi seseorang yang suka sepak bola pada saat itu. Football Manager dan satu game lagi yang tidak perlu saya sebut namanya. Football Manager menarik perhatian saya. Awalnya, saya hanya diajarkan oleh kakak saya untuk bermain FM. Jujur saja, first impression saya adalah Bingung. Game macam apa yang diciptakan hanya untuk membuat gamersnya bingung. Hahahaha. Lalu, saya tertarik untuk menukangi Persija Jakarta. Seingat saya, beberapa pemain ahli masih ada di Persija saat itu, Pamungkas (Bambang), Fernando (Danilo) dan beberapa nama pemain yang saya sudah lupa sekarang. Saya benar – benar buta akan game tersebut. Menjadi seorang pelatih ternyata sedikit sulit, meskipun hanya di dunia simulasi.

Persija Jakarta yang saya pegang mungkin akan menjadi tim terburuk sepanjang perjalanan Liga Indonesia apabila saya menjadi pelatih sungguhan. Bayangkan saja, hanya mendapat 2 kemenangan dari total game keseluruhan. Yang saya paling ingat adalah pertandingan melawan Persik Kediri. Beberapa pemain yang saya anggap bagus saya bawa ke Persija. Beberapa nama seperti Aliyudin, dan juga Airlangga Sucipto (Waktu itu diboyong dari Deltras Sidoarjo) menjadi ujung tombak di Persija. Formasi yang saya gunakan saat itu adalah 4 – 4 – 2. Taktik yang saya anggap cukup legend :D. Tanpa memikirkan Role Pemain, Instruction Player hingga Team Instruction. Saya terus melanjutkan permainan. Awalnya cukup seru, kebetulan saat itu saya main dengan 2D Classic Mode. Bahkan hingga sekarang saya lebih suka posisi kamera seperti itu entah kenapa. Persija mengambil alih permainan saat itu, saya tidak terlalu mengingat jalannya permainan. Yang saya ingat hanyalah Persija takluk terlebih dahulu. Hingga pada akhirnya bisa kembali unggul dengan gol pamungkas dari Airlangga Sucipto. Kemenangan itu membuat saya semakin yakin untuk bermain FM. Namun, apadaya Persija yang saya pegang pada saat itu bermain sangat buruk. Beberapa tahun kemudian, saya mencoba kembali Seri Football Manager lainnya. Dengan mengandalkan Persib Bandung sebagai tim andalan. Saya ingat sekali, kakak saya mengajarkan saya untuk bermain formasi 4 -2 – 4. Taktik itu dianggap sangat bagus, karena tujuannya untuk mencetak gol sebanyak- banyaknya. Beberapa hasil yang saya dapatkan cukup bagus, meski harus kebobolan dengan jumlah yang tidak sedikit. Semenjak saat itu pula saya cukup menggemari Football Manager, saya hanya absen pada Football Manager 2009 semenjak saat itu. Semenjak saat itu, saya juga pernah mencoba untuk melatih timnas Indonesia di seri FM 2010. Cukup bagus hasilnya, Juara II AFF. Namun, ketika sudah menjadi juara II dengan “sok”nya saya, saya mencoba untuk resign, dan tidak mendapatkan klub lagi setelahnya hahahaha.

Sebuah pengalaman yang menarik bagi saya dalam bermain Football Manager. Dimana game ini mencoba untuk mensimulasikan sebuah karir dari seorang manager sepakbola. Meski awalnya sangat buruk, namun hingga kini Football Manager masih menjadi permainan utama saya di Komputer saya hingga saat ini.