Ya, dalam 4 tahun saya ikut dalam dunia permudikan indonesia, baru mudik kali ini yang paling bikin batin tersiksa. Untung lagi puasa, atau sial lagi puasa ?

Bagaimana tidak, Dari masalah  order bus yang tidak jelas (sophyan oh sophyan) , berapa kali berhenti karena perbaikan bus, gak sahur pula, sopir yang salah jalan. Weleh weleh.

Berawal dari seseorang ang berama Sophyan, makelar kurang ajar yang menawarkan diri untuk mengurus permudikan saya dan gerombolan. eh gak taunya busnya, bus sewa. Yang belum disiapkan dengan baik ? saya curiga jangan jangan itu bus nemu di gudang mana ? Lah biasa dipake Jurusan Bandung Bogor, kok mau dipaksa bandung Jambi ?! karena itulah saya dan teman teman, menundukkan kepala sejenak, berdoa agar tulisan Bandung Bogor itu cuma tulisan saja. Bukan kemampuan mesinnya. Amiin. Keimanan kami teruji, saat beberapa saat setelah berdoa, bus berhenti.

“kenapa ya pak ?” tanya seorang temen kami.

“ini, baikin mesin dulu ?” jawab si kenek dengan nyantainya. Weleh weleh. mudah mudahan nyampe. Dan makin lucu lagi saat Sopir yang harus balik arah karena salah jalan. Selidik selidik, Wow. Selamat pak Sopir. Ternyata sedang menjalani DEBUT ke Sumatera ! ternyata gak hanya busnya saja yang Bandung-Bogor. Sopirnya juga sama, sayang gak ada tulisannya di badan pak sopir tersebut. Karena perihal tersebut, sopir kami tampak seperti, eh bukan memang baru mengenal medan. Jalan lambat, dan tak berani memotong. klakson pun tak dihidupkan. malah buat saya curiga, ni klakson memang mati atau sopirnya yang sangat menjunjung tinggi etika persopiran. Sampai masuk restoranpun tak pernah ontime, walhasil buka dan sahur pun telat. Memaksa satu bus tidak sahur.

Tapi ada aja kok yang bikin senang. Dari perjalanan yang tidak pernah sepi dari teman teman yang tidak pernah membawa dendam dan amarah. Selalu dibuat tertawa. bahkan dari perjodohan asmara. Nih Betulan loh. Sehingga perjalanan tidak membosankan. Jadi Selamat mudik bagi semua. Mudah mudahan kesialan ini cukup kami semata yang mengalaminya. Tapi seperti temen saya bilang. Inilah seninya.