pada dasarnya, pengobatan cara Nabi itu ada dua macam :

1. pengobatan dengan ikhtiar alami
2. pengobatan dengan ikhtiar syari’ah

nah, yang pertama ini banyak contohnya, antara lain ; berbekam (mengeluarkan darah kotor dari tubuh dengan melakukan sayatan kecil pada daerah2 tertentu)…. trus, minum MADU *paling suka ama yang satu ini*, konsumsi JINTEN HITAM / black seed / al habbatussaudaa’, ada juga MINYAK ZAITUN…

ada juga beberapa adab-adab dan tuntunan2 yang diyakini memiliki pengaruh kuat terhadap kesehatan tubuh… ya, seperti tidur teratur dan di awal malam, kalo makan jangan bersandar, jangan meniup makanan yang panas, dan seterusnya…

nah, yang kedua adalah yang lebih bersifat ‘amalan hati’… yakni menyembuhkan penyakit2 fisik dengan BERDO’A, BERZIKIR, WIRID2 dll dsb… sekilas memang tidak memiliki pengaruh langsung dalam menanggulangi penyakit.. tapi yakinlah, semua itu ada sebab-akibatnya… dan, sy pernah baca sebuah hasil penelitian <?>, ketika misalnya kita membacakan al-fatihah ke segelas air – dengan niat pengobatan – maka bentuk senyawa H2O di air itu menjadi heksagonal, sehingga lebih teratur dan berkhasiat… banyak juga kisah, dimana Nabi, sahabat atau orang2 saleh itu hanya berdoa sambil mengusap/memegang daerah yang sakit, lalu sakitnya hilang/sembuh… itulah rahmat dan keajaibannya – hanya bagi yang percaya… last, yang harus diperhatikan dalam pengobatan cara kedua ini ialah cara-caranya harus dijaga sebersih mungkin dari praktek2 yang tidak ada tuntunannya… mengadakan ritual2 tertentu yang gak jelas asal-usulnya, atau bahkan memohon bantuan kepada pihak2 lain (dukun, jin) yang gak bertanggung jawab..