Oleh

Karya ini dibuat untuk mengikuti #FMLoversStory.
Dari Komunitas FM Indonesia untuk FMLovers Indonesia.
Disponsori oleh Blognya FMLovers, Aremania dan Blognya Football Manager.

Karena keterbatasan cerita dalam 500 kata, inilah cerita tentang timnas Indonesia dalam tiga musim pertandingan, mulai 2013/2014 sampai 2015/2016.

Terkadang, segala sesuatu lebih indah,
jika kita mau menerima mereka,
pemain, pelatih, staf,
seperti apa adanya mereka.
Mari kita bermain apa adanya,
tanpa “in-game editor”.

2013 / 2014 – Penanaman Filosofi 4-4-2 Counter Fluid

Dalam benakku, pemain Indonesia itu kreatif, suka pamer skill, kerja keras, dan sulit ditebak maunya. Sayangnya ketika mereka bermain, arah bola pun susah ditebak oleh teman sendiri. Itulah yang mendasari saya menerapkan taktik “Counter Fluid” untuk Timnas Indonesia. Sedangkan 4-4-2 adalah formasi nenek moyang timnas Indonesia yang mendarah daging. Sejak awal mereka sudah berkompeten untuk bermain pada formasi itu.

Di musim ini, total lima pertandingan persahabatan dijalani oleh timnas dengan hasil meyakinkan. Menang atas Malaysia, Macau, dan Brunei, Indonesia sempat kalah melawan Kuwait, sebelum akhirnya balas dendam dengan kemenangan atas Pakistan.

2014 / 2015 – Juara Piala AFF 2014 dan Lolos Kualifikasi Asian Challenge Cup

Perjuangan musim ini diawali oleh empat pertandingan persahabatan yang berat. Ditahan imbang oleh Jordan, Indonesia kalah beruntun dengan Iraq dan UAE. Indonesia kemudian bangkit dengan kemenangan atas Chinese Taipei sebagai awal untuk persiapan bertanding di Piala AFF.

Di fase grup B Piala AFF, Indonesia melangkah menjanjikan dengan kemenangan atas Cambodia, imbang melawan Thailand, kembali menang melawan Laos, dan lolos ke semifinal meskipun kalah melawan Vietnam. Di semifinal, Indonesia menang berturut-turut home dan away melawan Timor Leste. Dan di final, secara mengejutkan Indonesia juga menang home dan away melawan Thailand. Dengan hasil ini, Indonesia juara Piala AFF 2014.

Tidak sampai di situ, dalam kualifikasi Asian Challenge Cup, Indonesia lolos meyakinkan dan menjadi juara grup D dengan tiga kemenangan berturut-turut atas Guam, Hong Kong, dan Brunei.

Perjuangan musim ini dilanjutkan dengan tiga pertandingan persahabatan. Setelah kalah melawan North Korea, Indonesia membalas dengan kemenangan atas Nepal dan Kyrgyzstan.

Indonesia kemudian mengakhiri musim ini dengan kemenangan beruntun home dan away melawan Brunei pada babak kedua kualifikasi Piala Dunia zona Asia.

2015 / 2016 – Indonesia Tidak Lolos Piala Dunia, tetapi Juara Asian Challenge Cup 2016

Musim ini diawali oleh ketakutan. Dalam babak ketiga grup 2 kualifikasi Piala Dunia zona Asia, Indonesia kalah melawan Japan dan Lebanon. Meskipun Indonesia sempat bangkit semangatnya dengan kemenangan atas Yemen di pertandingan persahabatan, Indonesia kembali kalah ketika melanjutkan pertandingan kualifikasi melawan Kuwait dan Japan. Kemenangan melawan Kuwait dan Lebanon di akhir fase grup menjadi tidak berarti karena Indonesia berada di peringkat tiga, dan secara otomatis Indonesia tidak lolos di Piala Dunia.

Berniat untuk melupakan kegagalan, di pertandingan persahabatan Indonesia justru imbang melawan New Zealand dan kalah melawan Palestine.

Indonesia akhirnya menggebrak di Asian Challenge Cup. Di fase grup B, Indonesia menang melawan Malaysia, seri melawan Myanmar, dan menang melawan Vietnam. Kejutan berlanjut di semifinal ketika Indonesia mengalahkan Singapura lewat adu penalti. Indonesia akhirnya mengakhiri musim ini dengan juara Asian Challenge Cup 2016 setelah mengalahkan India.