Beranda

Cara Menjaga dan Meningkatkan Moral Tim di Football Manager 2023

Tinggalkan komentar

Menjaga moral pemain merupakan salah satu faktor penting dalam game Football Manager untuk meraih kemenangan. Bila moral tim merosot, walau di atas kertas secara kemampuan tim lebih bagus dari tim lawan, bisa jadi hasil imbang atau kekalahan yang didapat.

Moral tim menjadi jawaban tentang penyebab tim bermain buruk bahkan kerap lose streak. Untuk itulah, perlunya menjaga atau bahkan meningkatkan moral tim. Ini berpengaruh pada hasil pertandingan di lapangan.

Berikut adalah langkah-langkah untuk bisa menjaga atau bahkan meningkatkan moral tim di game Football Manager 2023.

Tentukan Target Realistis di Awal Musim

Salah satu faktor terpenting dalam menjaga semangat tim adalah dengan menentukan target yang realistis. Biasanya di awal musim akan ada rapat dengan tim di mana kita sebagai manajer tim akan menentukan target yang akan dicapai. Apabila kemampuan tim hanya sebagai tim papan bawah, jangan menargetkan menjadi juara. Itu justru akan membuat mental tim menjadi down karena dianggap sebagai target yang tidak masuk akal. Target bertahan di liga adalah target yang realistis, sehingga pemain juga tidak akan merasa dibebani. Bahkan apabila melebihi target, moral pemain bisa sangat meningkat.

Sering-seringlah Memuji Pemain

Siapa yang tidak senang dipuji? Siapapun pasti senang. Di game Footbal Manager biasanya kita menggunakan fitur quickchat untuk memuji pemain. Banyak hal yang bisa dipuji. Misalnya pemain mencetak gol setelah beberapa pertandingan mandul. Pujilah, itu akan meningkatkan moralnya. Pemain yang baru saja menjalani caps pertamanya di timnas, itu bisa menjadi peluang menaikan moralnya jika dipuji.

Bahkan, ketika pemain cedera, kita bisa berikan semangat untuk bisa segera sembuh, bahkan janjikan akan menjadi pilihan utama ketika pulih nanti. Apalagi, si pemain merupakan pemain andalan Anda. Jadi lakukanah pujian.

Merotasi Pemain

Pernahkan Anda merasa kacau balau ketika salah satu pemain ngambek yang menghancurkan moral satu tim. Hal tersebut lantaran urusan yang remeh, yakni si pemain yang berstatus “key player” atau “first team” tidak dimainkan 7-10 pertandingan beruntun. Dampaknya tim yang tadinya sedang bermain bagus justru mendapatkan kekalahan beruntun.

Faktor rotasi menjadi pentin bagi tim. Itu pun meningkatkan moral pemain karena mendapatkan kepercayaan pelatih. Tapi sebelum itu memang terlebih dahulu di awal musim kita tetapkan siapa si first team siapa si back up player. Hal itu penting karena jangan sampai pemain backup lebih sering bermain ketimbang si first team. Walau begitu, jangan lupakan pemain yang statusnya.

Berikut adalah list status pemain di FM dan seberapa sering harus dimainkan

Status pemain dalam FM

-Key Player (Harus selalu dimainkan kecuali cedera atau keletihan)

-First Team (Harus selalu dimainkan kecuali cedera atau keletihan, tetapi bisa dimainkan sebagai pemain cadangan dan bisa dimainkan di babak kedua)

-Rotation (Bisa sebagai pemain pengganti, statusnya bisa menjadi pemain inti ketika pertandingan cup)

-Backup (Bisa dimainkan di ajang cup)

-Hot Prospect (gak perlu sering dimainkan, tapi kadang kalo rutin dimainkan statnya bisa sama kaya first media)

-Youngster (gak perlu dimainkan, lebih baik dipinjamkan)

-Not Needed (dimainkan menjelang bursa transfer, agar bisa dijual)

Perhatikan Training Schedule

Sering sekali dan menjadi rahasia umum pemain moralnya turun bukan karena tim sedang dalam posisi kalah beruntun, tetapi karena workload training yang berlebihan. Hal ini membuat pemain bahkan unhappy karena diberikan training yang berat, bahkan kadang ada latihan tambahan semisal melatih posisi baru.

Untuk itulah perlu diatur training yang tepat, sesekali perlu juga mendengarkan assistant pelatih dalam menentukan training. Atau kalau tidak mau ribet, serahkan semua kepada assistant saja.

Berikan Kontrak Tinggi atau Bonus

Sebagai gim simulasi pelatih sepak bola, tentunya kerap menemui pemain yang ngambek karena ketika meminta gaji naik tapi ditolak. Padahal sebenarnya kalau kita turuti maka moral pemain bisa meningkat.

Pemberian bonus juara yang tinggi juga meningkatkan motivasi pemain untuk bisa meraih gelar, sehingga walau uang banyak digelotorkan tentunya akan bermanfaat bagi tim.

Moral tim adalah salah satu faktor penting yang dapat menentukan kesuksesan atau kegagalan Anda sebagai manajer sepak bola. Dengan menerapkan tips dan trik di atas, Anda dapat meningkatkan moral tim Anda dan membuat mereka bermain lebih baik, lebih kompak, dan lebih bersemangat. Selamat mencoba!

The Challengers of FM Ciki Combat Season 3 (Som3thing Is Coming)

Tinggalkan komentar

Press Release

The Challengers of FM Ciki Combat Season 3 (Som3thing Is Coming)

Setelah sukses dengan musim kedua beberapa bulan lalu, FM Ciki Combat kembali dengan musim ketiganya! FM Ciki Combat adalah kompetisi multiplayer draft Football Manager pertama di Asia dan menjadi bagian resmi dari FM Rankings. Dengan mengusung tagline “Som3thing Is Coming”, FM Ciki Combat kembali digelar pada tanggal 19, 26 dan 27 Agustus 2023. Pada musim ini, FM Ciki Combat akan diikuti oleh 14 peserta dari 7 negara berbeda. Penasaran dengan siapa saja yang akan bertarung untuk menjadi yang terbaik di kompetisi ini? Let’s check them out.

  1. Kanagara

Rasanya tidak afdol kalau tidak memulai perkenalan ini dari juara bertahan FM Ciki Combat, Kanagara dari Indonesia. Kanagara berhasil menjuarai FM Ciki Combat Season 2 dengan torehan yang hampir sempurna dan sangat digdaya. Manajer yang telah berkecimpung di kompetisi draft lokal sejak 6 tahun yang lalu ini tentu kenyang pengalaman dan siap untuk mempertahankan tahta juara ciki combat. Ikuti perjalananan manajer kanagara di kanal Youtube (https://www.youtube.com/@kanagara7190/)

  • Tenjo FM

Tenjo FM adalah kuda hitam yang berhasil menjadi runner-up FM Ciki Combat Season 2. Tidak diprediksi oleh panelis untuk bisa melaju hingga ke babak final, tenjo dengan taktis berhasil mengalahkan manajer yang sebelumnya diunggulkan dari belarusia. Manajer Tenjo juga berhasil menjadi jawara  salah satu season FMSeries tahun ini. Patut ditunggu gebrakan dari pakde tenjo ! ikuti dia di kanal youtube (https://youtube.com/@firumy)

  • FM Garuda

FM Garuda adalah salah satu pionir dalam komunitas Football Manager di Indonesia. FM Garuda saat ini menempati posisi 3 dunia di FM Ranking, peringkat tertinggi yang pernah dicapai manajer virtual FM di Asia. FM Garuda secara konsisten menjadi momok lawan-lawannya di FM Draft League dengan menjadi juara di divisi tertinggi selama 2 bulan berturut-turut. Kalian bisa mengikutinya di kanal Youtube (youtube.com/@FMGaruda).

  • MeMyStich

MeMyStich mendapatkan golden tiket setelah menduduki peringkat ke-2 di Mabar Akbar Ciki. Debutant yang baru aktif memainkan kompetisi draft online di FM 23 ini tidak datang dengan tangan kosong. MeMyStich berhasil menjadi runnerup di Divisi 3 FM Draft League di musim perdananya dan menjuarai salah satu edisi draft weekly paling terkenal yaitu ScouseHouse Draft. Bisakah ia memberi kejutan? ikuti perjuangannya di kanal youtube (https://youtube.com/@memystich1871)

  • BuildUpPlay

Salah satu manajer terbaik dari daerah CIS juga ikut meramaikan kompetisi ini. Dia adalah BuildUpPlay dari Belarusia yang menyebut dirinya sendiri FMCS Boss. Manajer ini sekarang menempati peringkat 12 dunia di FM Ranking. Dengan pengalaman mengikuti kompetisi seperti Road to Legends dan FMTM serta merengkuh titel di kompetisi FM World Heavyweight Championship, BuildUpPlay tentu ingin menambah koleksi gelarnya dan akan menjadi manajer unggulan di kompetisi ini. Tentu kita penasaran bagaimana kiprah The Master Mind BuildUpPlay di FM Ciki Combat Season 3. Kalian bisa mengikutinya di Twitch (twitch.tv/thebuildupplay).

  • Jagdave Singh Saren

Manajer Debutant dari Malaysia Jagdave Singh Saren yang juga merupakan fans garis keras Arsenal. Jagdave tentu tidak ingin datang hanya untuk menjadi penggembira, drafter kebanggaan Malaysia ini siap memberikan kejutan bagi kompetitor lain.

  • TheCamBehindTheCam

Peserta berikutnya datang dari Skotlandia, yaitu TheCamBehindTheCam. Manajer ini juga salah satu debutan yang akan berkompetisi di FM Ciki Combat Season 3. Debutant ini menduduki peringkat 21 dunia di FMRanking dan merupakan fmdrafter dengan segudang pengalaman dimana ia berkompetisi di FM Playoffs, FM Draft League, FM Cups, FM Super League, FM World Heavyweight Championship. Akankah FM Ciki Combat menjadi tempat dimana dia bisa membawa pulang titel juara? (http://twitch.tv/thecambehindthecam)

  • Jamdips

Peserta debutan yang sudah sangat berhasrat berkompetisi di FM Ciki Combat adalah Jamdips ! Berbekal titel juara IDFM Championship 22, Jamdips yang juga tampil apik di FMRanking Rival sudah tidak asing dengan persaingan di kompetisi draft Internasional. Saat ini jamdips menempati peringkat 41 dunia dan siap untuk merangsek ke peringkat atas. (https://www.twitch.tv/jamdipsfc)

  • FMMY

FMMY adalah salah satu kompetitor FM Ciki Combat Season 3 dari Malaysia . Manajer sekaligus konten kreator Football Manager ini merupakan pionir FM di negeri Jiran Malaysia. Saat ini dia berusaha tampil lebih baik dari edisi season 2 dimana dia gagal menembus fase group. FMMY juga berhasil menembus FMRanking dunia di posisi 76. (youtube.com/@fmmalaysia8602)

  1. Maksim Rodriges

Kompetitor yang satu ini sering kita temui dengan nickname mrodriges7 yang saat ini menempati ranking 64 dunia di FMRanking. Manajer yang memiliki taktik ciamik hingga merepotkan di kompetisi FMRanking Rival dan Koza Weekly draft. Debutant dari Ukraina ini siap untuk memberikan debut yang bombastis.

  1. M.Ainun

Debutan lainnya di kompetisi ini datang dari Indonesia dengan nama Muhammad Ainun manajer Devilbats. Manajer ini merupakan manajer kawakan yang sempat vakum dari dunia FM dan sempat berkompetisi di IDFM League 2016-2018. Akankah Ainun bisa menciptakan comeback yang manis di kompetisi draft global?

  1. Aizawa

Aizawa merupakan manajer debutan di FM Ciki Combat Season 3. Ini juga musim perdana nya melantai di IDFM League dan FMSL. Di kompetisi ini dia punya misi untuk menjungkalkan kompetitor nya yaitu BuildUpPlay . bisakah Aizawa berbicara banyak di Ciki Combat? (https://www.twitch.tv/aizawa94)

  1. YGormy

Jawara FM Cups Ygormy dari Amerika Serikat datang untuk menang di FM Ciki Combat Season 3. Manajer yang saat ini menempati peringkat 7 dunia di FMRanking. Tentu langkah sang jawara untuk menambah koleksi piala tidak akan mudah, drafter Indonesia siap membalaskan kekalahan Tuminiball di final fmcups. Sejauh mana Ygormy bisa melangkah? ( https://www.twitch.tv/YGormy )

  1. CHEDA

Streamer Gaming CHEDA menjadi peserta wanita pertama di FM Ciki Combat. CHEDA berasal dari Korea Selatan dan sangat mahir dalam memainkan game Football Manager. Selain itu dia juga memiliki banyak asistem pelatih di kanal twitch dan discord nya ! jadi tidak perlu diragukan lagi CHEDA menjadi manajer paling ditunggu kiprahnya di edisi season 3 ini.  (https://www.twitch.tv/cheda___ )

Mikkel Enemark, Pria yang Sudah Berada di Tahun 2513

1 Komentar

Pernahkah Anda membayangkan apa yang terjadi di dunia ini di tahun 2513. Tentunya banyak perubahan terjadi, seperti di dunia sepak bola di mana klub asal Inggris, Dartford menjadi tim yang paling kaya di dunia melebihi kekayan klub tradisional sepakbola seperti Real Madrid, Barcelona, Manchester United dan Inter Milan. dengan kekayaan sebesar 1,75 miliar poundsterling.

Tidak hanya menjadi tim terkaya di dunia, Dartford juga menjadi tim yang paling banyak memenangkan gelar liga. Total sebanyak 237 gelar juara liga dijuarai oleh The Darts itu.

Adalah Mikkel Enemark, pria asal Denmark yang berkontribusi atas keberhasilan Dartford sebagai klub terbaik di dunia. Iya, di dunia game, tepatnya game Football Manager 2012.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pabrik telah menghabiskan waktu sebanyak 273 hari bermain FM. Total dirinya telah memainkan 29.669 pertandingan dan 1.488 gelar individu.

Sejak melatih Dartford di Football manager 2012 pada akhir tahun 2011 lalu ia telah merekrut 7.336 pemain. Saat artikel ini dipublish, ia sedang dalam perjalanan untuk mengamankan gelar ke-238 liga dengan The Darts setelah meraih 11 kemenangan dari 12 pertandingan pada tahap awal musim 2512/13. Selisih golnya? 43 gol dicetak. Dua gol kebobolan.

“Bagi saya, FM 12 adalah pertandingan sempurna antara versi lama dan baru,” ungkap Enemark seperti dikutip dari Sportbible.

“Permainannya cepat dan sederhana tetapi dengan lebih banyak opsi untuk mengembangkan pemain dan membangun tim. Saya sepenuhnya fokus pada pemain muda dan menciptakan bintang masa depan. Sekarang Dartford adalah yang terbaik di dunia dalam segala hal, jadi saya sering fokus pada hal-hal menyenangkan seperti menemukan pemain muda berbakat.” sambungnya.

Salah satu dari banyak pemain berbakat dalam permainan Dartford yang ia paling sukai adalah John Becerra, penyerang asal Kolombia yang akan menjadi legenda klub dengan mencetak 897 gol dalam 1019 pertandingan. Setelah mengontraknya dari sebuah klub Amerika Selatan pada tahun 2331, Becerra menjadi bagian dari Tim Terbaik seperti yang terlihat di bawah ini.

“Selalu menjadi pemain favorit saya,” kata Enemark.

Di luar rekor dalam permainan, Enemark telah berterima kasih kepada mereka di Sports Interactive karena telah memberikan dampak besar dalam hidupnya.

“Football Manager sangat berarti bagi saya,” katanya. “Ini telah membantu saya mengatasi masa-masa sulit. Saya bercerai pada tahun 2015 dan itu menjadi pelarian saya dari semuanya.

“Ketika saya bermain, permainan tersebut mengalihkan pikiran saya dari semua hal sulit. Ini seperti istirahat yang memberi energi untuk mengatasi masa-masa sulit. Hidup penuh dengan pasang surut tetapi ketika saya bermain FM, saya memiliki kendali 100 persen. Ini adalah dunia kecil saya sendiri di mana saya bisa memutuskan apa yang akan terjadi.”

Meskipun petualangan Dartford telah mengambil alih hidupnya dalam dekade terakhir atau lebih, keluarga Enemark tidak mempermasalahkan karena mereka tahu bahwa dia adalah “pecinta sepak bola”.

Bahkan, semua yang mereka bicarakan adalah sepak bola saat mereka menghabiskan waktu bersama di rumah.

“Saya tidak bermain sebanyak yang banyak orang pikirkan,” akui Enemark. “Terkadang seminggu tidak main tapi terkadang sampai 20 jam. Semuanya tergantung pada jadwal kerja saya dan apakah istri dan anak-anak saya ada di rumah. Saya bermain banyak ketika saya sendirian di rumah.”

Enemark kerap membagikan pengalaman bermainnya di grup Football Manager FM Blog di mana dirinya menjadi idola di sana meski sempat berdebat lantaran banyak yang tidak percaya dia sudah memainkan game tersebut sampai di tahun yang sudah jauh.

“Saya ingat hari ketika saya memecahkan rekor [333 musim] dan membagikannya di grup tersebut. Orang-orang menjadi gila. Salah satu orang bahkan menuduh saya curang karena semua pemain kelas dunia di skuad saya. Dia sangat marah sehingga dia keluar dari grup tersebut” ujar Enemark

“Mereka memperlakukan saya seperti Ronaldinho atau David Beckham. Semua orang begitu baik dan penuh semangat.” sambungnya.

Dengan rating kecanduan ‘Congratulations from everyone at Sports Interactive… we never thought you’d make it this far”, Enemark pun secara otomatis ia selalu ingin menghetahui perkembangan Dartford FC di dunia nyata.

Dirinya memantau Datford FC yang sedang berjuang di National League South; divisi di mana mereka hanya melewatkan promosi pada musim lalu setelah kalah dalam pertandingan play-off melawan St Albans.

“Saya sangat ingin pergi ke sana pada hari pertandingan dan melihat semuanya,” kata Mikkel. “Saya berharap mereka bisa mencapai Football League suatu hari sehingga saya bisa mengikuti mereka lebih dekat.”

Pria berusia 44 tahun ini juga mencoba tangan sebagai manajer dalam kehidupan nyata, ketika baru-baru ini menjadi asisten manajer klub putranya di level pemuda.

“Tentu saja, saya menggunakan Football Manager dalam persiapan saya,” katanya sambil tersenyum. “Saya akan menyesuaikan taktik dan formasi dalam permainan Dartford saya,” tutupnya.

Cleon Hobson, Pemain Football Manager Terbaik di Dunia

Tinggalkan komentar

Football Manager adalah game yang menguji kemampuan Anda untuk memimpin sebuah klub sepak bola, mulai dari jual beli pemain, utak-atik taktik, hingga diwawancara layaknya seorang pelatih betulan. Game ini sangat populer di kalangan penggemar sepak bola, bahkan banyak kerap menghabiskan berjam-jam untuk meraih gelar juara.

Walau demikian, nampaknya gelar sebagai pemain terbaik game Football Manager layak disematkan kepada Cleo Hobson, seorang pria berusia 37 tahun asal Inggris, yang telah memainkan Football Manager sejak tahun 1992.

Keahlian Hobson itu dibuktikan dengan dirinya telah menulis ratusan artikel dan buku tentang berbagai aspek Football Manager, seperti taktik, pelatihan, analisis data, dan lain-lain. Ia juga sering berbagi pengalaman dan pengetahuannya dengan komunitas online Football Manager, baik melalui forum, blog, podcast, maupun di media sosial miliknya.

Soal prestasinya di game Football Manager tentunya tidak terhitung. Ia telah memenangkan berbagai trofi dan gelar dengan klub-klub yang pernah ditangani, baik itu klub dengan reputasi mentereng maupun klub medioker. Ia juga telah mencetak rekor-rekor yang sulit ditandingi oleh pemain lain, misalnya seperti memenangkan Liga Champions dengan tim amatir Inggris.

Salah satu kisah sukses Hobson adalah ketika ia berhasil membawa klub asal Skotlandia, Stirling Albion, yang ia latih dari divisi bawah hingga menjadi juara dunia. Ia memulai karirnya dengan klub itui pada tahun 2014, ketika mereka berada di Scottish League Two atau tingkat keempat sepak bola Skotlandia. Lewa tangan dinginnya, ia berhasil membawa klub ini naik ke Scottish Premiership hanya dalam waktu lima musim saja!

Pengalaman Hobson melatih Stirling Albion cuku menantang di mana dirinya secara kontinu membangun timnya dengan merekrut pemain berkualitas, baik itu berasal dari akademi klub maupun pembelian transfer yang cerdas.

Tak lupa, Hobson juga melakukan pengembangan infrastruktur klub, seperti stadion, fasilitas latihan, dan pemilihan staf. Hasilnya, ia berhasil membuat Stirling Albion menjadi tim yang dominan di Skotlandia, dan bahkan di Eropa.

Pada tahun 2032, Cleon Hobson mencapai puncak kejayaannya dengan Stirling Albion. Ia berhasil memenangkan treble domestik (liga, piala, dan piala liga), serta Liga Champions. Ia juga berhasil mengalahkan Real Madrid dengan skor 5-0 di final Piala Dunia Antarklub sehingga tim asal Skotlandia itu dinobatkan sebagai tim Juara Dunia.

Hobson juga dikenal sebagai seseorang yang kerap membagikan pengetahuannya di website pribadinya, http://www.sisportscenter.com di mana di dalam website tersebut terdapat tips-tips FM yang berguna bagi banyak orang.

“Saya tidak menganggap diri saya sebagai pemain spesial,” katanya seperti dikutip dari Bleacherreport. “

Saya hanya suka memperhatikan detail-detail tidak peduli seberapa kecil mereka mungkin dan mencoba memahami apa yang dilakukan oleh segala sesuatu di game ini. Butuh waktu lama untuk mendapatkan pemahaman tentang bagaimana mesin pertandingan bekerja, tetapi dengan bertanya dan melakukan banyak percobaan dan kesalahan, mulai menjadi jelas apa yang dilakukan oleh setiap pengaturan kecil,” sambungnya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa game Football Manager memiliki zat adiktif yang membuat pemainnya sulit lepas dari gim ini. Hal itulah yang bahkan membuat Hobson secara sukarela membagikan tipsnya kepada orang lain.

“Saya sangat serius tentang bagian-bagian lapangan dari game ini, terutama pelatihan. Di FM14 saya sangat serius sehingga saya mencoba dan menerapkan modul ‘TIPS’ Ajax (pengembangan pemain muda) ke game saya.”

Hobson bahkan kerap melakukan experiment dengan memberikan role yang agak nyeleneh pada pemainnya namun banyak diantaranya justru berhasil.

“Hanya karena seseorang adalah bek tidak berarti ia harus menjadi bek ketika bermain untuk saya. Saya sebelumnya membeli bek kiri dengan niat menggunakan dia sebagai penyerang karena dia memenuhi persyaratan atribut yang saya tetapkan.”

Ketika ditanya tentang klub favoritnya di dunia nyata, Hobson mengaku tidak memiliki afiliasi khusus. Ia mengikuti Sheffield United, tim lokalnya, tetapi ia lebih suka menonton sepak bola secara umum daripada mendukung satu tim.

“Saya suka menonton sepak bola dari seluruh dunia dan mencoba mempelajari gaya bermain yang berbeda,” katanya. “Saya suka melihat bagaimana tim-tim beradaptasi dengan situasi yang berbeda dan bagaimana mereka mengatasi masalah,” sambungnya.

Hobson juga mengatakan bahwa ia tidak memiliki pemain favorit di dunia nyata, tetapi ia mengagumi beberapa manajer, seperti Pep Guardiola, Jurgen Klopp, Marcelo Bielsa, dan Diego Simeone.

“Mereka semua memiliki gaya bermain yang unik dan mereka semua sangat sukses dengan cara mereka sendiri,” katanya. “Saya suka bagaimana mereka dapat memotivasi pemain mereka dan membuat mereka percaya pada filosofi mereka.”

Hobson mengatakan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk menjadi manajer sepak bola profesional di dunia nyata, tetapi ia senang dengan lisensi UEFA B pro yang ia miliki.

“Saya mendapatkannya karena saya ingin belajar lebih banyak tentang permainan dan melihat apakah ada sesuatu yang bisa saya terapkan ke game saya,” katanya. “Saya juga suka melatih anak-anak dan membantu mereka mengembangkan keterampilan mereka.”

Hobson mengatakan bahwa ia tidak memiliki tujuan tertentu untuk karirnya di Football Manager, tetapi ia selalu mencari tantangan baru.

“Saya suka mencoba hal-hal yang berbeda dan melihat apa yang bisa saya capai dengan klub-klub yang berbeda,” katanya. “Saya juga suka menciptakan cerita-cerita sendiri dan berbagi dengan orang lain.”

Hobson mengatakan bahwa ia tidak tahu berapa banyak waktu yang telah ia habiskan untuk memainkan Football Manager, tetapi ia yakin itu adalah ribuan jam.

“Saya tidak pernah menghitungnya, tetapi saya yakin itu adalah banyak,” katanya. “Tetapi saya tidak menyesalinya, karena saya menikmatinya dan saya belajar banyak dari game ini.”

Hobson mengatakan bahwa ia akan terus memainkan Football Manager selama ia masih menikmatinya, dan ia berharap game ini akan terus berkembang dan meningkat.

“Saya pikir game ini sudah sangat bagus, tetapi tentu saja ada ruang untuk perbaikan,” katanya. “Saya harap pengembang akan terus mendengarkan umpan balik dari komunitas dan menambahkan fitur-fitur baru yang akan membuat game ini lebih realistis dan menarik.”

Kesimpulan dari artikel ini bahwa Football Manager adalah game yang telah mengubah hidup Hobson dengan cara-cara yang tak terduga. Ia telah menjadi salah satu pemain terbaik di dunia, menjadi salah satu penulis terkenal, dan seorang yang memiliki lisensi kepelatihan. Ia juga memiliki banyak teman dan penggemar di seluruh dunia.

Kegemaran Hobson terhadap game Football Manager adalah bukti bahwa Football Manager bukan hanya sekadar game, tetapi juga sebuah passion.

Burnley FC, Klub Terbaru Mitra gim Football Manager

Tinggalkan komentar

Berikut adalah artikel yang saya buat dari berita yang Anda berikan:

Football Manager menjadi mitra klub baru Burnley FC

Burnley Football Club mengumumkan kerjasama baru dengan Sports Interactive, pengembang game simulasi sepak bola terkenal, Football Manager. Kerjasama ini akan membuat logo Football Manager muncul di lengan baju tim utama Burnley FC mulai musim 2023/2024.

Football Manager adalah game yang memungkinkan pemain untuk mengelola tim sepak bola pilihan mereka, mulai dari transfer pemain, taktik, pelatihan, hingga media. Game ini telah menjadi salah satu game sepak bola terpopuler di dunia, dengan lebih dari 50 juta pemain di berbagai platform.

Burnley FC adalah salah satu klub tertua di Inggris, yang didirikan pada tahun 1882. Klub ini bermarkas di Turf Moor, stadion yang telah menjadi rumah mereka sejak tahun 1883. Klub ini memiliki sejarah yang kaya, dengan empat gelar juara liga, satu Piala FA, dan dua Piala Liga. Klub ini juga pernah bermain di kompetisi Eropa, termasuk Liga Champions dan Liga Europa.

Kerjasama antara Burnley FC dan Football Manager diharapkan dapat meningkatkan popularitas dan prestasi kedua pihak. Vincent Kompany, manajer Burnley FC, mengatakan bahwa ia senang dengan kerjasama ini, karena ia merupakan penggemar berat game Football Manager. Ia juga berharap dapat memanfaatkan data dan analisis yang disediakan oleh Sports Interactive untuk membantu timnya bermain lebih baik.

Miles Jacobson, direktur Sports Interactive, juga menyambut baik kerjasama ini. Ia mengatakan bahwa Burnley FC adalah klub yang memiliki nilai-nilai yang sama dengan Sports Interactive, yaitu kerja keras, loyalitas, dan ambisi. Ia juga mengatakan bahwa ia telah lama mengagumi klub ini, terutama karena prestasi mereka di Liga Premier Inggris dengan anggaran yang terbatas.

Kerjasama ini juga akan memberikan manfaat bagi para penggemar Burnley FC dan Football Manager. Mereka akan dapat menikmati konten eksklusif dari kedua pihak, seperti wawancara, video, dan artikel. Mereka juga akan dapat mendapatkan diskon untuk membeli game Football Manager dan merchandise Burnley FC

Football Manager menjadi mitra klub baru Burnley FC adalah salah satu contoh dari sinergi antara dunia sepak bola dan dunia game. Dengan kerjasama ini, kedua pihak berharap dapat menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Artis dan Tokoh Publik Indonesia yang Gemar Main Football Manager

Tinggalkan komentar

Football Manager merupakan gim simulasi terbaik untuk menjadi seorang manajer di sebuah klub sepak bola. Berkat gim ini, seseorang bisa merasakan sensasi sebagai seseorang yang mengatur semua aspek pada klub sepak bola mulai dari menyusun taktik, penjadwalan latihan, jual beli pemain, sampai urusan kontrak pemain hingga staff.

Meskipun gim Football Manager dikenal kompleks sehingga memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, namun justru disitulah letak keasyikannya sehingga banyak orang yang memainkan gim ini, termasuk mereka yang berstatus sebagai artis bahkan tokoh publik di Indonesia!

Siapa saja mereka, berikut listnya.

Erick Thohir

Ketua PSSI sekaligus Menteri BUMN Republik Indonesia, Erick Thohir ternyata penggemar gim Football Manager—yang dahulu Bernama Championship Manager. Mantan pemilik klub Inter Milan itu pada sebuah wawancara di Vidio pada 9 April 2023 lalu mengaku saat masih muda selain bermain bola basket sebagai point guard iya menghabiskan waktu bermain gim manajerial di komputer.

“ kalo bola saya tidak main, tapi dari kecil saya main itu manajer di komputer jadi saya cinta olahraga saya sangat peduli memanager olahraga,” ungkapnya.

Raditya Dika

Siapa yang tidak kenal Raditya Dika, sebagai salah satu pentolan Stand Up Comedy di Indonesia dirinya menjadi seseorang yang kerap membagikan kegiatannya bermain gim Football Manager lewat status di Twitter hingga unggahan di Youtube.

Bahkan di Youtube, Raditya Dika membagikan cara bermain Football Manager yang unik, jadi dirinya memilih untuk melakukan Time Skip selama beberapa tahun, untuk kemudian baru bermain sebagai Manager.

Alasannya karena Time Skip akan membuat permainan menjadi sulit untuk ditebak sehingga akan lebih memberikan tantangan.

Pangeran Siahaan

Pangeran Siahaan, penulis yang kini merupakan CEO Asumsi, sebuah media yang membahas seputar isu terkini dan juga mewawancarai sejumlah tokoh yang inspiratif. Selain itu, Panger—nama panggilan akrabnya—juga dikenal sebagai komentator sepakbola di channel Bein Sports.

Lantaran kesukaanya dengan sepak bola—dan juga Manchester United—Pange pun dikenal sebagai sosok yang memang cinta mati dengan gim Football Manager. Dirinya memang pernah hiatus bermain FM, namun covid pada tahun 2020 lalu memaksa dirinya kembali bermain FM.

Angga Sasongko

Sutradara film kenamaan asal Indonesia, Angga Sasongko beralih profesi. Pria berusia 36 tahun itu kini menukangi Inter Milan. Hebatnya, pria yang melejit karirnya ketika meluncurkan film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku itu berhasil meraih treble bagi tim asal kota Milan tersebut. Kesuksesan itu ia bukukan dalam gim simulasi sepakbola, Football Manager 2021.

“Main FM pake @Inter musim pertama langsung Treble,” tulisnya dalam akun twitter beralamat @anggasasongko pada Minggu (22/08/2021).

Angga menggunakan taktik 4-2-3-1 vertical tiki-taka, terinpirasi dengan taktik Jose Mourinho yang menukangi Inter di musim 2009/2010–yang berhasil mengawinkan gelar Serie A dan Liga Champions.

Tsamara Amany

Mantan Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany mengaku bahwa dirinya adalah penggemar gim Football Manager. Ia pernah mengtweet bahwa pernah menghabiskan waktu pagi sampai malam untuk memainkan gim besutan Sega ini.

Menurut Tsamara, yang membuat penasaran dari bermain FM adalah ketika taktik yang dipakainya salah dan akhirnya kalah. Lantas mendorongnya untuk memikirkan strategi, formasi, dan pemain yang bakal berhasil mengantarkan timnya menuju kemenangan.Bahkan Tsamara menyebut gim FM sebagai gim Karambol yang bikin deg-degan.

Selain mereka, siapa pesohor yang kalian kenal main FM?

Mereka yang Membela Timnas Berkat Football Manager

Tinggalkan komentar

Mereka yang Membela Timnas Berkat Football Manager

Football Manager sudah lama digunakan oleh klub-klub sepak bola—umumnya di Eropa–untuk mencari pemain lewat database yang dimiliki oleh gim rilisan SEGA Europa tersebut. Salah satunya adalah Everton, klub asal Inggris itu melakukan kerja sama dengan developer gim Football Manager, Sigames sejak tahun 2008 silam di mana Manajer Everton saat itu, David Moyes menggunakan Football Manager untuk mencari pemain yang bisa direkrut.

Hal tersebut wajar, lantaran—seperti dikutip dari Eurogamer, Football Manager memiliki staff pemandu bakat sebanyak 1000 orang di 50 negara di dunia sehingga mencover sebanyak 370 ribu pemain dari 20 ribu tim berbeda.

Dan tak hanya klub sepak bola saja, bahkan gim Football Manager digunakan oleh mencari pemain tim nasional. Berikut adalah tiga pemain yang bermain di negara mereka berkat bantuan gim simulasi sepak bola terbaik di dunia saat ini.

Rafael Struick

Utusan PSSI bidang naturalisasi, Hamdan Hamedan mengatakan bahwa  pemain muda andalan Timnas Indonesia, Rafael Struick merupakan hasil pencarian menggunakan Football Manager. Struick sendiri merupakan pemain Belanda yang memiliki dari Indonesia yang mana hal itu diketahui dari gim Football Manager.

“Tim juga menggunakan banyak tools ya.Bahkan ada satu tim saya ahli game Football Manager (FM) bilang ‘pak pemain ini bagus pak’, tapi akhirnya kita kumpulkan (datanya) kita masukan. Ternyata menarik ini pemain, saya masukkan ke list saya dan saya tandai dengan hijau statusnya good player,” kata Hamdan seperti dikutip dari Bolasport.

Ben Brereton

Ben Brereton merupakan salah satu pemain kunci Timnas Chile dalam beberapa tahun terakhir. Ia bahkan menjadi idola di negara asal Ibunya itu Kendati dirinya besar dan lahir di Inggris. Nyatanya, Ben bisa membela Chile lantara ada seorang Streamer Football Manager yang bernama @ChileanToon menemukan kewarganegaraan ganda Ben Brereton pada versi beta game, dan dia dengan cepat memberitahu apa yang terjadi.

“Saya mengatakan kepada asisten peneliti Football Manager untuk Chile” ujarnya seperti dikutip dari Goal.

“Mereka mengatakan kepada saya, ‘Kita harus membawanya ke luar sana. Kami harus mengekspos kelayakan Ben Brereton di media sosial’.” sambungnya.

Ia pun memutuskan untuk memulai mengkampanyekan di Twich dan kemudian semua orang di Chile akhirnya mengetahuinya. Ben mulai muncul dibanyak surat kabar Chile. Hal itu membuat Ben dilirik oleh Timnas Chile. Ben akhirnya  memulai debutnya tergabung dalam Timnas Chile pada ajang Copa America 2021.

Kai McKenzie-Lyle

Kai McKenzie-Lyle pernah membuat heboh lantaran direkrut oleh Liverpool di tahun 2018 silam lantaran dirinya sebelumnya hanya bermain di sepak bola kasta amatir di Inggris. Walau status amatir, pria berusia 26 tahun itu merupakan andalan Timnas Guyana, bahkan dirinya masuk dalam list kiper yang pernah mencetak gol bagi negaranya tersebut.

Asal muasal dirinya Kai yang besar dan lahir di Inggris namun membela Timnas Guyana berkat pemandu bakat Football Manager, Jack Thorpe yang melihat biodata Kai McKenzie-Lyle di Twitter yang menyematkan negara Jamaika dan Guyana.

Jack kemudian memberikan data Kai secara lengkap ke PSSI-nya Guyana bahwa dirinya memiliki informasi lengkap. Saking percayanya PSSI-nya Guyana ke Jack, bahkan Kai yang saat itu belum tampil di ajang senior di klubnya, Barnet tetapi negara asal nenek moyangnya itu memanggil dirinya untuk bermain sebagai kiper utama.

“Sungguh gila ketika saya dipanggil karena saya belum banyak bermain sepak bola senior pria sampai saat itu. Saya berusia 17 atau 18 tahun saat itu dan hanya fokus untuk mencoba masuk ke tim utama Barnet dan mendapatkan beberapa permainan di sana, mendapatkan pengalaman,” ungkap Kai seperti dikutip Liverpool Echo.

Lima Kutukan dalam Sepak Bola yang Bisa Kamu Akhiri di Football Manager

Tinggalkan komentar

Gim simulasi sepak bola, Football Manager sering digunakan penggunanya untuk bisa membawa tim yang mereka sukai atau yang dilatih untuk bisa menjuarai gelar. Dalam dunia nyata, beberapa tim tidak bisa memenangkan gelar karena ada faktor mistis yang tidak bisa dijelaskan dengan akal sehat; yakni kutukan.

Berikut ini Lima Kutukan dalam sepak bola yang bisa kamu akhiri di gim Football Manager

Kutukan Mursyid Effendi   

Timnas Indonesia selalu gagal menjuarai Piala AFF adalah fakta. Namun, banyak orang yang bilang bahwa kegagalan menjuarai ajang dua tahunan ini lantaran buah karma dari kasus Mursyid Effendi. Ia pernah menjadi kambing hitam atas kasus yang sama di Piala AFF 1998. Mursyid yang mencetak gol ke gawang sendiri dihukum tidak boleh memperkuat timnas seumur hidup. Namun aktor intelektual atas kasus itu tidak pernah disentuh hukum dan diungkapkan ke publik.

Mursyid pernah berkata bahwa ” Indonesia tidak akan pernah juara jika otak utama kasus sepak bola gajah pada saat itu tidak terungkap”.

Tentunya melatih Timnas Indonesia di Football Manager menjadi hal yang menarik sebab tantangannya adalah menuntut kita untuk pertama kalinya menjuarai ajang kompetisi paling bergengsi di daratan Asia Tenggara ini.

Kutukan Juara Piala Dunia

kutukan ini terjadi pada pergelaran piala dunia, kutukan ini berisi tentang salah satu Negara yang sudah merasakan gelar juara pada perhelatan piala dunia sebelumnya, maka di piala dunia selanjutnya Negara tersebut tidak bisa mendapatkan gelar juara berturut-turut dan sampai saat ini masih belum ada Negara yang bisa memecahkan kutukan ini.

Di Football Manager menjadi cukup menantang bila memainkan Timnas Argentina di edisi 2024 mendatang. Tentu akan menjadi hal yang seru apalagi mereka kemungkinan akan bermain tanpa legenda sepak bola mereka, Lionel Messi yang mungkin sudah pensiun di Piala Dunia edisi selanjutnya.

Kutukan 100 tahun Bela Guttmann bagi Benfica

Kutukan ini berasal dari salah satu pemain benfica pada waktu itu Bela Guttman, ia meminta kenaikan gaji kepada klub benfica tetapi mengalami penolakan dari pihak manajemen benfica dan membuat guttman marah dan mengutuk benfica tidak akan pernah juara di kejuaraan eropa dari tahun 1962 sampai 100 tahun kedepan dan terbukti benfica berhasil masuk 8 kali pada partai final di kejuaraan eropa, hingga tahun 2014 tetapi tidak ada satu pun yang mereka juarai dari 8 kali penampilan di partai final.

Benfica sendiri merupakan klub raksasa asal Portugal yang memiliki fasilitas latihan dan akademi pemain terbaik di dunia dan juga keuangan yang cukup bagus. Tentu memenangkan gelar akan menjadi tantangan yang tidak sulit dilakukan di gim Football Manager.

Kutukan Garabato

Benjamin Urrea, juga dikenal sebagai Garabato , adalah salah satu anggota pendiri dan pemain tim Kolombia América de Cali. Dia berselisih dengan anggota dewan lainnya pada tahun 1948 ketika dia adalah satu-satunya orang yang menolak agar tim ini menjadi tim yang profesional. Sebelum meninggalkan rapat dewan tempat keputusan dibuat, dia mengucapkan kutukan yang legendaris itu: “Buat apa pun yang Anda inginkan dengan tim … tapi, demi Tuhan, Amerika tidak akan pernah menjadi juara”.

Terbukti saat ini América de Cali belum pernah menjuarai gelar Copa Libertadores. Mereka hanya mampu menjadi runner-up di empat partai final yakni pada tahun 985, 1986, 1987 dan 1996. Garabato sudah meningga sejak 2008, namun kutukan belum berakhir.

Ini menjadi challenge yang unik karena Liga Kolombia ada dan tersedia di Football Manager. Sehingga tidak perlu mendownload apapun langsung new game dan mainkan.

Kutukan Neverkusen

Bayer Leverkusen memiliki reputasi sebagai pesaing Bayern Munchen dan tercatat belum pernah terdegradasi dari Bundesliga sejak pertama kali promosi di musim 1979/1980. Meski demikian, sejatinya tim ini belum sekalipun menjuarai gelar bergengsi seperti Bundesliga dan Liga Champions.

Di Bundesliga mereka hanya berstatus runner-up sebanyak lima kali dan pernah gagal di Final Liga Champions.Tak heran tim ini mendapatkan julukan dari penggemarnya sendiri Neverkusen.

Semenjak fitur Bundesliga mendapatkan lisensi pada Football Manager 2019, tentu saja memainkan Bayern Leverkusen menjadi sebuah keseruan yang cukup menantang untuk bisa mengakhiri kutukan dan membawa tim asal Jerman ini menjadi juara Bundesliga dan Liga Champions untuk pertama kalinya.

Jadi kamu mau latih tim yang mana?

Enam Klub yang Bermain di Luar Negara Mereka. Ide Klub untuk dimainkan di Football Manager 2023

Tinggalkan komentar

Bermain gim Football Manager 2023 menjadikan kita sebagai manager di sebuah tim. Terkadang, kalau kita sudah bosan bermain–karena telah memenangkan semua kejuaraan–dan ingin mencoba tantangan baru, berikut ini enam tim yang bisa kamu mainkan. Keenam tim ini bukan tim sembarangan, sebab keenam tim ini adalah tim yang berasal dari negara lain yang berkompetisi di negara tetangga mereka. Siapa saja keenam tim itu, berikut rinciannya.

Wrexham

Wrexham mendadak terkenal seantero dunia semenjak aktor Hollywood, Ryan Reynold–yang terkenal karena perannya sebagai Deadpool–membeli tim ini. Ternyata, Wrexham bukanlah tim yang berasal dari Inggris. Walau bermain di National League atau Divisi Lima Liga Inggris, tim ini berasal dari Wales.

Tantangan bermain Wrexham tentu saja membawa tim ini dari Divisi Lima ke Liga Primer Inggris. Tentunya membutuhkan waktu panjang yang tentu menjadi tantangan tersendiri. Tantangan semakin menjadi sulit bila kamu memainkan tim ini hanya dengan menggunakan pemain asal Wales.

FC Vaduz

Pernah dengar negara dengan nama Liechtenstein? Nah negara ini adalah salah satu negara terkecil di Eropa sehingga tim profesional mereka, FC Vaduz bahkan harus bermain di negara tetangga mereka Swiss. Tim yang bermain di FCS Park ini bermain di kasta kedua Liga Swiss.

Bermain FC Vaduz memiliki tantangan yang lebih sulit dari Wrexham. Apabila kamu melatih tim ini yang kemudian di masa depan menjuarai Liga Swiss, mereka tidak bisa otomatis main di Liga Champions. Jalur untuk masuk ke ajang tertinggi klub sepak bola di Eropa harus ditempuh dengan menjuarai Piala Swiss terlebih dahulu untuk bisa masuk di Liga Konfederasi Eropa. Dari sana mereka harus memenangkan Liga Konferensi Eropa langsung untuk lolos ke Liga Europa musim depannya yang kemudian harus mereka menangkan kembali untuk bisa bermain di Liga Champions.

FC Andorra

FC Andorra, sesuai dengan namanya adalah klub yang berasal dari Andorra, sebuah negara yang terdapat di Spanyol dan Prancis. Di Indonesia, klub ini dikenal lantaran dibeli oleh pensiuan punggawa Barcelona, Gerard Pique.

Pique gak main-main menggelontorkan uang cukup besar untuk bisa membawa tim yang ia miliki untuk bisa bermain di La Liga dan Liga Champions di masa depan. Merujuk pada prestasi terakhir, FC Andorra kini sudah berada di La Liga di Football Manager 2023.

FC Andorra akan lebih klop bila memainkannya dengan negara Andorra di mana tim ini menjadi tempat pemain Andorra untuk meningkatkan kemampuan yang ke depannya dapat mendorong negara Andorra untuk bisa berprestasi di masa depan.

AS Monaco

AS Monaco merupakan milik negara Monaco–sekaligus menjadi satu-satunya klub sepak bola profesional asal Monaco yang bermain di kasta tertinggi di Prancis.

Bermain dengan AS Monaco memiliki tantangan yang tidak bisa dibilang mudah, mereka harus bersaing dengan tim PSG yang memiliki kekuatan finansial yang luar biasa untuk merebutkan gelar liga.

Toronto

Toronto FC adalah tim Kanada pertama yang bergabung dengan MLS pada tahun 2007 dan berhasil memenangkan Piala MLS untuk pertama kalinya satu dekade kemudian.

Belakangan, Toronto FC mengaku bahwa mereka menggunakan gim Football Manager untuk mengecek pemain yang kontraknya akan berakhir sehingga bisa mereka rekrut secara gratis.

Contoh pemain yang mereka rekrut dengan metode ini adalah mantan punggawa Napoli, Lorenzo Insigne.

Bermain dengan Toronto FC tentu memiliki tantangan yang cukup menarik mengingat aturan MLS yang membingungkan.

Jadi kalian mau pakai tim yang mana?

Mengenal Pawel Sicinski, Pemecah Rekor Bermain gim Football Manager Terlama di Dunia

Tinggalkan komentar

Jagat per-FM-an duniawi kembali gempar. Dilansir dari situs Guinness World Record pada 20 Juli 2023 menyebutkan bahwa rekor Sepp Hedel, pria asal Jerman yang memainkan gim Football Manager 2017 dengan menghabiskan 333 musim atau setara 1.940 jam (81 hari dan 20 jam) waktu bermain di dunia nyata.

Kali ini, rekor bermain FM terlama di dunia dipecahkan oleh Pawel Sicinski, pria asal Polandia itu saat ini telah menghabiskan waktu selama 453 hari dan 15 jam atau setara 10.887 jam. Dengan rekor tersebut ia berhasil memainkan FM dalam hitungan abad–tentu saja di game yah–di mana ia telah berada di tanggal 21 Mei 2546 atau telah bermain sebanyak 528 musim dengan menjalankan 25.084 pertandingan dan tingkat kemenangan mencapai 73 persen.

Tim terlama sekaligus yang Pawel mainkan adalah tim asal Islandia, Fimleikafélag Hafnarfjarðar, yang dia kelola dari tahun 2114 hingga 2434.

“Pencapaian terbesar saya membawa mereka menjuarai 301 gelar nasional, 677 piala dan kemenangan di Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Dunia Klub,” kata Pawel.

“Saya suka liga yang kurang dikenal dan saya tertarik dengan liga ini sejak saya masih kecil, ditambah meraih kesuksesan dengan klub yang praktis tidak dikenal membawa begitu banyak kegembiraan dan kepuasan.” sambungnya.

Pawel sendiri juga sukses melatih tim raksasa Eropa macam PSG, Manchester City, Arsenal dan Inter.

Kira-kira rekornya ini bakal ada yang melampuai gak yah?

Older Entries Newer Entries