Beranda

FM Podcast : Bercerita sama Mas Ridwan, salah satu member IDFM FB Group

Tinggalkan komentar

Episode FMPC Podcast terbaru sudah rilis !

FM Lovers,

Episode pertama di tahun 2021 ini dibuka obrolan gua dengan Mas Ridwan, salah satu member IDFM Facebook Group, cerita dari perkenalan dia dengan FM sampai keinginannya ambil lisensi pelatih. Kedepannya kita akan sering mengobrol loh …. 😀

Bisa kamu dengarkan di :

Happy Listening !


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

FM Podcast : Review FM21 – saya kasih skor 8 ! beneran kah ? #FM21

Tinggalkan komentar

Episode FMPC Podcast terbaru sudah rilis !

FM Lovers,

Episode ini sebenarnya versi audio dari review gua di Gamereactor di sini. dan gua kasih skor 8/10 untuk FM21. Dengerin jika kalian perlu meyakinkan apakah wajar keluarin duit 500rb untuk FM21 kali ini.

Bisa kamu dengarkan di :

Happy Listening !


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Review IDFM League edisi Oktober 2020

1 Komentar

Update IDFM League

Oktober 2020

REVIEW IDFM SUPER LEAGUE

Bulan Oktober merupakan bulan penghujung penyelenggaraan IDFM League, mulai dari IDFM Super League, IDFM Championship dan IDFM Cup. Semua turnamen menyajikan pertarungan yang menarik hingga akhir musim. FC Wow yang berjarak 5 poin di 3 pekan terakhir harus mengunci semua kemenangan dan berharap de Facolda terpeleset agar mendapatkan title juara IDFM Super League. Kemenangan atas Ratvan Navy, Firumy FC dan Songhek tidak cukup untuk menggeser de Facolda dari puncak klasmen karena tim asuhan Bakti Ilham Akbar itu berhasil mengunci kemenangan atas Mbelitar FC dan Belzta. Sedangkan pesaing lain, Benchwarmers sebenarnya berpeluang menyalip de Facolda di menit-menit akhir IDFM Super League namun kekalahan atas Sehai United di pekan terakhir membuat tim asal Jakarta ini harus puas berada di peringkat 3 dan gagal meraih gelar IDFM Super League ke tiga sepanjang sejarah. Gelar juara akhirnya mendarat kepada tim promosi musim ini, de Facolda.

Sementara itu dari zona degradasi harus menurunkan Uncle John, Omegu FC, Firumy FC dan Songhek dari IDFM Super League musim depan. Inkonsistensi 4 tim ini sepanjang 8 bulan ini gagal diperbaiki dan harus puas berada di zona terbawah IDFM Super League. Sedangkan Songhek yang berada di zona playoff harus menelan pil pahit kalah oleh peringkat 5 IDFM Championship, 404 Nout Found dengan agregat 4-2. Dengan begitu, ada 5 tim IDFM Super League dan 5 tim IDFM Championship yang bertukar posisi  musim depan. The greatest escape show berhasil ditampilkan oleh Ratvan Navy. Setelah sepanjang musim berkutat di zona merah dan zona playoff, kemenangan penting atas Omegu FC berhasil menjauhkan tim asal Jogja ini dari zona merah dan berhasil bertahan di IDFM Super League musim depan.

Sedangkan di papan tengah, tim promosi lain seperti Mbelitar FC dan Asgar Pride bisa memberikan kejutan dengan berada di peringkat 8 dan 6. Kedua tim promosi tersebut berhassil mengungguli juara bertahan IDFM Super League yang hanya sanggup bercokol diperingkat 12.

Cek detailnya di halaman selanjutnya :

Team Talk : FM21 Beta sudah rilis hari ini ! Download segera !

Tinggalkan komentar

FM Lovers,

FM21 versi Beta sudah dirilis pagi ini tanggal 11 November 2020. memang ada delay dari biasanya 2 minggu pas dari tanggal rilis fullnya, yaitu 24 November 2020. Jadi yang sudah preorder FM21 dan sudah ajukan cuti di hari kemaren, hari ini silahkan ajukan cuti lagi 😀

Download Sizenya sekitar 4.4 GB ya.

Dan untuk FM21 Touch, mengutip dari staffnya SIgames di forum . FM21 Touch tidak akan dirilis versi betanya dan versi fullnya akan mundur menjadi 1 Desember 2020.

Well, mudah2an gameplaynya FM21 memuaskan ya. Enjoy the game !


\\follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

IDFM LEAGUE : Tentang Adaptasi, Tekanan dan Bicara Masa Depan

Tinggalkan komentar

Delapan bulan telah dilalui oleh seluruh tim yang berkompetisi di Artupoke IDFM League. Tetapi setidaknya ada dua tim yang patut disorot, dan tim tersebut adalah: Boxer FC dan Gotir FC.

Boxer adalah salah satu tim legendaris di liga online Football Manager terbesar di Asia Tenggara dengan segudang prestasi selama tiga musim bernaung. Sementara itu Gotir, menjalani musim keduanya di kasta kedua IDFM League yaitu Artupoke Championship. Menarik untuk melihat kiprah kedua tim ini mengingat kedua manager kerap melontarkan psy-war satu sama lain.

Dan musim depan, baik Boxer yang dimanajeri oleh Adam Khassaugi dan Gotir yang dimanageri oleh Mahatir, akan bermain di kasta utama yaitu Super League.

“Ini yang sudah saya nantikan,” tegas Mahatir, manager Gotir yang kami interview dengan secepat kilat. “Kami mungkin tidak diunggulkan, tapi kami di sini – di Super League musim depan. Itu artinya saya punya kesempatan untuk mengalahkannya,” sambungnya.

Tentu apa yang disebutkan oleh Gotir tampak sangat jemawa, terlebih Boxer bukanlah tim sembarangan. Adam – sang manager, adalah salah satu generasi pertama yang berhasil promosi ke kasta tertinggi meskipun tim berlambang orang menggunakan sarung tinju dan boxer ini lebih lekat dengan predikat runner up.

Akan tetapi, musim ini Boxer menjalani musim terburuknya selama berkencah di Artupoke IDFM League selama empat tahun ke belakang. Ia berkata: “Musim ini aneh, benar-benar aneh. Persiapan yang tidak matang di awal musim mengakibatkan kami sempat berada di zona merah, meskipun akhirnya cukup nyaman di papan tengah,” tukas Adam sang manager.

“Sekarang saya paham betul seperti apa stress-nya seorang manager saat timnya tidak perform. Pressure-nya tinggi, tapi ini justru melecut anak-anak untuk tampil lebih baik, terutama di paruh kedua kompetisi,” sambungnya. “Kami berusaha sebaik mungkin musim depan, Benchwarmers – rival kami – tampil konsisten lagi dan saya pasti bisa kembali ke papan atas.”

Sementara itu Gotir, telah memastikan diri dengan predikat runner up Artupoke Championship setelah mencuri perhatian dengan muncul sebagai juara group C di fase group sepanjang 26 laga. “Kuncinya, saya bersungguh-sungguh. Dan siapa yang bersungguh-sungguh dia pasti berhasil,” sebut manager tim ini, Mahatir.

Group C bisa disebut sebagai group paling oportunis dan merata kekuatan timnya. Terutama di paruh kedua kompetisi – setelah dominasi AC Dark Knight runtuh, peluang semua tim menjadi sangat merata. Total perolehan poin di group ini pun lebih kecil di banding milik Hexorcist dengan 50 poin di group A, Kasamu dengan 53 poin di group, Gotir sendiri “hanya” mengoleksi 47 poin!

“Saya melihat ada pergantian trend pada tengah musim, saat Batsy (julukan AC Dark Knight) menggunakan 4-4-1-1 yang begitu digdaya lalu melemah di tengah musim, saya mulai mengukuti trend hingga akhirnya kembali ke 4-4-2 saat justru banyak yang meninggalkan taktik tersebut,” sebut Mahatir yang diamini oleh Adam. “Itu benar beberapa tim turun drastis saat pertengahan musim.”

Mengenai Retropus IDFM Cup, manager Boxer pun mengakui bahwa ia berusaha untuk tampil baik di ajang tersebut hanya saja kurang beruntung: “Setelah hancur di liga, target saya berikutnya adalah Retropus IDFM Cup. Tapi kami harus bertemu dengan Bakul Lumpia, tim yang memiliki taktik sangat baik musim ini.”

Boxer yang mengakhiri musim di papan tengah klasemen memberikan satu kalimat yang cukup membuat Gotir harus waspada musim depan dalam mengarungi kasta tertinggi Artupoke IDFM League. Ia menegaskan, “Meskipun kami sering mengadakan latihan sparring, Gotir harus tahu bahwa Super League tidak bisa disamakan dengan divisi Championship. Di sini penuh tim yang berpengalaman dan ambisius. Dan saat kita berada di satu divisi yang sama, maka tidak akan ada lagi sparring.”


Pernyataan tersebut dibalas dengan cara yang tak kalah elegan oleh Gotir, “Saat melawan Boxer tim akan menurunkan performa yang terbaik. Karena setiap momen melawan Boxer, kemenangan jadi hal yang wajib.”


Derby dari dua tim ini patut ditunggu kehadirannya musim depan. Siapakah yang akan berada lebih tinggi? Sang tim promosi Gotir? Atau Boxer yang akan kembali bangkit musim depan?

Sebuah pepatah pernah disampaikan oleh mantan manager Liverpool FC yang lengendaris, Sir Kenny Dalglish: “Waktu adalah obat paling mujarab menghadapi penyakit (Cedera).” tapi di Artupoke IDFM Super League waktu adalah jawaban yang paling benar menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Sampai ketemu musim depan!

FM Role & Duties : No Nonsense Full Back / Wide Players

Tinggalkan komentar

No Nonsense Full Back (NNFB) adalah versi melebar dari No-Nonsense Centre Back. Jadi jangan harap pemain dengan Role ini akan membantu serangan tim kalian, Alih-alih mencoba membantu membangun serangan, NNFB tidak akan mengambil risiko dan hanya mengoper ke rekan setim lainnya, atau, ketika ditekan, sapu bersih. Intinya NNFB adalah Bek Murni.

Lagi

IDFM LEAGUE : KETAT DI ATAS, KERAS DI TENGAH, PANAS DI BAWAH

Tinggalkan komentar

Judul diatas tepat untuk menggambarkan persaingan IDFM Super League 2020. Sampai dengan GW 34, masih belum memunculkan tim yang juara maupun tim yang terdegradasi. Semua manajer tim saling berlomba mengerahkan taktik dan pemain terbaiknya, untuk meraih hasil yang maksimal. Tidak ada yang ingin terdegradasi, begitupun semua juga ingin meraih gelar juara. Berikut klasemen sampai dengan GW36 :

PEREBUTAN GELAR JUARA

Hingga GW36 masih ada 3 tim yang berpeluang meraih juara. Adapun 3 tim tersebut adalah de Falcoda, FC Wow dan Benchwarmers. Mari kita utak atik peluang 3 tim tersebut.

Lagi

Review IDFM League edisi September 2020

Tinggalkan komentar

Update IDFM League

September 2020

REVIEW IDFM SUPER LEAGUE

Semakin berakhirnya IDFM Super League 2020, turnamen e-sport­ Football Manager terbesar se Indonesia semakin menunjukan keseruannya. De Facolda masih memimpin klasmen sepanjang bulan September. Namun posisi de Facolda tidak aman karena FC Wow berhasil memangkas selisih 4 poin di akhir bulan Agustus menjadi 1 poin saja. Kegagalan de Facolda mengalahkan FC Wow di pekan 34 menjadikan posisi tim asal Jogja ini tidak aman. Selain itu, FC Wow masih menyimpan 1 pertandingan yang bisa menjadi pertandingan kunci FC Wow untuk merebut tahta dari de Facolda. Persaingan gelar juara tak hanya diperebutkan oleh kedua tim, namun Benchwarmers, tim tersukses sepanjang sejarah IDFM League pelan-pelan merangsek naik. Dalam 4 pertandingan di bulan September, tim asal Jakarta ini berhasil meraih 3 kemenangan dan naik dari peringkat 6 di bulan Agustus ke peringkat 3 di bulan September. FC Wow dan de Facolda tentu saja tidak bisa memandang sebelah mata Benchwarmers.

Performa bagus Benchwarmes di bulan September menyebabkan tim promosi Mbelitar FC harus tergusur. Setelah nyaman di 3 besar sepanjang musim, akhirnya tim asal Blitar ini harus terpental ke peringkat 4. Mbelitar FC hanya berhasil membawa pulang 4 dari 15 poin maksimal di bulan September. Usaha Mbelitar FC untuk merebut gelar juara dan mengejutkan para pecinta IDFM League semakin berat. Posisi Mbelitar FC diikuti oleh Bakul Lumpia dengan 54 poin, Jetta Rex Xenon dengan 53 poin serta Asgar Pride dengan poin yang sama.Yang tidak boleh lupa dari sorotan IDFM League setiap musimnya, Kurowo FC mulai kembali merangsek naik ke papan tengah. Setelah hamper terjerembab ke zona degradasi sepanjang musim, tim berlogo wayang ini naik 3 strip ke peringkat 9 setelah meraih 9 poin sepanjang bulan September. Kurowo FC berhasil menyalip Scouser Tommy dan SSB Kapal Api yang performanya tidak kunjung stabil hingga bulan September.

Keseruan tak hanya dirasakan oleh tim papan atas dan papan tengah. 8 hingga 10 tim berebut keluar dari zona degradasi. Performa mengejutkan tentu saja datang dari Omegu FC. 12 dari 15 poin maksimal berhasil didapatkan oleh Omegu FC. Performa mengkilap tersebut menyebabkan Omegu FC lepas dari posisi juru kunci untuk pertama kalinya. Omegu FC berhasil menipiskan jarak 13 poin dari zona aman di akhir bulan Agustus menjadi hanya 4 poin saja di bulan September. Dengan pertandingan yang menyisakan 3 pertandingan, bukan tidak mungkin Omegu FC memberikan kejutan dengan lolos dari zona degradasi dan tetap berada di IDFM Super League musim depan. Sang juara bertahan yang performanya tidak meyakinkan sejak awal musim justru masih terancam dengan zona degradasi. Meskipun Boexer FC memperoleh 8 poin di bulan September, Boxer FC hanya naik satu strip dari posisi 14 di akhir bulan Agustus ke posisi 13 pada akhir bulan September.Boxer FC juga hanya terpaut 8 poin dengan menyisakan 3 hingga 4 pertandingan lagi. Tak hanya Boxer FC yang terancam, gelar kandidat degradasi juga melekat pada Maung London. Tim asuhan Auzan Amanatullah ini gagal mendapatkan poin sepanjang bulan September. Performa yang amat buruk ini menyebabkan tim asal Bandung ini hanya berjarak 3 poin saja dengan zona degradasi. Jika performa tim ini tidak membaik, bukan tidak mungkin Maung London harus terdegradasi musim depan.

Cek detailnya di halaman selanjutnya :

Dari FMLovers : Wonderkid di Football Manager Tetapi Memble di Dunia Nyata

Tinggalkan komentar

Ditulis oleh : Baihaki
Kamu juga ingin tulisan tentang Football Managermu dimuat di Artupoke.com, cek dimari !

Beberapa waktu lalu, muncul kabar gembira di temlen Facebook. Ada penawaran download gratis game Football Manager 2020 secara legal dan gratis dari Epic Games dalam kurun waktu tertentu. Berhubung saya suka yang gratis-gratis, lumayan dong! Apalagi, biasanya (sumpah bukan saya!), banyak orang yang mengulik-ulik Google buat mencari crack FM.

Bermain game ini bagi saya cukup seru. Apalagi, cara mainnya bisa dilakukan ketika menyelesaikan kerjaan atau bahkan nulis artikel ini. Salah satu keseruan yang kerap saya lakukan saat bermain game FM adalah berburu wonderkid. Kehadiran wonderkid mampu menopang performa tim dan kemudian bisa dijual dengan harga tinggi ke klub kaya.

Ngomong-ngomong tentang wonderkid di FM, tidak semua pemain berbakat itu ternyata mampu mengembangkan talentanya sehingga jadi pemain besar di dunia nyata. Contoh paling nyata adalah Maxim Tsigalko yang terkenal sebagai goal getter andal di Championship Manager (CM). Eh, ndilalah pemain ini cuma mampu bermain di level rendah.

Tsigalko bulankah satu-satunya fenomena kegagalan wonderkid dalam mematangkan talentanya di dunia nyata. Ada banyak wonderkid lain yang punya nasib tidak kalah mengenaskan. Siapa saja mereka?

1. Fernando Cavenaghi

Fernando Ezequiel Cavenaghi 9.jpg
Lagi

FM Podcast : Sudah ambil FM20 Gratisnya beluum ? #FM20E08

Tinggalkan komentar

Episode FMPC Podcast terbaru sudah rilis !

FM Lovers,

Episode 08 dari FM Punya Cerita Podcast sudah terbit ya. Ngobrolin sedikit tentang FM20 yang sekarang lagi gratis di Epic Games Store sampai tanggal 24 September 2020 ! buruan tinggal sebentar lagi ! ambil disini

Bisa kamu dengarkan di :

Yuk dengerin di :

Happy Listening !


follow me @Rtupoke and the Fan Page or subscribe this blog ya FM Lovers. Keep Sharing//

Older Entries Newer Entries